
...Berkat bujuk rayunya akhirnya hari ini Yuda bisa berangkat keluar kota guna menyelesaikan pekerjaan yang tidak bisa diurus oleh asistennya. Pastinya sebelum pergi dipenuhi drama yang menggelikan. Gisel Gladys serta Jovan siap siaga menemani Mamanya. Kania dengan berat hati melepaskan kepergian suaminya. Suaminya pergi bekerja tapi sikap Kania seolah Yuda akan pergi jauh dan tidak akan kembali....
...Kania menepis rasa takutnya untuk melepaskan suaminya pergi bekerja. "Kania mas Yuda hanya pergi kerja, dia pasti kembali kesisimu" batin Kania...
...”Sayang mas berangkat dulu ya, jaga diri dan kandunganmu. Kalo butuh sesuatu minta pada anak-anak. Mas akan secepatnya pulang" kata Yuda yang berpamitan....
...Kania diam aja tidak merespon ucapan suaminya. Air matanya menetes tanpa mau dicegah. ...
..."Sayang kok nangis sih, mas gak tenang perginya kalo kamu nangis gini" Yuda mengusap jejak air matanya dengan jarinya...
..."Aku gak papa mas, pergilah" Kania menggenggam tangan suaminya....
..."Yakin" tanya Yuda...
...Kania mengangguk "Insya Allah, semoga mas segera menyelesaikan kerjaannya dan cepat kembali" ucap Kania yang menahan tangisnya....
...Gisel yang melihat Mamanya yang sekarang jadi cengeng cuma diam aja. ...
..."Ayo ma masuk, biarkan Daddy berangkat, nanti telat lo" ajak Gisel...
..."Sel jagain Mama Ya selama Daddy pergi Gladys juga kamu Jovan jagain Mama" kata Yuda...
..."Sip Daddy Mama aman sama kita-kita" jawab Gladys dengan mengacungkan jempolnya...
..."Sayang mas berangkat dulu, cup cup cup cup" Yuda mencium kening pipi kanan kiri terakhir perut istrinya....
..."Hati-hati" ucap Kania yang memcium punggung tangan suaminya dengan takzim....
...Jovan Gisel serta Gladys ikut melakukan hal yang sama. Yuda pergi dengan sopir dan dua bodyguard....
...Perasaan Kania tidak enak. Jika bisa meminta dia ingin suaminya kembali lagi kerumah dan kalo misalkan ketidak hadiran Yuda didenda Kania siap menanggung denda itu. Tapi apa daya suaminya sudah pergi, sudah hilang dari pandangan mata....
..."Ayo ma masuk" ajak Gisel...
...Kania menurut apa kata putrinya. Untuk menghilangkan rasa yang berkecamuk Kania menanyakan soal restoran yang sekarang dikendalikan oleh putrinya....
..."Restoran gimana" tanya Kania...
__ADS_1
..."Aman ma, kemarin Daddy ngasih saran kalo weekend diadakan promosi biar tambah rame" jawab Gisel...
..."Terus rencana kalian" tanya lagi Kania...
..."Rencana kita weekend mau promosi resep baru. Beli nasi team gratis es teh manis" sambung Gladys...
..."Bagus, anak-anak Mama makin kreatif. Kalo kakak kerjaan dikantor gimana? Lancar" tanya Kania pada Jovan...
..."Alhamdulillah ma semua lancar. Orang-orang disana tidak segan membantu Jo menyelesaikan pekerjaan Jo. Taunya mereka Jo anak magang" jawab Jovan...
..."Mereka gak tau kak kalo kakak anak CEO mereka" tanya Gisel...
..."Aku gak mau mereka tau dulu, biar nanti jadi kejutan jika sudah saatnya aku yang memimpin mereka" jawab Jovan...
..."Wuih keren, belajar dari bawah biar tau rasanya jadi bawahan ya kak" ucap Gladys...
..."Yap bener banget" Jovan mengacungkan jempolnya...
..."Bagus itu Jo, jika nanti jadi pemimpin jadilah pemimpin yang amanah, jangan semena-mena sama bawahan. Kalo tidak ada bawahan tidak akan mungkin ada atasan" kata Kania...
..."Iya Ma, semoga Daddy dan Mama bisa bangga denganku" kata Jovan...
..."Terimakasih Mama" ucap ketiganya kompak...
..."Kalian gak ada yang kuliah" tanya Mama...
..."Gladys masuk jam 10" jawab Gladys...
..."Gisel free" jawab Gisel...
..."Jo kekamar dulu ya mau siap-siap mau kuliah" ucap Jovan...
..."Ya" Kania mengangguk...
