Kandidat Mama Muda

Kandidat Mama Muda
Eps 11 Wanita Paruh Baya


__ADS_3

"Huuaahh.. Akhirnya selesai juga merapikan rumah," ucap Yoona sambil meregangkan kedua tangannya.


Dia langsung bersiap-siap mandi lalu memakai baju casualnya namun terlihat menawan melekat ditubuhnya yang cantik. Sebenarnya dia merasa khawatir tentang pekerjaan part time yang diusulkan oleh sahabatnya, karena disana pasti akan ramai oleh para pelanggan Bar dan akan berisik dengan suara musik. Tapi melihat uangnya yang lumayan dia sedikit menghilangkan rasa khawatirnya.


"Oke sudah siap, waktunya turun kebawah." ucap Yoona sambil berdiri didepan kaca lalu keluar karena Sisil sudah menunggunya dibawah.


Yoona masuk kedalam Lift, didalam sudah ada seseorang yang terlihat tidak asing baginya. Wanita paruh baya yang sekarang satu lift dengannya sering kali dia temui dimana pun dia berada. Menurutnya itu hanya kebetulan saja, namun lama kelamaan dia merasa aneh karena terlalu sering bertemu dengannya. Wanita itu juga tidak pernah lepas dari kacamata hitamnya.


Yoona pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada wanita paruh baya itu,


"Ehm maaf nyonya.!! Apa kau tinggal di Apartement ini juga??" tanya Yoona dengan sangat sopan.


Wanita itu seperti terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Yoona,


"Tidak aku hanya mengunjungi temanku dilantai paling atas," jawab wanita itu terlihat sedikit gugup.


"Owh." Yoona hanya mengangguk mendengar jawaban darinya, dia lalu memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah.


Dilihat dari pakaiannya terlihat seperti bukan asli orang china, dia seperti turis yang sedang berlibur.


"Hmm apa wanita ini Turis yang sedang jalan-jalan ya sehingga selalu kebetulan bertemu dengan ku diberbagai tempat." gumam Yoona dalam hati meyakinkan dirinya sendiri.


Pintu Lift terbuka dan dengan sangat tergesa-gesa wanita itu langsung berlari kecil keluar dari lift, namun kakinya tidak sengaja menginjak kakinya sendiri sehingga membuatnya terjatuh dan kacamata hitamnya terlepas.


"Nyonya apa kamu baik-baik saja?" tanya Yoona merasa khawatir langsung berlari menghampiri wanita paruh baya itu.


Yoona langsung membantunya untuk berdiri dan mengambilkan kacamatanya yang jatuh tergeletak dilantai. Yoona kaget ketika melihat wajahnya tanpa kacamata, ketika melihat wajahnya dari dekat dan sangat jelas ada perasaan akrab dihati Yoona. Wajahnya sangat mirip dengan seseorang namun dia tidak bisa mengingat siapa orang itu.


"Maaf kacamata ku?" ucap wanita itu sambil menjulurkan tangannya.


"Eh maaf nyonya aku malah melamun," ucap Yoona sambil memberikan kacamatanya dan wanita itu langsung pergi menjauh darinya.


Yoona terus menatap punggungnya sampai tidak terlihat lagi bayangan wanita itu. Dia mengepalkan tangan kanannya lalu meletakkannya didada, ada perasaan aneh menyelimuti hati dan pikirannya. Dia mencoba untuk mengingat apa yang ingin dia ingat namun tidak ada satupun ingatan yang terlintas.


Doorrr


Sisil datang tiba-tiba langsung mengagetkan Yoona dan membuyarkan lamunannya. Yoona langsung mendapatkan omelan dari sahabatnya yang super cerewet itu karena sudah membuatnya menunggu lama.


"Yoona aku nunggu disana sampai berjamur dan ternyata kamu malah melamun tidak jelas didepan lift.!" ketus Sisil sambil bertolak pinggang.


"Hehe maaf deh ayo-ayo cepat berangkat.!" ucap Yoona sambil mendorong sahabatnya.


"Eits tunggu dulu.!! Jeng jengg.!!" ucapnya sambil menunjukan sebuah kotak mini berwarna hitam.


"Apaan nih??" tanya Yoona penasaran.


"Ini sebenarnya mau aku kasih pas kamu ulang tahun besok, tapi terlalu lama sekarang kamu lagi butuh ini.!" jawabnya sambil membuka kotak kecil itu yang berisi headset tanpa kabel berbahan karet.


