Kembaran

Kembaran
Risih


__ADS_3

Gadis kuliahan, qorinnya putih-abu alias baru. Maka sesuai watak, beraksi sesuka hati.


Yang jadi inti cerita sebenarnya sang jins.


Oleh sebab Jihan dapat melihatnya di dunia nyata, jadilah dia inang mahluk halus ini.


Kisah dimulai dengan sengatan listrik persis gigitan semut. Jihan terbangun di sekolahnya dulu, ruang kelas sendiri.


Kemana pun pergi, tidak ada orang. Auto nangis diginiin alam semesta. Diculik!


Iman Jihan menolong, mulai percaya bahwa kehadirannya di dunia mimpi ini adalah tanggungan suara yang dia dengar.


Tapi, Jihan pun bosan. "Tuhan nyiptain kuping, napa otak gue yang geter sih?" Sang qorin memaklumi, berterus terang, belum disuruh menampakkan diri ke bentuk yang lebih nyata.


Apa yang keduanya tunggu, tiba. Ditemukan orang yang bernasib sama.


"Manusia lah," jawab Diandra.


"Terus nyasar juga? Gak bangun bangun?"


"Bukan gitu, Han. Gue rasa Tuhan lagi ngeliat keseimbangan, melihat gimana jadinya kalo alam semesta ini ada di tangan kita, tanpa aturan Dia lagi."


Old cover:




Seorang siswi berceloteh, kecewa pada hologram yang duduk tertidur di kursi kelas.


"Kalo elo emang bener, cepet kasih tanda... tanda yang gue ngerti. Kayak gitu lagi, kayak gitu lagi... Telat, apanya yang telat."


Siswi ini mondar-mandir.


Tampak nama Jihan pada baju seragam. Rambut lurus rapat, menjuntai di punggungnya.


"Bikin gue jauh dari para pemaksa itu. Atau apalah..."


BLAAASHT!!!


Ruang pun jadi gelap, mati lampu tingkat tinggi. Di sini hologram merah masih ada, masih duduk tertidur. Ada kepulan asap berwarna sama, bentuk fisiknya pun masih perawakan Jihan, dan bajunya pun sama: seragam SMA.


CLAPH!!!


Persis cahaya petir, hologram ini mengembalikan semuanya. Ruang kelas sudah bisa dilihat mata. Yang berganti, hanya pakaian.


Jihan kini sebagai ninja hitam tak bermasker.


Saat kacak pinggang begitu, Jihan menyipitkan mata pada kembarannya, melihat kepala. Di situ nampak sebuah gelembung kecil sedang menyelami otak.


"Ck!! Tai semualah.. Tai!!"


Tagh!!


Braakh!!!

__ADS_1


Sesampai di hadap bayangan, Jihan tapak, dia tendang depan meja yang ditiduri, diinjak meja tersebut ala peserta kecewa pada putusan juri. Kemudian...


Shutt!! Terbang lurus menembus langit-langit kelas.


Bruuggh..!!


Maka pecahan atap pun berjatuhan menghujani bayangan stay-on-sleep.


Sekali lagi, mahluk grafik tak berubah posisi di saat meja sudah hancur jadi kepingan. Duduk tertidur tanpa perabot yang me-nyangga.


Di udara ini Jihan mengambang, dari sini terlihat sehampar kota metropolitan yang telah mati. Namun bukan puing gedung yang Jihan pandangi, melainkan sebuah balon bening. Gelembung itulah yang tadi membuatnya geram.


Shhht!! Jihan lenyap.


Shutt! Gadis berbaju hitam ini muncul di atas runtuhan gedung. Agak jauh di depannya, balon seukuran kamar masih mengambang.


Jihan tutup satu kuping, ada bunyi khusus masuk.


Bip! Bip!


Laki-laki ini senior mereka. Tapi kemampuannya beda. Hati-hati. Dia sudah melintas garis peringatanmu. Berdasar pindaian, namanya Giga. Mode perlindungan jenis terlatih


"Gue bisa kok ngilang kayak gitu. Ada lagi?" tanya Jihan, tubuhnya terayun bak perahu, belum mendarat, masih terbang. "Hssh, hhss... Eh, ini..? Kok ada bauannya si Koplak?"


