KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 9


__ADS_3

"Sayang kamu kok ngomongnya gitu. Papa gak mau kehilangan Mama. Mama itu istri terbaik Papa. Papa mohon bujuk Mama untuk mencabut gugatannya dan selalu ada disisi Papa" Marcel


"Dasar egois" Gladys


"Semua keputusan ada ditangan Mama" Gisel


"Papa janji Papa akan memprioritaskan dan mengutamakan kalian dan Mama" Marcel


"Menjadi yang utama bukan jaminan untuk kesehatan hati Mama, kalo menjadi satu-satunya mungkin bisa dipertimbangkan" Gladys


"Anterin kita balik" Gisel


"Habisin dulu makanan kalian " Marcel


"Udah kenyang dengerin omongan Papa " Gisel


Gisel dan Gladys berdiri meninggalkan Marcel yang masih duduk termenung. Makanan yang dipesan tidak disentuh sama sekali. Marcel segera membayar tagihannya dan menyusul putrinya yang telah lebih dulu keluar.


Diseberang meja ternyata ada orang yang mendengarkan percakapan anak dan bapak barusan. Tangannya mengepal sampai memutih. Tidak terima dirinya dinomor duakan. Dengan rencana licik yang tersusun Selly beranjak dari tempatnya.


Sidang perdana perceraiannya Marcel dan Kania hari ini digelar. Marcel masih dengan gigih mempertahankan Kania sebagai istrinya. Marcel memang mengakui kalo dirinya telah menikah kembali, tapi pernikahannya itu hanyalah pernikahan siri jadi Kania masih menjadi istri sah satu satunya.


Agenda sidang hari ini mediasi antar keduanya. Sampai waktu sidang selesai tidak ditemukan solusi terbaik untuk keduanya. Kedua belah pihak ngotot dengan keinginannya. Kania ngotot pengen pisah sedang Marcel ngotot tidak ingin pisah dengan Kania.


Karena debat keduanya tak kunjung selesai terpaksa sidang dihentikan dan ditunda minggu depan.


Begitu keluar dari ruang sidang Kania segera meninggalkan pengadilan dengan langkah cepat. Marcel yang tidak mau kehilangan Kania melakukan hal yang sama. Selly yang ikut Marcel dalam persidangan itu merasa geram dengan kelakuan suaminya Marcel yang masih sibuk mengejar Kania. Sudah jelas Kania minta cerai tapi kenapa si Marcel masih tidak mau menceraikannya padahal sudah ada dirinya yang sekarang sedang mengandung anaknya.


"Kania" panggil Marcel


Seakan tuli Kania tidak menghiraukan panggilan Marcel malah mempercepat langkah kakinya hingga setengah berlari.


"Kania tunggu" panggil Marcel kembali


Kania segera masuk mobilnya dan menghidupkan dan segera pergi meninggalkan manusia yang telah menghancurkan hatinya yang masih berusaha mengejarnya.


"Mas" panggil Selly yang ikut mengejar Marcel

__ADS_1


Marcel menoleh dan dengan langkah cepat masuk mobilnya. Selly kira masuk mobil akan mengajak Selly pulang tapi nyatanya malah pergi meninggalkan Selly dan mengejar mobil Kania. Selly berusaha mencegahnya tapi kehamilannya membuat ia harus membiarkan suaminya mengejar istri pertamanya.


"Mas Marcel" teriak Selly dengan memegangi perutnya.


"Kapan sih mas kamu melihat aku seperti kamu melihat Kania. Seberapa pun usahaku ternyata tidak mampu membuatmu berpaling darinya bahkan kehamilanku saja tidak kau hiraukan" Selly


Marcel terus mengejar Kania. Kejar kejaran mobil sempat terjadi. Kania yang sadar diikuti Marcel malah menambah kecepatannya. Kania tidak menuju restorannya ataupun rumahnya. Kania menuju pantai. Meskipun matahari sedang terik teriknya tidak menyurutkan niat Kania. Begitu sampai Kania langsung turun dan duduk dibibir pantai. Kania bingung bagaimana caranya pisah dari Marcel.


Meski deburan ombak membasahi pakaiannya Kania tidak beranjak dari tempatnya.


Marcel sakit hatinya melihat Kania seperti ini. Marcel melangkah dengan pelan mendekati tempat Kania. Marcel memeluk Kania dari belakang.


