
...Dari pagi Gladys sudah sibuk dikamarnya. MUA yang akan mendandani Gladys sudah datang pagi-pagi sekali. Gladys didandani secantik mungkin. Dasarnya sudah cantik ditambah sapuan makeup dari sang ahli membuat penampilan Gladys sangat sempurna. Gladys menggunakan kebaya putih dengan hijabnya juga. Meski kesehariannya Gladys belum berhijab seperti kakak iparnya Bia namun Gladys memilih menggunakan hijab saat akad nikahnya. Kania yang masuk kamar putrinya takjub dengan hasil karya sang MUA....
..."Subhanallah ini putri Mama'' ucap Kania begitu melihat putrinya yang berubah jadi bidadari....
..."Ya iyalah Mama, jangan karena dapat menantu baru anaknya dilupakan'' oceh Gladys...
..."Mama pangling lihat kamu Dys, beruntungnya Revan dapat istri secantik ini'' kata Kania...
..."Harus'' ucap Gladys...
..."Ini sudah selesai belum mbak'' tanya Kania pada perias yang mendandani putrinya...
..."Sedikit lagi Nyonya'' jawab MUA...
..."Udah ditunggu'' kata Kania...
..."Ma, Gladys deg-degan'' ucap Gladys...
..."Papa udah datang belum ma'' tanya Gladys...
..."Sudah, tadi Mama lihat Papamu sama Gisel'' jawab Kania...
..."Ma'' panggil Gladys...
..."Ya ada apa'' Kania menengok ke arah putrinya...
..."Dulu waktu Mama nikah ma Papa, Mama gugub juga gak ma" tanya Gladys...
..."Gugub banget, waktu nikah ma Daddy lebih parah" jawab Kania...
..."Mama sampai keringetan waktu itu padahal tempatnya dingin banget'' kata Gladys...
..."Waktu nikah ma Daddy gugub campur takut jadi satu'' kata Kania...
__ADS_1
..."Takut apa ma'' tanya Gladys...
..."Takut disakiti lagi, takut dimadu lagi pokoknya takut sesuatu yang pernah Mama alami bakal terulang kembali'' kata Kania...
..."Kalo sekarang'' kata Gladys...
..."Sekarang udah lega Daddy amat sangat mencintai Mama, dan Revan sepertinya juga sangat mencintaimu, Revan tipe laki-laki yang sulit jatuh cinta jadi begitu jatuh cinta dia bisa sangat menjaga apa yang didapatkan'' kata Kania...
..."Mas Revan berjuang untuk mendapatkan hati Gladys lebih dari 9 bulan. Dulu Gladys enggan menerima dia, tapi melihat keseriusannya membuat hati Gladys meleleh. Do'akan Gladys selalu bahagia ya ma'' pinta Gladys...
..."Tanpa kamu minta Mama selalu berdoa buat kebahagiaan putri-putri Mama, sudah ayo turun acara segera dimulai'' Kania menggandeng tangan putrinya...
..."Bismillah'' ucap Gladys sambil melangkah keluar dari kamar riasnya...
...Ditempat ijab qobul semua sudah hadir. Yuda duduk bersebelahan dengan Marcel menghadap kearah Revan yang duduk didepannya. Yuda terlihat santai saja sedangkan Marcel sepertinya begitu canggung dan gugub. Didepannya ada Revan dan disebelah kanannya ada Papanya Raka. Gladys dituntun Kania dan duduk disebelah kiri Revan. Revan sempat tidak berkedip melihat pengantinnya yang sangat sempurna. Cantik paripurna. Kania duduk didekat besannya dr Maura....
..."Sudah siap semuanya'' tanya penghulu...
..."Sudah pak'' jawab semua serentak...
..."Saya nikahkan dan kawinkan engkau Revan Bramantyo dengan putri kandung saya Gladysa Zaveka Adinda dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin berlian 2 karat dibayar tunai'' ucap Marcel...
..."Saya terima nikah dan kawinnya Gladysa Zaveka Adinda binti Marcel dengan mas kawin tersebut dibayar tunai'' ucap lantang Revan dalam satu tarikan nafas...
..."Bagaimana saksi'' tanya penghulu...
..."Sah''...
..."Sah''...
..."Sah'' jawab serentak tamu yang hadir...
..."Baarakaallahu likulii wahidimmingkumaa fii shahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin'' doa penghulu...
