KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 15


__ADS_3

Setelah 3 jam dilakukan pemeriksaan kini Selly ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakaan yang menimpa Gisela Zaveka Ayunda. Selly juga mengakui kalo dirinya memang sengaja ingin melukai kedua anak Marcel karena cemburu. Marcel yang terus-menerus memberikan perhatiannya pada kedua anak kembarnya serta mantan istrinya. Sedangkan dirinya juga butuh perhatian lebih dari Marcel yang sekarang sedang mengandung anaknya yang memasuki bulan ke 8. Memang saat Marcel menikahi selly, Selly sudah hamil lebih dulu. Dan sekarang bisa dipastikan Selly akan melahirkan anaknya didalam penjara.


Marcel merasa bersalah karena semua ini terjadi karena dirinya. Dari awal semua kejadian yang menghampiri karena ulahnya. Istri pertama menggugat cerai, putrinya kecelakaan dan sekarang istrinya mendekam dalam jeruji besi juga karena ketidak mampuannya dan mencoba meraih semuanya. Namun apa daya tangan tak sampai malah hilang sudah semua tak tersisa.


Nasi sudah menjadi bubur, Semua sudah melebur hilang dari dirinya. Ingin mempertahankan Kania sebagai istri pertama dan kedua anaknya serta Selly sebagai istri kedua nyatanya hanya ada luka diantara semuanya. Semua bersumber dari Marcel. Marcel lah yang patut dipersalahkan atas semua ini. Marcel lah penyebab kekacauan ini.


Tring.......ting .....ting.....


Henponnya Marcel terus berdering. Marcel melihat nama yang menghubungi. Ada Gladys yang menelpon. Marcel segera mengangkat


"Hallo Dys ada apa" tanya Marcel begitu tersambung


"Ternyata yang nabrak Gisel perempuan simpanan Papa, Wow hebat ya Papa punya istri yang siap mencelakai anaknya sendiri" ucap Gladys tanpa basa-basi


"Maafkan Papa Dys, Papa gak nyangka kalo Selly melakukan ini semua" Marcel merasa bersalah


"Gak nyangka tapi niat" Gladys


"Apa maksudmu Dys" tanya Marcel yang gak ngerti maksud ucapan putrinya


"Pikir sendiri" Gladys


"Gladys" Marcel


"Kalo sampai perempuan sialan itu bebas, aku sendiri yang akan mematahkan tangannya. Jika perlu lehernya sekalian" ancam Gladys


"Tadi dia sedang mengandung Dys" Marcel


"Wow ternyata situkang selingkuh membela pelakornya" ucap Gladys geram


"Maksud Papa bukan gitu Dys" Marcel


Tut....tut ...tut....


Belum selesai Marcel ngomong panggilan sudah dimatikan sepihak oleh Gladys. Marcel mencoba menghubungi anaknya kembali tapi sia sia karena Gladys enggan mengankat panggilan Papanya

__ADS_1


Marcel bingung harus berbuat apa. Putrinya atau istrinya yang tengah mengandung anaknya juga. Kalo Marcel menolong Selly sudah pasti Gladys dan Gisel akan sangat murka, jika membiarkan Selly dipenjara sudah pasti Selly yang akan menderita. Bagaimana pun Selly sekarang istrinya. Marcel memijit pelipisnya. Kepalanya pusing berputar-putar seperti mau pecah saja memikirkan masalah yang makin rumit dan sulit dikendalikan.


Seharian Marcel tidak fokus pada kerjaannya. Marcel terus mencari cara untuk mendamaikan ketiganya. Marcel segera meluncur kerumah sakit. Menjenguk anaknya yang mengalami patah tulang dibagian lengan kanannya karena ulah istrinya.


Marcel masuk gitu aja keruangan Gisel. Disana ada Kania dan pak Yuda. Hati Marcel mencelos mendapati Yuda ada diruangan putrinya.


