KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 13


__ADS_3

Kania mendatangi kantor polisi ditemani Yuda. Yuda mendadak dekat dengan Kania setelah tau Kania telah resmi bercerai dari Marcel. Bahkan Yuda menyediakan pengacara untuk Kania. Sebenarnya Kania mampu kalo harus menyewa jasa pengacara tapi belum Kania lakukan. Setelah mendapatkan bukti CCTV dilokasi kejadian Kania segera menyerahkan pada pihak polisi sebagai bukti jika kecelakaan yang menimpa Gisel sebuah kesengajaan.


Seharian Kania sibuk dengan pelaporannya. Dia hanya menengok putrinya siang hari sebentar. Setelah itu kembali lagi melengkapi berkas laporannya. Kania kembali kerumah sakit pukul 3 sore. Dia masuk gitu aja tanpa melihat ada siapa diruang rawat Gisel.


Kania kaget begitu melihat ada Marcel disana. Meskipun Kania sudah memaafkan dan menerima semua penghianatan yang dilakukan Marcel tapi Kania enggan jika harus bertatap muka dengannya. Sebisa mungkin Kania menghindar.


"Kania. Dari mana aja kamu seharian, anak sakit bukannya jagain malah sibuk sendiri" ucap Marcel sinis


Kania membulatkan matanya mendengar ucapan mantan suaminya itu. Kania pergi seharian bukan jalan jalan, tapi mengurus pelaporan kecelakaan yang menimpa putrinya. Kania enggan menanggapi ucapan Marcel dan masuk kekamar mandi. Marcel merasa geram karena diabaikan oleh Kania.


Tiga puluh menit Kania keluar dari kamar mandi. Dengan rambut yang basah membuat Marcel susah payah menelan salivanya. Kania berjalan santai melewati Marcel yang duduk disofa.


"Sayang gimana keadaanmu" tanya Kania pada Gisel


"Udah mendingan ma, Mama capek banget ya" tanya Gisel


"Iya, ternyata banyak banget yang harus diurus, Mama harus bolak-balik kerumah terus kesini, tapi Alhamdulillah semua sudah beres sekarang tinggal tunggu tindak lanjutnya" jelas Kania pada putrinya


"Oh ya Gladys kemana sayang " tanya Kania yang sedari tadi tidak melihat putrinya Gladys


"Gladys kekantin sama bibik" jawab Gisel


"Mama udah makan "tanya Gisel


"Udah" jawab Kania


"Kania kamu dari mana aja sih jam segini baru pulang" tanya Marcel ketus


Lagi lagi Kania tidak menjawab pertanyaan mantan suaminya. Kania menganggap seolah Marcel tidak ada ditempat itu.


"Kania" suara Marcel naik satu oktaf


"Ini rumah sakit jika ingin buat keributan keluar" ucap tegas Kania


Marcel terbelalak mendengar Kania mengusir dirinya dari ruang putrinya.


"Aku disini jagain anakku" Marcel


"Kalo mau jagain Gisel diam gak usah banyak tanya" sinis Kania


Kania merogoh tasnya mengambil ponselnya dan menghubungi putri satunya lagi.


"Dys masih lama, klo udah buruan balik keruangan Gisel, Mama mau istirahat" kata Kania pada Gladys lewat sambungan telepon

__ADS_1


"Ok ma ini udah selesai" jawab Gladys


Tanpa menunggu Kania mematikan telponnya


"Sel ini makanan dari mana" tanya Kania yang melihat banyak buah dan makanan yang sama sekali belum disentuh


"Dari Papa" jawab Gisel


Kania duduk dikursi samping ranjang Gisel. Marcel masih duduk disofa. Suasana canggung tidak ada obrolan, kalo pun Marcel yang bicara keduanya menganggap tidak ada suara.


"Ma" suara Gladys yang masuk dengan bibik dan membawa makanan ditangannya.


"Bawa apa" tanya Kania


"Cemilan teman ngobrol" jawab Gladys


"Papa bawakan banyak makanan, kenapa mesti beli" ucap Marcel yang sedikit kecewa


"Pengen aja" jawab Gladys


"Karena Nyonya udah disini bibik pulang aja ya Nya" tanya bibik


"Iya bik makasih ya udah jagain Gisel" kata Kania


"Apa aja bik" jawab Kania


"Baiknya Nya permisi assalamualaikum" pamit bibik


"Wa'alaikumsalam" jawab Kania Gladys dan Gisel. Marcel menjawab tapi sangat pelan dan yang mendengar hanya dirinya sendiri.


