
..."Assalamualaikum" ucap Gisel dan Alan begitu memasuki rumah Bunda....
..."Wa'alaikum salam" jawab Bunda dan ayah dari meja makan...
...Alan mencium tangan Bunda dan ayah yang diikuti Gisel istrinya. Gisel membawa kue yang dibeli tadi. Gisel memberikan pada Bunda....
..."Kalo kesini gak usah repot-repot, Bunda minta kalian datang karena Bunda sama ayah pengen membahas resepsi pernikahan kalian diadakan sebulan lagi. Bagaimana menurut kalian" tanya Bunda...
..."Kita ngikut aja Bun gimana baiknya" jawab Alan...
..."Jangan gitu dong Lan, ini kan acara kalian ya kalian yang harus menentukan akan seperti apa konsepnya. Indoor atau outdoor. Bunda sama ayah cuma sekedar pelengkap" ucap panjang Bunda...
..."Begini lo Bun maksudnya Alan. Alan ikut apa aja terserah Bunda sama ayah. Alan gak mau pusing ngurus semuanya ini. Jadi terserah ayah sama Bunda maunya seperti apa. Pilih WO yang kompeten biar mudah memahami maksudnya Bunda" jelas Alan...
..."Oke kalo gitu. Kira-kira mau ngundang tamu berapa" tanya Bunda sementara ayah dan Gisel hanya menjadi pendengar yang baik...
..."Gak usah ngundang tamu banyak-banyak, sekitar 1000 an aja. Nanti 500 dari kita 500 lagi dari Gisel Bun" ucap Alan ...
..."Oke kalo gitu, ayo sarapan dulu. Ini Bunda tadi masak opor ayam kesukaan kamu" ucap Bunda Maya...
...Gisel mengikuti langkah suaminya menuju ruang makan. Selama ini Gisel tidak pernah tau makanan kesukaan suaminya. Karena setiap ditanya Alan selalu jawab apapun yang kamu masak buat aku pasti aku makan. Jadi Gisel hanya menyediakan makanan sesuai dengan mood dia. Lumayan enak masakan Bunda. Gisel yang pemilik restoran tapi tidak sepintar ini dalam urusan memasak. ...
...Karena pada basicnya Gisel seorang wanita karier, jadi dia bisa masak karena tuntutan seorang istri yang harus bisa membuat perut suaminya menyukai masakannya. Sebenarnya Alan tidak menuntut Gisel supaya bisa masak, tapi kewajiban seorang istri jadi mau tidak mau Gisel harus belajar memasak dari mamanya. ...
...Sebenarnya Mamanya dari dulu mengajari putri-putrinya untuk bisa memasak tapi karena merasa belum memiliki tanggungan yang harus diurus jadi Gisel mengabaikan begitu saja. Memang jiwa anak muda suka tidak berfikir jauh. Melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dipikirannya saat itu. ...
...Setelah selesai sarapan Gisel membantu Bunda membereskan piring kotor dan mencucinya. Seumur hidup ini baru pertama kalinya. Maklum dirumahnya dulu semuanya dikerjakan art. Bahkan sekarang ini untuk urusan pekerjaan rumah tangga juga art yang mengerjakan. Gisel cuma masak untuk suaminya selebihnya semuanya dikerjakan art. ...
__ADS_1
...Bunda Maya melihat menantunya kerepotan mencuci piring mengambil alih dan menyuruh Gisel membuatkan teh untuk suaminya serta ayahnya. ...
..."Sini biar Bunda yang kerjakan, kamu bikinkan minuman untuk suamimu saja" ucap Bunda Maya...
..."Iya Bun" jawab Gisel sopan yang sebenarnya juga merasa kalo mencuci piring dia merasa ogah tapi karena dirumah mertua jadi mau tidak mau harus dilakukan. ...
..."Gak usah bikin minum cinta, mas mau langsung kekantor aja. Kamu mau disini dulu atau mau bareng keresto" ucap Alan yang melihat istrinya kerepotan ...
..."Em Gisel bareng keresto" ucap Gisel dengan menunduk karena merasa tidak enak dengan mertuanya...
..."Ya udah ayo" Alan menarik lembut tangan istrinya ...
