Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 23 Orang baru


__ADS_3

Setelah jam pulang kerja tiba, Yoona langsung bergegas turun kelantai dasar karena Sisil sudah menunggunya. Dia berencana untuk pergi ke Mall karena Sisil memaksanya mengajak untuk membeli gaun baru untuk pesta nanti malam. Yoona berjalan sambil terus memainkan ponselnya menulis pesan untuk Alan. Dia tidak sempat memberitahu Alan secara langsung sehingga membuatnya terpaksa menulis pesan singkat untuknya.


Ketika sampai dikoridor menuju lift Yoona berjalan tidak hati-hati hingga menabrak seseorang,


Brukk..


"Aduhh.." rintih seseorang yang terjatuh.


"Ya ampun, maaf saya sedang terburu-buru sampai tidak sengaja menabrak mu Nona.!!" ucap Yoona sambil mencoba untuk membantunya berdiri.


Namun wanita itu hanya terdiam kaku sambil menatap wajah Yoona dengan ekspresi terkejutnya dan posisinya yang masih dalam keadaan terduduk dilantai. Yoona sudah siap memegang bahunya untuk membantunya berdiri, namun wanita itu tidak menggerakkan tubuhnya sedikit pun.


Yoona malah menjadi sedikit panik melihat dia yang tidak menggerakan tubuhnya sedikitpun, melainkan hanya terus menatap Yoona tanpa sepatah katapun. Wanita itu terlihat dewasa dan sangat elegan, Yoona berpikir mungkin dia adalah istri Manager atau boss lainnya.


"Maaf Nona, apa kau bisa berdiri? Mari aku bantu.!!" ucap Yoona dengan sangat sopan sambil menjulurkan tangan kanannya.


Wanita itu seperti terkejut mendengar ucapan Yoona, dia langsung tersadar dari lamunannya dan langsung berdiri tanpa memperdulikan bantuan Yoona. Yoona langsung menarik tangannya kembali karena niat baiknya tidak diterima. Wanita itu masih berdiri dihadapannya sambil menepuk-nepuk pakainya yang menurutnya mungkin terlihat kotor.


Yoona merasa tidak enak untuk meninggalkan wanita itu karena permintaan maafnya belum diterima. Yoona pun mengeluarkan sapu tangannya dari tas dan langsung memberikannya kepada wanita itu.


"Nona mohon maafkan aku, gara-gara aku baju mu jadi kotor kau bisa mengelapnya dengan ini.!!" ucap Yoona sambil menyodorkan sapu tangan miliknya.


"Tidak, terimaksih." balasnya singkat.


Wanita itu langsung berjalan meninggalkan Yoona dengan ekspresi yang sulit ditebak. Yoona hanya terdiam heran sambil menatap wanita itu yang berlalu meninggalkannya.


"Ck, sombong sekali dasar orang kaya," ketus Yoona tidak senang.


Yoona pun langsung masuk kedalam lift dan menemui sahabatnya yang sejak tadi sudah menunggunya di lobby.


Sementara itu wanita yang tadi berpapasan dengan Yoona langsung melangkahkan kakinya menuju toilet dan berhenti didepan westafel. Dia terus saja memandangi wajahnya didalam cermin hingga beberapa kali membasuh wajahnya. Dia terlihat sangat terkejut dan sedikit gugup sambil terus menarik napas dalam-dalam mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Huuft, Carolin ingat dia sudah mati dia pasti bukan Ellie, mana mungkin orang mati hidup lagi." ucapnya mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri.


Setelah merasa tenang dia langsung merapikan rambutnya dan memoles lagi sedikit bedak kewajahnya. Setelah itu Carolin langsung berjalan melewati beberapa ruangan lalu menghentikan langkahnya didepan ruangan yang bertuliskan CEO, dan tanpa ragu dia langsung membuka pintu.


"Surprise...!!" ucap Carolin dengan semangat dan senyuman yang lebar membuat Sam yang kebetulan sedang bersama Alan menjadi terkejut.


Alan langsung memicingkan matanya ketika melihat Carolin yang tiba-tiba datang kekantornya. Dia terlihat biasa saja dan tidak perduli, berbeda dengan Sam yang langsung menyambut Carolin dengan caranya sendiri.


"Waw, benar-benar kejutan kau datang tiba-tiba membuat Alan benar-benar terkejut." ucap Sam sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Alan.


Sam memberi isyarat kepada Alan setidaknya dia harus berpura-pura terkejut dan senang ketika melihat Carolin. Namun Alan tetap saja terlihat tidak peduli dan memasang wajah dinginnya.


"Alan apa kau tidak merindukan aku??" tanya Carolin sangat manja sambil memeluk tangan Alan.


"Ya mungkin dia sangat merindukanmu," balas Sammuel sambil menunjukan senyum terpaksanya.


Alan langsung menatap tajam mata Sammuel karena sudah sembarangan bicara karena faktanya dia sama sekali tidak merindukan Carolin, jangankan untuk merindukannya mengingat dirinya saja baru sekarang karena bertemu.


