KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 11


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Gladys langsung berteriak memanggil perawat.


"Suster dokter tolong selamatkan kakakku" teriak Gladys


Pak Yuda meletakkan Gisel dibrankar yang dibawa suster dan mendorongnya menuju ruang ICU. Gladys pak Yuda juga Jovan mengikuti dibelakang.


"Nona tunggu disini biar pasien ditangani dokter dulu" ucap suster yang melarang Gladys ikut masuk ruang ICU.


"Dok tolong selamatkan kakakku" kata Gladys dengan air mata yang tak berhenti mengalir.


"Kami akan berusaha semampu kami dik tolong bantu doa" kata dokter dan menutup pintu ruang ICU.


"Ya Allah selamatkan Gisel aku mohon" ucap Gladys


"Sabar nak saudaramu pasti selamat, om yakin dia kuat" pak Yuda memberi semangat


"Semua salahku, kalo aku gak ngajak Gisel buat nongkrong tadi sudah sampai rumah dengan selamat, Mama pasti kwatir dan cemas" kata Gladys


Tak lama kemudian Kania datang dengan lari tergopoh-gopoh.


"Gladys, Gladys apa yang terjadi. Gimana Gisel sekarang" tanya Kania yang wajahnya pucat takut terjadi hal buruk mengenai anaknya.


"Maafin Gladys ma" Gladys menghambur kepelukan mamanya dan menangis tersedu-sedu.


"Ini bukan salah Gladys, gimana keadaan Gisel" tanya Kania


"Belum tau masih di ICU ditangani dokter" jawab Gladys


"Astaghfirullah hal adzim. Cobaan apa lagi ini" guman Kania


"Tadi kita berdua nungguin taksi pesanan kita. Gladys gak tau gimana ceritanya tiba-tiba ada mobil hitam nyenggol Gisel dan Gisel ambruk diaspal" Gladys bercerita dengan air mata yang terus mengalir.


"Kamu inget gak plat nomornya " tanya Kania


"Enggak ma, liat Gisel ambruk bersimbah darah Gladys panik, jadi gak lihat plat mobilnya, yang Gladys tau mobilnya xenia hitam ada gambar hello Kitty di kaca belakang" cerita Gladys


Sedari tadi pak Yuda juga Jovan ikut menunggu. Tidak menyangka ternyata yang ditolong tadi putrinya Kania.


"Kania" panggil pak Yuda yang sudah berdiri didepan Kania dan Gladys

__ADS_1


"Pak Yuda kok ada disini" tanya Kania yang mendongak karena ada yang memanggil namanya


"Om ini yang nolongin Gladys bawa Gisel kesini ma" kata Gladys


"Terimakasih pak Yuda sudah menolong putriku" kata Kania


"Sama-sama Kania, aku hanya kebetulan berada di lokasi kejadian saat itu"


"Ternyata yang aku tolong putrimu" jawab Yuda


"Iya pak ini putri saya Gladys, dan yang celaka tadi Gisel saudara kembarnya" kata Kania


"Wah ternyata anakmu kembar Kania " kata Yuda


"Iya pak putri saya kembar. Terimakasih ya pak sudah mengantarkan Gisel kesini" ucap Kania


Kania duduk dengan gelisah didepan ruang ICU. Gladys tak jauh beda. pak Yuda dan Jovan hanya memperhatikan kecemasan dua wanita beda generasi tersebut.


Seorang suster dan dokter keluar dari ruang ICU dan memanggil keluarga korban.


"Keluarga pasien Gisela" panggil suster pada keluarganya


"Sebaiknya ibu ikut dokter keruangannya" kata suster pada Kania


"Baik sus" jawab Kania


"Mari bu ikut saya" kata dokter


Kania berjalan mengikuti dokter menuju ruangannya


"Silahkan bu" kata dokter perempuan yang menangani Gisel


"Terimakasih dok" jawab Kania


"Begini ibu putri anda mengalami patah tulang dibagian lengan bawahnya, jadi untuk menghindari cacat yang tidak diinginkan sebaiknya dilakukan operasi" kata dokter menjelaskan


"Astaghfirullah. Lakukan yang terbaik untuk putri saya dok" kata Kania


"Baik ibu. Kalo begitu silahkan ibu tanda tangan disini sebagai persetujuan kami melakukan tindakan" kata dokter dan menyerahkan lembaran persetujuan tindakan medis.

__ADS_1


Tanpa membaca Kania menandatangani surat tersebut.


"Terimakasih Bu kalo gitu kami akan melakukan tindakan secepatnya" kata dokter


"Lakukan yang terbaik dok" kata Kania


"Iya bu dan jangan lupa bantu doa semoga operasinya lancar" kata dokter


"Pasti" jawab Kania mantab


Kania keluar dari ruang dokter yang diketahui namanya dokter Wulan. Kania berjalan gontai kearah Gladys


"Gisel gimana ma" tanya Gladys yang penasaran


"Gisel harus menjalani operasi, tangan kanannya mengalami patah tulang" jawab Kania lemas


"Astaghfirullah ma, maafin Gladys ya ma gak bisa jaga Gisel" kata Gladys yang meras bersalah


"Sudahlah jangan terus menyalahkan diri sendiri, ini semua kecelakaan, sebaiknya kita berdoa saja semoga Gisel segera kembali seperti semula" Kania meraih tubuh Gladys dan membawanya kedalam pelukannya


Sekitar satu jam lebih Kania serta Gladys menunggu didepan ruang operasi. Kania mondar-mandir menunggu dengan ketidak pastian. Gladys yang sedari tadi terus menangis meski berusaha menghentikan laju air matanya tapi tidak bisa dibendung. Terus mengalir deras tak pernah habis.


Yuda yang memperhatikan tingkah keduanya ikut prihatin.


"Kania, sebaiknya kamu lapor polisi tentang kejadian ini, saya yakin ini bukan murni kecelakaan biasa. Soalnya tadi saya sempat melihat mobil itu sudah terparkir disitu sebelum saya datang" kata Yuda memberi saran


"Maksudnya pak Yuda ini disengaja gitu" Kania kaget mendengar ucapan pak Yuda


"Saya tidak tau ini disengaja apa tidak tapi sebaiknya laporkan ini kepolisi biar diusut masalah ini, nanti saya bantu" kata Yuda


"Nanti saya bantu cari bukti, mungkin disekitar TKP ada CCTV yang bisa dijadikan bukti buat pelaporan kamu" kata Yuda


"Terimakasih banyak pak sudah merepotkan" kata Kania


"Serahkan semuanya pada sang pencipta. Semua kejadian yang nenimpa ini sesungguhnya atas ijin-Nya. Sholatlah tenangkan dirimu. Adukan semua jeluh kesahmu pada yang maha Kuasa"


Kania mendongak menatap Yuda. Manik matanya bertemu saling menatap. Ada keteduhan yang terpancar jelas dari sorot mata itu.


"Terimakasih pak udah ngingetin aku" kata Kania

__ADS_1


"Sama-sama Kania" kata Yuda


__ADS_2