Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 31 Mencari Jawaban 2


__ADS_3

"Bu, kenapa ibu diam??" tanya Yoona sambil menatap wajah ibunya.


Hana terus saja terdiam sambil menatap kearah depan, dia tidak memberi respon apapun tentang apa yang sudah Yoona ceritakan. Hana mengepalkan kedua tangannya dan sedikit gemetar, wajahnya menjadi sedikit pucat karena terkejut.


Setelah sampai didepan gedung Rumah Sakit, Hana dengan sangat tergesa-gesa langsung keluar dari dalam mobil. Yoona yang melihat ibunya terlihat sangat buru-buru langsung segera menyusulnya.


"Ibu, kau belum menjawab pertanyaan ku??" tanya Yoona sambil menarik tangan ibunya.


"Yoona ibu sangat mengkhawatirkan adikmu, ayo cepat!!"


Hana hanya mengalihkan pembicaraan, dia harus memikirkan dulu jawaban apa yang harus dia katakan kepada putrinya itu.


"Terlihat sekali bahwa kau sedang menyembunyikan sesuatu bu," pikir Yoona sambil berjalan dan menatap punggung ibunya.


Yoona pun berpikir akan menanyakannya lagi jika waktunya sudah sangat tepat. Dia langsung mengikuti ibunya menuju ruang rawat adiknya.


"Haris sayang bagaimana kabarmu??" sapa Yoona setelah sampai dikamar rawat adiknya.


"Siapa kau, aku tidak kenal," ketus Haris sambil mengunyah buah apel.


"Apa kau melupakan kakakmu ini.!!" ucap Yoona sambil mencubit gemas pipi Haris.


"Kau yang melupakan aku," ketus Haris lagi.


"Baiklah aku salah, maaf ya aku tidak pernah pulang karena sibuk dengan kuliah ku saat itu." Jelas Yoona sambil memeluk Haris.


Wajah Haris langsung memerah ketika dipeluk oleh Yoona. Dia langsung berusaha untuk melepas pelukannya.


"Ish wanita dan laki-laki tidak boleh berpelukan.!!" ketus Haris sambil melepas pelukan Yoona.


"Tapi kan aku ini kakakmu tau.!!" balas Yoona sambil mencoba untuk memeluk Haris lagi.


Haris terus saja menolak untuk Yoona peluk dan selalu bilang bahwa wanita dan laki-laki tidak boleh berpelukan. Sejak dulu Haris memang selalu menolak keras jika Yoona ingin mencium kening atau ingin memeluknya.


"Hmm, Haris memang sudah remaja sekarang, tapi dari yang terakhir aku ingat Haris memang selalu menolak jika ingin aku peluk dan juga kenapa wajahnya selalu memerah." pikir Yoona dalam hati.


"Yoona kau itu sudah besar memangnya tidak malu memeluk seorang laki-laki?" tanya Haris sambil mendorong tubuh Yoona.


Jarak umur Yoona dan haris memang hanya berbeda 3 tahun saja, saat ini umur Haris sudah menginjak 18 tahun. Mungkin itulah sebabnya dia selalu menolak jika Yoona ingin memeluknya.


"Kau itu adikku memangnya salah jika aku ingin memelukmu, hah??" teriak Yoona menjadi sedikit kesal.


"Wuihh, kau sama sekali tidak berubah tetap saja galak seperti nenek sihir.!" Ucap Haris sambil menutup kedua telingannya.


"Sudahlah, kalian itu kenapa selalu bertengkar setiap kali bertemu," ucap Hana sambil meletakkan buah-buahan diatas nakas.


"Ibu mau keruangan dokter dulu ya sayang, kamu jaga adikmu sebentar.!!" Sambungnya lagi lalu pergi.


Didalam kamar tinggalah mereka berdua, Haris masih dengan ekspresi ketusnya karena Yoona terus saja ingin memeluknya. Sedangkan Yoona terus saja memanjakan adiknya itu.


"Lihat aku kupaskan jeruk ini untukmu.!" ucap Yoona sambil duduk disebelah Haris dan memeberikan jeruknya.


Haris hanya diam sambil memakan jeruk yang Yoona berikan. Dia setiap kali hanya berdua dengan Yoona selalu saja merasa canggung dan merasa malu. Berbeda dengan Yoona dia selalu saja terlihat riang sebagaimana seorang kakak mengajak adiknya bercanda. Namun karena Yoona sedang banyak pikiran kali ini sedikit berbeda, akhirnya dia terus saja diam membuat suasana menjadi tambah canggung dan hening.