"Kenapa kau tiba-tiba pulang??" tanya Alan sambil menepis tangan Carolin.


"Tentu saja karena aku merindukanmu," jawab Carolin dengan bersikap manja.


Alan merasa tidak nyaman dengan sikap Carolin yang manja dan selalu merapatkan tubuhnya kebadan Alan. Alan terus saja menepisnya setiap kali Carolin ingin memeluknya.


"O ya aku baru saja pulang dan langsung mendapatkan undangan spesial pesta Reuni loh," tutur Carolin.

__ADS_1


"Terus?" balas Alan singkat dan cuek.


Carolin lagi-lagi langsung memeluk Alan dengan sangat erat, "Aku ingin kau menjadi pasangan ku ya..!!" jawab Carolin.


"Jauhkan badanmu dari badanku, aku merasa sangat risih dengan wanita yang selalu menempel.!!" ketus Alan sambil mendorong Carolin hingga terjatuh.


Alan langsung menatap tajam mata Sammuel dengan penuh arti, Sam yang ditatapnya merasa sangat bingung tidak mengerti apa maksud tatapan tajamnya Alan. Diapun langsung membantu Carolin untuk berdiri dan langsung mengajaknya pergi.


"Carolin ayo kita pergi, Alan sedang sibuk tidak ingin diganggu, kau bilang pesta kan mari kita cari gaun," ucap Sam dan langsung diangguki oleh Carolin. Mereka berdua pun pergi keMall untuk mencari gaun pesta.


Alan hanya mengusap kepalanya dengan kesal karena Sam salah mengartikan tatapannya tadi. Maksud Alan dia ingin Sam segera mengusir Carolin jauh-jauh, bukan malah mengajaknya mencari gaun untuk pergi kepesta nanti malam.


"Dasar Sam bodoh.!!" ketus Alan sambil membuka pesan diponselnya yang dari tadi belum sempat dia baca.


***Pesan Masuk***


Yoona: Boss jam kerja ku sudah habis aku pulang duluan dan tidak pulang kerumahmu🤗


Seketika Alan tambah kesal ketika membaca pesan dari Yoona yang terasa mengabaikannya. Dia bukan hanya tidak menemuinya dulu tapi bahkan dia tidak pulang kerumahnya.


"Wanita ini sulit diatur, wanita lain pasti akan senang jika disuruh tinggal dirumahku," cetus Alan sambil meremas kertas dihadapannya. Dia langsung mengetik pesan untuk Sam menyuruhnya untuk segera mencari keberadaan Yoona.


•••••


Disisi lain, Yoona dan ketiga temanya sedang sibuk mencari gaun disebuah Mall. Saat Yoona dan Sisil memasuki Mall dia tidak sengaja bertemu dengan Dania dan Roy dan ternyata mereka juga adalah Alumni dari universitas yang sama, merekapun memutuskan mencari gaun bersama dan berangkat bersama.


"Wahh gaun ini terlihat sangat cantik dan mahal," ucap Dania ternganga melihat gaun malam berwarna navy didepan matanya.


Roy mengkerutkan keningnya ketika melihat gaun yang dibilang sangat cantik oleh temanya. Pasalnya Roy adalah wanita tomboy yang tidak tau memakai gaun. Bahkan kesehariannya didalam kantor dia selalu memakai celana seperti karyawan laki-laki.


"Apa yang harus aku pakai, pesta memang tidak cocok untukku," ketus Roy sambil menatap malas semua gaun.


"Nah ini memang cocok untuk gayamu," ucap Sisil sambil memberikan dua jempolnya.


"Haish, terserah kalian saja lah aku akan memakainya jika menurut kalian bagus," jawab Roy terlihat pasrah.


Semua temanya hanya tertawa kecil melihat sitomboy Roy terlihat pasrah. Mereka pun melanjutkan memilih baju mereka masing-masing.


"Wah gaun ini sepertinya cocok untukku," gumam Yoona sambil menyentuh gaun yang dipajang dalam maneken.


Namun saat Yoona hendak mengambil gaun malam berwarna dongker itu, seseorang juga menariknya berbarengan dengan Yoona. Yoona pun menoleh untuk melihat siapa orang yang juga tertarik dengan gaun dihadapanya itu. Yoona sedikit terkejut ketika melihat wanita disebelahnya, dia ingat wanita itu adalah wanita yang tidak sengaja dia tabrak saat didepan lift.


Carolin juga terlihat terkejut ketika melihat Yoona, lagi-lagi jantungnya berdegup kencang ketika melihat Yoona. Dia langsung memasang wajah kesal dan tidak mau kalah dari Yoona yang belum dia kenali siapa sebenarnya.


"Aku ingin gaun ini.!!" ketus Carolin sambil mendorong Yoona hingga terjatuh kelantai.


"Arghh..!" rintih Yoona sontak membuat teman-temannya langsung menghampiri Yoona.


"Yoona kamu tidak apa-apa??" tanya Sisil sambil membantunya untuk berdiri dan Yoona hanya menggelengkan kepalanya.


