KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 52


__ADS_3

...Hari demi dari dilalui Kania dengan suka cita. Suaminya sangat memanjakan dirinya. Waktu Kania sekarang hanya dirumah saja. Yuda sudah tidak mengijinkan lagi Kania pergi kerestoran. Semua restoran kini dikelola Gisel dan Gladys dibantu Yuda serta para asisten Kania dulu....


...Kania sangat menikmati masa kehamilan kini. Tiap hari dilimpahi kasih sayang dari suami serta anak-anaknya. Kania juga mengikuti kelas ibu hamil dua kali dalam seminggu. Tak jarang Jovan yang menemani jika Yuda tidak bisa. Semua orang sigap membantu dan menemani Mamanya....


...Tiap pagi Kania jalan-jalan disekitar kompleks rumahnya ditemani suami tercinta. Yuda tidak akan membiarkan Kania keluar rumah sendirian meski sudah ada bodyguard. Jika dirinya tidak bisa menemani istrinya dan ketiga anaknya juga sibuk maka Kania harus terima dirinya tidak bisa keluar rumah. Yuda sangat over protective terhadap istrinya. Mulai dari makanan yang dikonsumsi camilan susu hingga make up pun harus benar-benar aman untuk bumil....


...Malam ini kejadian tak terduga menimpa Kania. Yuda panik setengah mati. Semua anggota keluarga sedang menikmati waktu santainya dengan ngobrol bercengkrama dengan keluarganya. Kania yang duduk bersandar manja pada suaminya tiba-tiba berdiri dan memuntahkan isi dalam perutnya....


..."Hoek..... hoek......" Kania berdiri tidak jauh dari suaminya duduk....


..."Astaghfirullah sayang kamu kenapa, panggil dokter" ucap Yuda panik...


...Yuda membawa Kania masuk kekamarnya. Yuda mengolesi perut serta telapak kakinya dengan minyak kayu putih....


..."Mas aku gak papa, gak panik gitu" kata Kania...


..."Kamu muntah muntah sayang gimana mas gak panik, mas takut terjadi apa-apa sama kamu apalagi sama baby kita" kata Yuda yang masih dilanda kepanikan...


..."Mas lebay deh aku gak papa" Kania...


..."Gak mungkin kalo gak kenapa-kenapa, Mama tiba-tiba muntah aneh tau gak" ucap Gladys...


..."Apa Mama tadi memakan sesuatu gitu" tanya Gisel...


..."Mama makan yang ada aja, Daddy kan gak ngijinin kalo Mama pengen makanan dari luar tanpa seijin Daddy" jujur Kania...


..."Maaf sayang mas nglakuin ini karena mas tidak mau terjadi sesuatu seperti ini" ucap Yuda...


..."Iya maaf, tapi bener lo Kania gak makan yang aneh-aneh, semua makanan kan udah mas sediain jadi aku cuma makan yang ada" kata Kania...


..."Tok... tok.... Daddy Om Beny sudah datang" kata Jovan...


..."Bawa langsung masuk" kata Yuda...


..."Dad Mama itu hamil kenapa yang dipanggil dr Beny sih" Gladys protes...


..."Tenang aja dokter Beny itu pinter" jawab Yuda...


..."Ben periksa istriku tiba-tiba tadi muntah" cerita Yuda...


...dr Beny langsung memeriksa kondisi Kania, semua diperiksa dengan teliti tidak boleh salah mengambil tindakan....

__ADS_1


..."Yud, istrimu tidak kenapa-kenapa, mungkin masuk angin" papar dr Beny...


..."Mas Yuda gak percaya dok kalo aku gak kenapa-kenapa, dia terlalu lebay" kata Kania...


..."Sayang mas tu kawatir bukan lebay emang salah ya" ucap Yuda...


..."Maaf gak salah terimakasih udah peduli ma aku" Yuda menggenggam tangan suaminya....


