
Setelah puas seharian bermain di pantai, Yoona merasa lelah dan langsung kembali dan beristirahat sejenak dikursi dibawah pohon kelapa di dekat pantai. Yoona mengayunkan-ngayunkan kakinya menendang pasir putih yang terhampar luas. Dia melamun sambil menatap lautan biru yang terbentang luas namun tatapannya terlihat kosong. Tidak tau kenapa hatinya terasa tidak nyaman, ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Ya tentu saja kalau bukan tentang Alan tentang siapa lagi.
"Apa hobi mu hanya melamun??"
Suara Ady tiba-tiba saja membuat Yoona terkejut, dia langsung menoleh kearah orang yang mengajaknya bicara. Ady pun langsung ikut duduk di sebelah Yoona lalu menatap lautan biru dihadapannya. Yoona masih dalam posisi menatap wajah Ady.
"Kenapa terus menatapku? Kau dilarang jatuh cinta padaku.!!" Seru Ady sambil menyilangkan kedua tangannya.
Yoona tiba-tiba saja tersenyum sambil memalingkan pandangannya kearah laut. Lalu berkata, "Ternyata tuan muda Ady sungguh narsis berat," ejek Yoona.
"Hey, aku bukannya narsis tapi hanya memperingatimu.!!" Timpalnya karena tidak terima di bilang narsis.
"Dan lagi jangan panggil aku tuan muda.!!" Sambungnya lagi sedikit menaikan nada bicaranya.
Yoona terdiam dan mengingat bahwa dia harus memanggilnya dengan panggilan kakak. Tapi Yoona tidak mau karena dia bukan kakaknya dan juga mereka baru pertama kalinya bertemu.
"Tapi aku tidak mau memanggilmu kakak, karena kau bukan kakak ku," balas Yoona lalu berdiri dan memajukan langkahnya.
"Yoona apa kau belum bisa mengingat tempat ini??" tanya Ady dengan tatapan sendu.
"Tentu saja aku tidak pernah ingat karena aku belum pernah datang kesini, tapi setelah aku tau betapa indahnya tempat ini aku tidak akan pernah melupakannya." Jawab Yoona sambil membentangkan kedua tangannya.
"Bohong.!" Lirih Ady sambil menundukan kepalanya.
Yoona berbalik dan menatap Ady karena dia merasa tidak tau kenapa pria yang tadi terlihat ceria tiba-tiba saja menjadi murung. Yoona langsung duduk disebelahnya lagi.
"Apa kakak barusan mengucapkan sesuatu??" tanya Yoona sambil menyentuh bahu Ady dengan senyuman sedikit mengejek.
Ady terkejut saat Yoona memanggilnya kakak, dia langsung merubah ekspresinya dari murung menjadi ceria.
"Barusan aku dengar kau memanggilku kakak, coba katakan sekali lagi, eh bukan sekali lagi tapi berulang kali.!!" Pinta Ady dengan ekspresi yang terlihat sangat bahagia.
Yoona hanya terdiam sambil memberikan senyuman untuk Ady. Dia sebenarnya sangat bingung kenapa orang yang menurut dia sangat asing itu berharap sekali di panggil kakak. Dan lagi dari kata-katanya, Yoona sebelumnya seperti pernah datang ketempat itu.
"Aku akan terus memanggilmu kakak jika kau mau menceritakan semuanya kalau aku memang pernah datang kemari.!" Seru Yona sambil memalingkan pandanganya.
"Ya aku memang akan menceritakan semuanya." Balas Ady dengan senyuman lebar.
Yoona sangat menantikan cerita tentangnya di masa lalu, dia sangat yakin bahwa Ady itu mungkin temannya sebelum dia mengalami hilang ingatan. Karena Ady memberikan perasaan yang sangat akrab kepadanya.
"Yoona apa kau tidak penasaran kenapa aku ingin dipangil kakak oleh mu??" tanya Ady sebelum dia menceritakan semuanya.
