KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 53


__ADS_3

...Hari ini sesuai rencana Yuda akan pergi keluar kota selama dua hari. Ada masalah dikantor cabang. Awalnya hanya Bram yang berangkat tapi tidak menyelesaikan masalah kalo tidak Yuda sendiri yang turun tangan....


..."Sayang mas pergi dulu ya" pamit Yuda...


..."Gak bisa diwakilkan ya mas" Kania bergelayut manja dilengan suaminya...


..."Gak bisa sayang, Bram sudah lebih dulu disana tapi tidak menyelesaikan masalah, harus mas sendiri yang bertindak" kata Yuda...


..."Pasti kangen banget" rengek Kania...


..."Mas cuma dua hari sayang" Yuda mengusap lembut pipi istrinya...


..."Dua hari terlalu lama, gimana kalo tar malam aku gak bisa bobok karena gak meluk kamu" Kania sudah akan menangis...


...Yuda bingung juga, mau ngajak istrinya tidak mungkin. Perutnya sudah semakin membesar. Yuda tidak mau mengambil resiko dengan membawa istrinya dalam perjalanan jauh....


..."Mas usahakan akan secepatnya pulang" ucap Yuda...


..."Huhuhu.... Daddy lebih mentingin kerjaan dari pada kita. Huhuhu......." Kania menangis dengan mengusap usap perutnya...


..."Sayang bukan gitu maksudnya mas, kalian yang utama tapi pekerjaan ini tidak bisa dihendle Bram, harus mas sendiri yang harus turun tangan" ucap Yuda lembut...


...Yuda sangat menyadari kalo istrinya sekarang lagi butuh perhatian lebih darinya. Tapi bagaimana pekerjaan itu juga penting. Asistennya tidak bisa menghendle sedang anaknya belum menguasai bidangnya....


...Kania sudah berderai air mata. Dia enggan ditinggal suaminya. Gisel dan Gladys hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah manja Mamanya. Harap maklum wanita hamil moodnya sangat sensitif....


..."Gak bisa ditunda dulu Dad perginya, kasihan kalo Mama nangis terus. Kalo Daddy maksa pergi aku takut terjadi sesuatu dengan Mama dan kandungannya" ucap Gladys yang sebenarnya tidak tega dengan Daddy...


...Yuda mengangguk mengiyakan usulan anaknya....


..."Ya Daddy akan tunda sampai keadaan Mama membaik" ucap Yuda...


...Mendengar Yuda membatalkan perginya seketika binar bahagia terpancar dari wajahnya. Semudah itu moodnya berubah. Habis nangis air matanya belum kering sudah bisa tertawa. Memang mood bumil tidak bisa ditebak....


..."Mama aneh banget deh dad, semenjak hamil sensi banget, cepat nangis cepat ketawa cepat pula sedihnya. Emang gitu ya Dad kalo orang hamil" tanya Gladys...


..."Ya begitulah Dys, moodnya susah ditebak, pinter-pinter aja kita ngambil hatinya" ucap Yuda...


..."Terus kerjaan Daddy gimana" tanya Gladys...


..."Gak tau, semoga besuk Mama bisa diajak kompromi jadi Daddy bisa pergi" kata Yuda...


..."Sabar dad, orang sabar disayang keluarga" ucap Gladys dengan senyum mengembang...


..."Kamu ini bisa aja" Yuda mengacak-acak rambut Gladys...


..."Daddy rambutku kusut ni" protes Gladys...

__ADS_1


..."Mas" panggil Kania...


..."Daddy kedalam dulu ibu negara memanggil" Yuda pergi meninggalkan Gladys...


..."Jangan bikin mood ibu negara buruk lagi dad, pusing aku dengarnya" kata Gladys...


...Yuda tidak menjawab dan segera menuju kamarnya....


..."Ada apa yank" kata Yuda begitu masuk kamar...


..."Temani bobok" Kania menepuk kasur sebelahnya...


...Yuda menghampiri istrinya dan segera merebahkan diri disamping istrinya. ...


..."Sabar Yuda itu anakmu yang manjanya gak ketulungan" batin Yuda...


...Ditempat Marcel...


...Tok....tok.....tok........


...Marcel mengetuk pintu rumah orang tuanya. Marcel sudah menunggu lebih dari 15 menit tapi tak kunjung ada yang membukakan pintu. Marcel mencoba berkeliling disekitar rumah. Dia ketemu tetangganya. ...


..."Permisi Bu Siti, apa bu Siti tau kemana ibu dan bapak" tanya Marcel...


..."Kamu Marcel ya anaknya bu Ira yang menikah lagi itu" jawab sinis bu Siti...


..."Iya bu" jawab Marcel dengan menunduk...


