KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 12


__ADS_3

Setelah satu jam setengah, operasi Gisel akhirnya selesai. Operasinya berhasil. Sekarang Gisel sudah dipindahkan keruang rawat. Kania serta Gladys masih setia menunggui. Sedang pak Yuda dan Jovan sudah lebih dulu pergi meninggalkan rumah sakit.


Gladys duduk disofa dengan memeluk erat Mamanya.


"Sayang, di TKP ada CCTV gak ya kira-kira" tanya Kania


"Ada ma, Mama mau lapor polisi" tanya Gladys


"Iya, Mama mau tau ini murni kecelakaan atau memang disengaja" Kania


"Rasanya memang aneh sih ma, didepan sekolah kan rame pejalan kaki, dan ada tanda dilarang ngebut, terus itu pengendaranya terlalu ketepi jalan, sepertinya memang disengaja deh ma" kata Gladys


"Hubungi papamu dia harus tau anaknya kecelakaan " kata Kania


"Iya ma" Gladys bangun dari duduknya dan mengambil hp untuk menghubungi Papanya Marcel.


Tut ......tut......tut......


"Hallo pa" ucap Gladys


"Hallo sayang apa kabar, tumben telpon Papa ada apa, kangen ya sama Papa " oceh Marcel


"Gladys cuma mau kasih tau kalo Gisel kecelakaan dan sekarang ada dirumah sakit permata" cerocos Gladys


" Kecelakaan, kok bisa" Marcel


"Gak usah banyak nanya datang aja kerumah sakit kalo emang peduli. Tut" Gladys mengakhiri sambungannya dengan Papanya tanpa menunggu jawaban Papanya


"Hallo Gladys, Gladys" Marcel memanggil manggil putrinya tapi sambungannya sudah terputus.


Marcel segera pergi meninggalkan Selly yang masih tertidur. Gladys menghubungi Papanya jam 5 pagi sudah dipastikan Selly belum bangun dijam segitu karena dasarnya Selly pemalas.


Marcel mengenakan kaos oblong dan celana pendek selutut. Marcel segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Pikirannya melayang jauh. Takut hal buruk terjadi pada putrinya


Setelah sampai rumah sakit Marcel segera berlari menuju ruang rawat Gisel yang sebelumnya ditanyakan pada resepsionis rumah sakit.


Ceklek


Marcel masuk kedalam ruang rawat Gisel. Marcel langsung memeluk Gisel yang masih tertidur diatas ranjang pasien. Marcel mengedarkan pandangannya. Yang ditemukan hanya Gladys yang masih yang duduk disofa dengan hp ditangannya. Kania tidak ada diruangan itu.


"Gladys" ucap Marcel


"Mamamu mana" tanya Marcel


"Pulang ngambil baju ganti" jawab Gladys


"Kapan Gisel kecelakaan" tanya Marcel


"Kemarin didepan sekolah" jawab Gladys

__ADS_1


"Gimana ceritanya kok bisa sampai kecelakaan ditempat rame seperti itu" tanya Marcel


"Gak tau, tiba-tiba aja Gisel ambruk dan bersimbah darah. Gisel kan paling takut lihat darah jadi begitu lihat darah Gisel pingsan ditempat" Gladys


"Kok baru ngasih tau Papa sekarang " tanya Marcel dengan nada kecewa.


"Lupa" jawab Gladys enteng


"Lupa" ulang Marcel


"Iya," Gladys


"Segitu gak pentingnya Papa buat kalian sampai hal sebesar ini kamu lupa ngabarin Papa " ucap Marcel sendu


"Maaf pa dari kemarin Gladys cuma takut hal buruk terjadi sama Gisel jadi Gladys gak mikir yang lain. Tangan kanan Gisel patah dan harus dioperasi saat itu juga, Kepalanya juga mengalami benturan jadi maaf kalo Gladys baru ngabarin Papa sekarang " Gladys


"Astaghfirullah Dys " Marcel memeluk putrinya


"Rencananya hari ini Mama mau lapor polisi. Semalam Om Yuda udah ngasih bukti CCTV di TKP" Gladys


"Yuda" Marcel


"Iya bos Papa dulu" Gladys


"Kok bisa pak Yuda yang ngasih CCTV"Marcel


"Kemarin kebetulan yang nolong Gisel bawa kesini Om Yuda" Gladys


Gisel membuka mata dan mengedarkan pandangannya. Pandangan pertama tertuju pada sosok Papa yang selama ini dirindukan tapi sekaligus dibenci. Gisel tersenyum kecut melihat Papanya ada diruangannya. Gladys sedang dikamar mandi. Dia harus bersiap karena sebentar lagi akan berangkat sekolah.


