
...Alan mengikuti langkah Gisel masuk kedalam rumah neneknya. Nenek mempersilahkan mereka duduk di sofa ruang tamu. Meski rumahnya tidak semewah rumah yang ditempati Gisel tapi tempatnya bersih dan nyaman....
...Dihalaman rumah tersebut beberapa pohon buah mangga serta durian. Disamping rumah ada buah alpukat juga pisang. Semua tanaman ini menambah kesejukan udaranya....
..."Nak ini temanmu" tanya nenek...
..."Iya nek, kenalin" Gisel memperkenalkan Alan pada neneknya...
..."Alan nek" Alan mengulurkan tangannya pada nenek...
...Nenek menerima uluran tangan Alan. Alan menyalami serta mencium punggung tangan keriput nenek Ria....
..."Kamu tampan nak, sudah lama berteman dengan cucuku Gisel" tanya nenek Ria...
..."Belum nek, kita kenal diresepsinya Gladys kemarin" jawab Gisel...
..."O masih baru ya" tanya nenek lagi...
..."Betul sekali nenekku yang masih cantik" kata Gisel...
..."Kamu ini Sel bisa aja kalo menggoda nenek. Andai umur nenek seusia kamu nak Alan ini udah nenek jadikan pacar" kata nenek...
..."Wow ternyata nenekku genit juga ya" ucap Gisel...
..."Papamu play boy karena nenek dulu juga play girl. Seumuran kamu nenek udah nikah karena udah gak tahan. Pacarnya nenek gak bisa dihitung pakai jari. Beruntung nenek bertemu dengan almarhum kakekmu dan dia menerima nenek apa adanya meski tau rekam jejaknya nenek" cerita nenek...
..."Berarti kelakuan Papa dulu itu menurun dari nenek dong" kepo Gisel...
..."Bisa dibilang seperti itu. Sekarang jadi penyesalan terbesar Papamu. Bilangin Papamu suruh nikah lagi. Kalo nenek nanti dipanggil yang Kuasa Papamu tinggal sendiri tidak ada yang mengurusi makanannya, Papamu kan tidak bisa masak" kata nenek...
__ADS_1
..."Setuju, nanti Gisel bicarakan dengan Papa. Gladys dulu pernah minta buat nikah lagi tapi katanya masih belum bisa melupakan Mama. Sangat disayangkan sih hubungan Mama sama Papa harus berakhir dengan cara seperti itu. Tapi dengan perpisahan itu seenggaknya Mama bisa tersenyum dan bahagia. Mama beruntung mendapatkan Daddy yang super super bucin sama Mama. Sama anak-anaknya Mama juga sangat baik. Awalnya kita ragu kita bisa bahagia seperti dulu saat dengan Papa, ternyata Daddy mematahkan semua anggapan kita. Daddy mampu membawa kita pada kebahagiaan yang sama seperti dulu saat dengan Papa. Daddy tidak pernah membedakan kita berdua dengan anak kandungnya" cerita Gisel...
...Alan hanya menjadi pendengar yang baik.. Dia tidak mengomentari apapun yang diceritakan dua wanita beda generasi itu. Tidak lama kemudian Marcel datang. Dia baru pulang dari tokonya yang akhir-akhir ini sedikit sepi. Semua harus disyukuri karena rejeki manusia itu udah ada yang ngatur. Ada pasang surut itu juga hal biasa....
..."Assalamualaikum" ucap Marcel...
..."Wa'alaikum salam" jawab ketiga orang yang ada diruang tamu...
..."Ada tamu ya" kata Marcel dan menyodorkan tangannya pada Gisel...
..."Udah lama Sel" tanya Marcel yang mencium kening Gisel. Alan mengepalkan tangannya merasa cemburu meski tau kalo itu Papa dan anak....
..."Pa, kenalin ini Alan temannya Gisel, yang waktu di Bali mengira kalo Papa suaminya Gisel" kata Gisel dengan senyum mengejek Alan...
...Muka Alan merah karena malu Gisel membuka aibnya. Alan menyalami Marcel dengan kepala menunduk....
..."Hehehe mana ada lelaki tua seperti Papa ini menikahi gadis cantik sepertimu Sel, kamu ini ada-ada aja" ucap Marcel...
...Alan semakin menunduk...
