Kembaran

Kembaran
Versus


__ADS_3

Kkrrtth..!!


Ssrrth..!! Grrrth..!!


Giga perlahan mendarat sambil memperhatikan kepala Jihan, tak melihat sekitarnya yang telah hancur, kawah bekas badan terbaring. Giga pun membiarkan potongan ubun jatuh meletup jadi asap. Blush..!!


"Help me.. Help.." serak Jihan bergerak kaku, berdiri mirip robot.


"Bertahanlah Barbar. Dia yang nyulik lo. Bukan Qorin."


Grrrth! Greetth!


Selesai dirayapi daging dan tulang ubun baru, bola mata Jihan kembali black-eye, mengkilat.. Bahkan tadi rambutnya tumbuh spontan menutupi botak.


"Arrgh.. Hahaa.." seringai si Gigi Hitam. "Parasit!"


"Pantas pabrik odol nolak elo, Aspal. Eksis lo mending di film horor."


"Aargh!!"


Whuuts!


Set! Jihan menunduk sesampai di depan Giga dan meninju perut pengibas pedang. Bukh!


Giga terbungkuk sekaligus mutar balik ujung pedangnya berlawanan. Sett..


Jlepph!


Brugh! Giga jatuh hingga rebahnya terdorong.


Sru.. uuukh!


Jihan tetap berdiri dengan kepala tertanam samurai menembus rahang. Tangannya lalu ber-kinetik lurus dan amat pelan, pedang tersebut turut bergerak.


Srrttth.. rretth..!!


Set! Jihan sentakkan jarinya ke depan.


Traang!


Pedang menancapi batu, tepat mengarah kening Giga jika target tak cepat mengelak.


Giga buru-buru bangkit berdiri, tapi masih memegang perutnya. "Jitu amit nih telekin. Nyaris senjata makan tuan. Mules gue Hankucip. Maaf gak kena."


"Aargh!"


Kucip marah lagi sampai lari dan langsung menyerang lawannya. Set! Kwetth!


Teph! Giga cengkram tangan Kucip, tangan satunya menangkis. Takh!


Giga loncat saat kaki lawan menyapu tanah. Set.. lututnya sekaligus dinaikkan ke arah dagu Kucip. Bakh!


Saat lawan tengadah, Giga tendang rusuk musuh. Begh!


Seketika korban langsung terlempar jauh. Whu.. uung!


Jreeng! Giga bergaya dengan satu kaki teracung. "Impas..!"


Mata Giga melebar melihat batu besar datang. Dia tekuk dua lutut pasang kuda-kuda.


Set!


Bruaarh!! Batu sasaran hancur disambut tinju targetnya.


"Haa..haa.." tawa wanita di belakang Giga.


Ding!


Sikut Giga tanpa jeda. Target memang dahi Kucip hingga terdengar suara tulang retak.


Kraakk!


Giga berjalan santai meninggalkan korban yang kini bisu, karena kepala Kucip ngaplek meniduri bahu.


"Kalo dapet benang, kalian mau ngapain? Buka butik, maen layangan? Tuh pusaka, aslinya milik bunda Olive."


Set! Giga cabut pedangnya, lalu dia ayun-ayun.


"Tau gak, Luna bunuh korban bukan demi Epsi. Dia nerima titipan bunda Olive demi menjaga ingatan kami dari tangan kalian, Parasas.."


Set! Siaga White Hair dengan pedangnya.


Cwiing! Suara kilau.


Hankucip abai sibuk menggoyangkan kepala selesai pulih robek di lehernya.


Gretekh...! Gretekh! Kini urat dan otot tengkuk Hankucip cukup kencang.


Plraakh!


Plraakh!


Hankucip mempersenjatai diri dengan gading runcing tersembul, perpanjangan dari dua tulang hastanya.


Giga dan Kucip lalu sama-sama diam saling tunggu di tempatnya masing-masing.


Kemudian..


"Arrgh!"


"Heaah!"


Keduanya maju bersamaan.