..."Maaf bu, ibu tau gak sebenarnya ibu dan bapak kemana dari tadi aku ketuk-ketuk pintu gak ada yang bukain pintu" ulang Marcel...


..."Bapakmu masuk rumah sakit kemarin kena serangan jantung" ketus bu Siti...


..."Rumah sakit mana bu" tanya Marcel...


..."Rumah sakit xx" jawab bu Siti...


..."Terimakasih bu permisi" pamit Marcel...


...Marcel segera menuju rumah sakit yang disebut tetangganya tadi dengan bantuan ojol. Sesampainya di rumah sakit Marcel segera bertanya pada resepsionis. Menanyakan keberadaan bapaknya. Setelah mendapat informasi ruangan bapak, Marcel berjalan hati-hati menuju ruang perawatan bapak....


...Sebelum masuk Marcel harus menyiapkan mental untuk kemurkaan orang tuanya. Tok ....tok....tok........


..."Masuk" jawab ibu...


Ceklek


...Marcel masuk dengan hati-hati...

__ADS_1


..."Marcel" ucap ibu yang terkejut mendapati anak satu-satunya yang menghilang kini kembali lagi dengan kondisi yang memprihatinkan ...


..."Ibu" Marcel berlutut pada ibunya minta ampunan atas semua kelakuannya selama ini...


..."Maafkan Marcel bu, jika saja Marcel mau mendengarkan nasehat ibu mungkin semua ini tidak akan terjadi" Marcel bersimpuh dibawah kaki ibunya...


..."Darimana kamu tau kalo kita disini" tanya ibu yang air matanya sudah membasahi pipinya...


..."Dari bu Siti tetangga sebelah, tadi Marcel kerumah dan ketemu bu Siti" jawab Marcel...


..."Selama ini kamu kemana aja, anak-anak terus mencarimu, mereka juga sering mengunjungi ibu sama bapak" ucap ibu Ria...


..."Yang membawa aku kembali kesini juga Gisel dan Gladys bu" jawab Marcel...


..."Kok bisa dimana mereka menemukanmu" tanya bu Ria tidak yakin...


..."Waktu itu bapak tirinya yang ketemu sama aku terus diberitahukan pada Gisel dan Gladys"...


..."Ternyata Kania sudah menikah lagi dan suaminya itu mantan bosku dulu bu" cerita Marcel sendu...


..."Waktu pernikahan Kania ibu sama bapak juga datang. Dan Kania terlihat bahagia dengan suami barunya" kata bu Ria sengaja memanas-manasi anaknya...


..."Aku nyesel banget bu sekarang, tidak ada perempuan sebaik Kania" penyesalan Marcel...


..."Dari dulu ibu kan sudah bilang, Kania itu perempuan terbaik untukmu, tapi kamu malah main gila dengan wanita lain yang belum jelas bebet bibit bobotnya. Sekarang kamu menyesal sudah tidak ada gunanya. Kania sudah bahagia dengan keluarga barunya. Gisel dan Gladys juga sangat menyayangi Papa sambungnya, begitu juga dengan sebaliknya. Jadi kamu jangan coba-coba mengacaukan keluarga mereka. Sudah cukup kamu memberikan luka pada Kania serta cucu-cucuku" kata bu Ria panjang lebar...


..."Awalnya aku balik lagi kesini karena ingin merebut kembali Kania" ucap Marcel...


..."Jangan gila kamu Cel, cukup sudah kegilaan yang selama ini kamu perbuat. Ibu malu Cel dengan orang-orang" kata ibu Ria...


..."Terus itu kenapa dengan kakimu kok pakai tongkat" tanya bu Ria...


..."Kakiku diamputasi. 5 bulan aku di Kalimantan aku kecelakaan dan mengharuskan kakiku dipotong agar tidak semakin infeksi dan menyebar" jawab Marcel...


..."Mungkin itu dosamu karena dengan kakimu itu kamu salah langkah" kata ibu Ria...


..."Apa tidak ada maaf buatku bu" ucap Marcel sendu...


..."Selalu ada maaf. Tidak ada orang tua yang tidak memaafkan anaknya meski kesalahan cukup fatal" jawab bu Ria...


..."Terimakasih bu dan satu lagi kalo ibu mengijinkan"...


..."Aku ingin tinggal dengan ibu dan bapak" kata Marcel...


..."Boleh saja, kamu harus membantu bapakmu mengurus toko. Bapakmu sudah tua sering sakit-sakitan jadi sudah seharusnya kamu membantu kami" ucap bu Ria...


..."Iya bu terimakasih ibu udah memberi Marcel kesempatan" Marcel meneteskan air mata ...

__ADS_1


..."Sama-sama, berubahlah menjadi lebih baik" kata bu Ria...


..."Iya bu Marcel akan berusaha" ucap Marcel...


__ADS_2