..."Serius Ben tidak ada yang salah" tanya Yuda...


..."Serius Yuda semua baik-baik saja" jawab dr Beny...


..."Syukurlah" Yuda lega...


..."Ya udah aku permisi dulu" pamit dr Beny...


..."Makasih ya Ben" ucap Yuda...


..."Sama-sama" dr Beny keluar dikuti dengan anak-anak...


..."Sayang kamu bikin mas kawatir saja" Yuda duduk disamping istrinya...


..."Iya ada apa sayang, kamu mau sesuatu biar mas carikan" tanya Yuda...


..."Enggak, aku cuma mau mas" jawab Kania...


..."Mas akan selalu ada buat kamu" ucap Yuda...


..."Makasih. Janji ya gak akan pernah ninggalin aku" kata Kania...


..."Janji" ucap Yuda yakin...


...Kania masuk kepelukan suaminya. Dadanya adalah tempat ternyaman untuknya bersandar. Segera rasa bisa ditumpahkan disini. ...


..."Mas" panggil Kania...


..."Kenapa yank" jawab Yuda...


..."Emh..... anu...eng.....itu.....gimana ya" kata Kania bingung...


..."Ada apa ada yang sakit" kata Yuda sudah berubah panik...

__ADS_1


..."Ish mas Yuda terlalu parno jangan panik gitu deh mukanya" kata Kania...


...Yuda menarik nafas "Tadi mau ngomong apa" Yuda merubah mimik wajahnya...


..."Emm.... jangan marah ya" kata Kania...


..."Iya" Yuda...


..."Iya apa. Iya akan marah apa iya tidak akan marah" Kania...


..."Iya tidak akan marah" Yuda...


..."Em ....... aku mau mas pakai ini" Kania menyodorkan daster yang ukurannya besar...


..."What" Yuda melotot tak percaya...


..."Ih tadi udah janji gak akan marah kok malah bentak aku sih" mata Kania sudah berkaca-kaca hendak menangis...


..."Maaf maaf maaf mas gak bermaksud bentak kamu, mas cuma kaget" Yuda mencari pembelaan...


..."Mas mau kan makainya" ucap Kania penuh harap...


..."Kalo ditolak pasti akan mewek gak selesai-selesai, kalo dipakai harga diri seorang CEO hilang sudah didepan istrinya" batin Yuda...


..."Mas kok bengong sih mas gak mau ya" Kania memasang wajah sedih...


..."Iya-iya mas akan pakai" Yuda mengambil daster itu...


..."Pakai disini aja" kata Kania...


..."Yuda melepaskan pakaiannya dan hanya menyisakan ********** saja kemudian memakai daster dari istrinya. Terlihat aneh tidak ada feminim-feminimnya. Ototnya menonjol dilengannya. Perutnya yang kotak-kotak tercetak didaster tipisnya. Jangan lupa bulu kakinya yang lebat menambah kesan aneh....


...Perasaan dongkol marah bersarang didadanya. Tapi melihat istrinya tersenyum senang membuat hatinya menghangat. Rasa yang sebelumnya hinggap kini berubah damai dan bahagia melihat istrinya tersenyum lepas seperti itu....


..."Lihat nak Daddy mu ganteng banget" kata Kania dengan mengelus perut buncitnya...


..."Ganteng dari mananya aneh sih iya" batin Yuda...


..."Mas ayo bobok, peluk aku dengan pakai daster ini" kata Kania yang sudah siap untuk tidur...


..."Ayo" Yuda naik keatas ranjang dan berbaring disamping istrinya dan mendekap istrinya penuh cinta. Lengannya yang satu dipakai buat bantal istrinya sedang tangan satunya mendekap perut buncit istrinya. Tak lupa memberi elusan lembut diperutnya. Tidak butuh waktu lama Kania sudah tidur dengan posisi itu. Yuda juga ikut tidur....

__ADS_1


__ADS_2