
"Kalo nanti Mama pisah sama Papa, kalian ikut siapa. Ikut Mama atau ikut Papa" tanya Kania pada kedua putrinya
"Mama" jawab Gladys
"Ikut Mama " jawab Gisel
"Males banget lihat tu orang, dari penampilannya aja udah pasti nyinyir dan lemes mulutnya, rasanya pengen nonjok hidungnya sampai patah" imbuh Gisel
"Sel" Mama
"Perempuan kok nyakitin sesama perempuan, apa gak takut kena karma" Gisel
"Sel, jangan pernah ngotori tanganmu dengan sesuatu yang tak berguna. Dia pilihan papamu, suatu saat pasti dapat balasannya. Serahkan semua yang terjadi pada kita pada yang menciptakan hidup pada Allah, kita masih punya Allah. Mama tau kamu sayang sama Mama tapi jangan pernah melakukan hal diluar batas. Mama gak mau kalian kenapa kenapa" Mama
"Iya mamaku yang bawel" Gisel
"Aku suka mamaku yang banyak bicara gini" Gladys memeluk Kania dari samping
"Dasar anak Mama, sama artinya ngatain Mama bawel dong" Kania
"Mama sama Gisel yang ngomong, Gladys gak ngomong lo" Gladys
"Ma, kalo rumah itu dijual hasil penjualannya mau diapain" Gisel
"Hasil penjualan dibagi 2, separo Mama separo Papa. Meskipun rumah itu atas nama Mama tapi dulunya kita bangun bersama sama. Jadi sekarang semuanya berakhir juga harus sama sama" Kania
"Mama udah disakitin aja masih mau membaginya, Papa pasti nyesel melakukan ini sama Mama. Kalo aku yang jadi Mama gak usah bagi hasil, jual ya jual aja gak usah dibagi sama Papa, secara papa udah menabur racun dalam hidup Mama" Gladys
"Semua udah ada yang ngatur sayang. Mungkin emang jodohnya Mama sama Papa cuma sampai disini, jadi apapun yang terjadi itu sudah takdir dari yang diatas" Kania
"Salut aku punya Mama wonder woman seperti ini" Gladys
"Kenapa dijual ma, enggak dibiarin aja gitu" Gisel
"Mama ga mau tinggal dirumah itu, terlalu banyak kenangannya. Kalo dibiarkan gak Mama tempati pasti Selly akan menempati rumah itu dan Mama gak rela kalo dia tinggal dirumah itu" Kania
"Terserah Mama. Yang penting Mama bahagia" Gladys
"Kebahagiaan Mama ada pada kalian, kalian sumber kebahagian Mama, sesulit apapun jalan yang nanti akan kita lalui asal kalian tetap disamping Mama. Pasti kita bisa melewatinya dengan baik" Kania
"Mama is the best 👍" Gladys
"Selama kita pergi Papa nyariin kita gak ya ma" Gisel
__ADS_1
"Entah" Kania mengangkat kedua bahunya
"Ngapain nyari kita, kita ada aja ditinggal" Gladys
"Kemarin waktu Papa ngomong sama Mama, alasan Papa nikahin dia apa ma" Gisel
"Dia hamil. Artinya Papa udah lama menjalin hubungan dengan dia, dan pernikahan itu terjadi pas Papa pulang ngasih kita hadiah" Kania
"Nyogok ya ma" Gladys
"Waktu itu kamu bilang ada sesuatu yang Papa sembunyikan, kenapa feeling mu kuat banget tentang Papa" Gisel
"Gak tau feeling aja" Gladys
Seminggu sudah Marcel pusing nyariin istri dan anaknya. Tak ada satu pun yang mengetahui keberadaan mereka. Marcel seperti orang gila. Kesana kemari. Tiap hari yang dilakukan mendatangi sekolah putrinya dan restoran Kania berharap bisa menemukan mereka paling tidak salah satunya ada yang ditemui. Tapi usahanya sia sia karena ketiga perempuan cantik itu sedang menikmati liburannya di Bali.
Selly geram melihat suaminya yang hanya sibuk nyariin Kania dan putrinya.
