KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 89


__ADS_3

"Ma, besuk aku ketempat Papa ya, tadi Papa ngabari kalo nenek sakit" ucap Gisel


"Ya, nenek sakit apa" tanya Mama Kania


"Kata Papa faktor U" jawab Gisel


"O" ucap Mama Kania


"Nginep" tanya Mama


"Belum tau, lihat besuk gimana" jawab Gisel


"Kasihan ibu. Bilangin Papa kamu tu untuk nikah lagi, kalo ibu sakit gini kan ada yang ngrawat" kata Mama


"Udah sering Gisel ngomong gitu ke Papa dan jawabnya selalu sama. Belum bisa melupakan Mama" kata Gisel


"Mulutnya Papamu itu kalo ngomong pinter banget ya" ucap Mama Kania


"Maksud Mama" tanya Gisel


"Dulu aja saat Mama ada disampingnya diselingkuhin dihianatin ditikung giliran Mama pergi bilangnya belum bisa move on. Dasar mulut buaya" omel Kania


"Kan Papa udah nyesel ma, dan ini mungkin rasa bersalah Papa karena udah jahat sama Mama" kata Gisel


"Hah bodo amat dengan Papamu yang tukang selingkuh itu. Yang penting Mama sekarang bahagia bisa menemukan suami seperti mas Yuda. Suami sempurna buat Mama. You know" kata Mama Kania


"Mama gak ada rasa empati gitu sama Papa" tanya Gisel


"Enggak. Kehidupan Papamu sudah bukan ranah Mama lagi. So apapun yang akan dilakukan Papamu mau nikah lagi atau mau sendiri selamanya itu sudah bukan urusan Mama lagi. Daan kalo emang Papamu gak ada niatan buat nikah lagi ngapain dipaksakan. Kasihan istrinya nanti yang tidak dicintai sama Papamu" ucap Kania


"Iya juga sih. Kalo seandainya Papa balikan sama tante Selly menurut Mama gimana" tanya Gisel


"Gimana apanya" tanya Kania


"Mama setuju gak" jawab Gisel


"Kan Mama udah bilang. Terserah. Mau Papamu balikan ma si pelakor itu atau mau cari yang lain silahkan. Itu tidak ada sangkut-pautnya dengan Mama" jawab Kania


Tok.....tok.....tok......


"Masuk"


"Non Gisel dibawah ada mas Alan" kata bik Sri


"Suruh pulang bik Gisel udah tidur" kata Gisel


"Kalian berantem kok gak mau nemuin Alan" tanya Mama


"Please deh Mama tiap hari ketemu Alan lagi Alan lagi bosen tau ma. Siang nyamperin ke resto malam datang kerumah pagi datang kayak satpam aja tiap hari dijaga" ketus Gisel


"Hahaha kamu ini. Itu semua dilakukan Alan karena Alan cinta sama kamu nak" kata Mama


"Cinta sih boleh aja ma tapi ngintilinnya itu lo bikin aku risih" ucap Kania

__ADS_1


"Temui sana kasihan udah datang malah dicuekin" ucap Kania


"Ma please Mama aja ya yang nemuin dia please" mohon Gisel


"Ogah mending nyariin Daddy" Kania pergi ninggalin putrinya


"Mama bucin parah ma Daddy"


"Harus dong, sekarang sok-sokan gak butuh Alan tapi eh tapi kalo udah tau rasa racunnya Alan yang memabukkan itu, beuh pasti tiap jam nyariin Alan. Kalo dia gak nyariin pasti kamu uring-uringan" ledek Mamanya


"Mama"


"Hahaha" Kania keluar dengan tawa yang menjengkelkan bagi Gisel


Terpaksa Gisel menemui Alan yang sudah seperti satpam. Iya bener satpam hatinya Gisel.


"Ngapain kesini" tanya Gisel ketus


"Mau ketemu pacarku tersayang"


"Hoek"


"Aku aja bosen lo lihat penampakan seperti ini tiap hari. Salah sehari tiga kali kayak minum obat aja"


"Hehehe sayangnya aku gak akan bosen. Bahkan kalo bisa sesegera mungkin kita nikah jadi aku bisa puas-puasin ngelihat kamu gak perlu jauh-jauh nyamperin"


"Ngebet banget pengen nikah, kenapa"


"Takut kamu keburu diambil orang lain"


"Gisel kamu tega banget sama aku. Besuk aku ajak bunda kesini nemui Daddy dan Mamamu"


"Besuk aku gak ada mau kerumah Papa. Anterin jam 9 harus sudah standby di depan"


"Siap Nyonya"


"Sekarang pulang aku mau tidur"


"Mau ditemani gak tidurnya"


"Masih mau punya kaki utuh gak situ"


"Ish galak amat macanku ini"


"Ish Alan pulang pulang pulang"


"Cup" Alan berlari keluar rumah takut diamuk Gisel macan kesayangannya


"Bye macan kesayanganku" ucap Alan dari dalam mobilnya


"Alan" teriak Gisel yang mendengar ucapan Alan dan tersenyum tipis.


