KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU

KEJUJURAN SUAMIKU KEHANCURAN BUATKU
Bab 29


__ADS_3

...Hati Kania berdenyut nyeri sesak seperti terhimpit bongkahan batu besar. Selama ini semua terlihat baik-baik saja nyatanya menyisakan luka yang mendalam pada hati kedua putrinya. Perceraiannya dengan Marcel membuat hati putrinya tergores luka yang dalam. Berfikir kalo sudah tidak lagi menyayanginya, apalagi sikapnya yang kemarin pergi begitu saja meninggalkan ditempat umum itu juga menambah deretan luka dihati putrinya....


...Selama ini Kania hanya memikirkan sakit hatinya saja setelah dihianati Marcel. Kania tidak berfikir sedikit pun bagaimana kondisi hati anak-anaknya apakah baik-baik saja atau justru terpuruk lebih dalam. Keceriaan yang ditunjukan Gisel dan Gladys ternyata palsu hanya untuk menutupi kesedihannya didepan Mamanya....


...Kania berlari menuju kamarnya dan mengunci dari dalam. Kania membenamkan wajahnya kedalam bantal meredam tangisnya agar tidak didengar siapapun terutama putrinya. Kebahagiaan yang seharusnya disambut dengan suka cita malah menambahkan luka dihatinya saja. Kania menangis sejadi-jadinya. Meluapkan segala emosi dihatinya....


...Pagi hari seperti biasa Yuda akan datang ikut sarapan dan kali ini Yuda datang membawa 4 porsi nasi uduk. Kania menyambut dengan mata sembab dan sedikit bengkak. Gisel dan Gladys yang mengetahui kondisi Mamanya tidak seperti biasa segera menghampiri....


..."Mama semalam nangis, nangisin apa sih ma kan dah mau nikah sama Om Yuda" tanya Gisel...


...Mendengar pertanyaan putrinya semakin membuat Kania merasa bersalah....


..."Iya Mama menangis karena terlalu bahagia" jawab Kania bohong...


..."Gak usah bohong ma, gak mungkin kalo gak ada apa-apa Mama sampai nangis seperti ini" sangkal Gladys...


..."Bener kok Dys Mama nangis karena terlalu bahagia" jelas Kania berbohong...


...Yuda hanya memperhatikan saja, Yuda tau Kania pasti menyembunyikan sesuatu....


..."Kebetulan Mama belum masak jadi kalian sarapan ini aja ya, maaf Mama bangunnya kesiangan" ucap Kania dengan menunduk...


..."Gak papa ma, udah ada makanan aja udah syukur" jawab Gisel...


..."Mama juga harus makan, bentar lagi mau nikah kan, masa calon pengantin gak keurus" kata Gladys...


..."Ya sayang mukamu pucat banget, ni aku suapin" kata Yuda dan udah menyodorkan sesendok nasi didepan mulut Kania....


...Dengan malu-malu meong Kania membuka mulutnya dan menerima suapan dari Yuda. Sarapan Gisel dan Gladys telah habis lebih dulu dan keduanya segera bergegas berangkat sekolah....


..."Ma kita berangkat dulu ya" pamit Gisel tak lupa salim...


..."Mau Om antar" tawar Yuda...


..."Gak usah Om terimakasih" tolak Gisel halus...


..."Hati-hati" kata Kania...

__ADS_1


..."Assalamualaikum'' ucap Gisel dan Gladys...


..."Wa'alaikum salam'' balas Kania dan Yuda...


...Setelah kepergian Gisel dan Gladys Yuda mendekati Kania dan bertanya dengan lembut....


..."Ada masalah" tanya Yuda dengan menggenggam tangan Kania...


...Bukannya menjawab Kania malah menangis membuat Yuda kalang kabut melihat wanitanya menangis....


..."Jangan nangis gini dong, cerita ada masalah apa" Yuda bertanya dengan lembut...


..."Apa kita batalkan saja pernikahan kita ya pak" kata Kania...


..."Kania apa maksudmu" Yuda kaget mendengar ucapan calon istrinya....


