
...Siang ini Alan datang kerestoran Gisel untuk makan siang. Alan juga sudah menyiapkan tempat spesial untuk acara malam mingguan nanti. Alan ingin menyatakan perasaannya sekali lagi pada Gisel, jika kali ini ditolak maka Alan akan mundur dan merelakan Gisel bahagia dengan pilihannya....
...Selama ini Gisel memang belum menunjukkan pukul ketertarikannya pada Alan. Gisel masih belum yakin dengan hatinya. Meski Alan telah berusaha tapi sejauh ini tidak mampu membuat hatinya Gisel bergetar....
..."Sel malam minggu nanti kita jalan ya". tanya Alan ditengah-tengah makannya...
..."Jalan kemana, kenapa mesti malam minggu seperti ABG mau kencan aja" tanya balik Gisel...
..."Ada satu tempat yang ingin aku tunjukkan ke kamu" jawab Alan...
..."Insya Allah, soalnya udah 2 malam ini aku nginep di rumah kak Bia. Kak Jo ada kerjaan diluar kota dan kasihan kak Bia sendiri makanya aku disuruh menemani" ucap Gisel...
..."Usahain bisa ya Sel, soalnya ini penting banget" mohon Alan...
..."Iya" jawab Gisel...
...Drrrt..... drrrt...... drrrt.........
...Hp Alan berdering. Ada nama Om Surya yang menghubungi. Alan segera menggeser tanda hijau untuk menjawab panggilannya....
..."Hallo assalamu'alaikum Om'' ucap Alan....
...Tidak berapa lama telepon mati dan Alan nampak pucat. Tangannya bergetar. Selama Gisel mengenalnya baru kali ini Gisel melihat sosok Alan yang lain....
..."Ada apa" tanya Gisel lembut...
..."Ayah kecelakaan dan sekarang dirumah sakit" jawab Alan lirih...
..."Rumah sakit mana, kita sekarang kesana aku temani" ucap Gisel dengan menggenggam tangan Alan...
...Alan tidak menjawab dan berdiri begitu saja. Gisel mengikuti langkah Alan menuju parkiran....
..."Biar aku yang bawa" Gisel meminta kunci mobil Alan...
...Tanpa banyak bicara Alan memberikan kunci mobilnya dan mengatakan nama rumah sakit yang dituju. Gisel mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Alan terlihat sangat panik. Selama perjalanan menuju rumah sakit hanya keheningan. Tidak ada yang berbicara. Gisel maupun Alan sibuk dengan pikirannya sendiri....
__ADS_1
...Alan sangat takut hal buruk terjadi pada ayahnya....
...Gisel memarkir mobilnya dekat pintu masuk. Begitu mobil berhenti Alan segera keluar tanpa menunggu Gisel. Alan berlari melewati lorong-lorong yang terasa begitu jauh....
...Gisel paham dengan kondisi Alan. Setelah memarkirkan mobilnya Gisel bertanya pada resepsionis lebih dulu daripada nyasar gak tau dimana ayahnya Alan dirawat. Setelah Gisel mengetahui letak ruang rawat ayahnya Alan, Gisel segera menyusul dengan setengah berlari....
...Ayahnya Alan masih diruang operasi. Dia mengalami hal luka parah dibagian kepalanya. Benturan yang sangat keras menimbulkan dirinya tidak sadarkan diri....
...Alan duduk berpelukan dengan bundanya. Gisel menghampiri dan duduk disamping bundanya Alan...
..."Sabar Tante" kata Gisel dengan menggenggam erat tangan wanita paruh baya yang mengenakan hijab merah maroon. Orang tuanya Alan sudah mengenal Gisel sebagai calon istrinya Alan...
..."Sel" bundanya Alan beralih memeluk Gisel....
..."Tante yang sabar ya, Om pasti baik-baik saja" ucap Gisel berusaha menenangkan calon ibu mertuanya...
...Tidak jauh dari duduknya ada orang yang menolong dan membawa ayahnya kerumah sakit. Menurut informasi dari orang yang menolongnya itu ayahnya menabrak pembatas jalan karena mengalami pecah ban dan mobilnya oleng, sialnya dari arah berlawanan ada mobil kontener yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan pun tidak bisa terhindarkan....
...Sopir mobil kontener sekarang diamankan polisi. Dia hanya mengalami cidera ringan berupa lecet-lecet dilutut serta mata kakinya. Selebihnya dia tidak mengalami apa-apa. Sedang mobilnya juga tidak mengalami rusak parah....