"Gisel sayang kamu sudah bangun" ucap Marcel


Gisel mengangguk "Mama mana" tanyanya


"Kata Gladys Mama pulang ngambil baju ganti, Gladys ada dikamar mandi, butuh sesuatu biar Papa ambilkan" Marcel


Gisel menggeleng dan memejamkan matanya kembali. Melihat dinginnya putrinya membuat Marcel merasa bersalah. Sikap dingin putrinya karena ulahnya sendiri. Marcel menunggui Gisel hingga Gladys selesai mandinya dan sudah cantik dengan seragam sekolahnya. Sebelumnya bibik yang mengantar seragam sekolah Gladys.


"Papa gak kerja" tanya Gladys yang sudah rapi siap berangkat sekolah


"Bentar lagi, Mamamu kok gak balik kesini lagi Dys" tanya Marcel


"Nanti siang Mama kesini" jawab Gladys


"Terus yang jaga Gisel kalo kamu sekolah siapa" tanya Marcel


"Bibik" Gladys


"Teganya Mamamu ninggalin Gisel dengan bibik dalam kondisi seperti ini" Marcel

__ADS_1


"Gak usah nyalahin Mama. Mama pergi juga demi kebaikan Gisel. Mama mau nyari keadilan buat Gisel. Selama ini kamu bertiga tidak pernah mendapatkan keadilan jadi sekarang Mama berjuang mencari keadilan buat Gisel. seenggaknya Mama berusaha" Gladys dongkol dengan Papanya karena nyalahin Mamanya yang meninggalkan gisel sebdirian dirumah sakit


Marcel menunduk mendengar ucapan prontal dari putrinya. Semua ini memang salahnya. Seandainya ia tidak selingkuh mungkin keluarganya tidak akan mengalami musibah ini.


"Sel kamu gak papa yang aku tinggal kesekolah " tanya Gladys


"Gak papa kan ada bibik" jawab Gisel


"Pulang sekolah aku kesini lagi" Gladys


"Ya, bawain jus jeruk" Gisel


"Sip" Gladys


"Non Gladys sarapan dulu, tadi bibik udah masakin kesukaan non" kata bibik


"Ini tuan ikut sarapan non Gladys, bibik bawanya banyak kok tuan" bibik menawarkan sarapan pada bekas tuannya.


"Sarapan dirumah lebih enak bik" jawab Gisel


"Jangan gitu non, sini bibik suapin non Gisel " kata bibik yang sudah duduk didekat Gisel


"Makan Sel terus minum abatnya biar cepat sembuh" ucap Gladys


"Gak selera " jawab Gisel


"Harus" Gladys


"Seperti Mama aja" Gisel


"Kan emang keturunan Mama " Gladys


Marcel diabaikan sama kedua putrinya. Keberadaan Marcel sama sekali tidak diperhitungkan lagi. Bahkan anak-anaknya sudah tidak membutuhkan sosok Papanya lagi.


"Papa pulang dulu mau kerja nanti pulang kerja Papa kesini lagi" pamit Marcel


"Gisel dan Gladys mengangguk.


"Tidak sarapan dulu tuan" kata bik Sri


"Belum lapar bik" alasan Marcel


"Ayo Dys biar Papa antar kesekolah" kata Marcel


"Gak usah pa, Gladys dah pesen ojol kol" tolak Gladys


"Ya udah Papa pergi dulu, assalamu'alaikum" ucap Marcel


"Wa'alaikum salam" jawab ketiganya.

__ADS_1


Marcel keluar dari ruang rawat Gisel dan berdiri sejenak didepan pintu. Hatinya bergemuruh menahan kecewa. Bahkan Kania sengaja menghindar darinya. Marcel merasa sangat tidak berarti untuk putrinya. Meskipun dicuekin oleh putrinya Marcel tetap berusaha mengambil hati putrinya yang pernah dikecewakan. Marcel akan membantu menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa putrinya itu secara diam-diam.


Setelah tenang Marcel pergi dari rumah sakit. Tujuannya pulang dan meminta ijin pada bosnya untuk tidak masuk kerja hari ini tapi jangan sampai istrinya Selly mengetahui. Bisa bisa urusannya jadi panjang dan akan berimbas pada putrinya lagi. Karena Selly sangat tidak suka dengan anak-anaknya Marcel


__ADS_2