__ADS_1
...Revan mengambil tangan Gladys yang sekarang sudah resmi jadi istrinya untuk dipasangkan cincin berlian dijari manisnya. Dulu Revan juga pernah ngasih cincin emas untuk Gladys sebagai tanda keseriusannya. Setelah memakaikan cincin Revan mencium kening istrinya dengan mesra. Gladys menyambut dengan pipi merah seperti tomat. Kemudian Gladys menyalami suaminya dan mencium tangannya dengan takzim....
...Setelah semua berkas ditandatangani Revan dan Gladys melakukan sungkem kepada orang tuanya....
...Gladys dan Revan lebih dulu sungkem pada Kania dan Yuda. Setelah itu baru sungkem pada Marcel dilanjutkan pada orang tuanya Revan. Suasana haru sekaligus tegang sangat terasa. Gladys menangis sesenggukan dibawah kaki ibunya. Kania pun tak dapat membendung air matanya agar tidak menetes....
...Setelah acara ijab qobul selesai akan dilanjutkan dengan resepsi nanti setelah dhuhur. Semua tamu undangan yang hadir di acara ijab qobul hanya keluarga dan sahabat terdekat dari kedua mempelai....
...Sedari tadi Revan tidak bisa menyembunyikan rasa takjubnya pada istrinya. Aura kebahagiaan memancar dari wajah keduanya. Revan yang kagum dengan kecantikan istrinya begitu juga Gladys yang terpesona dengan ketampanan suaminya. Keduanya sudah tidak sabar untuk malam pertama tapi harus sabar dulu karena masih harus melewati acara resepsi dulu....
...Revan didampingi orang tuanya duduk diatas pelaminan, sedang Gladys didampingi Mama dan Daddy-nya. Marcel duduk dikursi khusus untuk keluarga. Seharusnya Marcel yang duduk dengan Kania tapi Marcel cukup tau diri bahwa mantan istrinya itu tidak mengharapkan dirinya yang mendampingi menerima ucapan selamat dari sanak saudara serta tamu undangan yang rata-rata tamunya para dokter teman kerja Revan serta Mamanya. Tapi juga masih banyak rekan bisnis Yuda serta Kania....
...Di acara resepsi kali ini semua keluarga menggunakan kain batik. Kaum perempuan menggunakan kebaya warna hijau tosca dengan bawahan kain batik. Sedangkan para pria menggunakan atasan batik senada dengan kain yang digunakan para wanitanya dan bawahan celana bahan. Semua baju yang digunakan keluarganya hasil rancangan Gladys sendiri....
...Karena semua keluarga berpasangan maka Marcel berpasangan dengan putri satunya Gisel. Mikhaela duduk anteng dekat dengan Mama dan Daddy-nya....
..."Pa, Gladys cantik banget ya'' ucap Gisel...
..."Iya, kamu juga cantik'' kata Marcel...
..."Papa bisa aja'' kata Gisel...
..."Kalo gadis Papa yang ini udah ada calonnya belum'' tanya Marcel...
..."Belum nemu yang cocok'' jawab jujur Gisel...
..."Papa doakan semoga segera dipertemukan jodoh terbaik buat putri Papa ini'' kata Marcel...
..."Amin, terimakasih pa doanya'' kata Gisel...
...Sementara Gisel sedang asik ngobrol dengan Papanya rupanya dari jauh ada yang memperhatikan gerak-gerik Gisel. Hatinya panas saat melihat Gisel dengan Papanya....
..."Rupanya seleramu Om Om'' geram Alan yang melihat Gisel...
__ADS_1
...Alan menyukai Gisel dari pandangan pertama. Semalaman Alan berpikir keras cara mendapatkan Gisel. Dan harus menerima kekalahan sebelum perang dimulai. Kini pikiran buruk tentang Gisel memenuhi otaknya Alan. Berbagai umpatan dilontarkan untuk Gisel. Alan benar-benar cemburu melihat Gisel yang akrab dengan Papanya. Alan pikir Marcel suaminya Gisel karena keduanya memakai baju yang sama dengan baju untuk keluarga mempelai. Tanpa disadari tangan Alan mengepal dan berjalan menjauh dari kerumunan acara....
...Hati Alan panas terbakar cemburu buta yang tidak berdasar. Alan menendang semua yang dilewatinya....