
Yoona merasa baikan setelah Vian membawanya kesebuah taman. Perlahan detak jantungnya mulai stabil dan tubuhnya pun tidak bergetar lagi.
Yoona masih berpikir keras tentang siapa yang ada didalam foto itu dan apa hubungannya dengan seorang wanita bergaun pengantin yang ada didalam ingatanya. Wanita didalam foto dan didalam ingatanya terlihat seperti dirinya sendiri. Namun walaupun terlihat sama Yoona tetap meyakinkan dirinya sendiri bahwa yang dia lihat bukanlah dirinya.
"Tidak itu pasti bukan aku.!!" Gumam Yoona sambil memegang kepalanya.
"Kau bisa menanyakan apapun kepada ku, aku ini sejak kecil sudah dekat dengan Alan," ujar Vian membuat Yoona langsung mengangkat kepalanya.
Karena Vian seorang dokter, dia tau situasi yang sedang Yoona alami. Untuk orang yang mengidap Amnesia Retrograde seperti Yoona pasti ingatannya akan bereaksi ketika melihat suatu kenangan pahit atau indah. Menurutnya foto yang Yoona lihat dikamar Alan pasti akan mempengaruhi ingatan masa lalunya.
"Apa kau serius dr. Vian??" tanya Yoona tidak percaya dan Vian langsung mengangguki pertanyaan Yoona.
Yoona terdiam sejenak sambil memikirkan harus mulai dari mana dan apa saja yang harus dia tanyakan. Karena hari ini juga dia ingin tau semua tentang Alan dan Ellie dan apa hubunganya dengan dia.
"Kalau begitu aku ingin bertanya siapa wanita yang ada di foto itu??" tanya Yoona dengan wajah serius.
"Foto itu adalah foto ibunya Ziyan namanya Ellie Atharic." jawab Vian dengan wajah santainya.
"Ibunya Ziyan?? Ellie??" gumam Yoona sedikit ragu.
Yoona terdiam lagi karena dia semakin bingung bahwa sebuah fakta jika foto itu adalah ibunya Ziyan yang bernama Ellie dan foto itu sangat mirip denganya.
"Kemana dia sekarang?? Apa masih hidup??" tanya Yoona lagi.
"Hmm, aku tidak tau, tidak ada yang tau tentang dia yang masih hidup atau sudah mati. Dia tiba-tiba saja menghilang saat Ziyan masih berumur sekitar 3 bulanan 5 tahun silam." jelas Vian sambil mengangkat bahunya.
Yoona tiba-tiba saja merasa sangat sedih, dia sedih karena memikirkan Ziyan yang sejak bayi sudah tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Betapa jahatnya seorang ibu jika tanpa alasan pergi meninggalkan putranya yang masih sangat kecil. Yoona menundukan wajahnya lalu menangis, tidak tau kenapa hatinya terasa sangat pilu ketika membayangkan betapa sakitnya hati Ziyan jika mengetahui bahwa ibunya sangat tega meninggalakan dia sendiri.
"Apa ada seorang ibu yang tega meninggalkan putra kecilnya sendiri??" gumam Yoona bertanya kepada dirinya sendiri.
"Tentu saja banyak, dengan alasan dan masalah yang berbeda-beda." Balas Vian.
Yoona langsung menghapus air matanya yang sempat menetes membasahi pipinya. Dia lalu mendongakan kepalanya menatap langit yang terbentang luas diangkasa.
"Aku yakin pasti Ellie sangat menyayangi putra kecilnya, dia pasti memiliki masalah yang sangat berat sehingga memilih untuk melepaskan Ziyan demi melindunginya, karena aku percaya bahwa kasih ibu itu sepanjang masa dan seluas angkasa." ucap Yoona sambil membentangkan kedua tangannya.
Vian terdiam mematung saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Yoona. Dia sungguh tidak percaya, dimatanya siapa pun bisa saja meninggalkan anaknya dan melupakannya begitu saja. Namun beda dengan apa yang dikatakan Yoona berarti seberapa jauh pun jarak antara anak dan ibunya, kasih sayang dan ikatan batin antara mereka pun tidak akan pernah hilang. Selagi mereka masih saling merindukan dan berharap akan dipertemukan.
"Yoona, apa kau tidak merasa bahwa Ellie adalah dirimu??" tanya Vian dengan wajah seriusnya.