"Tentu saja aku sangat ingin tau, tapi aku pikir mungkin alasannya karena kamu adalah seniorku dimasa lalu," jawab Yoona sambil mengangkat bahunya.
Ady hanya tersenyum mendengar jawaban dari Yoona. Dia lalu mendekati Yoona lalu mengelus rambutnya dengan sangat manja.
__ADS_1
"Karena kau adalah adik kandung ku," Ady mengucapkanya dengan suara lirih.
"Wah suara apa itu??" teriak Yoona sambil mendongakan kepalanya dan sudah tidak lagi mendengarkan apa yang Ady katakan.
Weerrrr.. Werrrr werrrrr
Tiba-tiba saja sebuah Helikopter terbang diatas kepala mereka, membuat pasir menjadi berterbangan dan pohon kelapa seakan-akan ingin terbawa angin pula. Yoona sibuk memegangi rambutnya yang terkena angin sambil terus mendongakan kepalanya.
Seseorang dari atas melemparkan tangga dan langsung terlihat bahwa ada orang yang akan turun. Yoona masih belum bisa melihat siapa orang itu.
"Apa itu temanmu yang membawa Heli??" tanya Yoona. Ady hanya menggelengkan kepalanya, karena tempat ini tidak ada yang tau dan hanya khusus untuk keluarga Wilson. Dia juga bingung siapa yang berani membawa Helikopter dan mendaratkannya dipulau pribadi keluarga Wilson.
Setelah seseorang berhasil turun dari atas Helikopter, dia langsung melepaskan topi dan kacamatanya. Yoona terkejut bukan main, ternyata dia adalah Alan. Bagaimana bisa Alan sampai menemukannya dipulau itu?
"Yoona beraninya kau berduaan dengan seorang pria, sedangkan aku mencarimu hingga hampir menghancurkan Kota ini.!" Bentak Alan sambil berjalan dan berhenti tepat dihadapanya.
Yoona masih sangat terkesima karena kedatangan Alan yang sangat tiba-tiba. Dia langsung teringat kembali rasa sakit yang dia pikir dia sudah melupakannya. Jantungnya berdegup kencang dan bibirnya terkatup rapat seperti terkunci.
"Kenapa kau diam??" bentak Alan lagi sambil mencengkram kuat tangan Yoona.
Yoona langsung terkejut dan langsung memundurkan langkahnya. Air matanya tidak terasa mengalir begitu saja. Dia masih diam sambil meringis kesakitan karena genggaman Alan yang sangat kuat.
"Kau tidak boleh kasar terhadap wanita.!!" Bela Ady sambil menepiskan tangan Alan.
Alan langsung menatap tajam mata Ady penuh dengan amarah dan kebencian. Sedangkan Ady masih dengan ekspresi santainya. Ady langsung menarik tangan Yoona agar bersembunyi dibelakangnya.
"Kau pikir Yoona milikmu, memangnya kau siapanya dia??" tanya Ady dengan tatapan yang mulai sinis.
Kata-kata Ady berhasil membuat Alan tidak bisa lagi menahan amarahnya. Dia langsung mendaratkan tonjokannya kepipi kiri Ady.
Buukkkk
Ady tidak sempat lagi menghindari tonjokan dari tangan kanan Alan, karena Alan berhasil mengecohnya, awalnya Alan mengayunkan tangan kirinya dan dengan sigap dia langsung mendaratkan tangan kanannya kepipi kiri Ady hingga tersungkur kepasir.
"Alan stop..!! Apa yang kau lakukan kau menyakitinya.!" teriak Yoona langsung berdiri diantara Alan dan Ady.
"Kenapa apa kau kasian kepada pacarmu itu hah???" tanya Alan dengan nada sinis.
Ady langsung bangkit sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya. Dia langsung merubah ekspresinya menatap Alan dengan tatapan yang sangat mencekam. Alan juga tidak kalah mencekamnya sambil siap siaga untuk menghajar lagi pria dihadapannya itu.