"Papa gak pulang juga nanti dicari sama istrinya lo" kata Gladys yang menekankan kata istrinya pada Papanya


"Bentar lagi, Papa masih mau disini" jawab Marcel


"Maaf ya Mama sibuk seharian ini jadi ngabaikan kalian" kata Kania


"Gak papa ma, Mama sibuk juga ada alasannya, bukan sibuk kencan sana sini" jawab Gladys dan melirik Papanya


"Mulutmu Dys kalo ngomong pinter banget" Kania


"Siapa dulu Gladys gitu lo" jawab Gladys asal


"Tadi Mama kekantor polisi sendiri" tanya Gisel

__ADS_1


"Ada pengacara utusan pak Yuda" jawab Kania


"Apa" Marcel kaget


"Kenapa pa kok kaget gitu" tanya Gladys


"Kania kamu pergi sama pengacara suruhan pak Yuda Presdir tempat kerjaku dulu kan" tanya Marcel


"Iya. Emang kenapa ada yang salah" jawab kania santai


"Yang kecelakaan itu anak kita Kania kenapa kamu malah minta tolong orang lain gak minta tolong ma aku" protes Marcel


"Kita udah gak ada urusan" jawab Kania


"Ada. Gisel itu anakku darah dagingku" Marcel


"Gak peduli bodo amat" jawab Kania ketus


"Kania bisa gak sih hilangin egomu demi anak-anak" pinta Marcel


"Gak bisa, ini caraku ngurus anak-anak dan ko cari sendiri cara lo ngurus anak-anak" kata Kania tegas


"Sebaiknya pergi dari sini bikin tambah muak aja" tambah Kania


"Kenapa? Biar kamu bebas pacaran" Marcel berdiri menatap Kania dengan mata merah menahan amarah


"Iya. Berdekatan dengan tukang selingkuh membuat darahku mendidih ingin mencekik sampai mampus" kata Kania tanpa melihat lawan bicaranya


"Papa Mama cukup. Sebaiknya Papa pulang kalo cuma bikin keributan disini. Biarkan aku istirahat dengan tenang bersama Mama dan Gladys" Gisel mengusir Papanya


"Kamu ngusir Papa Sel" tanya Marcel tak percaya


"Iya. Dan jangan datang kesini lagi kalo cuma bikin keributan. Biarkan hidup Mama tenang tanpa kehadiran Papa" kata Gisel


"Baiklah kalo gitu Papa pulang dulu" Marcel mencium kening putrinya satu satu. Gisel dan Gladys diam aja.


"Maaf kalo kehadiranku mengganggumu Kania" kata Marcel yang mengulurkan tangannya untuk menyalami mantan istrinya itu tapi Kania malah melangkah mundur dan duduk disofa tanpa menghiraukan Marcel lagi.


"Assalamualaikum" Marcel keluar dari ruang rawat Gisel


"Wa'alaikumsalam" jawab Gisel dan Gladys lirih. Kania pun menjawab dalam hati


Marcel meneteskan air matanya begitu keluar dari ruang rawat Gisel. Sesakit ini mendapat penolakan dari putrinya. Semua karena ulahnya membuat putrinya harus merasakan kekecewaan yang besar darinya. Seharusnya dirinya menjadi sosok yang melindungi tapi satu kesalahan membuat semua tidak ada yang respect lagi padanya. Hidup Marcel benar benar sudah tidak ada artinya lagi dimata putri kembarnya. Bahkan uang bulanan yang dikirimkan tiap bulan untuk memenuhi kebutuhannya sama sekali tidak disentuh oleh putrinya. Gisel dan Gladys lebih suka menggunakan uang dari Mamanya. Memang sakit rasanya mendapatkan penghianat dari orang yang kita percaya dan kita cintai. Itupun yang dirasakan Gisel dan Gladys. Kecewa. Sangat sakit melihat Papanya menduakan Mamanya.

__ADS_1


Kania bernafas lega begitu Marcel keluar dari ruangannya. Kania masih merasakan sesak jika berhadapan dengan Marcel. Mungkin rasa cintanya yang terlalu dalam jadi jika tersakiti rasanya juga sangat dalam.


__ADS_2