KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 14


__ADS_3

Sudah tiga hari dari pelaporan Kania, tapi belum ada kabar apa apa. Kania mencoba sabar jika memang polisi tidak bisa membantu mengungkap pelaku tabrak lari yang menimpa putrinya. Kania nenyerahkan pada takdir. Allah tidak akan tidur. Pasti suatu saat sipenabrak akan mendapat balasannya sendiri.


Tok....tok...tok....


"Masuk" jawab Kania


"Permisi bu Kania, boleh kami masuk? Kami dari kepolisian" kata salah satu anggota polisi


"Silahkan pak , silahkan masuk" Kania mempersilahkan tamunya masuk


"Bagaimana kondisi korban" tanya polisi A


"Alhamdulillah sudah mendingan" jawab Kania


"Maaf pak silahkan duduk" Kania mempersilahkan duduk


"Terimakasih bu Kania " jawab polisi B


" Begini bu kedatangan kami kesini ingin minta informasi dari ibu barang kali bu Kania tau" tanya polisi A


"Silahkan pak sebisanya saya bantu" jawab Kania


"Begini bu dari CCTV di TKP yang bu Kania bawa sebagai bukti dan dari penyelidikan yang kami lakukan didapat mobil yang digunakan saat kejadian itu merupakan mobil rental dan pelakunya seorang perempuan berinisial PS, tapi setelah kami datangi alamat yang tertera dikantor rental orang tersebut sudah lama meninggalkan rumahnya sekitar 7 bulan lalu. Apakah ibu mengenali perempuan ini" tanya polisi A


"Ha...... i...ini kan si Selly " jawab Kania kaget tak percaya


"Bu Kania kenal dengan orang ini" tanya polisi A


"Kenal tidak pak tapi tau" jawab Kania


"Kalo boleh tau sekarang tinggalnya dimana bu" tanya polisi B


"Saya tidak tau tempat tinggalnya, tapi ada orang yang tau biar saya tanyakan dulu" Kania mengambil hp dan menghubungi Marcel dan secara kebetulan Marcel sudah berada didepan ruang rawat Gisel


Bunyi henpon nyaring terdengar tidak jauh dari tempat Kania berdiri. Kania celingukan mencari sumber suara. Seseorang masuk tanpa permisi.


"Panjang umur" guman Kania


"Masalah PS tanyakan saja pada dia pak" kata Kania pada polisi dan menunjuk kearah Marcel


"Ada apa Kania" tanya Marcel yang belum ngerti duduk perkara


"Perkenalkan pak kami dari kepolisian ingin minta keterangan tambahan soal tersangka tabrak lari pada putri bu Kania" kata polisi menjelaskan

__ADS_1


"Saya Marcel Papanya korban" jawab Marcel dengan mengulurkan tangannya


"Begini pak Marcel apakah bapak mengenali PS" tanya polisi A dan menyodorkan foto Selly yang diambil dari rekaman CCTV


"Ha...... Selly" Marcel melotot begitu melihat foto istrinya yang diduga jadi tersangka tabrak lari


"Bapak mengenalinya" tanya polisi A lagi


"Iya saya kenal, dia buat kesalahan apa pak" tanya Marcel yang belum paham


"Dugaan sementara PS ini pengendara mobil yang menabrak saudari Gisela" jawab polisi B


"Apa " kaget Marcel


"Dari bukti yang kami dapatkan kuat dugaan kami mengarah pada nama tersebut" jelas polisi A


"Astaghfirullah hal adzim" Marcel terduduk lemas dikursi depan pak polisi


Kania dan Gisel hanya diam ditempatnya tanpa mau membantu Marcel yang kehilangan keseimbangan akibat kekagetannya.


"Apakah pak Marcel baik baik saja" tanya polisi B yang penasaran melihat syoknya Marcel begitu melihat foto tersebut


"I.... iya saya baik baik saja" jawab Marcel lirih


"Bisa, silahkan" jawab Marcel mencoba menahan gejolak didada


"Apakah pak Marcel mengetahui dimana saudari PS ini tinggal saat ini" tanya polisi B


"Kami akan melakukan pemanggilan dan menanyai tentang masalah ini" imbuh polisi A


"Mari ikuti saya pak" kata Marcel yang berdiri dan keluar dari ruang rawat Gisel tanpa mengucapkan sepatah katapun pada putrinya


"Bu Kania kami permisi dulu, selamat sore" ucap polisi A


", Selamat sore pak silahkan" Kania mengantar hingga pintu


Seperginya kedua polisi dan Marcel Kania duduk didekat ranjang putrinya seakan tidak percaya dengan apa yang barusan didengar.