Yoona langsung terkejut mendengar pertanyaan dari Vian. Dia terdiam dan jantungnya kembali berdegup sangat kencang. Baginya sungguh tidak mungkin jika dia adalah Ellie, tapi dia juga sempat berpikir bagaimana mungkin foto itu hanya kebetulan mirip dengannya. Berbagai pertanyaan terus bermunculan didalam kepalanya.
"dr. Vian aku ingin kau ceritakan semuanya tentang Alan dan Ellie dimasa lalu..!!" ucap Yoona memohon kepada Vian.
"Hmm, sebaiknya kau tanyakan saja langsung kepada Alan, aku tidak berani." balas Alan.
Yoona menundukan lagi wajahanya, rasa penasaran tentang Ellie semakin besar terngiang dikepalanya. Apalagi ternyata Ellie memiliki rupa yang sangat mirip dengannya. Apakah mungkin Yoona itu adalah Ellie??
"Yoona sebaiknya kau segera masuk dan beristirahatlah didalam.!!" Ucap Alan yang tiba-tiba saja menghampiri Yoona.
Yoona pun hanya mengangguki perintah Alan, dia lalu berjalan menuju rumah dan Alan hanya mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Yoona menghentikan langkahnya sebelum membuka pintu kamar, dia berbalik menghadap Alan yang berdiri dibelakangnya. Mulut Yoona tertutup rapat sambil menatap wajah Alan dengan tatapan sayu.
"Kenapa kau menatapku seperti itu??" tanya Alan sambil membelai rambut Yoona.
"Didalam foto itu..... Aku atau Ellie??" tanya Yoona sedikit ragu lalu memalingkan wajahnya kesamping.
Alan terkejut dan tidak langsung menjawab pertanyaan Yoona. Dia lalu membuka pintu dan menarik tangan Yoona agar segera berbaring dikamarnya.
"Beristirahatlah dulu, nanti setelah aku pulang dari kantor aku janji akan menjawab semua rasa penasaranmu.!" Jawab Alan sambil menyelimuti Yoona lalu pergi meninggalkannya.
Yoona tidak mengatakan apapun, rasa penasarannya semakin besar. Dia berharap jawaban yang akan dia dapat tidak seperti yang dia bayangkan. Karena dia tidak ingin mendapat jawaban bahwa dia ternyata adalah Ellie.
Ddrrrttttt... Ddrrrtttt..
Suara getaran Ponsel membuyarkan lamunan Yoona, perhatianya langsung tertuju kepada ponsel yang bergetar diatas nakas. Yoona lalu bangun dan mengambil ponselnya, seketika bibirnya langsung tersenyum saat melihat layar ponsel bahwa dia mendapat telepon dari ibunya.
"Halo ibu..!!"
"Yoona apa kau sedang sibuk bekerja,??" tanya ibunya dari balik ponsel.
"Mmm, tidak ibu aku sedang dirumah," jawab Yoona.
"Jangan berbohong, ibu sedang didepan Apartement mu kau tidak ada dirumah." ketus ibunya.
Seketika Yoona langsung terkejut saat mendengar ibu nya sedang berada didepan Apartement rumahnya. Dia langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung berlari keluar kamar.
"Ma...maksudku aku sedang berbelanja, ibu tunggu saja.!!" balas Yoona sedikit gugup karena ketahuan berbohong.
"Yoona siapa yang berbicara? Kenapa dia memanggilmu Nona dan siapa Tuan yang dia maksud??" tanya ibunya dari balik telepon.
"Aduhhh dasar payah.!!" gerutu Yoona lalu mematikan sambungan telepon dari ibunya.
Yoona langsung saja berlari tanpa mengindahkan peringatan dari pelayan. Dia langsung berlari saja keparkiran dan membawa mobil yang terparkir didepan rumah Alan. Seorang pelayan yang melihat Yoona kabur membawa mobil sendiri langsung melaporkan semuanya kepada Alan.
🍃🍃🍃
Disisi lain, Hana ibunya Yoona terlihat sangat sabar menunggu Yoona yang tak kunjung datang. Dia memang tidak memberitahu Yoona jika akan menemui anaknya, karena dia ingin memberi Yoona kejutan.
"Kenapa lama sekali sih anak itu??" gumam Hana sambil terus menatap layar ponselnya.
Tidak menunggu lama lagi Yoona datang dengan sekantong bahan makanan di kedua tanganya. Dia ingat bahwa isi kulkasnya kosong karena beberapa hari ini dia tidak tinggal dirumah.
