KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 46


__ADS_3

...Setelah mengikuti meeting yang tidak ada hubungannya dengan dirinya Kania meninggalkan ruangan itu tentunya setelah tamunya pergi terlebih dahulu. Tanpa sepatah kata pun Kania berdiri dari duduknya dan berjalan kearah pintu keluar. Yuda dengan sigap mengikuti istrinya. Rima dan Bram geleng-geleng kepala melihat bosnya yang bucin parah. Belum sampai pintu Kania sudah jatuh pingsan. Benar saja pingsan dari pagi perutnya belum terisi makanan sedikit pun. Tadinya ingin sarapan diruangannya, tapi harus ikut meeting yang membosankan. Yuda panik mendapati istrinya tak sadarkan diri....


..."Bram panggil dokter cepat" Yuda membopong istrinya masuk keruangannya. Semua pengunjung melihat kejadian ini....


...Bram dengan cepat menghubungi dokter pribadi keluarga Yuda. Kania dibaringkan disofa karena restoran Kania tidak ada tempat istirahatnya. Fara yang melihat Kania pingsan ikut masuk membantu Yuda....


..."Maaf pak bu Kania kenapa pak kok bisa pingsan" tanya Fara yang terlihat cemas...


..."Gak tau tiba-tiba aja pingsan" jawab Yuda panik...


...Tak selang lama dr Beny masuk. Dia memeriksa istri sahabatnya itu dengan teliti....


..."Gimana Ben" tanya Yuda cemas...


..."Aku gak yakin sih tapi bisa kamu buktikan sendiri" jawab dr Beny menggantung...


..."Gak usah bertele-tele. Jelaskan" ucap Yuda tegas...


..."Sepertinya istrimu hamil dan untuk memastikan bawa dia ke spesial obygin" jawab dr Beny...


..."Hamil, istriku hamil. Aku akan punya anak lagi" ucap Yuda dengan mata yang sudah berkaca-kaca...


...Yuda sudah tidak menghiraukan keadaan sekitar. Yuda menciumi seluruh wajah pucat istrinya....


..."Terimakasih sayang terimakasih" ucap Yuda...


..."Ben kenapa istriku belum sadar juga" tanya Yuda...


..."Sepertinya perutnya kosong, mungkin kamu gak kasih makan dirumah" jawab dr Beny asal...


..."Tadi bu Kania minta dibawakan sarapan kesini, tapi belum sempat dimakan ibu sudah keluar " kata Fara...


...Yuda jadi merasa bersalah. Dia baru ingat kalo Kania dari tadi pagi terus mengurus dirinya bahkan untuk meeting yang tidak ada hubungannya dengan dirinya saja Yuda minta ditemani....


..."Maafkan aku sayang maaf udah bikin kamu begini" kata Yuda yang sudah meneteskan air matanya...


..."Makanya bos jangan nempel mulu, beri juga Nyonya makan jangan cuma ngurus bos aja tapi gak dikasih makan" ucap Bram dengan terkekeh...


..."Sudah kalian semua keluar, Fara siapkan makanan untuk ibu" perintah Yuda...


..."Baik pak" jawab Fara patuh...


..."Jangan lupa bawa kedokter" dr Beny mengingatkan...


..."Iya, kasih ya Ben" ucap Yuda...


..."Jangan lupa transfer bonusku kalo yang aku katakan benar" dr Beny...


..."Bram urus kantor sama Rima, mungkin beberapa hari aku gak masuk" ucap Yuda...


..."Udah jadi bos jangan ngadon mulu" ucap Bram...


..."Mau jadi pengangguran" ancam Yuda...


..."Peace bos bercanda. Hamba siap jalankan titah bos Yuda" ucap Bram...

__ADS_1


..."Harus kalo masih mau hidup" Yuda...


...Semua sudah keluar dari ruangan Kania, sekarang tinggal mereka berdua. Yuda sudah tidak sabar untuk membawa istrinya kedokter kandungan. Kania membuka matanya dan mendapati suaminya ada didepannya dan menggenggam tangannya....


..."Mas" ucap Kania lirih...


..."Sayang, maafin mas ya maaf Udah bikin kamu susah" Yuda menciumi tangan istrinya...


..."Maaf kenapa mas" tanya Kania yang masih belum ngerti...


..."Mas minta maaf udah nyusahin kamu sayang" kata Yuda...


..."Mas gak nyusahin, mas itu berkah buat aku" ucap Kania...


..."Terimakasih sayang, makan dulu mas suapin" Yuda mengambil makanan yang sudah disiapkan pegawainya tadi...


