
Dikoridor rumah sakit terlihat Yoona sedang berusaha mengejar Dr.Vian dengan kakinya yang pincang membuatnya sedikit kesulitan untuk berjalan.
Dia ingin segera keluar dari rumah sakit karena merasa bosan dan sangat tidak tahan dengan ciri khas bau rumah sakit yaitu bau obat-obatan yang paling dia benci.
Tetapi Dr.Vian tetap saja dengan santainya tidak memperdulikan Yoona yang sejak tadi memanggilnya.
"Dr. Vian tunggu...!!" Teriak Yoona terengah-engah.
"Dr. Vian bisa tidak aku keluar dari rumah sakit sekarang??" Ucap Yoona kepada Vian.
"Haa?? kau ingin keluar rumah sakit sekarang?? Lihatlah lukamu itu bahkan masih basah..!!" Jawab Vian sambil menunjuk perut Yoona.
"Ayolah ini sudah tidak sakit lagi, aku akan rawat jalan saja." Ucap Yoona sedikit memaksa.
"Kalau begitu minta izinlah kepada Boss Alan dulu.!!" Ucap Vian sambil berbalik meninggalkannya.
"Hey kau dokter nya kenapa aku harus meminta izin dengan orang aneh itu??" Ucap Yoona sambil berjalan menyusul Vian, dan tiba-tiba Vian menghentikan langkahnya.
Buukkk...
"Aduh kenapa kau tiba-tiba berhenti dokter??." Rintih Yoona sambil memegang wajahnya yang terkena punggung Vian.
"Kau berani sekali menyebutnya orang aneh??" Ucap Vian sambil berbalik menatap Yoona dengan tatapan sedikit kesal.
"Tentu saja berani karena memang dia aneh,, dia bersikap dingin dan selalu memanggilku Ellie, dia itu pikun atau bagaimana??" Ucap Yoona sambil bertolak pinggang.
"Hmmm.. Alan dasar bodoh, apa dia tidak bisa menahan diri untuk tidak memanggilnya Ellie." Gumam Vian dalam hati.
"Pokoknya tanpa seizin Tuan muda Alan, kau akan tetap berada dirumah sakit sampai kau benar-benar sembuh." Ucap Vian lalu pergi meninggalkan Yoona.
Yoona hanya berdiri dengan perasaan kecewa menatap kepergian Dr.Vian, usahanya untuk keluar dari rumah sakit secepatnya tidak diizinkan.
Dia sudah sangat bosan terbaring dirumah sakit dengan berbagai macam bau obat-obatan yang membuat nya muak dan merasa pusing.
Belum lagi hampir setiap hari Dr.Vian dengan suntikan yang terlihat seperti monster itu selalu menusuk tubuh Yoona yang membuat dia takut berada dirumah sakit.
Seperti yang dikatakan Dr.Vian jika dia ingin secepatnya keluar dari rumah sakit, jalan satu-satunya dia harus berbicara dulu dengan siwajah tembok itu.
"Aishh padahal ini badanku sendiri kenapa aku harus meminta izin kepada orang aneh itu." Ucap Yoona sangat kesal.
"Siapa yang kau bilang orang aneh,nona???" Bisik seseorang tepat ditelinga Yoona, dan sontak membuatnya sangat terkejut.
"Argghhh siapa itu??" Teriak Yoona sambil berjongkok dan menutup kedua telinganya.
Yoona penasaran siapa yang tiba-tiba berada dibelakangnya tanpa terdengar suara langkah kaki.
Dia lalu berdiri dan berbalik menoleh kesumber suara yang berbisik ditelinganya.
Setelah Yoona berbalik ternyata seseorang yang tadi dia panggil aneh itu sedang berdiri menatapnya dengan tatapan seperti mau memangsa.
"Hey kau bahkan berjalan tanpa suara langkah kaki, apa kau jelangkung?? Teriak Yoona sambil memundurkan langkah kakinya.
"Kau satu-satunya orang yang berani berteriak dan mengataiku aneh..!" Ucap Alan sambil memajukan langkah kakinya.
"Hey stop berdirimu disitu..! kenapa aku mundur kau malah maju?" Teriak Yoona sambil terus memundurkan lagi langkahnya dan Alan juga terus memajukan langkahnya.
"Aku hanya ingin tau seberapa beraninya dirimu padaku, nona..!!" Ucapnya dengan senyum yang menakutkan.