Tringgg... Tririringgg...


Dering telepon memecahkan keheningan diantara mereka. Yoona pun langsung beranjak dari kursinya dan langsung mengangkat teleponnya.


"Halo..!!"


"Yoona beraninya kau keluar dari rumah tanpa seizinku.!!" bentak Alan dari dalam telepon.

__ADS_1


Yoona terkejut karena dia tidak tau bahwa yang menelepon adalah Alan. Dia tidak fokus hingga membuatnya tidak membaca nama yang tertera dilayar ponsel.


"Hehe, maaf bos besar tadi ibuku bilang bahwa dia datang untuk mengunjungiku jadi aku segera pulang." Jelas Yoona.


"Dimana kau sekarang??" tanya Alan dengan nada tinggi.


"Aku... Aku sedang dirumah bersama ibuku," jawab Yoona berbohong.


"Heh, kau pikir kau bisa menipuku, tunggu dan lihat saja aku akan segera menyeretmu.!" ketus Alan dan dia tiba-tiba langsung mematikan teleponnya.


Yoona hanya menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan sikap Alan yang selalu bersikap sesuka hatinya saja. Dia lalu bersikap cuek dan kembali kekamar Haris.


"Siapa yang meneleponmu? Pacar??" tanya Haris sedikit tidak suka.


"Hah, pacar apanya tadi bos ku dia marah karena aku bolos kerja," jelas Yoona berbohong.


"Ohh.. Lagi pula siapa juga ya yang mau jadi pacar wanita galak seperti mu," ledek Haris dan Yoona hanya diam saja mendengarnya.


Haris langsung menatap Yoona dengan tatapan heran karena dia bersikap tidak seperti biasanya. Biasanya jika dia meledek Yoona, maka Yoona akan marah dan membalas ledekan dari Haris. Kali ini Yoona hanya terdiam dengan tatapan sayu sambil menghela napasnya.


"Hey, apa ada masalah?" tanya Haris sambil melempar Yoona dengan kulit jeruk.


"Bukan ada lagi tapi banyak," jawab Yoona sambil membenamkan wajahnya kekasur yang sedang didudki oleh Haris.


Hari melihat rambut Yoona yang lurus dan panjang, ingin rasanya dia membelai rambut itu dan memberinya pelukan. Haris sudah mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Yoona. Namun dia tidak berani dan menarik kembali tangannya, wajahnya memerah lagi setiap kali memikirkan Kakaknya itu.


"Mem... Memangnya apa masalahmu??" tanya Haris sedikit gugup dan langsung memalingkan wajahnya.


"Haris.!! aku rasa kau sekalipun tidak pernah memanggilku kakak, kenapa???" tanya Yoona sambil mengangkat kepalanya.


Ya ternyata setelah di ingat-ingat kembali dia baru menyadarinya bahwa dia belum pernah mendengar adiknya itu memanggilnya dengan panggilan kakak. Semakin dipikir semakin banyak keanehan yang satu persatu mulai Yoona sadari.


"Alasan mu tidak masuk akal, anak kembar saja yang jaraknya hanya beberapa menit dia akan memanggil kakaknya dengan panggilan kakak. Sedangkan kita berjarak 3 tahunan tentu saja kau wajib memanggilku kakak.!!" balas Yoona sambil mendekatkan wajahnya untuk menatap Haris.


Karena Yoona tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya, Haris langsung kelabakan dan wajahnya langsung memerah. Yoona jugabtidak sengaja tangannya menyentuh dada Haris. Yoona terkejut saat merasakan detak jantung Haris berdegup sangat kencang. Dia langsung menjauhkan tangannya dan Haris langsung mendorong tubuh Yoona hingga dia terdorong sangat keras.


"Arghhh.. Haris reaksi mu sangat berlebihan aku ini kakakmu.!!" Teriak Yoona kesal.


"Kau bukan kakakku..!!" Bentak Haris dan seketika suasana langsung hening.


Degh...


Jantung Yoona dan Haris seketika langsung berdetak kencang. Yoona terkejut bukan main bibirnya langsung terkatup rapat dan matanya langsung terbelalak menatap Haris. Haris pun langsung menundukan wajahnya tidak berani menatap Yoona. Dia langsung meremas selimut dan tanpa dia sadari air matanya langsung menetes membasahi pipinya.


"Yoona aku mencintaimu.!!" Lirihnya tanpa menoleh kearah Yoona.