...Gisel dan Gladys serta Kania duduk digazebo belakang dekat kolam renang. Mereka duduk bercerita seputar kegiatan masing-masing....
..."Ma, sekarang Papa tinggal dirumah nenek" ucap Gisel...
__ADS_1
..."Bagus deh jadi Papamu ada temannya" kata Kania...
..."Iya Ma, semoga Papa bisa lebih baik kalo tinggal bareng nenek" kata Gladys...
..."Maksudnya" Kania mengernyitkan keningnya...
..."Sebenarnya Papa kembali kesini karena ingin kembali dengan Mama, Papa berniat merusak kebahagiaan Mama dengan Daddy" ucap Gladys hati-hati...
..."Dasar manusia tidak tau diri" geram Kania...
..."Terus" ...
..."Sebelum melancarkan niatnya udah kebaca gelagatnya ma kita, jadi kita langsung marahin aja. Kita sempat ngancam tidak akan menganggap Papa lagi kalo Papa menghancurkan kebahagiaan Mama" kata Gisel...
..."Dan ancaman kita sepertinya berhasil. Kita juga mengadukan ini pada nenek waktu jenguk kakek waktu dirumah sakit. Dan nenek juga memarahi Papa habis-habisan" cerita Gladys...
..."Bapak sakit? Sakit apa" tanya Kania...
..."Kena serangan jantung, tapi sekarang udah pulang dan Papa sekarang yang mengurus toko kakek" ucap Gisel...
..."Syukurlah, maafin Mama ya Mama gak bisa jengukin kakek kalian" kata Kania...
..."Santai Mama, doakan saja kakek kembali normal seperti sebelumnya " kata Gisel...
...Kania mengangguk. "Mama kekamar dulu, kamu mau kuliah Dys, siap-siap ini udah jam 9" kata Kania yang pergi meninggalkan putrinya...
..."Siap Mama" jawab Gladys...
...Semua pergi kekamar masing-masing. Gladys bersiap hendak kuliah, Gisel tidak ada kegiatan. Dia harus ada dirumah menemani Mamanya. ...
...2 jam perjalanan. Yuda akhirnya sampai ditempat tujuan. Yuda segera memberi kabar pada istrinya kalo dirinya sudah sampai. Yuda menelpon istrinya tapi berkali-kali tidak diangkat akhirnya Yuda mengirimkan pesan wa. ...
...Yuda segera menemui Bram yang sudah lebih dulu ada disini. Bram menceritakan semua permasalahan disini. Bram juga menyerahkan beberapa berkas. Yuda dan Bram segera bertindak untuk menyelesaikan kendalanya. Bukan masalah besar, cuma masalah kecil. Ini mah lebih kearah modus aja sih menurut Yuda. Bram juga sependapat dengan bosnya....
...Yuda bersiap-siap bertemu klien yang meminta dirinya langsung yang menemui. Tapi bukan Yuda namanya kalo tidak bisa membaca gelagat tersembunyi dari maksud itu....
...Kliennya ingin bertemu Yuda dihotel berdua. Yuda menolak mentah-mentah karena Yuda ada maksud terselubung dibalik kerjasama itu. Yuda mengirimkan pesan lewat asistennya kalo klien tetap ingin bertemu dengan dihotel dan cuma berdua maka proyek yang sekarang sedang berjalan akan dibatalkan. Dan rupanya ancaman Yuda cukup jitu. Kliennya mengubah tempat pertemuannya. Yuda beserta asistennya serta bodyguardnya menemui klien ditempat terbuka. Dengan terpaksa klien menyetujui. Yuda segera menyerahkan berkas yang harus ditandatangani. Yuda tidak mau buang-buang waktu untuk meladeni klien yang tidak seberapa memberikan keuntungan tapi sangat potensial....
__ADS_1
...Dengan wajah ditekuk klien menandatangani berkas-berkas yang disodorkan Yuda. Yuda beserta teamnya juga tidak menyentuh makanan yang telah disediakan pihak klien menghindari segala kemungkinan. Tanpa basa-basi setelah penanda tanganan selesai Yuda segera pergi meninggalkan tempat itu. Kliennya mengeram marah karena usahanya untuk menjerat milyarder seperti Yuda gagal total. ...
...Karena cuma itu permasalahan yang dihadapi, setelah dari ketemu klien Yuda memeriksa secara langsung pengerjaan proyek. Dilokasi proyek Yuda tidak lama. Setelah mengecek semua sesuai maka Yuda segera meninggalkan tempat Dan tidak perlu menyewa hotel untuk istirahat Yuda langsung bertolak kembali ke Jakarta....