
"Yoona..!! Jika aku bilang kau benar adalah Ellie, apa kau akan percaya?? Apa kau mau menikah denganku??" tanya Alan dengan tatapan yang sangat serius.
Yoona terdiam, bibirnya terkatup rapat. Pertanyaan pertama mungkin dia bisa saja bilang akan percaya, tapi pertanyaan kedua itu seperti nya mustahil jika dia menikah dengan Alan. Pertama, karena faktor orangtua Alan yang tidak menyetujui hubungannya dengan keluarga William. Kedua, karena Yoona masih bingung dengan perasaannya terhadap Alan. Dia tidak tau rasa nyaman saat berada disisi Alan itu hanya karena dia merasa terlindungi atau memang benar itu adalah rasa cinta yang tidak ingin jauh dari sisinya.
Yoona mengangkat kepalanya lalu berdiri dan keluar dari bathup. Dia mengambil handuk lalu melilitkannya kebadan dan duduk ditepi bathup menghadapa Alan. Yoona menarik napasnya dalam-dalam lalu perlahan menghembuskanya dari mulut. Alan masih sabar terus memperhatikan Yoona.
"Alan..!!" Lirih Yoona.
"Ya.??" jawab Alan sambil berdiri dan duduk disamping Yoona ditepi bathup.
"Pertama, jika aku benar Ellie aku pasti akan percaya karena foto itu membuktikan bahwa kami sangat mirip. Kedua..." Yoona menghentikan ucapannya dan langsung menundukan kepalanya. Dia benar-benar bingung tentang pertanyaan yang kedua harus memberikan jawaban apa.
"Kenapa diam??" tanya Alan semakin tidak sabar menunggu jawaban yang kedua.
"Maaf aku tidak bisa." Lirih Yoona.
Air mata tiba-tiba saja menetes membasahi pipi Yoona. Padahal dia sudah berusaha untuk tidak menjatuhkan air matanya. Semakin dia menahannya semakin banyak air mata bercucuran dari matanya.
"Yoona kau tidak perlu membohongi hatimu sendiri.!!" Seru Alan langsung memeluk erat tubuh Yoona.
Yoona terisak dipelukan Alan, dia membalas pelukan Alan dan memeluknya sangat erat. Alan menjadi bingung dan semakin khawatir karena Yoona menangis sejadi-jadinya.
Setelah beberapa menit Yoona mulai tenang dan tidak menangis lagi. Tatapannya menjadi kosong karena pikiranya tidak tau mengarah kemana.
"Yoona dengarkan aku ikuti saja apa kata hati mu. Kau tau aku sejak dulu selalu mencintaimu dan tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanmu. Aku tidak pernah memaksa jika kau tidak ingin menikah dengan ku, tapi aku mohon jangan hentikan aku untuk terus berusaha meyakinkan mu dan membuatmu mencintaiku.!" Ucap Alan sambil memegang kedua pipi Yoona dan...
Cupp...
Alan mengecup bibir Yoona yang pucat karena habis berendam didalam bathup. Yoona tidak memberontak seperti biasanya, dia membiarkan Alan terus mencium bibirnya dengan sangat lembut. Jantung Yoona berdegup sangat kencang, napasnya mulai naik turun karena tertahan. Saat tangan Alan menyentuh dadanya dan meremasnya, mata Yoona langsung membulat dan sontak dia langsung mendorong tubuh Alan hingga dirinya terjatuh kelantai. Yoona langsung berdiri dan menatap Alan dengan tatapan sinis.
"Buaya darat ini dikasih hati langsung minta jantung, mentang-mentang aku diam malah merayap kemana-mana." Gerutu Yoona dalam hati.
"Maaf.!!, hihi." Ucap Alan sambil menyengirkan giginya.
Yoona pun segera berdiri dan hendak keluar dari kamar mandi. Namun baru saja menyentuh handle pintu, Yoona langsung ditarik oleh Alan dan mendorongnya kedinding.
"Kau mau apa??" bentak Yoona dengan tatapan galak.
"Yoona apa alasan mu tidak mau menikah dengan ku??" tanya Alan serius.
Yoona langsung memalingkan wajahnya tidak berani menatap mata Alan. Sedangkan Alan langsung memalingkan lagi wajah Yoona agar menatap matanya.
"Katakan..!!" Tegas Alan lagi.
"Ayah mu tidak menyukai ku, aku tidak ingin mendapat masalah.!" Jawab Yoona dengan suara lirih.
__ADS_1
Mata Alan langsung membulat, dia tidak menyangka ternyata Yoona tau bahwa ayahnya tidak menyukai hubungannya dengan dia. Dia langsung mengkhawatirkan Yoona karena takut Ayahnya akan berbuat sesuatu terhadapnya.
"Yoona bagaimana bisa kau berkata seperti itu, apa dia datang menemuimu??" tanya Alan sedikit emosi.
Yoona hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Alan. Seketika Alan langsung marah dan segera keluar dari kamar mandi dengan membanting pintu. Yoona melihat sikap Alan yang tiba-tiba marah merasa tidak enak karena takut terjadi sesuatu antara Alan dan ayahnya. Yoona pun langsung menyusul Alan keluar dari kamar mandi.
"Alan kau mau kemana??" tanya Yoona saat melihat Alan tergesa-gesa memakai pakaiannya.
"Diamlah dirumah aku ada urusan," jawab Alan datar.
Alan langsung pergi meninggalkan Yoona, Yoona tidak berani untuk mengejar Alan karena tatapannya yang sangat menakutkan. Tidak tau apa yang akan dilakukan Alan, dia hanya bisa berdoa semoga dia tidak melakukan sesuatu diluar batas.