..."Mas udah makan" tanya Kania...


..."Belum" jawab Yuda...


..."Kita makan sama-sama" kata Kania...


..."Terimakasih sayang" Yuda tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya...


..."Mas dari tadi senyum-senyum saja, apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui mas" kepo Kania...


..."Habisin makanan mu terus ikut mas, nanti kita bakal tau dengan jelas" ucap Yuda...


..."Mas jangan bikin penasaran" Kania merengek...


...Mereka makan sepiring berdua. Yuda menyuapi istrinya kemudian dirinya sendiri sampai habis. Yuda menyerahkan segelas air putih. Setelah selesai Yuda segera membawa istrinya kerumah sakit dimana tempat dokter rekomendasi dari dr Beny....


..."Kok kerumah sakit mas" tanya Kania...


..."Iya kamu harus diperiksa" kata Yuda...


..."Kok aku, aku baik-baik aja" jawab Kania...


..."Mas cuma mau memastikan" Yuda...


..."Memastikan apa" heran Kania...


..."Kata Beny kemungkinan kamu hamil sayang" jelas Yuda...


..."Ha......hamil mas, aku hamil" Kania terkejut mendengar ucapan suaminya....


..."Iya, kamu gak seneng ya mau punya anak dari mas" kata Yuda dengan wajah berubah sendu...


..."Alhamdulillah seneng banget mas, Allah masih baik mau memberi kepercayaan untuk menjaga amanahnya. Terimakasih ya Allah. Terimakasih mas" Kania dengan mata berkaca-kaca masuk kepelukan suaminya...


..."Alhamdulillah sayang kita akan mempunyai bayi lagi. Mas bahagia sayang" ucap Yuda dengan mengelus lembut punggung istrinya...


..."Kok aku gak nyadar ya selama ini, apa mungkin mualmu tiap pagi itu juga karena aku hamil mas" tanya Kania yang masih betah sembunyi didada suaminya...


..."Kata Beny sih gitu, mas mengalami kehamilan simpatik" jelas Yuda...

__ADS_1


..."Alhamdulillah ya Allah"...


..."Astaghfirullah mas baru ingat" kaget Kania...


..."Ingat apa yank" tanya Yuda...


..."Sejak menikah aku belum dapat, padahal udah hampir 3 bulan" kata Kania...


..."Iya juga sih mas yang tiap malam berkunjung juga gak sadar" kekeh Yuda...


..."Apa reaksi anak-anak kalo tau mau punya adik, gimana kalo mereka menolak" Kania mempunyai ketakutan sendiri...


..."Enggak, mereka akan senang menyambut adik baru mereka" Yuda menyakinkan Kania...


..."Semoga" ucap Kania...


..."Nyonya Kania Paramitha'' panggil suster didepan pintu masuk....


..."Saya suster" jawab Kania dan berdiri diikuti Yuda suaminya...


..."Silahkan Nyonya" suster membukakan pintu untuk pasiennya...


...Yuda dan Kania duduk didepan dokter perempuan yang ditaksir usianya sebaya dengan Kania. Kania mengamati dokter tersebut dengan teliti....


..."Yusii" ucap Kania...


..."Kamu kenal yank" ucap Yuda...


..."Maaf, anda Maura Yusita kan" tanya Kania...


..."Iya, kamu Kania yang dulu di BK karena nimpuk kepala guru biologi" tanya dr Maura...


..."Ha masih ingat" Kania tersenyum...


..."Astaghfirullah Kania, kemana aja lo" dr Maura memeluk sahabat semasa SMA dulu...


..."Aku disini aja, kamu yang ngilang seperti ditelan bumi" ucap Kania yang membalas pelukan sahabatnya...


..."Mana no wa lo, kita harus ngobrol" Maura...


..."Pasti, ini kamu save" Kania...


..."Oh ya kenalin ini suamiku mas Yuda, mas ini temanku SMA dulu" kata Kania...


..."Yuda" mengulurkan tangannya...


..."Maura" membalas uluran tangan Yuda...


..."Gini dok, kita mau periksa perihal kehamilannya Kania" kata Yuda...


..."Kania kamu hamil? Alhamdulillah. Anak keberapa" tanya dr Maura...


..."Anak pertama kami, kami baru menikah 3 bulan lalu" jawab Kania...


..."Mari sini berbaring" dr Maura mengarahkan Kania berbaring di ranjang tempat dokter memeriksa. Sudah ada suster yang berdiri siap membantu....

__ADS_1


__ADS_2