
..."Selamat pagi semua" sapa Gladys saat dirinya tiba dimeja makan dan sudah ditunggu Mama serta kembarannya....
..."Pagi juga sayang" balas Kania...
..."Lebay" sinis Gisel...
..."Masih pagi non jangan marah-marah, awali hari dengan senyum" Gladys...
..."Gayamu Dys" kekeh Gisel...
..."Kemarin kenapa tiba-tiba pergi kerumah nenek, apa nenek sakit" tanya Kania kawatir...
..."Semua baik-baik aja Mama, kita cuma kangen nenek sama kakek aja" jawab Gladys...
..."Syukurlah kalo ibu sama ayah sehat" kata Kania...
..."Mama nanti ngundang nenek dan kakek kan saat nikahan Mama sama Om Yuda" tanya Gisel...
..."Kalian setuju kalo Mama jadi nikah sama Om Yuda" tanya Kania...
..."Mama aneh deh, ya pasti lah kita setuju" jawab Gladys...
..."Tapi" Kania...
..."Maaf Mama kemarin kita memang marah sama Mama, kita kecewa kenapa Mama pergi gitu aja tanpa pamit pada kita. Padahal kita sih enggak masalah kalo Mama mau menghabiskan waktu dengan Om Yuda tapi seenggaknya Mama kasih tau kita" Gladys...
..."Maafkan Mama sayang kemarin Mama kebawa suasana jadi Mama pergi gitu aja. Maaf ya maaf banget" Kania merasa bersalah...
..."Iya Ma kita maafkan" Gisel...
..."Jadi kalian tidak keberatan kalo Mama melanjutkan rencana pernikahan Mama " tanya Kania...
..."Ya enggak lah ma, kita malah seneng karena setidaknya ada yang menemani hari-hari Mama, sebentar lagi kita lulus SMA dan akan sibuk mengejar mimpi-mimpi kita" Gladys...
..."Sayang" Kania memeluk kedua putrinya...
..."Ayo sarapan nanti telat kalo kita cuma ngobrol aja" Gisel...
...Ketiganya sarapan dengan saling diam, terjadi kecanggungan antara ketiganya saat ini. Kania tahu apa yang keluar dari mulut putrinya sama sekali bertolak belakang dengan isi hatinya. Tapi putrinya juga enggan menunjukkan ketidak sukanya pada rencana Mamanya. Apapun yang terjadi dengan hatinya kebahagiaan Mamanya adalah yang utama. Selama ini telah merawat dari bayi hingga remaja tanpa bantuan siapapun, apalagi harus menyaksikan dihianati oleh pasangannya sendiri ditengah perjalanan. ...
...Kania menghela nafas panjang, berfikir bagaimana cara untuk membuat putrinya berkata jujur. Kania tau kekecewaannya kemarin malam mengubah 180 derajat pandangan hidup putrinya tentang dirinya. Putrinya mengira kalo dirinya selama ini hanya pura-pura. ...
...Nila setitik rusak sudah susu Sebelanga. Artinya kesalahan kecil yang dianggap sepele merusak semua kebaikan selama ini. Semua menjadi kacau....
...Setelah Gisel dan Gladys selesai sarapan keduanya bergegas berangkat sekolah naik motor kesayangannya. ...
...Kania mengantar hingga pintu gerbang. Tidak berselang lama Yuda datang dengan wajah cemas. Sebenarnya Yuda ingin datang pagi seperti biasa tapi kali ini kejadian naas menimpanya ditengah jalan. Ban mobilnya harus bocor ditengah perjalanan ditambah ada kecelakaan yang membuat jalan macet....
__ADS_1
..."Mas" ucap Kania begitu Yuda turun menghampiri nya yang masih berdiri diteras rumah....
..."Tumben telat" tanya Kania dan menyambut kedatangan belahan hatinya dengan bahagia. Belahan hati mungkinkah?...
..."Maaf telat, anak-anak udah pada berangkat ya" tanya Yuda...
..."Udah barusan, ada apa" tanya Kania dengan wajah yang sudah cemas...
..."Mukanya jangan cemas gini dong, mas cuma mau minta maaf pada mereka sayang" jawab Yuda...
..."Nanti siang aja datang kerestoran kita bahas semua disana, biar nanti aku menyuruh mereka pulang kerestoran saja" kata Kania...
..."Iya. Aku mau sebelum aku berangkat keluar kota semua kesalahpahaman ini harus diselesaikan" ucap Yuda...