Sisil memasangkan headset yang dia berikan dikedua telinga Yoona, dia tau selama ini Yoona kemana pun dia pergi selalu memakai penutup telinga peredam suara untuk menghindari suara bising dan suara-suara musik.


"Sisil yang seperti ini pasti mahal kan?" tanya Yoona merasa sangat terharu dengan sahabatnya.


"Yoona sudah deh jangan mikirin soal itu, dulu kamu selalu bantu aku kalau tidak ada kamu mau jadi apa aku," ucap Sisil sambil memeluk Yoona.


"Bagaimana sudah aman kan?" tanya Sisil sedikit dibantu dengan bahasa isyarat.


"Iya sudah aman banget," jawab Yoona tersenyum bahagia.

__ADS_1


Yoona sejak dulu memang selalu memakai penutup telinga untuk meredam semua suara disekitarnya. Dia akan membaca gerakan mulut lawan bicarnya untuk mengetahui apa yang sedang mereka katakan. Terkadang memang sangat merepotkan dia harus ditepuk terlebih dahulu jika seseorang ingin berbicara kepadanya.


******


Setelah sampai disebuah Bar mereka langsung menemui manager Bar untuk mengetahui tugas mereka masing-masing. Bar ini bukan tempat yang hanya dipakai untuk kesenangan orang-orang yang tidak jelas, namun disini adalah tempat para orang-orang kaya berkumpul dan para boss dari kalangan apapun untuk bersenang-senang dan menghamburkan semua uang mereka.


Yoona yang sedang berjalan mengikuti Sisil terus melihat kekanan dan kekiri, dia merasa khawatir untuk bekerja disini karena tempat ini seperti tempat Kupu-kupu malam.


"Ini seragam kalian untuk membedakan mana karyawan dan mana gadis peminum," ucap seorang manager sambil memberikan dua seragam kerja.


"Tugas kalian hanya mengantarkan pesanan minuman atau makanan, jika ada yang berbuat tidak senonoh kalian bisa memanggilku." jelasnya lagi dan langsung diangguki oleh Yoona dan Sisil.


"Terimakasih Boss kau memang boss yang terbaik dan tercantik.!" ucap Sisil sambil tersenyum lebar.


Merekapun dengan segera langsung mengganti pakaian mereka dengan baju seragam yang diberikan oleh bos.


Setelah selesai mengganti pakaian mereka langsung kerja mengambil tugas masing-masing.


"Yoona semangat.!!" ucap Sisil sambil mengepalkan tangan semangatnya dan langsung dibalas anggukan dan senyuman manis dari Yoona.


Mereka terpisah karena Bar yang memang sangat luas dengan puluhan kamar VIP. Yoona membawa tiga botol sampanye untuk diantarkan kedalam ruang VIP no 16, dengan hati-hati dia langsung mengetuk ruang VIP karena takut mengganggu orang yang ada didalamnya.


Tokk tokk


"Permisi tuan..!! saya mengantar 3 botol Sampanye pesanan anda," ucap Yoona dengan sangat sopan.


"Masuk.!!" perintah seorang pria dari dalam ruangan.


Yoona pun terdiam sejenak karena tidak bisa mendengar apapun dari dalam ruangan, namun dengan inisiatif dia langsung saja masuk membuka pintu. Dia sedikit terkejut karena didalamnya berbagai macam bentuk wanita cantik berjejer disamping kanan kiri para pria-pria itu.


Yoona menghembuskan napasnya dengan kasar karena merasa tidak aman dengan tubuhnya sendiri yang tidak kalah seksi dari wanita-wanita itu.


"Nona, apa kamu pelayan baru disini kenapa sampai repot-repot mengetuk pintu untuk masuk?" tanya seorang pria gendut sambil menyentuh tangan Yoona.


"Maaf tuan, saya memang karyawan baru," jawab Yoona sambil menarik tangannya.


"Hihihi gadis ini tubuhnya sangat seksi," ucap seorang pria gendut sambil menatap bokong Yoona dengan penuh nafsu.


Pria gendut itu adalah Tn Sen Yan Manager dari perusahaan Group Yan, dia sangat brutal dan selalu menggonta-ganti pasangan seperti mengganti pakaian.


"Tuan-tuan, silahkan menikmati minuman yang telah saya tuangkan, sementara saya permisi dulu.!" ucap Yoona sambil membungkukan badannya lalu berbalik untuk segera pergi dari tempat itu.


