KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 8


__ADS_3

Jam 11 malam Marcel belum pulang. Selly berkali-kali menghubunginya, aktif dan menyambung tapi tidak diangkat panggilannya, membuat Selly geram. Selly melempar bantal guling kelantai. Semua isi kamarnya diacak-acak.


"Mas apakah kamu kembali lagi pada Kania. Apa Kania mau menerimamu lagi mas. Kamu dimana sih mas. Aku gak rela kalo sampai kamu balik lagi pada Kania. Kamu itu milikku mas cuma aku yang bisa memilikimu" ucap Selly dengan mata menahan amarah.


Marcel berada dirumahnya yang dulu ditinggali bersama keluarganya. Marcel sengaja menghindar dari Selly. Sedangkan Selly kebakaran jenggot lantaran Marcel tak kunjung pulang. Puluhan panggilan dan pesan dari Selly diabaikan oleh Marcel. Marcel ingin menenangkan dirinya dulu sebelum menghadapi persidangannya nanti. Seminggu lagi sidang gugatan cerai yang dilayangkan Kania akan digelar. Marcel sudah tidak tau lagi harus berbuat apa untuk mempertahankan Kania.


Hari ini Marcel mendatangi Kania direstorannya. Seperti biasa begitu sampai Marcel langsung menuju ruangan Kania, tapi ternyata Kania tidak ada diruangannya. Marcel mencari cari Kania karena mobilnya ada diparkiran. Akhirnya Marcel bertemu Kania didepan kasir.


"Kania" panggil Marcel


Dengan malas Kania menoleh kearah suara. Kania tau jika yang memanggil namanya itu Marcel suaminya yang berkhianat.


"Kania aku mau bicara" Marcel


"Aku rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan" tolak Kania


"Kania please" mohon Marcel


"5 menit" Kania


"Jangan disini ikut aku" ajak Marcel


"Kalo mau disini, kalo gak mau gak masalah" Kania menolak ikut Marcel


"Baiklah. Aku mohon cabut gugatan itu, aku gak mau pisah sama kamu Kania. Percayalah kamu tetap yang utama" Marcel


"Mana mungkin yang utama. Kamu punya 2 istri dan akan lebih condong sebelah. Jangan membodohiku lagi mas, sudah cukup semua ini. Kalo emang kamu cinta dan sayang sama aku, biarkan aku mencari kebahagiaanku sendiri" Kania


"Kebahagiaanmu ada padaku Kania " Marcel


"PD sekali kamu mas" Kania


"Tapi Kania, Gisel dan Gladys butuh keluarga yang utuh" Marcel


"Tidak usah berkelit. Kemarin-kemarin kemana, kenapa baru sekarang ingat mereka. Kalo emang kamu mikirin mereka butuh keluarga yang utuh, kamu tidak akan selingkuh" Kania menekankan kata terakhirnya.


"Aku bingung menghadapi kamu Kania, kamu seperti bukan Kania yang ku kenal dulu. Jamu keras kepala banget. Aku udah bilang aku khilaf aku minta maaf " Marcel


"Maafmu tidak bisa mengembalikan semuanya. Gelas yang sudah pecah tidak akan kembali utuh meski berbagai cara digunakan untuk merekatkan kembali. Tetap akan retak" Kania


Marcel mengacak-acak rambutnya sendiri, otaknya udah buntu untuk merayu Kania lagi. Berbagai cara telah ditempuh tapi hasilnya zong. Kania tetap ngotot ingin pisah.

__ADS_1


Satu kesalahan yang tidak termaafkan. PENGHIANATAN


"Baiklah kalo itu membuatmu bahagia. Aku minta maaf telah menorehkan luka dihatimu" akhirnya Marcel menyerah.


Tanpa kata Kania pergi meninggalkan Marcel. Marcel hanya menghela nafas menyaksikan istrinya yang sangat dicintai pergi meninggalkannya. Marcel keluar dari restoran dengan wajah lusuhnya. Harapannya mempertahankan Kania sebagai istri sudah tidak ada. Kebencian Kania sudah mendarah daging. Marcel menuju mobilnya yang terparkir disampingnya mobil Kania, tapi mobil Kania sekarang sudah tidak ada lagi.


Setelah menemui istrinya yang sebentar lagi jadi mantan istri itu pergi menemui putrinya disekolahnya. Marcel tidak mau kehilangan putrinya juga. Meski nanti pada akhirnya akan terpisah Marcel tetap ingin menjadi ayah yang baik buat kedua putrinya.


Marcel datang lebih dulu. Sesaat setelahnya Kania datang bersamaan dengan keluarnya murid-murid SMA.........


