
...Hari berganti bulan. Kini usia kandungan Kania sudah memasuki HPL. Yuda sudah mengambil cuti. Semua pekerjaan diserahkan pada Bram sang asisten dan juga Rima. Yuda siaga berada didekat istrinya 24 jam. Mengingat usia Kania yang sudah tidak muda lagi untuk melahirkan Yuda menginginkan sesar tapi Kania menolak karena sesar proses penyembuhannya lama sedangkan kalo melahirkan normal proses penyembuhannya cepat. Yuda tidak bisa berbuat banyak selain menuruti kemauan istrinya. Yuda berkonsultasi dengan dokter yang menangani kehamilan istrinya. Kebetulan dokter tersebut teman istrinya saat SMA jadi mereka bisa interaksi dengan mudah....
...Hari ini Kania terlihat aneh. Yuda sudah curiga dari subuh tadi, tapi Kania belum mau mengatakan pada suaminya. Dan dugaan Yuda benar. Dari subuh tadi perut Kania sudah mulai merasakan kontraksi. Tapi Kania masih bisa menahannya. Kania tidak mau suaminya akan panik jika dirinya bilang dari awal. Dan sekarang dia sudah tidak bisa lagi menahan sakitnya. Kontraksinya semakin sering dan lama....
...Saat ini Yuda tengah mengikuti istrinya yang mondar-mandir diruang TV....
..."Mas" panggil Kania...
..."Iya sayang ada yang sakit" kata Yuda...
..."Sepertinya aku mau melahirkan" kata Kania lirih karena menahan sakit...
..."Kita kerumah sakit sekarang" Yuda...
..."Bik panggil sopir siapkan mobil kita kerumah sakit sekarang. Nyonya mau melahirkan" Yuda memerintahkan pada pembantunya yang kebetulan ada didekatnya...
..."Baik tuan" bik Wati berlari memanggil supir....
...Yuda membopong istrinya masuk ke mobil. "Segera kerumah sakit, Bagas hubungi dokter Maura" kata Yuda pada sopir dan bodyguard yang siap membuka pintu mobil....
..."Siap tuan" jawab keduanya serentak...
..."Hubungi anak-anak juga" tambah Yuda...
..."Bilang pada bibik untuk menyiapkan keperluan Kania" imbuh Yuda...
..."Jalan kerumah sakit sekarang" titah Yuda pada sopir...
..."Sakit mas" rintih Kania...
..."Sabar sayang bentar lagi kita sampai" Yuda mengelus perut buncitnya berharap meredakan sakit istrinya....
...Tidak butuh waktu lama untuk sampai dirumah sakit. Dr Maura sudah siap menyambut Kania. Dr Maura langsung mengarahkan keruang bersalin. Kania tidak mau melepaskan tangannya dari genggaman suaminya. Yuda setia mendampingi istrinya. Ternyata tenaga seorang wanita yang mau melahirkan jauh lebih kuat dari yang ia duga. Berjuang sekuat tenaga mengeluarkan buah cintanya. Bertaruh nyawa demi nyawa baru....
...Kania diperiksa jalan lahirnya, ternyata sudah pembukaan 6. Tidak butuh waktu lama akhirnya Kania melahirkan bayi perempuan cantik. Duplikat Kania. Wajahnya cantik perpaduan antara Yuda dan Kania. Bibirnya hidungnya mirip dengan Kania sedang matanya alisnya mirip dengan Yuda. Yuda menangis terharu melihat malaikat kecil hasil dari buah cintanya dengan Kania. Perempuan yang telah mengisi separo hatinya sejak dulu sebelum keduanya menikah dengan pasangan masing-masing. Ternyata buah kesabaran Yuda terbayar sudah. Bayi mungil dengan kulit masih kemerahan....
..."Terimakasih sayang terimakasih" ucap Yuda yang tak henti menciumi wajah Kania...
...Yuda tidak peduli meski keringat membasahi wajah istrinya Yuda tetap menghujani ciumannya dimana-mana. Tidak peduli meski ada dokter serta perawat yang masih membersihkan Kania serta bayinya....
..."Pak silakan di adzanni dulu bayinya" dr menyerahkan bayinya pada Yuda...
...Yuda mengambil bayinya yang selama ini didambakan dengan tangan bergetar lalu mengadzani dengan khidmat....
__ADS_1
...Setelah diadzani bayinya dikembalikan pada dokter. Dokter menerimanya dan langsung memberikan pada Kania untuk dilakukan IMD....
..."Kania ini putrimu cantik seperti dirimu, sekarang kasih asi dulu. Masih bisa apa sudah lupa" canda dokter Maura...