Yoona perlahan langsung mendekati Haris yang masih menundukan wajahnya. Air mata Yoona langsung mengalir deras membasahi pipinya. Dia tidak bisa menahan kesedihan yang ia rasakan.


"Hiks... Haris aku juga mencintaimu, maafkan aku ya karena selama ini aku tidak pernah selalu ada disampingmu saat kamu sakit. Pasti itu sebabnya hingga membuatmu marah dan berkata aku bukan kakakmu. Ya aku memang bukan kakak yang baik. Maafkan kakak mu yang jahat ini.!!"


Yoona terisak sambil memeluk erat tubuh pucat Haris. Dia merasa sangat bersalah karena tidak pernah disisi adiknya saat adiknya sakit. Setiap kali ibunya menelepon dan memberitahu bahwa penyakit tumor otak adiknya kambuh lagi, Yoona hanya bisa menangis dan berdoa dari kejauahan.


Haris hanya tercengang karena kata-kata yang diucapkan Yoona. Perlahan dia lalu membalas pelukan hangat Yoona. Haris merasakan kenyamanan yang selama ini dia inginkan.


"Yoona bukan itu yang aku maksud, tapi ya sudahlah..!" pikir Haris dalam hati.


Saat mereka sedang berpelukan tiba-tiba seseorang datang langsung membuka pintu.


"Apa yang sedang kalian lakukan??" tanya Alan yang sudah berdiri di ambang pintu dengan tatapan yang sangat mencekam.


Yoona dan Haris pun terkejut dan langsung melepas pelukan mereka.

__ADS_1


"Kenapa kau disini??" tanya Yoona sambil menghapus air matanya.


Alan langsung menghampiri Yoona dan langsung menarik tanganya keluar dari kamar. Yoona seperti terseret-seret karena Alan berjalan dengan sangat cepat. Tangannya juga sedikit kesakitan karena Alan menggenggamnya terlalu kuat.


"Aw.. Alan tangan ku sakit.!!" teriak Yoona sambil menepiskan tangan Alan.


Alan langsung berbalik dan mendorong Yoona ketepi dinding. Yoona langsung menatap tajam mata Alan karena dia tidak terima diperlakukan seperti itu.


"Kau ini kenapa?? Datang-datang seperti orang marah dan menarik tanganku hingga kemari??" tanya Yoona dengan nada tinggi.


"Kau marah?? Apa karena aku sudah mengganggumu sedang bermesraan dengan pria itu?" ucap Alan dan...


Krraukkk..


Tiba-tiba saja Yoona menggigit pundak Alan hingga membuatnya terluka. Alan kesakitan dan langsung meraba pundaknya yang seperti berdarah.


"Apa kau anjing gila??" tanya Alan dengan tatapan sinis.


"Kau yang anjing gila.!! Dia itu adikku bagaimana bisa kau bilang aku sedang bermesraan dengannya." bentak Yoona sambil mengarahkan telunjuknya kearah mata Alan.


"Hanya anjing gila yang suka menggigit.!!" ketus Alan lagi.


Yoona langsung mendorong tubuh Alan dan dia pun langsung kembali menuju ruang rawat adiknya. Dia kesal bukan main bagaimana bisa Alan menyebutnya sedang bermesraan dengan adiknya sendiri.


"Hey tunggu aku belum selesai bicara..!!" teriak Alan sambil berjalan menyusul Yoona.


Namun Yoona tidak memperdulikan teriakan Alan, dia terus saja berjalan dan menambah kecepatan langkah kakinya.


"Yoona jika kau tidak berhenti, aku tidak akan menjawab pertanyaanmu tentang Ellie.!!" ucap Alan.


Seketika Yoona langsung menghentikan langkahnya dan langsung berbalik menghadap Alan.


"Apa kau serius??" tanya Yoona tidak percaya.


"Aku serius sudah waktunya kau tau tentang semuanya," balas Alan sambil berjalan mendekati Yoona.


"Kapan kau akan menceritakan semuanya??"


"Malam ini datanglah ke Danau Kenangan dan aku akan menceritakan semuanya." jawab Alan dengan wajah seriusnya.


Yoona pun langsung mengangguk setuju dengan apa yang Alan katakan. Mereka pun langsung berbaikan dan berjanji untuk bertemu di danau kenangan seperti yang Alan katakan.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Biasakan Like setelah membaca, biasakan like sebelum coment..


salam hangat dari author Lulun Eerlyan😘

__ADS_1


__ADS_2