KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 6


__ADS_3

Pagi ini Marcel pulang kerumahnya Kania. Tapi rumahnya sudah sepi tak berpenghuni. Gerbang digembok. Marcel kembali kemobil dan mengambil kunci yang dibawa. Marcel buka gerbangnya kemudian memasukkan mobilnya kehalaman.


Masuk rumah dengan kunci yang dibawanya. Kosong tidak ada penghuninya. Sedangkan isinya terlihat berantakan. Semua foto foto keluarga hancur tak tersisa. Benar saja sebelum Kania meninggalkan rumah ini Kania menghancurkan semua barang kenangannya dengan Marcel.


Foto pernikahan foto dengan anak-anak semua barang yang berhubungan dengan Marcel dihancurkan dan ditinggal begitu saja. Mungkin itu gambaran hancurnya hati Kania.


Pertama yang didatangi meja makan. Kosong. Tidak ada orang. Marcel berlari menuju kamarnya. Kosong juga. Kamar putrinya juga sama. Marcel kembali kekamarnya dan membuka lemari.


Matanya melotot karena semua barang-barangnya Kania tidak ada ditempatnya. Baju baju sepatu tas perhiasan semua tidak ada. Marcel sadar kalo Kania pergi ninggalin dia.


Marcel melihat kamar putrinya kembali semua sama. Barang barang putrinya juga sudah tidak ada ditempatnya. Marcel merogoh saku celananya. Mengambil ponsel mencoba menghubungi Kania namun nihil. Hp Kania non-aktif. Menghubungi putrinya hasilnya sama hp putrinya juga diluar jangkauan.


Marcel bergegas keluar rumah, bertanya satpam kompleks, siapa tau ada yang melihat Kania dan putrinya.


"Pak, kalian ada yang tau gak Kania pergi kemana dengan putrinya" tanya Marcel pada salah satu satpam yang jaga


"Bapak ini gimana sih. Bu Kania itu kan isterinya pak Marcel masa nanyanya sama kita, yang benar aja pak" jawab sisatpam


"Gini lo pak, aku dua hari keluar kota, baru pulang pagi ini. Tapi rumah sepi dan didalamnya berantakan. Saya sudah hubungi istri saya tapi tidak terhubung, takutnya telah terjadi sesuatu gitu pak" alasan Marcel


"Rumah pak Marcel berantakan" tanya sisatpam yang terkejut mendengar ucapan Marcel


"Iya, apa ada kemalingan gitu pak selama saya gak ada. Trus keluarga saya sekarang dimana pak" tanya Marcel yang sudah panik


"Kalo kemalingan sepertinya enggak deh, soalnya kemarin siang Bu Kania dan non Gisel non Gladys pergi dengan Sri juga. Dan kalo semalam terjadi pencurian dirumah pak Marcel sepertinya tidak mungkin karena semalam yang jaga saya dan tidak ada yang aneh dari rumah pak Marcel. Memang dari sore lampunya sudah mati" jelas sisatpam


"Trus keluarga saya sekarang dimana pak" tanya Marcel lagi


"Coba pak Marcel ke restoran bu Kania, barang kali Bu Kania ada disana" kata sisatpam


"Astaga pak gak kepikiran. terimakasih pak" Marcel berlari menuju mobilnya dan dengan cepat melajukan mobilnya menuju restoran istrinya.

__ADS_1


Didalam mobil Marcel tak henti-hentinya menghela nafas. Baru segini aja udah nyesel banget menghianati istrinya. Marcel benar benar cemas. Gimana kalo Kania pergi jauh membawa putrinya. Gimana kalo Kania ketemu orang jahat. Gimana kalo Kania ketemu laki laki dan Kania jatuh cinta. Gimana kalo putrinya juga setuju. Banyak gimana gimana yang berputar diotak Marcel. Berkali-kali Marcel memukul setir yang tidak bersalah. Jalanan yang padat menambah kegelisahan Marcel.


Butuh waktu satu jam lebih untuk sampai direstoran istrinya. Padahal kalo ditempuh tidak dijam sibuk seperti ini hanya memakan waktu 40 menit.


Begitu sampai Marcel memarkirkan mobilnya asal. Dirinya bergegas keluar dari mobil dan lari keruangan istrinya. Bahkan para pegawai yang baru datang dan menyapa tidak dihiraukan. Marcel membuka pintu ruangan dengan kasar. Diedarkan pandangannya. Kosong tidak ada tanda-tanda istrinya berada. Marcel menemui Fara salah satu orang kepercayaannya Kania.