..."Ra makasih ya" ucap Kania...
..."Sama-sama, Selamat ya untuk kalian berdua" ucap dr Maura...
..."Makasih dok" jawab Yuda...
..."Aku tinggal dulu, nanti kalo udah selesai nyusunya panggil suster" pamit dr Maura...
..."Ya" jawab Kania...
...Setelah dr Maura keluar dari ruang bersalin (Kania masih diruang bersalin belum dipindahkan keruang rawat)....
..."Terimakasih sayang terimakasih udah ngasih mas putri cantik" kata Yuda dengan mengusap-usap pipi pink putrinya...
..."Sama-sama mas, makasih juga udah sabar ngadepin Kania selama ini. Selama hamil Kania Sangat menyebalkan ya" kata Kania...
..."Kadang-kadang sih" jawab jujur Yuda...
..."Sayang Daddy sangat nyebelin" Kania bicara dengan bayinya...
..."Mikhaela Queensyi Putri Baskara" jawab Yuda...
..."Aku suka, nama yang cantik secantik orangnya" ucap Kania...
...Yuda tak henti-hentinya menghujani Kania ciuman dimana-mana. Rasa bahagianya bisa mendapatkan putri cantik dari wanita tercintanya....
..."Mas keluar bentar ya siapa tau didepan udah ada anak-anak" ucap Yuda...
...Kania mengangguk....
...Yuda keluar dari ruang bersalin dengan senyum merekah. Seperti dugaannya didepan sudah ada ketiga anaknya serta art yang membawakan barang barang Kania juga babynya....
..."Daddy gimana" tanya Gladys begitu Yuda muncul dari balik pintu....
..."Mama sudah melahirkan, adik kalian cewek, sekarang lagi adik bayi lagi sama Mama. Masuklah" kata Yuda...
...Gladys dan Gisel segera masuk. Matanya berbinar-binar melihat bayi mungil yang sedang nyusu itu. Gladys hendak memeluk Mamanya tapi diurungkan karena ada adiknya....
..."Mama" panggil sikembar bersamaan...
__ADS_1
..."Kakak, sekarang udah kakak lo" kata Kania...
..."Cantik ma" ucap Jovan...
..."Iya mirip siapa kak" tanya Kania...
..."Gak tau, kok kulitnya keriput ma" tanya Jovan...
..."Astaga kak Jo. Ya iyalah kriput baru lahir kakak Jo yang ganteng sendiri, harusnya adiknya cowok biar ada yang menyaingi" gerutu Gisel...
..."Hahaha kasihan kakak Gisel dek, dapat saingan baru. Sama kak Gladys sudah terkalahkan sekarang tambah adik yang sudah pasti jadi primadona" goda Jovan...
..."Tenang Daddy sama Mama nanti bisa kasih adik lagi cowok buat kakak kembar" ujar Yuda...
..."Enggak" ketiga perempuan itu menjawab kompak...
..."Keren dad kompak banget" kata Jovan...
..."Awas aja dad, karena kekompakan ibu dan anak bisa-bisa nanti Daddy kalo Daddy salah dikit dikeroyok 3 wonder woman, apalagi yang dua jago beladiri" goda Jovan...
..."Boleh saja sebanyak apapun, tapi kamu mas yang hamil" ketus Kania...
..."Sakit tau melahirkan itu, hamil itu juga susah kemana-mana bawa perut besar capek tau. Kamu sih cuma terima enaknya doang" oceh Kania...
..."Dengerin tu dad" sela Gladys...
..."Maaf Daddy cuma bercanda" Yuda menggaruk kepalanya yang tidak gatal...
..."Namanya siapa Mam" tanya Jovan...
..."Mikha. Mikhaela Queensyi Putri Baskara" jawab Yuda...
..."Cantik" ucap Jovan...
..."Ma, sakit ya ma melahirkan" tanya Gladys...
..."Pasti sakit, makanya Mama sedih kalo kalian membantah Mama. Melahirkan butuh perjuangan dan bertaruh nyawa" jawab Kania...
..."Maaf ma kalo selama ini kita bikin Mama sedih" lata Gladys...
..."Gak masalah yang terpenting jangan diulangi lagi''kata Kania...
...Mereka terlibat obrolan ringan serta canda tawa yang hangat. Semua anggota keluarga menerima satu sama lain meskipun mereka tidak ada hubungan darah. Yuda menerima Gisel dan Gladys seperti anak kandungnya sendiri begitu juga dengan Kania yang menerima Jovan sama seperti putri kembarnya....
__ADS_1