Sesuai dengan rencana Gisel pagi ini pergi ke rumah Papanya. Dari jam setengah 8 Alan sudah stanby dirumah Gisel. Gisel baru turun dari ranjang kesayangannya setengah jam kemudian. Mama Kania susah payah membangunkan putrinya itu.

__ADS_1


"Sel kamu beruntung lo dicintai oleh cowok seperti Alan. Dia sabar menghadapi kamu yang seenaknya sendiri seperti ini. Jangan seperti ini dong Sel, come on, kalo memang kamu gak mau sama Alan ya udah putusin jangan PHP kayak gini" nasehat Mama Kania


"Aduh Mama siapa sih yang PHP. Gisel itu cuma mau tau seberapa besar cintanya Alan untuk Gisel. Kalo emang dia cinta banget sama Gisel, Alan pasti mau melakukan apapun untuk Gisel" jelas Gisel


"Tapi cara kamu salah nak. Jangan mentang-mentang Alan rela melakukan apapun trus kamu seenak jidat menyuruh Alan melakukan ini itu. Sekarang bangun temui Alan, gak pakai alasan lagi"


"Ini tu salah Alan ma, Gisel minta jemput jam 9 ini baru jam 8 lewat 10 menit dia udah nongol disini terus Gisel gitu yang disalahin"


"Ini bukan masalah salah atau benar tapi masalah menghargai orang lain. Buruan cepat bangun" tegas Mama Kania


"Iya iya Gisel bangun"


"Anak perawan tu harusnya bangun pagi, beres-beres, masak dandan yang cantik gak kucel seperti ini. Jam segini masih bau bantal"


"Bodo yang penting Alan mau. Wek" Gisel berlari menyambar handuknya dan masuk kamar mandi.


Mama Kania keluar menemui Alan yang sedari tadi nungguin Gisel diruang tamu.


"Sabar ya Lan, Gisel lagi mandi" kata Kania


"Iya Tante" jawab Alan


"Gimana keadaan ayah kamu" tanya Kania


"Alhamdulillah sudah lebih baik tante. Insya Allah dua hari lagi sudah diijinkan pulang sama dokter tan" jelas Alan


"Syukurlah" ucap Kania


Gisel keluar dengan dress selutut warna kuning gading dengan sepatu kets warna putih dan tas selempang kecil bertengker dipundaknya. Penampilannya hanya sesimpel itu tapi mampu membuat Alan terpana.


"Mingkem awas ngeces" ucap Gisel setelah ada didekat Alan


Alan segera mengatupkan bibirnya takut apa yang dikatakan Gisel kejadian.


"Cantik banget ya aku sampai melongo gitu" ucap Gisel PD


"Kepedean" jawab Mama


"Harus dong. Yuk jalan sekarang" Gisel meraih tangan Alan dan menariknya keluar rumah


"Sumpah kamu cantik banget Sel" ucap Alan begitu sampai didekat mobilnya


"Terimakasih, tapi gara-gara datangmu kepagian aku diomeli Mama" omel Gisel


"Maaf sayang, habisnya dirumah gak ada kegiatan jadi kupikir lebih baik nyamperin pacar cantikku ini" Alan membukakan pintu mobil untuk Gisel


Alan memutari mobilnya dan masuk duduk dibelakang kemudi.


"Insya Allah minggu depan bunda akan datang menemui orang tuamu untuk melamarmu. Menurut kamu gimana sayang" tanya Alan


"Huh harus ya secepat itu" tanya balik Gisel


"Kamu gak mau Sel nikah sama aku"

__ADS_1


"Mau sih tapi aku belum yakin kamu bisa setia"


"Aku tidak akan berjanji tapi akan kubuktikan kalo kamu perempuan terakhir yang aku cintai dan itu untuk selamanya" ucap Alan serius


__ADS_2