
"Kok ikut mobil saya, saya gak mau ya ngantar bapak" ucap Kania
"Gampang nanti aku busa naik taksi" jawab Yuda enteng
Kania melajukan mobilnya menuju restoran. Sesampainya direstoran.
"Bawa mobil saya aja pak, kalo nunggu taksi kelamaan tar pak Yuda telat kekantor " ucap Kania
"Terimakasih Kania nanti pulang aku jemput kamu" ucap Yuda yang tidak mau melewatkan kesempatan
"Ya" jawab Kania yang turun dari mobilnya
"Selamat bekerja Kania" ucap Yuda dengan senyum mengembang
Kania tidak menanggapi dan berlalu pergi memasuki restoran.
Didalam mobil Yuda senyum senyum sendiri seperti ABG lagi jatuh cinta. Hatinya senang banget hanya karena Kania. Yuda jatuh cinta pada Kania. Yuda sudah menduda lebih sembilan tahun. Jadi wajar saja jika sekarang Yuda merasakan ada getaran saat berdekatan dengan Kania. Keduanya sama-sama gagal dalam berumah tangga dan sama-sama diselingkuhin. Yuda merasa senasib dengan Kania makanya Yuda berani mendekati Kania. Mulai hari ini Yuda akan berjuang mendapatkan hati Kania yang telah dingin dan beku pada laki-laki.
Hari terus berganti dengan bulan. Sudah sepuluh bulan Yuda berjuang meluluhkan hati Kania, Namun sampai sekarang sikap Kania masih sama seperti awal pertemuan keduanya, tidak ada kemajuan sama sekali. Yuda hampir menyerah tapi kedua putri Kania memberi semangat agar Yuda berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hati Mamanya. Karena dukungan dari kedua putri Kania membuat semangat Yuda yang hampir menghilang kita meningkat kembali. Seperti mendapat suntikan energi positif.
"Kania sampai kapan kamu akan menutup diri seperti ini" tanya Yuda
"Maksudnya pak" tanya balik Kania
"Sudah setahun lebih kamu menjanda , apa tidak ada keinginan kembali membangun rumah tangga lagi" tanya Yuda
" Keinginan itu sudah tidak ada. Saya bisa hidup tanpa adanya laki laki yang hanya akan menyakiti saja. Saya tidak butuh sosok itu, toh putri saya juga sudah paham dengan kondisi ini jadi saya mau menikmati hidup sendiri saya ini dan fokus pada putri kembar saya serta usaha saya agar kita bertiga tidak kelaparan dan kekurangan" jawab Kania panjang
"Gisel dan Gladys sangat ingin kamu bahagia dan menikah kembali"
"Aku ingin kita menikah dan merawat anak-anak bersama"
"Aku punya anak dan kamu juga punya anak kita bisa saling melengkapi memberikan perhatian pada anak-anak" ucap Yuda sendu
"Saya belum kepikiran pak, permisi saya mau istirahat
Yuda dan Kania sedang mengobrol diteras rumah Kania. Yuda tidak pernah absen mengunjungi Kania setiap hari. Membawakan makanan atau hanya sekedar menyapa saja.
"Om" ucap Gisel keluar dari dalam begitu melihat Mamanya masuk
"Hay Gisel" sapa Yuda
"Om Yuda yang sabar ya, mungkin Mama masih trauma" kata Gisel
"Iya Om akan sabar nungguin Mamamu mau menerima Om, bantu doa ya" Yuda
__ADS_1
"Pasti, nanti coba Gisel bicara sama Mama" Gisel
"Lama gak lihat Jovan apa kabar Om, kuliah dimana " tanya Gisel
"Kabar baik. Kuliah di UI, gak mau kuliah diluar" jawab Yuda
"Kamu sendiri setelah lulus mau kuliah dimana" tanya Yuda
"Gisel juga mau ngambil kuliah disini aja Om. Kuliah didalam negeri juga gak kalah bagusnya kok dengan diluar negeri" jawab Gisel
"Bener banget yang penting niatnya" ucap Yuda
"Udah sore Om pamit dulu ya salam buat Gladys, besuk pagi om kesini mau dibawakan sarapan apa" tanya Yuda
"Hak usah Om kalo mau sarapan sini datang aja gak usah bawa-bawa daripada kebuang percuma seperti yang dulu" kata Gisel
"Bilang sama Mama om akan datang lebih pagi bawain sarapan jadi bilang Mama gak usah masak, oke" kata Yuda
"Oke" Gisel menyatukan jempol dan jari telunjuk membentuk huruf O
"Assalamualaikum" Yuda
"Wa'alaikumsalam, hati hati Om calon Papa" ucap Gisel
Setelah kepulangan yuda Gisel masuk dan duduk diruang keluarga menonton TV. Kania juga Gladys juga ada disana.
