KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 10


__ADS_3

Kau sempat ucapkan pisah


Saat ku beranjak pergi


Tapi perasaanku


Tak berpaling darimu


Kau ucapkan jangan pergi


Saat ku datang kembali


Tapi luka ini


Telah membeku tak mencair


Tahukah kamu semalam tadi


Aku menangis


Mengingatmu mengenangmu


Mungkin hatiku terluka dalam


Atau selalu


Terukirkan kenangan kita


Kau telah hadirkan dia


Untuk menggantikan aku


Tanpa kau sadari


Aku tak kan pernah terganti


Kau ingin tinggalkan dia


Dan menyandingku kembali


Ini tak kan adil


Untukku ataupun dirinya


Tahukan kamu semalam tadi


Aku menangis


Mengingatmu mengenangmu


Mungkin hatiku terluka dalam


Atau selalu


Terukirkan kenangan kita


Tiga bulan sudah persidangan Kania Marcel berlangsung. Dan hari ini akhirnya yang ditunggu-tunggu Kania selesai sudah. Hakim mengetuk palu mengabulkan gugatan perceraiannya dan mendapat hak asuh penuh atas keduanya putrinya karena kedua putrinya sendiri yang tidak mau diasuh oleh Papanya. Rumah yang dulu ditinggali bersama juga sudah terjual dan hasil penjualan sudah dibagi 2. Meski Marcel tidak menginginkan hasil penjualan rumah tapi kania tetap memberikannya karena itu haknya Marcel.


Separo dari bagian Marcel diberikan pada putrinya. Selly yang mengetahui itu sangat marah dan tidak terima Marcel memberikan uang pada kedua anaknya apalagi dirinya sebentar lagi akan melahirkan.


Bukan itu saja diam diam Marcel juga membuatkan ATM untuk putrinya agar nantinya memudahkan Marcel mentransfer uang bulanannya. Biar bagaimanapun Marcel seorang ayah yang harus menafkahi anaknya meski tidak lagi tinggal bersama.


Dirumah Kania

__ADS_1


"Kania selamat datang didunia single parents"


"Mulai hari ini kita benar benar hidup hanya bertiga "


"Jangan harap ada sosok Papa yang hangat seperti dulu" ucap Kania didepan kedua putrinya


"Kita kuat ma kita bisa. Gak papa kita hidup bertiga yang penting kita bahagia" Gisel


"Kita ini wonder women Mama " Gladys


"Belajar dari kejadian ini kita harus saling mendukung mengsuport menguatkan dan saling mengingatkan. Insya Allah kita mampu menyambut hari dengan lebih baik dari kemarin. Ikhlaskan semua yang sudah terjadi. Semangat kita pasti bisa" kata Kania dengan semangat


"Iya Mama kita kuat kita bisa kita bahagia " Gisel


Mereka bertiga berpelukan ala Teletubbies.


Keesokan harinya suasana sudah kembali riuh seperti dulu sebelum prahara mengguncang rumah tangganya. Kania Gisel dan Gladys siap menyambut hari barunya, status baru rumah baru dan yang pasti kehidupan yang baru. Bekas luka yang masih menganga mereka tutup rapat-rapat agar tidak terkena angin dan debu biar tidak semakin parah.


"Kalian berdua ini, udah SMA kelakuan masih kayak balita aja berebut makanan seperti tidak ada yang lain. Heran deh Mama" Kania geleng-geleng kepala melihat tingkah ajaib putrinya


"Gisel dulu yang mulai ma, main comot yang udah ada dipiringku" Gladys


"Enggak ma Gladys tu diambil aja ribut" Gisel


"Udah gak usah ribut-ribut. Ayo sarapan dan segera berangkat sekolah nanti terlambat lo" Kania


"Siap Mama ku sayang" kata Gladys dengan mengangkat tangannya memberi hormat


Setelah sarapan selesai seperti biasa Kania mengantar anaknya ke sekolah.


"Nanti Mama gak usah jemput kita" kata Gisel


"Kenapa" tanya Kania


"Boleh, emang mau pergi kemana" tanya lagi Kania


"Hehe mau nongkrong dikafe, udah lama kita gak nongkrong" jawab Gisel dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Ok pulangnya jangan kesorean" Kania


"Iya ma, makasih ya, Assalamualaikum " pamit Gisel


"Wa'alaikumsalam " jawab Kania


Kania melajukan mobilnya menuju restoran. Meski belum buka Kania memilih menunggu didalam. Kania masuk keruangannya dan berdiam diri. Tiba-tiba feeling nya tidak enak pikirannya melayang jauh. Kania melamun tanpa sadar sampai jam buka restoran.