"Yoona sebaiknya kau minggir dulu, laki-laki tidak tau malu ini harus dihajar.!"
Bukkk..
Karena terhalangi oleh Yoona, Alan tidak sempat menghindari pukulan balasan yang lebih keras dari Ady. Alan tersungkur ke pasir hingga darah keluar dari sudut bibirnya. Yoona langsung terbelalak ketika melihat darah yang keluar lebih banyak dari bibir Alan.
__ADS_1
"Stopp..!!! Ku mohon kalian jangan bertengkar.!!" Teriak Yoona sambil berjongkok dan mencengkram kuat kepalanya sendiri.
Kedua pria itu langsung terlihat khawatir melihat Yoona. Mereka langsung menghampiri Yoona dan sama-sama merangkuk bahunya.
"Yoona..!!" Ucap mereka berdua serempak.
"Aku benci dengan perkelahian, hikss," Yoona menangis hingga tersedu-sedu air matanya tidak bisa berhenti mengalir. Tidak tau kenapa perasaan yang kini ia rasakan sangat bercampur aduk. Awalnya dia menangis karena teringat Alan yang mencampakkannya di malam itu, dan sekarang dia merasa sangat khawatir melihat Alan yang kesakitan karena perkelahian.
"Yoona aku datang untuk menjemputmu, pulanglah dengan ku.!!" Ujar Alan sambil menggengam tangan kanan Yoona.
"Apa pedulimu.!! Kemarin kau mencampakan ku sekarang karena kau merasa bersalah lalu menjemputku pulang.! Dengar aku tidak mau berurusan lagi dengan mu." Bentak Yoona sambil menepiskan tangan Alan.
Yoona lalu berlari meninggalkan Alan. Dia sangat benci dengan sikap Alan, kenapa dia harus menemuinya ketika dia sedang ingat saja.
"Yoona ibu mu mengkhawatirkan mu.!!" Teriak Alan dan berhasil menghentikan langkah kaki Yoona.
Yoona langsung mengusap air matanya, dia baru sadar bahwa ibu dan adiknya pasti akan sangat mengkhawatirkan dia karena sudah hampir 24 jam tidak mengabari mereka.
"Benar, ibu pasti akan mencariku. Apa aku harus pulang dengannya," gumam Yoona sambil menundukan wajahnya menatap pasir putih.
"Ayo pulang, jika kau masih marah padaku, setidaknya kau harus pulang demi ibumu.!" Rayu Alan sambil memberikan ponsel yang sudah terhubung dengan ibunya.
Yoona pun langsung mengambil ponsel itu dan langsung menjawab sambungan dari ibunya.
"Halo bu..!!"
"Yoona sayang, kenapa kau sangat jahat, beraninya membuat ibu mu khawatir sampai mau mati, cepat pulang ya nak.!!" Suara ibunya terdengar sangat lirih, dia menangis karena mengkhawatirkan Yoona anak gadis satu-satunya.
"Baik ibu aku akan segera pulang, ibu tidak perlu mengkhawatirkan aku, karena aku hanya bermain ditempat temanku saja." Balas Yoona sambil menahan air matanya.
Yoona demi ibunya, dia pun ikut pulang bersama Alan. Sedangkan Ady hanya tersenyum merelakan adiknya pergi lagi dari pandangannya. Namun dia sekarang tidak terlalu khawatir karena sudah tau keberadaan Yoona dan siapa saja orang disekitarnya. Dia hanya berjanji suatu saat nanti dia akan mempersatukan lagi keluarga yang sudah hilang bertahun-tahun lamanya.
"Yoona tunggu kakak, aku pasti akan membawa mu kembali kedalam keluarga yang sebenarnya.!" Gumam Ady sambil menatap Helikopter yang mulai menjauh dari pandangannya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG.
LIKE,COMMENT,RATE DAN VOTE.!!!