...Mobil ayahnya Alan masuk kebawah mobil kontener. Masih untung mobilnya tidak kelindes ban mobil kontener yang besar itu....
...Gisel setia berada disamping Alan meski keberadaannya tidak membantu. Gisel harus tetap ada saat Alan seperti sekarang ini. Gisel ikut merasakan sakit melihat Alan yang tidak seperti biasanya. Apakah Gisel sudah mulai jatuh cinta pada Alan? Tidak ada yang tau karena Gisel sendiri juga tidak tau....
...Gisel sudah mengabarkan pada Mamanya kalo Gisel sekarang ada dirumah sakit dan mungkin malam ini akan pulang larut. Mendengar itu Kania mengijinkan Gisel menginap menerima Alan. Kania juga mengirimkan makanan serta baju ganti untuk Gisel....
...4 jam sudah akhirnya operasi selesai. Dokter yang keluar tidak memberikan jawaban pasti saat ditanya Alan. Jawaban dokter menggantung "Kita berdoa yang terbaik dan serahkan semuanya kepada sang pencipta"....
...Mendengar itu Alan menundukkan kepalanya dan setetes buliran bening lolos dari matanya. Gisel yang menyadari Alan tengah menangis segera memeluknya dan berusaha menguatkan hatinya. Sedangkan bundanya Alan sudah tidak ada disampingnya karena dibawa dr Maura untuk istirahat diruangannya....
...Alan ditemani Gisel menemui dokter dan bertanya secara spesifik kondisi ayahnya. Intinya ayahnya sekarang kritis. Semua sudah dilakukan sesuai prosedur. Mengingat kecelakaan yang dialami sangat parah. mobilnya saja ringsek parah bahagia samping. Karena mobil keadaannya melintang menghadang jalan....
..."Alan sabar ya. Kita berdoa saja semoga Om segera diberikan kesembuhan" ucap Gisel yang terus berada disamping Alan...
..."Makasih Sel, kamu mau menemaniku" ucap Alan lirih...
__ADS_1
..."Kamu makan dulu, Mama ngirim makanan buat kita. Kamu butuh tenaga untuk jagain Om. Kamu laki-laki harus kuat menghadapi semua ini. Ini cobaan jadi yang sabar ya" kata Gisel...
..."Kamu makan aja, aku belum lapar" kata Alan...
...Gisel membuka makanannya dan menyodorkan sesendok nasi goreng plus lauk kemulut Alan...
..."Ak...... buka mulutmu. Kita makan sama-sama, aku suapin" paksa Gisel...
...Melihat wajah imut Gisel, Alan dengan tidak selera membuka mulutnya dan memakan suapan yang Gisel berikan. Dengan malas Alan menguyah makanannya. Hanya beberapa suap saja Alan sudah tidak mau lagi. Gisel juga menyudahi makannya karena Alan gak mau makan. ...
..."Kok udahan" tanya Alan melihat Gisel menutup kotak makanannya yang baru sedikit dimakannya...
..."Kamu gak mau makan jadi aku juga gak akan makan" kata Gisel cuek ...
...Alan mengambil alih kotak makannya dan membuka kembali. Alan menyuapkan untuknya terlebih dulu setelah baru menyuapkan untuk Gisel. ...
..."Ak...." Alan menyodorkan sesendok nasi dengan lauk ...
..."Kita habiskan makanan ini. Kasihan Mama udah repot-repot nganterin malah gak dimakan" kata Alan...
..."Mama, yang ngantar makanan mamahku bukan bundamu" sela Gisel ...
..."Kan bentar lagi bakal jadi Mamahku juga, Mama mertua" ucap Alan...
..."Aku kan belum setuju" ucap Gisel ...
..."Makanya cepat setujuin" kata Alan ...
..."Ini namanya lamaran gitu maksudnya" tanya Gisel ...
..."Terserah kamu mengartikan gimana. Kalo kamu mengiyakan aku udah nyiapin tempat untuk acara lamaran aku nanti, tapi sepertinya harus ditunda dulu sampai keadaan ayah membaik" kata Alan ...
..."Aku mau" jawab Gisel cepat ...
..."Mau apa" Alan ingin mendengar jawaban Gisel lebih jelas...
__ADS_1
..."Aku mau menikah denganmu Alan" ucap Gisel malu-malu...
..."Serius Sel, Terimakasih sayang udah mau menerima aku. I love you. Cup" ucap Alan bahagia dengan mendaratkan satu kecupan dikening Gisel. Ini berita buruk sekaligus bahagia ...