KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 42


__ADS_3

...Pagi ini Gisel dan Gladys kembali menemui Papanya. Tidak seperti kemarin hari ini mereka datang hanya berdua tidak diantar Yuda. Mereka sudah mendapat ijin dan harus kembali ke hotel sebelum magrib. Keduanya menyanggupi syarat dari Mamanya. Mereka datang membawa makanan. Gisel dan Gladys tidak berniat jalan-jalan. Mereka hanya menginginkan dekat dengan Papanya....


...Tok....tok.....tok........


..."Assalamualaikum Papa" panggil Gladys didepan pintu...


..."Wa'alaikum salam " jawab seorang laki-laki dari dalam rumah...


..."Kalian udah datang, dengan siapa" tanya Marcel berharap Kania ikut datang...


..."Berdua pa, Daddy sama Mama mau jalan-jalan jadi mereka gak bisa kesini'' jawab Gladys...


..."Marcel bangun, buat apa Kania datang kesini, kamu itu cuma mantan yang udah menyakiti hatinya" batin Marcel...


..."Papa udah sarapan belum, kita bawa makanan untuk Papa, Daddy tadi yang beli saat kita sarapan bareng" kata Gisel...


..."Terimakasih sayang tapi Papa baru aja sarapan, tadi dikasih tetangga" bohong Marcel...


..."O mubazir dong kalo gitu'' kata Gisel manyun...


..."Enggak, sini biar Papa simpan buat makan nanti siang" Marcel meraih bungkusan itu...


..."Pa nanti kalo balik ke Jakarta Papa ikut balik juga ya, biar kita gampang nengokin Papa" ucap Gladys...


..."Papa lebih baik disini aja sayang, di Jakarta Papa sudah tidak punya apa-apa" jawab Marcel...


..."Di Jakarta Papa punya kita. Nenek sama kakek juga terus nyariin Papa, apalagi sekarang kakek sering sakit-sakitan karena mikirin Papa yang tidak ada kabar" cerita Gladys...


..."Mungkin jika Papa kembali kakek akan kembali sehat seperti sediakala" Gisel...

__ADS_1


..."Papa pikir-pikir dulu ya" kata Marcel...


..."Mikirnya jangan lama-lama, disini kita cuma seminggu kita sudah harus balik karena Daddy banyak kerjaan" ucap Gisel...


..."Kalian sayang banget ya sama pak Yuda '' tanya Marcel...


..."Harus dong kita sayang sama Daddy sama seperti sayang kita sama Papa, Daddy memenuhi semua kebutuhan aku, kita diperlakukan seperti putri raja, kemana-mana ada sopir sekaligus bodyguard. Papa lihat didepan ada orang berpakaian serba hitam. Daddy tidak terang-terangan ngasih kita bodyguard karena kita menolaknya tapi Daddy tetap melakukan" ucap Gisel...


..."Beruntung ya kalian bisa orang tua yang mampu memanjakan kalian" ucap Marcel yang hatinya terasa nyeri putrinya membanggakan orang lain yang seharusnya itu untuk dirinya....


..."Biasa aja, toh selama ini kita juga udah dapet dari Papa. Bedanya sekarang lebih menyeluruh"...


..."Dulu juga Papa ngasih apa aja yang kita mau" kata Gladys...


..."Tapi apa yang Papa berikan itu tidak sebanding dengan apa yang diberikan Mama kalian. Mamamu perempuan kuat mandiri pinter. Papa aja yang bodoh menyia-nyiakan perempuan sebaik Mama'' sesal Marcel...


..."Sudahlah pa, move on. Papa harus bisa melupakan Mama dan memulai dengan kehidupan baru" ucap Gladys...


..."Kalo kebahagiaan Papa itu kita, ayo ikut kita balik ke Jakarta" ucap Gisel...


..."Akan Papa pikiran, semoga nanti jawaban Papa tidak mengecewakan kalian. Papa sayang kalian" Marcel...


Dihotel tempat Yuda menginap.


..."Mas" rengek manja Kania. Ini sudah pukul 11 tapi Kania baru membuka mata pasalnya semalam mereka tidak tidur....


..."Iya sayangku" jawab Yuda tak kalah manja...


..."Badanku sakit semua, hiks ini ulah kamu mas" keluh Kania...

__ADS_1


..."Hehehe maaf sayang habisnya kamu sangat menggoda jadi mas gak bisa berhenti. Apa sekarang mau lagi" goda Yuda...


..."Mas, au" Kania turun dari ranjang...


..."Lihatlah untuk jalan saja susah, kamu bener-bener gila mas" ucap Kania lirih...


..."Seperti perawan saja" ucap Yuda dan sudah mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mandi....


..."Mandi sendiri apa mas yang man.... " tanya Yuda dan belum selesai sudah dijawab cepat oleh Kania...


..."Mandi sendiri" jawab Kania cepat...


...Cup. Yuda mencuri satu ciumannya dibibir tipis istrinya sebelum keluar dari kamar mandi....


...Yuda merapikan tempat tidurnya. mengganti seprey dan sarung bantal serta memunguti pakaian mereka yang berceceran dimana-mana. Yuda tertawa sendiri membayangkan betapa ganasnya dia semalam. Yuda menunggu istrinya selesai mandi dengan duduk dibalkon kamarnya. ...


...Didalam kamar mandi. ...


..."Mas Yuda bener-bener monster. lihatlah tubuhnya berubah jadi macan tutul. Astaghfirullah mas bahkan bokongku pun tak luput dari mulutmu" Kania menatap dirinya dicermin. Banyak bercak merah yang ditinggalkan suaminya ditubuhnya. ...


..."Dasar laki-laki, apa karena dulu aku gak suka kalo mas Marcel bikin tanda gini ditubuhku makanya mas Marcel singkuh" ...


..."Apa memberi kepuasan tersendiri membuat tanda seperti ini" ...


..."Untung aku berhijab, jadi tidak perlu susah-susah menutupi ulah manusia pamfir seperti ini" ...


...Kania terus ngomong sendiri sambil membersihkan diri. Tidak terasa waktunya dikamar mandi sudah satu jam. Kania keluar kamar mandi dengan jubah mandinya. Celingukan karena kamar sepi. Ranjangnya sudah rapi, seperynya sudah ganti. Pakaiannya yang berantakan juga sudah menghilang. Sudah rapi tapi kemana suaminya....


...Kania mengambil baju ganti dilemari dan segera mengenakannya. Hari ini Kania tidak berniat jalan-jalan. Setelah memakai pakaiannya Kania keluar menuju balkon. Rupanya suaminya yang dicari-cari tengah terlelap dikursi balkon kamarnya. Kania tersenyum mendapati suaminya tengah tertidur dengan posisi setengah duduk. Kania masuk kembali kekamarnya mengambil selimut. Kemudian Kania ikut tidur disamping suaminya. Yuda sempat terbangun tapi tidur lagi membawa istrinya kepelukannya dan mengarungi mimpi bersama. ...

__ADS_1


...Posisi tidur keduanya justru menambah rasa sakit dalam tubuhnya karena tidak bisa dengan leluasa bergerak. Tapi yang namanya lagi bucin kronis mau seperti apapun akan dibawa enak aja....


__ADS_2