..."Maaf Bun kita pergi dulu ya, Alan mendadak ada meeting pagi" pamit Alan pada bundanya...
..."Terus istrimu ikut kamu ke kantor" tanya Bunda ...
... "Iya Bun sekalian Gisel mau kerestoran" kata Alan ...
..."Memangnya kenapa Bunda butuh teman" tanya Alan...
... "Hari ini ada arisan disini jadi Bunda butuh teman untuk menjamu teman-teman arisan Bunda" jawab Bunda ...
..."Biasanya Bunda juga menyiapkan jamuan teman-teman Bunda sendiri" kata Alan ...
..."Sekalian Bunda mau ngenalin Gisel pada teman-teman Bunda kalo anak Bunda sudah laku. Bunda sudah punya teman untuk diajak shopping bareng nyalon jadi Bunda tidak dianggap remeh lagi sama teman-teman Bunda" jelas Bunda ...
..."Intinya Bunda mau pamer kalo bunda sudah punya menantu gitu" tanya Alan ...
__ADS_1
..."Tepat sekali, apalagi menantu bunda Gisel putri dari Yuda group, pemilik restoran GG pula. Restoran itu kan terkenal dari dulu sejak yang megang jeng Kania" oceh Bunda ...
..."Cinta bunda minta kamu disini menemani Bunda, nanti ada arisan ibu-ibu. Bunda mau pamer kalo dia sudah punya menantu" kata Alan pada istrinya ...
..."Arisannya jam berapa Bun, masalahnya Gisel gak bawa baju ganti" kata Gisel ...
..."Nanti jam 10, masalah baju ganti Bunda udah siapkan, mau ya Gisel bantuin Bunda" mohon Bunda penuh harap...
... "Iya Bun" Gisel mengangguk ...
..."Serius cinta mau disini, teman-teman arisan Bunda orangnya rada-rada julid lo" tanya Alan pada istrinya ...
..."Mau gimana lagi" Gisel mengangkat kedua bahunya...
..."Ya sudah kalo gitu mas berangkat dulu ya. Kalo ada apa-apa cepat hubungi mas kalo ibu-ibu itu ngomong yang macam-macam kamu tinggal aja kekamar. Kamar aku itu diatas, dipintu ada inisial A" kata Alan...
... "Iya mas Alan tenang aja" ucap Gisel menenangkan suaminya. ...
...Sebenarnya Gisel sangat malas kalo sudah berurusan menyangkut ibu-ibu. Biasanya ibu-ibu arisan itu pada rempong. Tempat ajang pamer barang-barang branded....
... "Bun Gisel bantu apa sekarang" tanya Gisel setelah dari mengantar suaminya kedepan...
..."Gak ada mending sekarang kamu masuk kamarnya Alan dandan yang cantik pakai gaun yang bunda siapkan ya" kata Bunda ...
..."Tapi ini masih jam 8 Bun, masih lama kan Bun" tolak Gisel ...
..."Iya juga sih, terserah dikamar mau ngapain. Pokonya kamu masuk kamar istirahat nanti kalo teman arisan Bunda sudah datang nanti Bunda panggil kamu" kata bunda ...
__ADS_1
..."Iya Bun" Gisel berjalan menuju kamar suaminya yang ada dilantai dua. Ini pertama kalinya Gisel menginjakkan kaki dirumah mertuanya. Selama ini Gisel hanya bertemu dengan mertuanya diluar. Selain Alan tidak mengajaknya untuk kerumah bundanya, bundanya sendiri juga tidak mengundangnya. Beda dengan Kania yang tiap saat meminta anaknya untuk datang bahkan untuk sekedar makan. ...
...Bundanya beda banget dengan Mamanya. Kalo Mamanya tipe orang yang sederhana tidak pernah ikut arisan ibu-ibu sosialita kecuali arisan ibu-ibu dikompleks tempat tinggalnya. Bundanya Alan beda banget dengan luarnya. Penampilannya kelihatan kalem tapi ternyata orangnya cukup bar-bar. Menilai segala sesuatu hanya dilihat dari segi materinya saja. Jadi mendapat menantu seperti Gisel itu adalah impiannya sejak dulu punya besan orang terkaya dikotanya. ...