"Argghhhh.." Teriak Yoona sambil berbalik dan berlari dengan kaki pincangnya meninggalkan Alan.
"Hey kenapa dia berlari ketakutan,aku hanya bercanda apa aku semenakutkan itu?" gumam Alan bingung.
"Puuftt... wahahaha.." Vian yang sejak tadi bersembunyi di dalam ruangan pasien tidak bisa menahan tawanya melihat Alan yang bertingkah sedikit lucu.
"Hahaha.. Kau sungguh lucu." Ucap Vian terkekeh sambil memegang perutnya.
"kau?? sejak kapan kau disitu." Ucap Alan sambil menarik kerah Vian.
"Wow.. wow santai boss kau tidak perlu tegang." Ucap Vian sambil memegang tangan Alan, dan dia pun langsung melepas cengkramannya.
__ADS_1
"Ayolah kita bersantai sambil meminum secangkir kopi, sudah lama kita tidak mengobrol." Ucap Vian sambil merangkul bahu Alan,
Mereka pun pergi bersama untuk bersantai hanya sekedar meminum kopi.
Sedangkan Yoona yang sibuk melarikan diri dari Alan sangat kelelahan dan bahkan sekarang kakinya jadi tambah sakit lagi karena dipaksa untuk berlari.
Dia lalu duduk dikursi koridor rumah sakit sambil meluruskan kakinya dan sedikit memijatnya.
"Aduhh kaki ku jadi tambah sakit lagi sekarang." Rintih Yoona sambil memijit kakinya.
"Ahaa.. kayaknya aku harus kabur aja deh dari rumah sakit ini." Ucap Yoona sambil menjentikan jari.
"Yoona kau memang sangat cerdas" Ucapnya dalam hati tersenyum licik.
Yoona pun berjalan memutar arah kembali kekamar dimana dia dirawat. Saat sudah sampai di koridor tempat dimana tadi Alan berdiri, dia berjalan seperti orang mau maling. Yoona berjalan sangat hati-hati sambil melihat kesana kemari takutnya nanti ada Alan yang tiba-tiba muncul seperti hantu.
Setelah dirasa cukup aman dia langsung mempercepat langkahnya menuju ruang rawatnya. dia lalu menngganti pakainnya dengan baju miliknya sendiri yang kemarin dibawakan oleh Sisil.
Setelah selesai menngganti baju, langkah terakhir adalah melepas infus yang ada ditangannya.
"Ouhhh.. kelihatannya akan sedikit sakit mencabut jarum infus sendiri." Ringis Yoona sambil mengelus infus ditangan kirinya.
Dia dengan paksa sambil memejamkan kedua matanya mencabut jarum infus dari tangannya.
"Oke dalam hitungan ketiga.. 1... 2.... 3 arrgghhh." ucapnya lalu teriak karena sakit.
"Aduhh lumayan sakit." Rintih Yoona sambil mengelap darah yang keluar dari bekas jarum infus.
Yoona pun langsung bergegas meninggalkan kamar rawat VIP yang seperti penjara baginya.
dia langsung berjalan dengan kaki pincangnya masuk kedalam Lift dan turun kelantai dasar.
.
.
Disaat yang bersamaan tanpa mereka saling sadari Ziyan dan Asisten Sam keluar dari Lift yang bersebelahan dengan Lift yang dugunakan Yoona.
"Paman Sam apa kau yakin Mama akan senang dengan buket bunga yang terbuat dari cokelat ini??" Ucap Ziyan sambil memperhatikan buket bunga yang dia bawa.
"Yahh sepertinya akan suka.." Ucap Sam sedikit ragu.
"Seharusnya Papa mu yang membawa sebuket bunga cokelat itu." Gumam Sam dalam hati.
"Hmm.. bagaimana jika dia tidak suka cokelat, seharusnya aku tadi membawa bunga asli saja." Gumam Ziyan sangat ragu.
"Bagaimana jika dia ternyata malah alergi dengan serbuk bunga.??" Timpal Sam kepada Ziyan.
"Ya paman kau memang cerdas." Ucap Ziyan sambil tersenyum semangat.
Merekapun sampai didepan pintu kamar tempat Yoona dirawat.
Ziyan pun dengan semangat dan dengan senyum yang penuh merekah dibibirnya langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Namun seketika senyumnya langsung hilang setelah melihat tidak ada siapa pun didalam kamar.
"kemana Mama??" Ucap Ziyan dengan wajah kecewa.
