
Sudah seminggu sejak Selly kembali kerutan Selly belum mendapat kunjungan dari suaminya itu. Dulu sebelum lahiran suaminya rutin mengunjungi 2 hari sekali. Sekarang setelah melahirkan dan kembali kerutan belum sekali pun ditengok Marcel. Marcel seperti hilang ditelan bumi. Bahkan Selly yang meminta tolong pada petugas untuk menghubungi Marcel hpnya sudah tidak aktif. Selly depresi dengan ini. Selly menduga duga kalo Marcel kembali pada Kania dan bayinya dibuang dama Marcel karena selama ini Marcel tidak pernah mencintai Selly. Menikahi Selly hanya karena tanggungjawab sama bayi diperut Selly. Sekarang bayi itu sudah lahir dan entah seperti apa nasibnya. Selly menangis menyesali semua perbuatannya. Mencintai laki laki beristri ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Dikira setelah perceraian dia akan memiliki Marcel sepenuhnya ternyata salah Marcel masih sibuk mencari perhatiannya dan terus mengutamakan ketiga orang itu hingga ide gila muncul dan malah mengakibatkan dirinya harus mendekam dalam jeruji besi ini.
Hari demi hari yang dingin dilalui Selly dengan penyesalan yang mendalam. Selly berjanji begitu keluar orang pertama yang akan ditemui selain Marcel pastinya Kania. Tapi Selly tidak tau jika dia tidak akan dengan mudah menemukan Marcel dan putranya. Selly akan mendatangi Kania dan meminta maaf karena telah lancang masuk kedalam rumah tangganya. Menjadi orang ketiga nyatanya juga menghancurkan dirinya sendiri. Dulu sangat ingin melihat Kania hancur karena ditinggalkan Marcel demi dirinya. Faktanya sebaliknya. Dirinya yang hancur karena Marcel tidak pernah menganggap keberadaannya.
Ditempat Kania
"Ma hari ini aku udah boleh masuk sekolah lagi" tanya Gisel pada Mamanya
"Boleh tapi jangan banyak gerak kondisimu masih belum normal seperti dulu. Dys jaga kakakmu selama disekolah. Telpon Mama jika terjadi sesuatu" kata Kania
"Siap Mama sayang" jawab Gladys memberi hormat pada Mamanya
"Mama yang antar, mungkin nanti Mama akan cari supir buat antar jemput kalian" kata Kania
Ting tong ting tong
"Pagi-pagi udah ada tamu aja" gerutu Kania yang pagi pagi udan ada yang bertamu
"Maaf Nyonya diluar ada pak Yuda" kata bibik pada Kania
"Om Yuda, ngapain pagi pagi dah nongol aja dimari" kata Gladys
"Ngapelin Mama, semalam kan Mama nolak diajak keluar" jawab Gisel
"O" jawab Gladys
"Gak usah berpikiran macam-macam, Mama gak ada hubungan apa-apa dengan pak Yuda" kata Kania ketus dan pergi menemui Yuda
"Ada juga gak apa-apa ma gak ada yang larang " kata Gladys terkekeh
"Pagi Kania maaf mengganggu pagi-pagi " kata Yuda
"Gak ganggu ada apa ya pak, o silahkan masuk dulu" kata Kania
"Sebenarnya mau numpang sarapan, ini aku bawa bubur ayam cocok buat sarapan" kata Yuda
"Kalo mau numpang sarapan gak usah repot-repot pak tinggal mampir aja" kata Kania
__ADS_1
"Gak sopan rasanya" jawab Yuda malu malu meong
Kania berjalan keruang makan diikuti Yuda dibelakang.
