KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 16


__ADS_3

Sembilan hari sudah Gisel dirawat. Kini luka bekas operasinya sudah membaik, Luka dibagian wajahnya juga sudah mengering. Dokter sudah mengijinkan Gisel untuk rawat jalan.


"Kondisi pasien Gisel sudah lebih baik, sudah bisa untuk rawat jalan bu" kata dokter pada Kania yang ada diruangan


"Tiga hari sekali cek up kesini untuk memantau perkembangan hasil operasinya" imbuh sang dokter


"Baik dok terimakasih " ucap Kania


"Ini bu obat yang harus ditebus" dokter menyerahkan secarik resep


"Terimakasih dok" ucap Kania


"Gisel semoga lekas sembuh, jangan lupa minum obatnya yang teratur" ucap sang dokter.


"Iya dok terimakasih" ucap Gisel


"Permisi bu Kania Gisel" pamit dokter keluar ruangan.


Kania merogoh ponselnya menghubungi bibik untuk datang kerumah sakit membantu membereskan barang-barangnya.


"Kamu sendiri disini gak papa ya Sel, Mama mau menyelesaikan administrasi dulu" kata Kania pada putrinya


"Gak papa ma tinggal aja" kata Gisel


"Bentar lagi bibik datang, kabari Gladys kalo kamu udah dibolehin pulang, nanti dia pulang sekolah langsung kesini kita udah gak ada" kata Kania


"Iya Ma" jawab Gisel


Kania membayar semua biaya perawatan Gisela selama 9 hari dan biaya operasi juga. Sebenarnya Marcel pernah memberikan uang untuk pembayaran biaya perawatan Gisel, tapi Kania menolak karena Kania sudah tidak mau lagi ada hubungan apapun dengan Marcel termasuk urusan kedua putrinya. Apalagi setelah tau siapa dibalik celakanya putrinya menambah kebencian Kania pada Marcel saja.


Sebelum kecelakaan terjadi Kania masih santai membiarkan Marcel berhubungan dengan anaknya. Dan setelah kejadian ini jangan harap Kania akan mentolerir lagi. Kania tipe ibu yang sangat oper protektif dan juga posesif.


Marcel menyadari semua ini konsekuensi yang harus diterimanya. Marcel memutuskan akan menjauh dari kehidupan Kania dan kedua putrinya meski sulit dilakukannya. Marcel hanya memperhatikan dari jauh, tidak mau berinteraksi langsung yang akan semakin menambah luka pada mereka.


"Mbak saya mau menyelesaikan administrasi atas nama pasien Gisela" kata Kania pada petugas administrasi


"Sebentar bu saya lihat dulu" jawab si mbak


"Pasien atas nama Gisela Zaveka semua biaya rumah sakit sudah dilunasi bu" kata si mbaknya


"Sudah lunas mbak, siapa yang melunasi" tanya Kania bingung


"Maaf bu disini tidak tertera nama yang membayar bu" jawab si mbak


"Kalo dilihat dari waktunya baru satu jam yang lalu bu pembayaran dilakukan " tambah si mbak


"Terimakasih mbak kalo gitu" Kania pergi gitu aja.


Kania mencoba menghubungi Marcel dia harus tau siapa yang membayar biaya perawatan Gisel yang tidak sedikit itu. Panggilan pertama tidak diangkat. Kania mencoba lagi sama tidak diangkat juga. Setelah panggilan ketiga baru diangkat oleh Marcel.

__ADS_1


"Hallo Kania ada apa telpon" tanya Marcel dari seberang


"Ngapain kamu bayarin biaya perawatan Gisel " tanta Kania to the point


"Maksudnya" tanya Marcel pura pura gak tau


"Gak usah pura-pura gak tau. Kamu kan yang melunasi administrasi rumah sakit" tanya ulang Kania


"Enggak Kania aku gak nglakuin" jawab Marcel bohong


"Jangan bohong, sekarang juga aku akan transfer balik" ucap Kania dengan nada yang meninggi


"Serius Kania bukan aku yang bayar" kekeh Marcel


"Kania" panggil ibu mertuanya


"Ibu" Kania menoleh pada ibunya Marcel


"Ibu yang sudah membayar biaya perawatan Gisel" kata ibu yang tau kalo itu Marcel yang melakukannya