..."Sepertinya Gisel dan Gladys tidak bahagia dengan pernikahan kita, mereka pura-pura bahagia didepan kita" jawab Kania...


..."Darimana kamu tau, bukannya mereka udah setuju kita nikah" ucap Yuda...


..."Semalam aku curhatan mereka, ternyata selama ini mereka menyimpan semua sendiri. Perceraian aku dengan Marcel meninggalkan luka mendalam buat mereka. Apalagi Marcel sampai sekarang tidak muncul jadi mereka berfikir kalo Marcel membuang dia karena sudah bahagia dengan kehidupannya sekarang, dan kalo kita menikah mereka berdua berfikir aku juga akan melakukan hal yang sama meninggalkan mereka sendiri" Kania tidak bisa menghentikan laju air matanya...


..."Aku tau, tapi Gisel sama Gladys tidak berfikir seperti itu. Dia mikirnya kalo kita nikah kita akan melupakannya dan mengabaikannya seperti yang dilakukan Marcel selama ini. Apalagi dengan kejadian kemarin menambah jarak saja antara kita dan kedua putriku" Kania...


..."Maafkan aku Kania soal kemarin, memang aku ceroboh tidak berfikir kalo dampaknya akan sangat besar buat Gisel dan Gladys, Aku pikir semua akan baik-baik saja" ucap Yuda merasa bersalah...


..."Kita harus buktikan pada mereka kalo kita tidak akan pernah meninggalkan mereka meski kita menikah, malah kita akan melengkapi kebahagiaan mereka. Sepertinya aku harus berjuang lagi untuk meluluhkan hati putrimu" Yuda terkekeh...


..."Aku minta maaf, apa ini tandanya kita tidak ditakdirkan bersama" ucap Kania sendu...


..."Jangan ngomong seperti itu, aku sangat mencintaimu. Bukan masalah kalo aku harus menunggu lagi untuk meyakinkan anak-anak" ucap Yuda...


..."Terimakasih pak, kira berjuang bersama" kata Kania...


..."Iya, aku yakin dengan cinta yang ku punya aku mampu mengambil hati anak-anak" Yuda...


..."Amin" Kania...

__ADS_1


Disekolah


..."Sel gimana kalo nanti pulang sekolah kita pergi kerumah Papa yang dulu, kita cari tau siapa ada petunjuk keberadaan Papa, aku kangen banget Sel" ucap Gladys...


..."Meskipun Papa udah nyakitin kita seperti itu kamu masih saja menyimpan rasa kangenmu" Gisel...


..."Biar gimanapun ada darah yang mengalir ditubuh kita, jangan kau lupakan itu" Gladys...


..."Itu tidak akan kulupakan juga sakit hati ini" Gisel...


..."Sudahlah kita harus menjalani hidup kita meski tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan" Gladys...


..."Jangan sampai Mama tau ". tambah Gladys...


..."Iya bawel" Gisel...


..."Pulang sekolah mampir ketempat om Yogie ya, kangen aku" ucap Gisel...


..."Haish yang bener aja kamu kangen sama Om Om, jangan-jangan kamu sugar baby-nya" Gladys...


..."Gak nolak kalo yang ngomong Om Yogie" Gisel...


..."Sejak kapan otakmu jadi geser begini, habis kejedot ya kepalamu" Gladys...


..."Om Yogie punya pesona tersendiri" Gisel...


..."Ogah ya aku punya ipar setua itu, carilah yang seumuran paling gak jaraknya jangan jauh-jauh" Gladys...


..."Kita lihat saja nanti" Gisel...


..."Kalo kamu dekat dengan om Yogie palingan lulus SMA diajak nikah secara umurnya udah tua" Gladys...


..."Gak masalah toh uangnya banyak jadi aku gak usah capek-capek kerja, lagian kalo Mama nikah nanti yang perhatian ma kita gak ada jadi kita cari perhatian dari orang lain" Gisel...


..."O jadi cuma pelarian aja, awas nanti nyesel" Gladys...


..."Belum dicoba mana tau" Gisel...

__ADS_1


...Gladys geleng-geleng kepala mendengar ucapan kembarannya yang sedikit melenceng dari jalur....


__ADS_2