KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 21


__ADS_3

...Kania duduk termenung memikirkan ucapan putrinya semalam....


..."Apa aku harus menikah lagi"...


..."Apa pak Yuda orang yang tepat"...


..."Gimana kalo nanti terulang lagi"...


..."Tapi yang dikatakan anak-anak ada benernya juga"...


..."Tidak selamanya anak-anak ada disampingku, mereka punya kehidupan sendiri bakal punya keluarga sendiri punya anak punya kesibukan sendiri" ucap Kania...


......"Apa aku coba buka hati buat pak Yuda, selama ini orangnya baik, selalu ada saat aku butuh sabar dan yang terpenting setia, dia menduda cukup lama. 10 tahun apa dia gak laku atau karena dia pemilih dan trauma sepertiku" kata Kania lagi.......


..."Ah bodo amat, mau sendiri dulu, nikah lagi pikirkan sambil jalan, toh besuk putriku belum mau menikah" kata Kania dengan menarik selimut mencoba untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya....


...Seperti biasa Yuda datang dengan membawa makan buat sarapan dengan Kania dan kedua putrinya. Selama ini Yuda tidak pernah absen mengunjungi Kania tiap pagi. Dengan alasan yang sama numpang sarapan. Tapi kalo dipikir-pikir cuma numpang tempat sarapan. Soalnya makanannya dibawa sendiri....


..."Pagi semua" sapa Yuda seperti biasa menenteng paper bag berisi makanan. Sudah tidak heran kalau Yuda selalu bawa makanan dari luar....


..."Pagi" jawab Gisel dan Gladys...


..."Pagi" jawab Kania lirih...


..."Om, tiap pagi sarapan disini sendiri emang Jovan gak kasihan apa gak diajak buat sarapan bareng" tanya Gisel...


..."Dari dulu Jovan tidak pernah sarapan dirumah" jawab Yuda jujur...


..."Sarapan itu penting lo om" kata Gladys...


..."Om tau, om udah sering mengingatkan pada Jovan tapi tidak pernah diindahkan" kata Yuda...


..."Om tiap hari sibuk dekati Mama memang Jovan gak keberatan om" tanya Gisel...


..."Ya gak lah, dia pengen Daddy-nya cepat dapat jodoh" ucap Yuda dengan melirik Kania yang duduk didepannya...


..."Kita juga pengen Mama cepat dapat jodoh, ya paling gak bisa bantu Mama nyiapin sarapan" kata Gisel dengan senyum menatap Yuda dan Mamanya bergantian...


..."Punya suami kok cuma buat nyiapin sarapan" imbuh Gladys...


..."Menurut kamu suami buat apa" tanya Yuda...


..."Gak tau aku kan belum nikah om, nanti aku cari tau kalo udah ada yang mau nikahin aku" jawab Gladys santai...


..."Dulu waktu om masih seumuran kalian pengen cepet-cepet nikah biar ada yang menemani dan ngurus semua keperluan Om. Dari kecil om udah sendiri, ibunya om meninggal saat om kelas 3 SD. 2 tahun kemudian ayah pergi ninggalin om karena kecelakaan. Om diasuh sama adiknya ayah, meskipun orangnya baik Om merasa kurang nyaman tinggal dengannya. Saat masuk SMA Om pindah dari rumah Bulik, Om kerja paruh waktu buat biaya hidup. Alhamdulillah dari SMA sampai lulus sarjana Om dapat biasiswa jadi om gak harus mikirin biaya pendidikan. Yang Om pikirin cuma biaya buat makan besuk" cerita Yuda...

__ADS_1


..."Kasihan banget hidup om, terimakasih Mama selalu ada buat kita" ucap Gladys dan memeluk Mamanya dengan air mata yang telah menganak sungai dipipinya...


..."Sama-sama sayang, Mama akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kalian" ucap Kania...


..."Termasuk mau menikah lagi" imbuh Gisel...


......Kania menghela nafas mendengar perkataan putrinya didepan Yuda. ......


..."Terkadang semua yang kita mau tidak selamanya bisa terpenuhi, jadi kalo kita gagal mendapatkannya bukan berarti dunia berhenti. Kita harus berjuang dengan cara yang berbeda agar apa yang kita inginkan terkabul" ucap Yuda bijak...


..."Meleleh aku dengar kata-kata Om Yuda" ucap Gisel...


...Sedari tadi Kania hanya menjadi pendengar saja. Kania hanya melempar senyum sekali kali....