Kau benar, dia dekat dengan kekasihmu. Tapi dia tidak mau bicara. Mungkin menunggu kau bertanya lebih dulu


"Ahh, udah lah, dia lagi cari ma.."


Bip! Bip!


"Matiin!"


Transmisi diputus...


"Heh, elo yang di situ, bagus juga punya trik. Gue udah gak mikirin..."


Plaph! Tampaklah kini seorang anak laki-laki usai perisainya pecah, berkaos putih dibungkus jaket, celananya jins warna hitam, rambut putih ala opa korea. Sayang, tak pegang senjata.


"Start!" pinta Jihan.


Wushh!! Satu bayangan melesat tinggalkan tubuh Ninja Girl. Tapi...


Zapp!! Lenyap seketika saat Giga membuka mata.


Zapp!! Zapp!!


Zapp..!!


Jihan berpindah-pindah, menembaki Giga. Kejadian sama terulang, bayang 3d-nya hilang begitu saja. Padahal, lawan hanya buka mata, tak melakukan apa-apa lagi sejak tadi.


"Polos.." bisik Jihan tepat di kuping Giga, muncul begitu saja.


Krakh! Bunyi kering.


Yang dibisik tak bergerak. Sekejap dia telah jadi batu, dan langsung...

__ADS_1


Dhuaargh!


Giga meledak, kepingannya jatuh ke bawah.


"Hhh.. cuma bocah. Gue yang niat, malah elo yang koid."


"Wallahualam, Han.. sepertimu. Maut itu gak ada yang tahu."


Jihan tengadah.


"Ayo lagi. Cara barulah. Waktunya sehari, Han."


"Bacot.." Jihan bersiap lagi, memasang kuda-kuda udara.


"Heuh. Bukan ingin mati, lagi caper kita, Han. Tapi terserah. Waktumu sem.."


Lawan bicara hilang, walau bingung Giga tetap tenang. Dia bahkan lanjut bicara, membahas kondisi Riko, orang kesayangan Jihan. "Gabut dia. Cerita ke gue kalo dia ngarepin elo bergabung bareng kami."


Tidak ada tanggapan, karena di bawah, lawan bicara Giga sudah tak ada.


Giga biarkan serpihan tubuhnya yang tadi pecah mengasap di sela puing-puing, menunggu serangan.


Lalu, Giga melihat langit.


"Kurasa kamu ingin tidur, Han.." komen Giga, seolah sudah biasa melihat awan yang tersapu angin.


Ternyata bukan awan yang Giga lihat, melainkan asteroid.


Langit meredup, terhalang oleh batu yang sudah seukuran pulau menembus atmosfer.


Jaket Giga terkibar-kibar oleh angin kencang yang datang, kencang persis badai lautan, dan kini gedung-gedung sudah retak, bahkan sudah ada yang runtuh sendiri.


Gretaaakh!!


BRUUUGH...


Tampak batu angkasa makin berpijar tepiannya, makin mendekat, ukurannya sudah selebar benua, Giga yang macam semut tetap menonton secara live. Akibatnya...


BLAAARGH!!


Shutt!! Jihan muncul di orbit Mars saat hantaman terjadi, dari sini Bumi tampak meletup semburkan magma ke angkasa, muntahan maha besar dari balik mantel Bumi. Air laut turut menyembur melewati tinggi atmosfer.


Pelan-pelan, serpihan batu Bumi ditarik Bulan, asteroid tadi memang menembus daratan planet, sebagian lagi kepingan batu balik ke Bumi. Namun Indonesia dan negara tetangganya hilang di TKP, benua Asia hancur.


Bumi terlihat pitak menampakkan isinya berwarna kemerahan. Kepulan besar menyembul, uap dari samudera Hindia.


"Laporkan..."


Utuh. Tidak ada kerusakan shield


"Ck! Rese banget sih, anj*ng, nih orang, datang-datang. Duh...Please.. gue cape."


Bagaimana dengan arena yang kuajukan tempo hari?


"..?!!"

__ADS_1


__ADS_2