..."Santai nak Alan, ini bukan pertama kalinya orang mengira kita ini pasangan" kata Marcel yang melihat Alan tertunduk...
..."Memang benar kita ini pasangan. Pasangan ayah dan anak" ucap Gisel...
..."Gisel kasihan nak Alan, jangan digoda terus. Nenek setuju kalo kalian mengikuti jejaknya Gladys. Satu cantik satunya tampan jadi pas cocok" kata nenek...
...Hati Alan seperti ditumbuhi bunga-bunga yang sedang bermekaran mendengar ucapan neneknya Gisel. Ini pertanda kalo neneknya setuju dirinya menjalin hubungan dengan Gisel cucunya....
..."Nenek, tampan dan cantik saja tidak cukup untuk jadi pasangan. Memangnya fashion show apa harus tampan dan cantik" ketus Gisel...
__ADS_1
..."Biarkan lah buk mereka menentukan kedepannya gimana. Kalo Papa kamu mau menikah dengan siapa saja setuju yang penting kamu bahagia dan pasangan kamu bisa membahagiakanmu" kata Marcel...
..."Oh Papa so sweet. Papa emang the best" Gisel mengacungkan jempolnya kearah Papanya...
...Drrrt...... drrrt...... drrrt...... hpnya Alan bergetar pertanda ada panggilan. Alan berdiri keluar untuk mengangkat telponnya....
..."Kok gak cerita ma Papa kalo udah punya pacar anak cantik Papa ini" tanya Marcel selepas Alan pergi...
..."Bukan pacar Papa, dia cuma temen kalo kedepannya berubah statusnya ya Gisel gak tau. Gisel mau jalani aja seperti air mengalir. Gisel tidak mau memaksakan harus menikah secepatnya karena Gladys udah lebih dulu menikah. Gisel tidak peduli dengan itu" kata Gisel...
..."Siapapun nantinya yang akan menjadi suami kamu Papa pasti dukung. Yang penting kamu bahagia" ucap Marcel...
..."Terimakasih Papa" Gisel masuk kepelukan Papanya...
..."Bukan hanya Gisel yang harus menikah dan bahagia Papa, Papa juga harus menikah kembali. Lupakan Mama. Cari perempuan lain yang Papa suka. Seperti Papa Gisel juga akan mendukung siapapun nanti yang akan menjadi ibu tiriku. Umur Papa udah semakin tua. Dihari tua Papa nanti harus ada yang menemani Papa. Meskipun aku dan Gladys akan selalu ada buat Papa tapi kita tidak setiap saat ada. Kita punya kehidupan sendiri yang pasti bakal menyita waktu kita. Jadi Gisel minta Papa menikah kembali ya pa" mohon Gisel...
..."Huh hah" Marcel membuang nafas...
..."Papa gak tau bisa apa enggak membuka hati Papa untuk yang lain. Hati Papa masih penuh dengan Mamahmu. Meskipun Papa sadar 100 persen semua itu tidak mungkin tapi Papa belum bisa melupakan Mama" ucap Marcel...
..."Ini jadi penyesalan Papa seumur hidup Papa" ucap Marcel sendu...
..."Maaf mengganggu, Sel kita harus balik ada masalah dikantor" kata Alan yang tiba-tiba masuk...
..."Ha, ayo. Pa Gisel balik dulu ya. Dan jangan lupa cari yang sesuai dengan Papa. Nek Gisel pulang ya" Gisel teriak memanggil neneknya karena neneknya sudah pergi meninggalkan ruang tamu sejak Marcel pulang...
..."Gak nunggu nenek siapkan makan dulu Sel" kata nenek yang keluar dari dapur...
..."Terimakasih nenek, lain waktu Gisel kesini lagi. Sekarang harus pulang. Assalamualaikum" pamit Gisel setelah menyalami Papa dan neneknya. Alan mengikuti apa yang dilakukan Gisel...
__ADS_1
..."Ni" Gisel melemparkan kunci mobilnya kearah Alan. Alan menerima dan segera masuk kebelakang kemudi. Gisel duduk dengan tenang disamping Alan. Alan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Meski diperusahaan ayahnya sedang ditunggu oleh orang-orang tapi Alan santai saja seolah tidak terjadi sesuatu....