..."Kania dari tadi kami cuma diam aja, kamu sakit ya " tanya Yuda yang sudah menunjukkan wajah cemasnya...


..."Aku gak papa kok pak" jawab Kania...


..."Kita berangkat dulu Om Mama" ucap Gisel yang sudah menyodorkan tangannya minta salim...


..."Sarapannya udah habis" tanya Yuda...


..."Udah" jawab Gladys...


..."Hati-hati" ucap Kania...


...Yuda tersenyum mendengar itu....


..."Kenapa senyum senyum pak" tanya Kania...


..."Kania bisa kita bicara sebentar" kata Yuda...


..."Selesaikan sarapannya dulu" jawab Kania...


...Yuda mengangguk dan makan sisa sarapannya yang belum habis. Sementara Kania jantungnya deg degan seperti habis lari maraton menunggu Yuda mau bicara. Makanannya sama sekali tidak disentuh....


..."Kania kamu gak sarapan, kenapa makananmu cuma kamu aduk aduk doang" tanya Yuda...


..."Gak selera, saya tunggu didepan pak" Kania pergi meninggalkan Yuda sarapan sendiri...


..."Iya aku habiskan ini dulu" jawab Yuda...


...Kania menunggu Yuda dengan jantung yang berdetak tidak beraturan. Sangat cepat. Gugup grogi takut seneng jadi satu padahal belum tau apa yang akan diomongin Yuda....


..."Yuda keluar menatap Kania yang gelisah mondar-mandir. Jantung Yuda sendiri tidak beda jauh dengan yang dirasakan Kania. Yuda takut ditolak Kania lagi....

__ADS_1


..."Kania" Yuda menghampiri Kania yang tengah gelisah...


..."I...iya pak" jawab Kania gugup...


...Yuda menarik tangan Kania dan mengajak duduk dikursi teras. Yuda menggenggam tangan Kania. Tangan Kania berkeringat dingin....


..."Kania"...


..."Ya"...


..."Apa tidak ada kesempatan untuk aku membangun rumah tangga denganmu"...


..."Apa pak Yuda serius"...


..."Sangat serius Kania. Selama menduda aku belum pernah bertemu dengan wanita yang mampu membuat hatiku berbunga-bunga seperti saat bersamamu"...


..."Kenapa aku"...


..."Cinta tidak butuh alasan Kania"...


..."Aku nyaman sama kamu Kania, dalam hubungan yang terpenting kenyamanan yang lain bisa menyesuaikan dan mengikuti langkah kita....


..."Aku mencintaimu Kania dari dulu" ucap Yuda dengan menggenggam tangan Kania...


..."Dari dulu"...


..."Iya. Dari sewaktu kamu belum menikah dengan Marcel dan masih jadi karyawan aku. Mendengar keputusanmu nikah sama Marcel saat itu hatiku hancur dan untuk melupakan kamu aku menikai Ratih yang nyatanya tidak mampu membunuh perasaan padamu" jelas Yuda...


...Kania melotot tak percaya mendengar ucapan Yuda yang ternyata mencintainya dari dulu....


..."Maaf"...


..."Lupakan masa lalu yang terpenting masa sekarang dan kedepannya" ...


..."Aku mencintaimu. Aku ingin kita melewati hari tua bersama sama. Mendampingi anak-anak, menghabiskan waktu bersama. Aku hanya mau bersamamu" ...


..."Jangan takut membuka hatimu kembali. Aku yang akan menyembuhkan lukamu"...


..."Menikahlah denganku Kania" Yuda mengeluarkan kotak berbentuk hati dari saku celananya....


...Kania meneteskan air matanya. Senang terharu menjadi satu....


..."Aku tidak bisa menjawab sekarang pak, aku harus menanyakan pada anak-anak. Aku memang single tapi tidak sendiri. Jadi aku harus membicarakan ini pada Gisel dan Gladys dulu" jawab Kania. Kania sudah mengubah kata saya menjadi aku tanpa disadari....


..."Ya aku ngerti. Terimakasih sudah mau memberi aku kesempatan" Yuda mencium punggung tangan Kania...

__ADS_1


..."Ini kamu simpan aja, klo anak-anak udah setuju kamu bisa pakai dan aku akan segera menikahimu. Aku tidak mau lagi pacaran kita langsung menikah. Kita sudah tua gak perlu pacar pacaran " kata Yuda yakin...


...Wajah Kania memerah seperti seperti 🍅. Hati kedua manusia yang sudah tidak muda itu tengah berbunga-bunga. Wajahnya semringah. Seperti ABG yang baru jatuh cinta aja....


__ADS_2