"Kenapa ibu lakukan ini, aku jadi gak enak" jawab Kania merasa tidak enak


"Gisel itu cucu ibu, kamu mungkin memang kecewa dan benci sama Marcel tapi please ini ibu yang bayar bukan uang dari Marcel jadi kamu harus terima. Ibu akan sangat marah sama kamu kalo kamu menolaknya. Ibu tau kamu mampu tapi tolong biarkan ini ibu yang bayar" ucap bu Ria ibunya Marcel


"Tapi kebutuhan ibu sendiri banyak dan bapak sudah tidak bekerja lagi" kata Kania sendu


"Ibu jangan ngomong seperti itu. Terimakasih bu" Kania memeluk ibu mertuanya. Meskipun hubungannya dengan Marcel hancur tapi tidak dengan hubungan dengan mertuanya. Nyatanya kedua mertuanya mendukung sikap Kania yang tegas minta pisah pada Marcel.


"Gisel" ibu Ria menghampiri cucunya yang sudah siap untuk pulang


"Nenek" jawab Gisel antusias


"Sudah beres semuanya bik" tanya Kania pada bibik


"Sudah Nya" jawab bik Sri


"Siap pulang sayang" tanya Kania


"Sangat siap Mama" jawab Gisel semangat


"Ayo" nenek menggandeng tangan kiri Gisel sedang Kania berjalan disebelah kanan Gisel. Barang barangnya dibawa bibik lebih dulu.


Diparkiran bibik ketemu pak Yuda. Bibik menyapa sebentar. Yuda tidak jadi masuk, Yuda menunggu Kania didekat mobilnya.


"Pak Yuda" sapa Kania begitu sampai dimobilnya.


"Sini biar aku yang bawa mobilnya" kata Yuda dengan meminta kunci mobil Kania


"Apa tidak merepotkan pak" tanya Kania

__ADS_1


"Tidak, ini kan jam makan siang" jawab Yuda


"Bu" Yuda menyalami ibu Ria


"Ini pak Yuda bu, kemarin yang bawa Gisel kesini" kata Kania


"Mertuanya Kania, lebih tepatnya mantan mertua" jawab Bu Ria


"Yuda" balas Yuda


"Terimakasih sudah nolongin cucuku" ucap bu Ria


"Sama-sama bu, sudah sewajarnya kita saling tolong menolong" jawab Yuda


Kania masuk mobil duduk didepan disebelah Yuda. Gisel dan neneknya serta duduk dibelakang. Didalam mobil hening tidak ada obralan. Mereka merasa canggung untuk memulai obralan.


"Terimakasih pak Yuda udah mau ngantar kita pulang, padahal aku bisa sendiri" kata Kania membuka obrolan


"Santai Kania, kebetulan juga jam istirahat, gimana Sel sudah bisa pulang" tanya Yuda yang melirik kearah Gisel lewat spion.


"Uh seneng banget Om, seminggu lebih dikurung dalam kamar seperti dipenjara aja" jawab Gisel antusias


20 menit perjalanan dari rumah sakit kerumah. Kini Yuda telah sampai halaman rumah Kania. Marcel saja belum tau rumah Kania yang ini. Semenjak keluar dari rumah yang dulu Kania tidak mau memberitahu rumahnya pada Marcel. Kania bener bener sudah mengatur hidupnya agar tidak bersinggungan dengan mantan suaminya itu.


"Sekarang kamu tinggal disini Kania" tanya mertuanya


"Iya bu" jawab Kania


"Kita bertiga tinggal disini nek, jadi kalo nenek kangen ma kita datang aja kesini" kata Gisel


"Masuk dulu pak" Kania menawari masuk Yuda


"Apa gak merepotkan Kania" tanya Yuda


"Enggak lah" Kania


Kania berjalan membuka pintu rumahnya. Mempersilahkan ibu mertuanya serta Yuda masuk kedalam. Bibik menurunkan barang barangnya. Kania menyuguhkan kopi serta camilan untuk tamunya.


"Kania ibu langsung pulang aja ya" pamit bu Ria


"Kok buru buru bu" tanya Kania


"Ini bapakmu udah nelponin dari tadi" jawab bu Ria


"Sekali lagi terimakasih ya bu" kata Kania


"Iya" jawab bu Ria


Bu Ria pulang dari rumah cucunya itu, sebenarnya bukan ditelpon suaminya tapi tidak enak karena ada Yuda disana. Bu Ria merasa tidak bebas mau bercerita dengan cucunya.

__ADS_1


__ADS_2