"Mas, sampai kapan kamu seperti ini mas. Nyuekin aku" Selly
"Selly ini semua gara-gara kamu" bentak Marcel
"Kok aku sih mas, emangnya aku buat apa sampai istri kamu minggat dari rumah" Selly
"Diam" Marcel
"Kenapa? Nyesel aku nikahi kamu" Marcel
"Mas" Selly
"Lupain" Marcel pergi ninggalin Selly sendiri
"Awas kamu Kania. Aku akan menghancurkan hidupmu juga anak anak mu. Marcel cuma punyaku Marcel milikku" geram Selly.
Hari ini Kania kembali ke Jakarta setelah ketiganya seminggu liburan di Bali. Kania siap menyambut harinya dengan hari yang baru. Dia harus mampu menghadapi semua demi kelangsungan hidupnya.
"Selamat datang dirumah baru. Mulai hari ini semua akan berubah, kita sambut hari baru yang lebih baik " ucap Kania begitu masuk rumah barunya yang dibeli sebelum liburan.
"Selamat datang Nyonya" ucap bik Sri yang menyambut kepulangan majikannya
"Terimakasih bik" jawab Kania
"Mau istirahat apa dibuatkan sesuatu" tanya bik Sri
__ADS_1
"Mau istirahat bik capek" jawab Gisel
"Aku juga mau istirahat aja bibik juga istirahat" Kania
Kania dan putrinya pergi menuju kamar masing-masing. Tidak butuh waktu lama semuanya sudah menjelajah kealam mimpi.
Putrinya juga sudah mulai masuk sekolah kembali. Seperti biasa Kania selalu mengantar putrinya kesekolah. Kania belum mengijinkan putrinya membawa kendaraan sendiri karena belum mendapat SIM.
"Dan hari ini Marcel sengaja menunggu didepan sekolah putrinya pagi pagi sekali. Marcel tidak mau kehilangan putrinya lagi. Rasa kangennya sudah sampai ubun-ubun. Ternyata tidak mudah ditinggal orang yang kita sayangi.
Begitu melihat mobil Kania Marcel segera keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil istrinya.
"Kania Gisel Gladys" panggil Marcel.
Mereka bertiga menoleh kesumber suara. Ternyata Marcel sudah berdiri disamping mobil mereka dan membukakan pintu untuk kembar. Setelah kembar keluar Marcel segera duduk disamping Kania.
"Ngapain kamu duduk disitu" tanya Kania
"Kemarin kalian kemana, kenapa gak pamit sama mas" bukannya menjawab malah balik tanya
"Bukan urusanmu" jawab Kania ketus
"Kania. Apa sudah tidak ada kesempatan mas untuk memperbaiki semuanya. Mas tidak mau berpisah denganmu, mas cinta sama kamu Kania" Marcel
"Simpan semua omong kosong mu sekarang keluar" kata Kania
"Sekarang kalian tinggal dimana? Kenapa tidak kembali kerumah" tanya Marcel
"Rumah itu akan ku jual, tapi tenang aja nanti hasil penjualannya dibagi dua" Kania
"Semenjijikkan itu ya aku dimatamu" Marcel
"Aku tidak mengharapkan apapun dari rumah itu. Dulu kita buat bersama, sekarang kita mengakhiri juga sama-sama" Kania
"Mas akan lakukan apapun untuk tetap bersamamu Kania" Marcel
"Apa yang aku inginkan tidak sesuai dengan keinginanmu, jadi buat apa dipaksakan" Kania
"Perempuan baik untuk laki laki baik, mungkin aku bukan yang terbaik untukmu" tambahnya
"Kamu yang terbaik untukku Kania, aku tidak bahagia tanpamu " terang Marcel
"Itu pilihanmu mas, kamu yang memilih jalan hidupmu sendiri. Setiap perbuatan ada konsekuensinya, kamu tidak bisa memiliki keduanya" Kania
__ADS_1
"Kania aku menyesal Kania " Marcel
"Semua sudah terlambat, penyesalanmu sudah tidak ada gunanya, nikmati aja" kata Kania santai tapi sebenarnya hatinya menjerit.