"Fara" panggil Marcel


"Iya pak Marcel ada yang bisa saya bantu" jawab Fara sopan


"Istri saya gak datang kesini Fara" tanya Marcel


"Enggak pak, udah hampir seminggu bu Kania tidak datang kesini" jawab Fara


"Kira kira kamu tau gak dimana Kania saat ini" Marcel


"Maaf pak saya tidak tau. Lagian bapak ini aneh, bapak kan suaminya masa keberadaan istrinya saja tidak tau" sindir Fara


"Aku lagi ada masalah dengan Kania dan dia kabur dari rumah" jawab Marcel lesu


Marcel membulatkan matanya terbelalak, ternyata Fara sudah tau.


"Kenapa pak kok melotot. Semua orang sudah tau pak kalo pak Marcel menikah kembali dan kalo bu Kania ninggalin pak Marcel itu sih wajar" Fara


"Kania cerita ya sama kamu" Marcel


"Enggak bu Kania tidak cerita apapun sama kita kita yang disini. Kita tau dari sosial media kan pernikahan bapak dengan selingkuhan bapak diunggah di media sosial" jawab Fara


"Satu lagi pak bilangin sama pelakor itu kalo mau makan disini gak usah sok jadi bos disini. Ini restoran bu Kania jadi dia tidak ada hak untuk ikut ngatur" Fara


Lagi lagi Marcel melotot tidak percaya

__ADS_1


"Masih ada lagi pak yang perlu ditanyakan, soalnya saya masih banyak pekerjaan" ucap Fara


"Tidak ada maaf mengganggu" kata Marcel


"Pak penyesalan itu datangnya selalu belakangan. Mungkin sekarang istri muda bapak lebih menggairahkan ketimbang bu Kania, tapi satu hal yang harus bapak ingat, rumah tangga tidak cukup hanya puas diatas ranjang. Permisi pak" Fara meninggalkan Marcel yang terbengong ditempatnya.


Marcel diam saja karena yang diomongin pegawai istrinya itu benar. Nyatanya meski Selly mampu memuaskan hasratnya diatas ranjang melebihi kania, tapi pelayanan lain tidak ada yang bisa seperti istrinya Kania.


Selly tidak bisa masak tidak mau beres beres tidak mau melakukan pekerjaan rumah. Marcel meninggalkan restoran dengan hati dan pikiran yang tinggal setengahnya. Setengahnya tidak tau kemana perginya mungkin ikut pergi Kania.


Ditempat lain Kania sedang merenungi nasib rumah tangganya yang hancur berantakan. Dia harus menata ulang hidupnya. Semua mimpinya harus kandas ditengah jalan. Kania harus kuat menghadapi ini semua demi kedua putrinya.


"Ma, lusa Gladys udah masuk sekolah kembali. Kita pulang ya ma" kata Gladys


"Iya kita pulang besuk. Bereskan barang barang kalian Mama tidak mungkin sembunyi terus" Kania


"Mama harus kuat ada kita yang akan selalu ada buat Mama " Gisel


"Apapun keputusan yang Mama ambil nanti kita akan dukung Mama sepenuhnya" Gladys


"Terimakasih ya anak-anak Mama. Kalian berdua harta Mama yang paling berharga. Jangan tinggalin Mama ya, Mama sayang kalian " Kania


"Kita juga sayang Mama. Semangat ma kita hadapi bareng-bareng. Lupakan Papa " Gladys


"Makasih ya nak" Kania


"Sama-sama ma" Gisel


Ketiganya berpelukan saling menguatkan satu sama lainnya.


"Ma, aku kok masih gak habis pikir dengan Papa kok bisa melakukan ini semua sama Mama. Apa sih kurangnya Mama heran deh" Gisel

__ADS_1


"Gerak geriknya tiap hari juga gak ada yang mencurigakan, gak pernah ribut sama Mama tiba-tiba pulang bawa racun. Aku bener bener kecewa sama Papa " Gladys


"Kita gak tau sayang, hatinya manusia tidak ada yang tau, mungkin Papa udah bosan sama Mama makanya papa cari daun muda yang fresh dan berisi. Kalo papamu dari awal bilang Mama akan melepaskan papa dengan ikhlas tidak seperti ini" Kania


__ADS_2