"Om Yuda dah balik Sel" tanya Gladys
"Udah" jawab Gisel
"Kok gak nunggu makan malam dulu" tanya lagi Gladys
"Mama gak mau nemani" jawab Gisel
"Om Yuda sepertinya sayang banget sama Mama, emang Mama gak tersentuh gitu dengan sikap Om Yuda yang selalu ada buat Mama selama ini" tanya Gladys
"Om Yuda sepertinya sosok yang tepat buat gantiin Papa tuk menemani Mama, kasihan Mama sendiri mulu, Mama berhak bahagia" ucap Gisel
"Kita gak mau gara-gara kita Mama mengurungkan niatnya buat meraih kebahagiaan Mama sendiri, kita mau Mama punya pendamping lagi, siapapun orangnya pasti kita dukung" tambah Gladys
"Mama masih trauma kalo Om Yuda bakal selingkuh seperti Papa" tanya Gisel
"Ma, trauma Mama harus dilawan ma, Mama berhak bahagia. Papa aja udah gak tau gimana kabarnya, dia udah lupa ma kita. Ngapain Mama masih berdiam diri ditempat yang sama. Come on ma move on" Gladys
"Sebentar lagi kita lulus SMA dan kuliah, tidak selamanya kita akan terus ngumpul seperti ini" Gisel
__ADS_1
"Lulus SMA kuliah kerja terus nikah bakal ikut suami kita masing-masing. Terus Mama disini sendiri" Gladys
"Kalian mau ninggalin Mama " tanya Kania dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Sufah menjadi hukum alam kan ma kalo seorang istri ikut suaminya" Gladys
"Makanya Mama nikah lagi sa om Yuda biar Mama ada temannya nanti setelah kita berkeluarga. Mama gak mau kan melihat kita sendiri terus" tanya Gisel
Kania menggeleng.
"Coba Mama pikir. Apa selama ini om Yuda pernah membuat Mama gak nyaman gitu atau pernah membuat Mama sakit hati mungkin dari ucapannya atau perilakunya gitu ma" tanya Gisel
Kania kembali menggeleng.
"Kita mau melihat Mama bahagia. Kehidupan terus berjalan ma" Gladys
"Akan Mama pikirkan nanti" Kania
"Bukan nanti tapi mulai sekarang Mama harus memikirkan kebahagiaan Mama" Gladys
"Uh anak-anak Mama ternyata cukup bawel juga" Kania meraih kedua putrinya dalam pelukannya
"Keturunan siapa ma yang bawel" Gisel
"Bisa aja kamu" Kania
"Pokoknya Mama harus bahagia" Gisel
"Sekarang aja Mama udah bahagia banget memiliki kalian" Kania
"Beda, kita memang akan selalu ada buat Mama sekarang, tapi kita gak tau jika nanti kita sudah menikah punya anak, pasti perhatian kita akan terbagi pada anak-anak kita nanti pafa pasangan kita jadi Mama nanti cuma dapat perhatian kita paling banyak 20 persen dari sekarang" jelas Gladys
"Kok bagian Mama dijit amat yang 80 persen siapa aja yang dapat" protes Kania
"20 persen buat suami 20 persen buat diri sendiri 20 persen buat anak-anak 20 persen lagi buat kerjaan" kata Gladys
"Aku mau jadi ibu rumah tangga sepenuhnya, cari suami yang duitnya gak ada limitnya. Jadi gak perlu capek-capek kerja cuan mengalir deras dikantong" Gisel
"Matre dong " Gladys
"Bukan matre tapi realistis" Gisel
"Sama aja" Gladys
Ketiganya tertawa terbahak bahak membahas hal-hal yang belum kejadian.
__ADS_1