Silahkan duduk pak" melihat Yuda ikut duduk dan membawa bingkisan membuat dahi Gisel mengkerut
"Maaf ya Om mau numpang sarapan, ini om bawa bubur ayam" Yuda menyodorkan bawaannya
"Terimakasih om, tapi kita dah makan nasi goreng buatan Mama dan maaf dah kenyang. Om datangnya telat sih" kata Gladys
"Lain kali kalo mau sarapan bareng datang lebih pagi om, jadi kalo Om bawa makanan Mama gak usah masak, kalo begini kan mubazir" imbuh Gisel
"Hehehe maaf" Yuda garuk tengkuknya yang tidak gatal
"Gak usah dengarin mereka pak, mau nasi goreng apa bubur itu" tanya Kania yang sudah membawa piring kosong
"Nasi goreng buatanmu sepertinya enak, nasi goreng aja ini buburnya buang aja nanti" kata Yuda
"Jangan dibuang sini biar kumakan sisanya kasih bibik yang belum sarapan" kata Kania mengambil satu kotak bubur ayam
"Lain kali kalo mau kesini gak usah bawa-bawa pak" imbuh Kania
"Tanganmu belum sembuh udah sekolah Sel" tanya Yuda
"Iya Om dirumah aja bosan, mending kesekolah paling gak bisa dengar tar catatan bisa foto copy" jawab Gisel
"Nitip kasih supirnya daripada mubazir" Kania menyodorkan satu kotak bubur bawaan Yuda. Gisel menerima dengan tangan kirinya sedang Gladys sudah lebih dulu sampai dimobil.
"Pak buat sarapan dari Mama" kata Gisel menyodorkan bubur
"Terimakasih non" jawab sisopir
"Sama-sama" kata Gisel
Gisel dan Gladys melaju kesekolah dengan diantar taksi online. Sementara Yuda dan Kania masih asik ngobrol ngalor ngidul yang gak jelas ujungnya. Yuda sedang berjuang mengambil hati Kania. Tapi Kania masih enggan membuka hatinya kembali setelah perceraiannya. Kania trauma dengan semua ini. Yuda yang paham akan berusaha lebih keras untuk mendapatkan hati Kania. Yuda akan sabar berada disamping Kania disaat Kania seperti sekarang ini.
"Pak Yuda gak kerja" tanya Kania setelah keduanya selesai dengan kegiatannya dimeja makan. Yuda tadi bahkan ikut membantu membereskan meja makan.
__ADS_1
"Bentar lagi, kamu sendiri gak kerestoran" tanya Yuda balik
"Iya aku mau siap siap dulu, saya tinggal gak papa ya pak" kara Kania
"Gak papa silahkan Kania aku tunggu disini aja" kata Yuda
"Kania segera pergi meninggalkan Yuda dan masuk kamar bersiap untuk pergi ke restoran.
30 menit Kania turun dengan tampilan seperti biasa. Memukau bagi lawan jenis. Yuda ternganga meski sudah sering melihat Kania tampil cantik. Kania memang tipe perempuan yang sangat menjaga penampilan. Usaha yang dibangun selain rasa masakannya yang lezat juga harus didukung dengan penampilan yang menarik.
"Kenapa pak kok bengong" Kania membuyarkan lamunan Yuda
"Eng..... enggak kok kamu cantik" ucap Yuda
"Terimakasih, Kania dah biasa dapat pujian seperti ini, tapi ujungnya nyakitin" kata Kania cuek
"Serius kamu cantik" ulang Yuda
"Pak saya mau berangkat kerestoran bapak mau disini jaga rumah saya" ucap Kania
"Oh maaf mari aku antar" kata Yuda
"Gak usah pak terimakasih, saya bawa mobil sendiri aja" tolak Kania
"Aku maksa aku antar" Yuda
"Tapi pak gak ngrepotin" Kania
"Gak untukmu gak akan merepotkan, meskipun repot akan aku usahakan " Yuda
"Gombal banget"Kania
"Gak gombal Kania aku serius ingin dekat denganmu dan mengenalmu lebih jauh " ucap Yuda
"Kalo udah kenal jauh mau apa" tanya Kania
"Mau melamarmu tuk jadi istriku dan ibu dari anakku serta menemaniku hingga menua bersama" ucap Yuda serius dengan menatap mata Kania dalam
__ADS_1
Wajah Kania memerah. Kania mempercepat jalannya dan masuk mobil tanpa menghiraukan Yuda yang memanggil dibelakang. Kania masuk mobilnya. Yuda yang tidak mau rugi ikut saja naik mobil Kania dan duduk disamping Kania.