"Kania, ijinkan aku bicara dengan putriku" Marcel meminta ijin pada Kania


"Tanyakan sendiri pada anaknya" jawab Kania tanpa menoleh pada Marcel sedikit pun.


"Mama Papa tumben jemput bareng" ucap Gisel yang melihat kedua orang tuanya


Kania tidak menjawab ucapan putrinya.


"Gisel Gladys Papa mau bicara, bisa ikut dengan Papa sebentar. Nanti Papa antar pulang kalian" ucap Marcel pada kedua putrinya


Gisel dan Gladys melihat Mamanya, minta persetujuan mama. Kania mengangguk.


"Mama pergi dulu, antar nanti kerestoran saja" kata Kania yang pergi gitu aja ninggalin anak dan bapak.


"Kalian belum makan kan, mau makan dimana" tanya Marcel


"Terserah" jawab kompak keduanya


Marcel menjalankan mobilnya menuju kafe yang lagi hits saat ini. Begitu masuk disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik. Mereka memilih duduk didekat jendela. Marcel memanggil pelayan kafe. Mereka memesan menu kesukaan masing masing.


"Kemarin liburannya gimana, menyenangkan" tanya Marcel membuka percakapan


"Pastinya seru dan bisa merilekskan otak yang hampir pecah karena pusing lihat Mama berantem terus sama Papa " jawab Gladys


"Kenapa gak pamit sama Papa, kalian masih masih marah ya sama Papa"


"Papa minta maaf. Papa udah buat kesalahan fatal" ucap Marcel


"Pa, Gladys mau tanya tapi jawab jujur" ucap Gladys


"Mau nanya apa" Marcel

__ADS_1


"Apa yang menyebabkan Papa menikah lagi dan harus berkhianat pada Mama. Apa selama ini Mama gak memperlakukan Papa dengan baik" Gladys


Marcel menghela nafas tidak menduga putrinya akan menanyan hal ini. Marcel tidak berani menatap putrinya yang mengintimindasi.


"Papa khilaf" jawab Marcel lirih


"Bukan itu yang mau aku dengar" Gladys


"Papa terpaksa menikahi Selly karena Selly hamil anak Papa" jawab Marcel


"Sejak kapan Papa berhubungan dengan perempuan itu" Gladys


"Sebulan sebelum Papa menikahinya" Marcel


"Kenapa sampai dia hamil. Pertama ketemu langsung diajak tidur trus Papa mau mau aja gitu" Gisel


"Enggak gitu" sanggah Marcel


"Terus" Gisel


"Sebelumnya Selly itu bawahan Papa dikantor. Tiap hari dia membuatkan kopi untuk Papa" Marcel


"Dan Papa menerima kopi itu seakan Mama dirumah tidak pernah membuatkan kopi gitu" Gladys


"Maafkan Papa. Papa salah. Ternyata Selly melakukannya ada maksud" Marcel


"Udah tau ada maksud kenapa diterusin" Gisel


"Papa gak tau. Waktu itu ada acara kantor. Mama tidak bisa nemani Papa karena kurang enak badan. Papa datang sendiri. Begitu Papa datang seperti biasa Selly membawakan minuman untuk Papa, ya Papa terima aja karena udah biasa seperti itu. Tapi ternyata minuman itu udah dikasih obat perangsang sama Selly dan tanpa sadar Papa tidur dengan Selly malam itu" jelas Marcel


"Jadi maksudnya papa dijebak gitu" geram Gladys


"Iya dan satu bulan kemudian Selly bilang kalo dia hamil. Papa tidak percaya gitu aja. Papa bawa kedokter kandungan dan usia kandungannya sama persis dengan kejadian malam itu" Marcel


"Ternyata kita punya Papa yang hebat ya Sel" Gladys


"Maafin Papa, Papa nyesel" Marcel


"Permintaan maaf Papa tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula. Kalo aku jadi Mama aku juga akan melakukan hal yang sama" Gisel


"Udah tau salah tapi kenapa Papa masih mau membawa kehadapan Mama mau nunjukin kalo Papa mampu punya istri 2, bahkan minta tinggal bersama lagi. Papa mikir gak sih gimana hancurnya Mama dan aku mendukung Mama pisah sama Papa. Seenggaknya dengan perpisahan itu Mama gak sakit hati lagi dan Mama bisa bebas mencari kebahagiannya dengan orang lain" Gladys

__ADS_1


"Gampang untuk Mama cari suami lagi yang lebih dari Papa. Lebih segalanya" Gisel


"Sayang kamu kok ngomong gitu sih" Marcel


__ADS_2