Yoona pun langsung memakai baju dan merubah niat untuk menyusul Alan, tapi tiba-tiba saja ponselnya bergetar dan setelah dilihat ternyata panggilan dari ibunya.
"Halo ibu ada apa??" tanya Yoona sambil merapikan rambutnya.
"Hah?? Kamu bilang ada apa? Kamu lupa sekarang adalah jadwal operasinya Haris.!" Omel ibunya dari balik telepon.
Mata Yoona langsung terbelalak dan mulutnya terbuka lebar karena sangking terkejutnya. Bagaimana bisa dia melupakan operasi adiknya. Sontak Yoona langsung mematikan ponselnya dan langsung berlari mencari Taxi.
"Aku memang bukan kakak yang baik, bagaimana bisa aku melukapan adikku," gerutu Yoona memarahi dirinya sendiri. Setelah mendapat Taxi Yoona pun langsung melaju menuju Rumah Sakit.
🍁🍁🍁
"Dimana Ayah??" tanya Alan dengan suara lantang membuat pelayan merasa ketakutan.
"Tuan besar sedang di ruang baca, Tuan..!!" Jawab salah satu pelayan.
Dengan langkah cepat Alan pun langsung menuju keruang baca. Nyonya Karyn yang melihat anaknya terlihat sedang marah langsung bergegas menghampirinya.
"Alan ada apa denganmu?" tanya Karyn sambil menghampiri Alan lalu menyentuh kedua pipinya.
"Hanya ada urusan dengan Ayah.!" Jawab Alan lalu pergi keruang baca.
Nyonya Karyn hanya menghela napasnya dengan kasar, dia berdoa semoga saja tidak terjadi sesuatu antara anak dan ayahnya.
Brakk
Alan membuka pintu dengan sangat kasar sehingga membuat ayahnya terkejut. Alan menatap Ayahnya dengan tatapan yang sangat tajam. Sedangkan Tuan Fredy hanya terdiam membalas tatapan dari putranya yang terlihat sangat marah.
"Apa yang kau lakukan terhadap Ellie??" tanya Alan to the point.
Tuan Fredy terdiam sambil mengkerutkan keningnya. Dia berpikir bagaimana mungkin Alan mengetahui bahwa dia memang melakukan sesuatu kepada Ellie. apa dia mengadu kepada Alan,pikirnya dalam hati.
"Hmm, punya nyali juga gadis itu mengadu padamu." Balas Tuan Fredy sambil menyilangkan jari-jarinya di depan wajahnya.
__ADS_1
"Aku hanya memberinya sejumlah uang dengan syarat dia harus menjauhi keluarga William, dan ternyata dia menyetujuinya." sambungnya lagi lalu mengeluarkan surat perjanjian dari laci dibawah meja.
Alan langsung mengambil surat perjanjian itu dan membacanya. Dia sedikit terkejut saat melihat bahwa Yoona benar-benar menyetujuinya. Awalnya dia sangat kecewa setelah mengetahui tentang surat perjanjian itu, tapi dia berpikir pasti ini penyebab Yoona tidak menerima lamarannya.
"Ayah jangan ikut campur lagi masalah aku dan dia, semua ini kacau gara-gara kau ayah. Jika dulu Ellie tidak dinikahkan dengan Kak Adnan. Mungkin kami sejak dulu sudah bahagia.!" Ucap Alan menegaskan semua kata-katanya.
Brakkkk
Tiba-tiba saja Fredy langsung menggebrak meja setelah mendengar kata-kata Alan. Emosinya memuncak saat Alan menyalahkan keputusannya di masa lalu.
"Alan jaga ucapan mu.!! Jika bukan gara-gara kau juga Ellie tidak akan membunuh suaminya sendiri.!" Bentak Fredy sambil membanting buku kearah Alan.
"Ayah dengan tidak tahu malunya sekarang kau menyalahkan aku, coba kau ingat-ingat lagi kesalahan apa yang telah kau perbuat. Dan lagi bukan Ellie yang sudah membunuh Kakak.!!" Balas Alan sambil mendekat dan berdiri tepat di depan Ayahnya.
Plakkk
Fredy langsung menampar pipi Alan dan berkata: "Bagaimana bisa aku memiliki anak sebodoh dirimu, aku menyesal keluarga ini mengenal Ellie, aku menyesal sudah menikahkan anakku dengan wanita pembunuh itu.!"
Fredy langsung melemah setelah mengucapkan kata terakhirnya. Dia memegang dadanya yang terasa sangat sakit hingga akhirnya dia terjatuh kelantai.
"Ayah apa kau baik-baik saja??" tanya Alan sambil merangkul tubuh ayahnya, namun sudah tidak ada respon.
Alan pun langsung memanggil beberapa pelayan agar ayahnya segera dibawa ke Rumah Sakit untuk segera ditangani. Karyn langsung syok ketika melihat suaminya sudah tidak sadarkan diri lagi.
"Alan apa yang terjadi kepada ayah mu?" isak Karyn sambil memeluk tubuh suaminya.
"Ibu jangan khawatir Ayah akan baik-baik saja, ayo ke Rumah Sakit," ucap Alan menenangkan ibunya.
Alan pun langsung membawa Ayahnya masuk kedalam mobil, dan Karyn juga ikut menemani suaminya yang kritis. Mereka pun langsung melaju ke Rumah Sakit Kota.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
LIKE,COMMENT,RATE DAN VOTE.!!!
__ADS_1