"Ma jadi perempuan itu yang sudah nabrak aku" tanya Gisel sama tidak percayanya


"Mama gak tau sayang" jawab Kania


"Astaghfirullah ma, beruntungnya Papa dapat istri penjahat" kata Gisel

__ADS_1


"Sayang Mama masih syok" kata Kania


Sementara Marcel diperjalanan pulang seakan tak percaya perempuan yang menyebabkan rumah tangganya dengan Kania hancur berantakan masih harus mencelakai putrinya juga. Marcel bingung wanita macam apa sebenarnya yang dinikahi itu.


Begitu sampai rumah Marcel segera turun dan masuk rumah. Marcel teriak teriak memanggil nama Selly. Kemarahannya sudah di ubun-ubun. Melihat Selly keluar dari kamar dengan tampang tak berdosa Marcel segera melayangkan satu tamparan tepat dipipinya. Selly kaget dan berteriak balik.


"Mas kenapa tampar aku" marah Selly


"Perempuan iblis" kata Marcel


"Ikut" Marcel menyeret Selly kedepan dan didepan sudah ada dua polisi yang tadi datang kerumah sakit.


"Ada polisi, ada apa mas" Selly panik dan wajahnya mendadak pucat


"Ini pak orang yang anda maksud" Marcel menyerahkan Selly pada polisi


Polisi mengambil kertas hasil print foto Selly. Polisi melihat dengan detail lalu mengangguk.


"Iya sama persis dengan gambar ini" jawab polisi B


"Maaf nona bisa ikut kami kekantor sebentar, kami ada beberapa pertanyaan dengan saudari Putri Sellya" kata polisi A


"Pertanyaan apa ya pak, kenapa tidak disini saja" tanya Selly cemas


"Maaf nona, sebaiknya ikut kami kekantor dan nona bisa jelaskan nanti disana" kata polisi


"Ikut aja Sel, kalo lo ngerasa tidak buat masalah gak usah takut" ucap sinis Marcel


"Apa mas Marcel dah tau kalo aku yang nabrak anaknya" batin Selly


"Mari nona" polisi mengarahkan Selly agar ikut mobilnya


"Mas temani aku" pinta Selly pada Marcel


"Iya aku akan mengikuti dibelakang " kata Marcel


Selly terlihat tenang tenang saja tapi sebenarnya dirinya sangat panik dan takut kalo semua ketakutannya terjadi.


Selly ikut naik mobil polisi. Marcel mengikuti dari belakang. Sebenarnya Marcel malas banget ikut kekantor polisi tapi mengingat korbannya putri kandungnya mau tidak mau Marcel harus ikut. Marcel akan menunjukkan pada mantai istrinya kalo dirinya masih sangat mengutamakan Kania dan kedua putrinya.


Tidak lama mereka sampai dikantor polisi. Selly digiring masuk keruang pemeriksaan. Marcel yang hendak ikut masuk tidak diperbolehkan. Marcel hanya duduk menunggu dikursi depan ruang pemeriksaan.


Marcel mondar-mandir seperti setrikaan. Hatinya benar-benar kacau. Bagaimana jika terbukti yang menabrak putrinya istrinya sendiri. Bagaimana kedepannya menghadapi Kania juga putrinya. Kalo terbukti kebenciannya akan semakin besar padanya. Marcel benar benar dilema. Disatu sisi putrinya yang jadi korban disisi lain istrinya yang jadi tersangka dan sekarang lagi nengandung anaknya juga. Apa tanggapan keluarganya yang dari awal sudah menentang pernikahannya dengan Selly. Marcel seakan menerima buah dari yang ditanam sendiri. Menghianati istri menentang orang tua dan sekarang ini yang didapat mantan istri dan putrinya harus berurusan dengan istrinya. Kepala Marcel pusong rasanya seperti mau pecah. Marcel mengacak-acak rambutnya sendiri dan menarik narik seakan menarik semua kepusingan yang didapat.

__ADS_1


__ADS_2