Roy terlihat sangat kesal dan langsung menghampiri Carolin yang tadi mendorong Yoona, "Hey Nona, jika kau menginginkan gaun jelek ini ambil saja tidak usah mendorong temanku.!!" bentak Roy sambil menunjukan telunjuknya kearah Carolin.


Carolin hanya menyipitkan matanya dan melipatkan kedua tanganya didada, "Orang miskin berani juga membentakku.!!" ketus Carolin menatap dengan tatapan Sinis.


"Dengar siapapun berhak membentak orang yang memiliki sikap buruk seperti mu, Nona.!" balas Yoona tidak kalah sinis.


"Kau.." Carolin mengangkat tangannya untuk menampar Yoona, namun dengan sigap Sam yang baru datang langsung mencegah tangannya.

__ADS_1


"Carolin jangan membuat keributan disini.!!" ucap Sam memisahkan Yoona dengan Carolin.


"Huuft, hampir saja, baru sebentar aku menatap layar ponsel untuk memberitahu Alan tapi mereka singa vs singa sudah hampir beradu," pikir Sammuel dalam hati sambil mengelus dadanya.


"Apa dia kekasihmu??" tanya Yoona sambil menatap heran kepada Sam.


"Tidak mana mungkin dia pacarku." jawab Sam sambil menatap tidak suka kepada Carolin.


"Sialan kau, apa aku tidak pantas walau hanya untukmu?" bentak Carolin kepada Sam.


"Puuft, kau wanita penjilat semua laki-laki, hanya laki-laki bodoh yang mau denganmu," Gumam Sam dalam hati sambil menahan tawanya.


"Pokoknya gaun ini milikku.!" ucap Carolin.


Yoona kali ini tidak mau mengalah dengan orang yang membuatnya kesal. Tadinya Yoona berpikir untuk memberikan gaunnya untuk Carolin namun melihat sikapnya yang sangat buruk dia tidak ingin mengalah dengan orang yang membuatnya kesal. Karena prinsip Yoona adalah dia akan baik kepada orang baik, dan hanya akan jadi jahat kepada orang yang jahat.


"Tidak bisa gaun ini sejak awal sudah milikku," balas Yoona sambil mengambil gaun yang masih terpajang dalam maneken.


"Berani sekali kau berebut gaun denganku.!!" bentak Carolin terlihat sangat kesal.


"Heh, Memangnya kenapa bahkan aku sanggup jika harus merebut orang yang kau sukai," balas Yoona sembarang bicara hanya untuk membuat Carolin merasa kalah.


"Kau tidak tau malu," teriak Carolin lagi-lagi mengangkat tangannya untuk menampar Yoona.


Alan yang baru saja datang langsung mencegah tangan Carolin yang mau menampar Yoona. Carolin merasa senang karena melihat Alan yang datang menemuinya.


"Alan kau dengar semuanya kan, wanita ini bukan hanya merebut gaunku, tapi dia juga bilang mau menjadi pelakor," tutur Carolin berharap Alan akan membelanya.


Namun Alan hanya melepaskan tangan Carolin dan langsung menghampiri Yoona.


"Kau tidak apa-apa?? Gaun ini jelek berikan saja untuknya, biar aku pilihkan gaun cantik untukmu.!" ucap Alan sambil membawa Yoona untuk memilih gaun.


Carolin tercengang melihat perlakuan Alan yang sangat lemah lembut kepada Yoona, bahkan dia tidak pernah diperlakukan lembut olehnya. Bukan hanya Carolin yang tercengang melihatnya, namun ketiga sahabatnya juga tercengang tidak percaya melihat bos besar mereka bersikap lembut kepadanya.


"A..apa aku mimpi, Yoona diperlakukan spesial oleh Presdir," ucap Sisil tidak percaya.


"Sepertinya kau tidak sedang bermimpi," balas Roy sambil mencubit pipi Sisil.


"Arghh sakitt..!!" rengek Sisil kesakitan.


"Pantas saja Yoona langsung menjadi Asisten CEO, ternyata dia kekasihnya Bos," Dania menepuk kedua pipinya merasa kagum dan tidak percaya,


Mereka merasa sangat senang karena bisa berteman dengan orang yang sangat dekat dengan CEO. Karena selain Yoona yang baik hati mereka juga bisa numpang meningkatkan polularitas mereka didalam kantor. :D


Carolin mengepalkan kedua tangannya merasa tersaingi dan merasa kalah dengan wanita yang biasa saja. Dia tidak mau kalah dan akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan Yoona dari sisi Alan.


"Lihat saja nanti ketika pesta dimulai, kau akan merasakan akibat dari berani melawanku..!!" gumam Carolin menyusun rencana diotak jahatnya.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Maaf ya akhir-akhir ini Author Upnya jadi gak tentu..!!🙏🙏


Ayo beri Author semangat dengan like,comment dan rate 5 🌟, jangan lupa vote juga ya..!!!


__ADS_2