"Pak Marcel" Sapa Yuda


"Maaf menggangu" ucap Marcel


"Tidak silahkan" ucap Yuda


Kania tidak mengeluarkan suara apapun. Bahkan Kania enggan melihat mantan suaminya itu. Gisel sedang memainkan ponselnya. Sedangkan Gladys lagi disekolah.


"Hay sayang bagaimana keadaanmu" tanya Marcel


"Seperti yang Papa lihat" jawab Gisel


"Ini Papa bawakan martabat kesukaanmu" Marcel mengangsurkan peper bag kearah Gisel


"Papa minta maaf kalo yang nglakuin ini semua ternyata Mamamu" ucap Marcel


"Dia bukan mamaku, Mama ku cuma Mama Kania tidak ada yang lain" kata Gisel dengan suara yang meninggi karena tidak terima dengan sebutannya Selly sebagai Mamanya.


"Gisel" Marcel


"Kalo kesini cuma bikin ribut mending gak usah kesini, urus aja istrimu" kata Kania yang masih tetap pada tempatnya


"Maaf aku cuma mau memastikan Gisel baik baik saja" Marcel


"Dari dulu Gisel selalu baik baik saja. Yang membuat tidak Baik baik saja pastinya kamu sendiri tau siapa orangnya. Jadi gak usah sok perhatian sama Gisel" jawab Kania ketus.


"Keluar sekarang atau ku panggil perawat" kata Kania mengusir Marcel


"Baiklah aku akan keluar" Marcel hendak melangkah tapi Gisel menghentikan

__ADS_1


"Tunggu, bawa sekalian ini kasih sama istri supermu" kata Gisel yang menyodorkan martabat yang dibawa Papanya tadi.


"Sebegitunya ya Sel kamu benci papamu" ucap Marcel sendu


"Sangat" jawab ketus Gisel


"Sekalian ini" Gisel memberikan ATM yang selama ini diberikan Marcel


"Dan bilang sama istrimu itu jangan ganggu kami kare kami bisa hidup tanpa kamu" kata Gisel dan memalingkan mukanya menghadap tembok


Marcel mengambil paper bag dan membuangnya ketong sampah yang ada diruangan itu dan pergi begitu saja. Dia tidak mengambil ATM yang dikembalikan Gisel. Marcel tau pasti putrinya itu sangat kecewa padanya.


Marcel duduk lama dimobilnya sebelum pergi meninggalkan rumah sakit. Marcel sendiri sekarang bingung. Didalam mobil Marcel melihat ibunya datang kerumah sakit. Marcel segera turun dan menghampirinya.


"Ibu" panggil Marcel


"Ada apa ibu kesini, ibu sakit" tanya Marcel


"Ibu mau jenguk cucu ibu" jawab ibunya Marcel


"Dari siapa ibu rau Gisel disini" tanya Marcel


"Dari cucu ibu yang satunya Gladys" jawab ibu ketus


"Selamat ya" kata ibu


"Selamat, buat apa" jawab Marcel yang tidak mengerti maksud ucapan ibunya.


"Selamat karena kamu sudah membuat cucu ibu menderita, selamat juga akhinya punya istri penjahat" kata ibu sinis yang juga sakit hati dengan kelakuan putranya itu.


Marcel hanya menunduk tidak menatap ibunya. Karena dari awal ibunya yang tau hubungan Marcel dengan Selly telah mengingatkan kalo semua ini pasti terjadi jika Marcel terus berhubungan dengan Selly. Tapi Marcel tidak mengindahkan omongan ibunya. Alhasil Marcel menerima buah dari tanamannya sendiri. Bahkan ibunya pun memilih dipihak Kania dan cucu-cucunya.


Setelah mengucapkan selamat pada putranya, ibunya Marcel pergi begitu saja menuju ruang rawat cucunya. Marcel hanya memandang punggung perempuan yang telah melahirkan menjauh darinya.


Sudah tidak tersisa lagi semua orang tidak ada yang mau dengannya. Bahkan ibunya sendiri. Lagu lagi penyesalan yang Marcel dapatkan. Menyesal menyesal menyesal dan menyesal yang tak ada gunanya.

__ADS_1


__ADS_2