Namun tangan Sen Yu langsung menghentikan langkah Yoona, tangan Yoona digenggam sangat erat oleh pria gendut itu.


"Nona tunggulah sebentar lagi, kau belum menuangkan segelas sampanye untuk tamu kita yang belum datang," ucap Sen Yu masih tetap menggenggam tangan Yoona.


"Baiklah tuan, aku akan menunggunya sebentar," ucap Yoona sambil menepis tangan Sen Yu.


Yoona berdiri sedikit jauh dari tempat duduk mereka karena dia takut melihat mereka yang seperti hewan buas kelaparan.


"Ayolah tamu terhormat cepatlah datang agar aku bisa keluar dari sini," gumam Yoona dengan sangat cemas sambil menatap kepintu masuk.


"Hey nona, kemarilah dari pada kau berdiri disitu lebih baik duduk disini.!" ucap tuan muda Jasson dari keluarga Yan.


Namun karena Yoona menggunakan peredam suara ditelingannya, dia tidak dapat mendengar apapun yang mereka katakan sehingga membuat tuan muda Jasson menjadi emosi.


"Hey gadis sombong dengar tidak.!!" teriak Jasson dan Yoona masih tidak meresponnya karena dia masih fokus menatap pintu masuk.

__ADS_1


"Baiklah cara mu sangat bagus untuk menggodaku," teriak Jasson sambil menarik tangan Yoona dan merebahkannya keatas sofa.


"Argghhh tuan.!! Apa yang anda lakukan??" bentak Yoona sambil mencoba untuk berdiri.


Namun Jasson dengan sigap langsung mendorong Yoona lagi hingga dia terjatuh keatas sofa. Jasson menarik dasi pita yang terikat manis dileher Yoona sehingga membuat dada mulusnya sedikit terbuka.


"Dasar laki-laki kurang ngajar.!" teriak Yoona sambil menendang ************ Jasson hingga membuatnya kesakitan.


Yoona langsung mencoba untuk melarikan diri namun para bodyguard Jasson dengan cepat langsung menangkapnya,


"Gadis sombong sialan kau sudah membutku marah, beruntung tubuh mu sangat seksi sehingga bisa untuk meredam amarahku," ucap Jasson sambil meraba punggung Yoona.


Yoona tanpa pikir panjang langsung menggigit tangan Jasson hingga membuatnya kesakitan dan sontak langsung mendorong Yoona hingga terjatuh kelantai.


Penutup telinganya yang sebelah kanan terjatuh, Yoona langsung bisa mendengar kerisuhan yang sangat berisik ditambah lagi dengan suara musik yang teramat keras seperti menusuk gendang telinganya.


"Aduhh telingaku sakit," rintihnya sambil menutup telinga kanannya lalu merangkak mencari Ear Muffnya yang terjatuh.


Namun saat tangan Yoona hendak mengambil penutup telinganya dilantai, kaki seorang wanita dengan heels yang tajam langsung mendarat menginjak tangan Yoona. Yoona merintih kesakitan karena wanita itu dengan sengaja menekan sepatunya dengan sangat kuat.


"Aww Nona singkirkan kakimu dari tanganku.!!" teriak Yoona kepada wanita malam itu.


"Rasakan saja ini akibatnya kalau berani melukai tuan muda kami," ketus wanita itu sambil terus menginjakan kakinya ketangan Yoona.


"Gadis cantikku sudah hentikan kau akan merusak tangan manisnya,!" ucap Jasson sambil membelai leher wanita yang menginjak tangan Yoona.


Jasson langsung mengangkat tubuh Yoona dan membawanya keatas sofa,


"Sayang jika kau membuat ku puas, aku akan menganggap kejadian tadi hanya candaan saja," bisik Jasson ditelinga kanan Yoona.


"Cuihh pergi kau laki-laki kurang ngajar," ucap Yoona sambil meludahi wajah Jasson.


"Ehh manisnya.!!" ucap Jasson sambil menjulurkan lidahnya.


Dia langsung merobek baju Yoona didepan semua orang, Jasson langsung meraba perut Yoona yang putih mulus. Yoona hanya berteriak minta tolong dan terus memberontak hingga akhirnya seseorang datang menghentikannya.


Braakkk


"Berhenti.!!" teriak seorang pria dengan tatapan mau membunuh sambil membuka pintu dengan kasar.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa Rate 5 🌟, like dan comment ya..!!


Terimakasih buat pembaca setia #Kandidat Mama Muda🙏


__ADS_2