..."Mas Yuda mau keluar kota" tanya Kania...
..."Iya, lusa mas berangkat dengan Yogie. Ada proyek di Kalimantan yang harus mas kerjakan. Mas dan Yogie mau cek lokasi" jawab Yuda...
..."Berapa lama" tanya Kania sendu dan bergelayut manja ditangan Yuda. Sebenarnya Kania itu tipikal perempuan manja tapi keadaan memaksa harus menjadi wanita kuat demi putrinya....
..."Seminggu, Sebelum hari pernikahan kita semua ini udah beres" kata Yuda dengan mengusap lembut punggung Kania....
..."Sebenarnya Gisel dan Gladys setuju aja kita melanjutkan acara kita. Mereka hanya kecewa pada kita dan lebih baik mas bicara langsung pada mereka biar tenang kita menjalaninya" kata Kania sendu...
..."Baguslah. Maaf ya sayang mas menghancurkan kepercayaan mereka" Yuda...
..."Udah sarapan belum, ayo masuk kita sarapan dulu" Kania mengajak calon suaminya masuk dan mengajak sarapan bersama. ...
...Yuda menurut mengikuti langkah calon makmumnya itu. Mendengar perkataan Kania yang melegakan hatinya yang sesak dari kemarin. ...
..."Kalo diluar kota matanya jangan jelalatan, kalo sampai kamu lirik-lirik cewek-cewek cantik disana matamu akan bintitan" kata Kania ketus...
..."Tenang aja disini ada yang lebih cantik" gombal Yuda...
..."Kalo gak ingat kejadian kemarin kamu udah kebawa kemanapun" tambahnya...
..."Hahaha emang aku barang dibawa kemana-mana" Kania...
..."Kamu itu permata hatiku, susah mendapatkan hati ini" Yuda menunjuk dada Kania...
...Wajah Kania memerah seperti kepiting rebus....
..."Jangan buat aku terbang nanti jatuhnya sakit pakai banget" Kania...
..."Tidak akan sakit karena sudah disediakan Matra disini" Yuda menunjuk lagi dada Kania...
..."Bisa banget gombalnya" ucap Kania...
__ADS_1
..."Bukan gombal sayang ini serius aku akan menjadi apapun untuk melindungimy dari apapun" Yuda...
..."Terimakasih jangan pernah tinggalin aku ya, janji kita akan menua bersama dan kamu akan setia sama aku" ucap Kania...
..."Iya aku janji akan membuatmu bahagia dengan caraku" Yuda...
..."Dari tadi ngomong terus kapan makannya ini, suapin" Yuda...
..."Manja" Kania...
..."Boleh dong sekali kali manja yang sebentar lagi akan menjadi tempat aku untuk bermanja manja" Yuda...
..."Gak pantes laki-laki macho gini manja yang ada memanjakan pasangannya" Kania...
..."Saling memanjakan" Yuda...
..."Setuju pakai banget. I love you" kata Kania...
..."Apa bisa diulang" Yuda tak percaya Kania mengucapkan kata cinta untuknya...
..."Tidak ada berita ulang" kata Kania yang malu-malu...
..."I love you too Kania" Yuda...
...Kedua pasangan berbahagia ini tengah menikmati kebahagiaannya yang sebentar lagi akan menjadi pasangan suami istri. Yuda dan Kania menghabiskan waktu berdua hingga tidak tau waktu. Keduanya memadu cinta. Eits jangan salah hanya bermesraan saja bukan melakukan tindakan lebih yang dilarang dalam agama mereka....
..."Eits Mama gak kerestoran" ucap Gisel begitu masuk rumah mendapatkan Mamanya yang sedang asik ngobrol dengan Yuda...
..."Enggak, udah pulang sayang Gladys mana" tanya Kania yang tidak melihat putri yang satunya...
..."Udah duluan kekamar, lagi asik berduaan sampai ada orang lewat pun gak tau" sindir Gisel...
..."Hehehe maaf" Yuda menimpali...
..."Ganti baju habis itu kesini, Om mau bicara boleh" tanya Yuda...
..."Boleh, kenapa gak sekarang aja" kata Gisel...
..."Ganti baju dulu dan kasi tau Gladys" Yuda...
...Gisel mengangguk dan meninggalkan Mama dan Yuda diruang tamu....
..."Dys buruan turun Om Yuda sama Mama mau ngomong. Penting" Gisel...
..."Ngomong apa" Gladys...
...Gisel tidak menjawab hanya mengangkat kedua pundaknya....
__ADS_1