Audrey yang sempat melihat bu bosnya ada diruangannya dijam belum buka sempat bertanya-tanya.


"Ada masalah apa lagi dengan mbak Kania"


"Apa semalam dia tidur disini"


Banyak pertanyaan dikepala Audry.


"Mending aku tanya langsung daripada mati penasaran" batin Audrey


Tok ...tok....tok ...


Kania baru menyadari kalo dirinya dari tadi melamun.


"Masuk" jawab Kania dari dalam


Ceklek pintu dibuka dari luar

__ADS_1


"Selamat pagi mbak" ucap Audrey sopan


"Pagi Audrey, baru datang ya" basa basi Kania


"Iya mbak, kok mbak Kania pagi pagi udah disini aja, apa semalam mbak nginep disini" tanya Audrey hati hati


"Enggak, habis nganterin anak-anak kesekolah langsung kesini malas mau pulang lagi" jawab Kania


"O kirain mbak ada masalah terus nginep sini" Audrey ngengir kuda


"Masalahku udah selesai kemarin, jadi insya Allah aman. Semoga tidak ada masalah lagi kedepannya" kata Kania


"Amin, semoga ya mbak. Semua pasti indah pada waktunya" kata Audrey


"Ya udah kalo gitu mbak aku permisi dulu mau lanjut kerja " pamit Audrey


"Ya silahkan" kata Kania


Didepan sekolah sikembar ada mobil yang sedang mengintai mangsanya. Dari luar tidak kelihatan siapa orangnya karena gelapnya kaca mobil. Dan banyaknya mobil yang terparkir ditempat itu jadi tidak menimbulkan kecurigaan warga setempat. Lonceng berbunyi. Siswa siswi berhamburan keluar dari gerbang sekolah. Mereka duduk disekitaran gerbang menanti jemputannya datang atau menunggu angkutan lewat. Ada yang jalan kaki karena kebetulan tempat tinggalnya dekat. Ada yang membawa kendaraan sendiri.


Gisel dan Gladys tak jauh dari gerbang. Keduanya menunggu taksi onlinenya. Tidak jauh dari sikembar ada mobil yang siap melaju menunggu kesempatan untuk beraksi. Keadaan sudah semakin lengang, banyak murid-murid yang sudah dijemput. Gisel dan Gladys masih menunggu taksinya dan tanpa sadar Gisel keluar dari trotoar dan ini dimanfaatkan oleh sipengintai.


Brum......


Mobil digas. Brum.....wus......brak.........


Seketika tubuh Gisel ambruk bersimbah darah. Gladys berteriak histeris melihat saudaranya tergeletak diaspal dengan darah segar mengalir.


"Gisel.... Gisel, tolong........tolong........" teriak Gladys minta bantuan


Pak Yuda yang kebetulan juga menjemput putranya segera menolong Gladys yang teriak-teriak histeris.


"Astaghfirullah dik ini kenapa" tanya pak Yuda


"Gisel ketabrak mobil om, tolongin Gisel om" pinta Gladys


"Ayo kita bawa kerumah sakit" pak Yuda membopong tubuh Gisel yang sudah tidak sadarkan diri masuk kemobilnya. Gladys ikut dalam mobil itu menyangga kepala Gisel yang berlumuran darah.


Tut......tut......tut.....


"Ma ...... hiks......"


""Gladys ada apa" kata Kania panik yang mendengar suara putrinya menangis


"Ma Gisel kecelakaan ma, maafkan Gladys ma" suara Gladys terputus putus karena menahan tangisnya


"Apa Gisel kecelakaan. Sekarang gimana keadaannya" Kania panik mendengar putrinya kecelakaan


"Ini lagi perjalanan menuju rumah sakit ma" kata Gladys yang masih terisak


"Mama segera kesana, serlock tempatnya" kata Kania


"Iya ma, maafin Gladys ya ma" Gladys merasa bersalah


"Iya Mama maafin" Kania


"Gisel bangun buka matamu Gisel jangan tinggalkan aku sendiri" Gladys menggoyang goyangkan kepala Gisel yang ada dipangkuannya.


"Gladys tenang jangan panik, semua akan baik-baik saja" ucap Jovan mencoba menenangkan Gladys


"Gimana bisa tenang saudara kembarku seperti ini, aku takut nanti Mama marahin aku" Gladys


"Tidak mungkin Mamamu memarahimu" pak Yuda

__ADS_1


__ADS_2