Kania yang melihat ada tangan kekar melingkar ditubuhnya diam aja. Mungkin ini sebenarnya ungkapan hati Kania yang masih sangat merindukan pelukan tangan kekarnya. Tapi karena penghianatan yang dilakukan Marcel membuat Kania terpaksa harus menjauh dari Marcel.


Selama mereka menikah yang sudah hampir 17 tahun Marcel selalu memperlakukan dengan lembut. Masih sama seperti awal pernikahannya. Marcel yang membebaskan Kania untuk beraktifitas diluar rumah dan tidak menuntut macam macam begitu juga dengan Kania yang selalu melayani suaminya dengan baik, menyiapkan semua keperluan suaminya tanpa diperintah membuat Marcel tanpa disadari bergantung pada Kania. Meski gaji Marcel dibawah Kania, Kania tidak mempermasalahkan. Satu kesalahan Marcel membuat semua berubah total. Kania sekarang bukanlah Kania yang dulu sangat mencintainya.


Dulu Kania dengan mudahnya memaafkan semua kesalahan Marcel. Mungkin sikap pemaaf Kania pula yang membuat Marcel berkhianat. Sekarang Jangankan maaf melihatnya saja muak pengen muntah.


"Sayang aku minta maaf" ucap Marcel lembut


Kania masih diam membisu.


"Kania sayang mas minta maaf, maaf banget" rengek Marcel


"Semua sudah berakhir, keputusanku uda bulat. Aku mau kita pisah" Kania


"Mas mohon Kania, setidaknya pikirkan Gisel dan Gladys, gimana perasaan mereka kalo kita pisah" Marcel


"Sekarang baru ingat perasaan Gisel dan Gladys. Hallo kemarin kemarin kemana aja" Kania


"Mas khilaf Kania. Allah aja maha pemaaf, tapi kenapa kamu keras kepala banget " Marcel


"Aku Kania manusia biasa bukan Allah, jangan bawa bawa nama Allah untuk manusia rendahan sepertimu" Kania berdiri hendak melangkah tapi tangannya dicekal Marcel


"Kamu mau kemana, sampai kapan kamu menghindari aku terus" Marcel


"Selamanya" Kania

__ADS_1


Tring......ting......ting


Hp Marcel bergetar. Ada panggilan dari nomor tidak dikenal.


"Hallo"


"...................."


"Terimakasih aku segera kesana"


Marcel memutuskan sambungan telponnya.


"Maaf kania aku harus pergi Selly masuk rumah sakit, dia pendarahan" ucap Marcel.


Kania tidak menjawab dan malah melangkah menjauh dari Marcel.


"Kania, hatiku sakit melihatmu seperti ini, tapi semua sudah terlanjur. Nasi sudah menjadi bubur" Marcel


Marcel pergi meninggalkan Kania dan melajukan mobilnya kerumah sakit dimana Selly dirawat.


"Selly kenapa bisa sampai pendarahan" tanya Marcel begitu sampai ruang rawat Selly


"Semua ini karenamu mas" Selly


"Aku. Yang ngandung kan kamu" Marcel


"Iya kalo aja kamu mau mendengar panggilanku, aku tidak akan mengejar kamu yang lebih mementingkan mbak Kania yang sebentar lagi jadi mantan istrimu. Kalo sampai terjadi sesuatu dengan kandunganku itu semua salahmu mas" Selly


"Aku minta maaf " Marcel


"Jangan ulangi lagi, ini terakhir kalinya kamu acuhkan aku " Selly


"Iya, sekali lagi aku minta maaf" Marcel merasa bersalah. Biar bagaimanapun semua sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur, jadi jadikanlah bubur itu seenak mungkin.


Dari kejadian ini Marcel belajar menerima kesalahannya. Marcel sudah kalah. Tidak bisa mempertahankan Kania tetap jadi istrinya. Marcel akan mencoba menerima keputusan Kania, meski berat melepaskan istri sebaik Kania. Dan Marcel juga akan berusaha menerima Selly sebagai istri satu satunya. Dengan begitu Marcel masih bisa berhubungan dengan kedua putri kembarnya yang sudah remaja.


Mau berusaha sekeras apapun Kania sudah bukan miliknya lagi. Semua terjadi karena ketidakberdayaannya menolak pesona sang pelakor. Salahnya memang.

__ADS_1


__ADS_2