"Bu, maaf ya membuat mu menunggu lama," ucap Yoona sambil membuka pintu.
"Kamu ini belanja seperti orang sudah sebulan tidak pernah belanja, semuanya kamu beli." gumam Hana sambil memeriksa belanjaan anaknya.
"Hihi, tidak apa-apa bu mumpung ada ibu nanti malam kita pesta makanan," jawab Yoona, "Padahal aku memang sudah sebulan tidak pernah isi kulkas," pikir Yoona dalam hati.
Hana hanya menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang sangat boros itu. Dia lalu membawa masuk beberapa ransel yang dia bawa dari kampung dan membantu Yoona membawa kantong belanjaanya.
"Apa ibu akan tinggal lebih lama lagi??" tanya Yoona sambil menatap ransel ibunya.
__ADS_1
"Ya tentu saja ibu khawatir tentang dirimu, ibu tidak tenang meninggalkan kamu sendiri," jawab ibunya.
"Lalu bagaimana dengan adik??" tanya Yoona terlihat khawatir.
"Ibu membawa adikmu juga, Haris sekarang di rawat dirumah sakit besar," jawab Hana dengan tatapan sayu.
"Baguslah kalau begitu Haris akan cepat sembuh jika dibawa kerumah sakit kota, masalah biaya ibu jangan khawatir aku sekarang sudah bekerja disebuah perusahaan." balas Yoona sambil memeluk ibunya.
Hana membalas pelukan Yoona, dia merasa tenang karena ternyata Yoona baik-baik saja masih seperti biasanya. Ketika Hana pulang kedesa, dia selalu bermimpi sesuatu yang buruk terjadi kepada putrinya. Itulah yang menyebabkan dia memutuskan untuk tinggal bersama Yoona di Kota.
"Bu, nanti kita lihat adik sama-sama ya.!!" Ucap Yoona sambil melepas pelukanya.
"Sekarang juga bisa kita kerumah sakit untuk melihat adikmu," balas Hana dan langsung di angguki oleh Yoona.
"Ayo bu aku sangat merindukan Haris.!!" Ucap Yoona, Mereka berdua pun langsung bergegas pergi kerumah sakit untuk mengunjungi Haris adik laki-laki Yoona.
Saat perjalanan menuju rumah sakit Yoona diam saja sambil menatap kosong keluar jendela mobil. Hana selaku ibunya merasa sangat khawatir melihat Yoona yang tidak seperti biasanya.
"Yoona apa ada yang mengganggu pikiranmu??" tanya ibunya yang terlihat khawatir.
"Mmm, ya sebenarnya akhir-akhir ini banyak yang mengganggu pikiran ku bu," jawab Yoona sambil menyandarkan kepalanya kebahu ibu.
"Coba ceritakan pada ibu.!!" ucap ibunya sambil membelai rambut Yoona.
"Bu, apa aku punya saudara kembar??" tanya Yoona.
"Tentu saja tidak kamu itu putri ibu satu-satunya," jawab Hana dengan sangat yakin.
"Tapi bu, kenapa ada orang yang selalu memanggilku dengan nama selain Yoona," ucapnya lagi.
"Apa maksudmu ibu tidak mengerti??" tanya Hana sedikit bingung.
Yoona terdiam sejenak, dia berpikir apa sebaiknya dia tanyakan semua unek-uneknya kepada ibunya. Karena semakin dia memendamnya semakin besar juga rasa penasaran terhadap kebenaran yang tidak dia ketahui.
"Bu, ada seseorang yang menganggap bahwa aku ini adalah orang yang bernama Ellie, dan aku juga lihat sendiri bahwa orang yang bernama Ellie itu sangat mirip dengan ku, aku pikir ini bukan hanya kebetulan biasakan bu?? Dan juga paman pernah bilang bahwa ibu penyimpan rahasia tentang aku, apa itu benar bu??" jelas Yoona dan dia bertanya balik.
Hana terkejut mendengar penuturan Yoona, wajahnya langsung pucat ketika mengetahui bahwa ada orang yang sangat mirip denganya. Memang benar selama ini ada rahasia besar yang dia sembunyikan dari Yoona. Namun karena dia sangat menyayangi Yoona dan tidak ingin Yoona tau kebenaran yang sesungguhnya, dia pun menyembunyikan rapat-rapat tentang siapa jati diri Yoona yang sesungguhnya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1
Biasakan Like dan coment sesudah baca ya guys..!!