"Ohh mungkin sedang ditoilet." Ucap Sam kepada Ziyan.
Ziyan pun langsung menghampiri toilet yang berada didalam kamar VIP itu.
"Mama apa kau didalam.??" Ucap Ziyan mengetuk pintu toilet namun tidak ada jawaban.
karena tidak ada jawaban Ziyan langsung membuka pintu toilet dan ternyata didalam toilet juga tidak ada siapa-siapa.
"Paman Mama tidak ada..!!" Ucap Ziyan sangat sedih.
"Owhh mungkin sedang jalan-jalan dikoridor rumah sakit." Jawab Sam mencoba mencari alasan.
__ADS_1
"Ck kemana gadis itu sebenarnya? Alan kerumah sakit duluan apa dia yang memindahkannya agar tidak bertemu dengan Ziyan??" Gumam Sam dalam hati.
Ziyan pun langsung berlari keluar dari kamar mencari Yoona disepanjang koridor rumah sakit.
Namun Ziyan tidak menemukan keberadaan Yoona, dia pun langsung menangis tersedu-sedu. Ziyan merasa sangat sedih karena orang yang sangat ia inginkan untuk menjadi mamanya sekarang tidak tau dimana padahal dia masih dalam keadaan sakit.
"Ziyan disini kau rupanya.!!" Ucap Sam yang dari tadi mencari Ziyan.
"Paman dimana mama kenapa tidak ada dimanapun??" Isak Ziyan kepada Sam.
"Ayolah laki-laki tidak boleh menangis" Ucap Sam menghapus air mata Ziyan.
"Ini pati kerjaannya Papa, pasti dia yang sudah mengusirnya dari rumah sakit." Ucap Ziyan sangat kesal.
saat Ziyan sedang menangis dan terus menyalahkan ayahnya, Alan pun datang menghampirinya.
"Siapa yang mengusir siapa??" Ucap Alan yang tiba-tiba datang bersama Vian.
"Pasti papa kan yang sudah mengusir mama??" Teriak Ziyan sangat marah.
"Mama siapa yang kau maksud?? aku tidak paham." Ucap Alan dengan wajah datarnya.
"Papa kau jangan pura-pura tidak tahu, Mama yang sudah menyelamatkan hidupku sekarang tidak ada pasti kau yang mengusirnya." Ucap Ziyan dengan lantang.
"Aku tidak mengusirnya pasti dia marah karena kau selalu memanggilnya Mama,itulah yang membuatnya pergi." Ucap Alan dengan santai.
"Itu hanya alasanmu kan?? kau tidak suka dengannya?" Teriak Ziyan sambil mengepalkan tangannya.
"Tentu saja wanita yang akan menjadi mama mu, aku harus menyuakinya terlebih dahulu sebelum kau menyukainya." Ucap Alan dengan tegas.
"Ya tuhan ayah dan anak ini sedang bertengkar lagi." Gumam Sam Dan Vian dalam hati.
"Dengar..!! orang yang akan menjadi mamaku adalah orang yang aku sukai,bukan orang yang papa sukai karena kau tidak pernah menyukai wanita manapun." Ucap Ziyan sambil melipat kedua tangannya didada.
"Hey bocah kau tidak akan mengerti, mencari wanita terbaik itu lebih penting." Ucap Alan sambil mencubit telinga Ziyan.
"Papa lepaskan..!! mulai sekarang aku akan mencari mama ku sendiri, dan kau carilah istri mu sendiri.,huh." Teriak Ziyan sambil pergi meninggalkan Alan.
"Hey mana bisa begitu, Mama mu tentu saja akan menjadi istri ku.. bagaimana mungkin seperti itu??" Teriak Alan sangat geram.
"Arghh siapa yang sudah melahirkan anak itu kenapa sifat nya begitu keras kepala." Ucap Alan tidak habis pikir.
"Puufftt... aku malah penasaran siapa ayahnya kenapa anaknya sangat keras kepala hahaha." Ledek Vian sambil menahan tawanya.
"Diam kau..!!." Ucap Alan sangat kesal.
Alan pun langsung pergi menyusul Ziyan yang sedang marah kepadanya.
Dia berpikir bagaimana caranya agar Ziyan berhenti memikirkan Yoona. Karena Alan tidak suka dengan gadis berisik yang bernama Yoona itu.
Apalagi wajahnya yang sangat mirip dengan Ellie itu bisa jadi akan menjadi masalah besar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa rate 5 🌟, like and Coment ya.