Wuutt! Kucip loncat menekuk dua siku. Set! Langsung dia luruskan ke leher lawan.


Trang! Jepitan cepat terhadang.


Bagai gunting dan pisau, dua senjata saling dorong.


Giga gunakan tangan kirinya menekan pungung samurai demi lehernya yang terancam.


Grekh!! Kaki Giga jungkit menahan dorongan Kucip.


Sshhh..!! Dua telinga Kucip menyemburkan asap hitam.


"Ku.. kurang ajar lo, si.. siluman vape. Heahh!!"


Giga langsung mendorong, dan..

__ADS_1


Begh! menendang Kucip.


Whuung!! Hankucip lagi-lagi terlempar power Giga yang menginjak perutnya.


Wuutts! Giga terbang meninggalkan kabut Ghosmoxe.


Asap malah menggasing jadi tornado mini. Wugh!!


Tampak titik hitam muncul, benda ini membentuk Ghosmoxe jadi runcing. Whus!!


Sat! Set!


Usai mengibas horizontal, Hankucip mengepal lalu membukanya lagi.


Taph! Kucip tinjukan kepalan ke tangan kiri dan langsung diacungkan ke atas. Set!


Kabut memadat jadi kelereng. Wuutts! Segera hilang saking cepatnya melesat, vertikal menuju target.


Set! Elak Giga.


Trang!! Langsung mukul Ghosmoxe dari samping.


Giga tengok kanan-kiri, memutar badan, kemudian disipitkan dua matanya. Kelereng datang. Set!


Traang!!


"Conge apa upil dia sih, Min?"


Atas lo!


Set.. Giga sigap menggeser badan.


Tampak bola kaca turun, Giga yang sudah menyingkir melebarkan mata mendapati kilau permukaannya dengan jelas.


Wuuitt.. pedang diayunkan.


Trakh..!!


Bluushh!! Ghosmoxe pecah menyembur hebat.


"Astaghfirullah..haladzim..


gu..


e..


lu..


pa.."


Krakh!!


Gubragh!! Patung Giga jatuh menumbuk tanah.


Ckiit!! Kucip berhenti di depan produknya, eh, korbannya. Dia pun segera menarik siku kanannya..


Plrak!! Gading hasta menyembul tajam.


Cwii..ing! Suara kilau di ujung tulang aneh tersebut. Dan mata Kucip mengekor, lalu segera menghujamkan senjata ke kepala Giga.


Set!


Wuutts! Bugh!!


Whuung!!


Zihan angkat satu lututnya, dia dapati sepatu tarung dan kain, yang membungkus hingga betis, outfit ninjanya. Entah jirah putihnya ke mana.


Wrugh..! Zihan lepas jirahnya lalu kain mirip mukena tersebut dia gelarkan pada tubuh Giga.


Krrtth.. Warna selimut langsung berubah hitam seperti plastik tebal yang langsung meleleh di permukaan logam panas.


Di pantai, dekat batuan yang berserakan, Hankucip mengangkat-angkat kain yang didapat, tangannya lalu merogoh-rogoh. "Hahaa..."


Kucip segera berdiri mengamati Bratle di tangannya, dan langsung dipasangkan ke pergelangan.


Set!


Clekh.. Bunyi kunci terpasang.


Tiga detik dipandangi, gelang Bratle lalu susut menghilang.


"Aargh, hahaa.."


Sayup-sayup terdengar suara batuk. Kucip cepat menoleh ke arah sumber, tapi dia hanya mendapati pepohonan bayur dan batuan pinggir hutan. Lokasi yang diamat pun memang sunyi dan sepi.


"Mgghh..!" telan Zihan di tempat persembunyiannya, di dagunya terlihat cairan hitam. Liur ataukah darahnya, masih belum jelas. "Uhukk.."


"Heaah!!"


"Dasar manusia bodoh. Arrgh!!"


Plrakh-plrakh!!


Thaang!! Kucip berhasil menahan samurai yang datang untuk ubun-ubunnya. Dia tahan dengan silang gadingnya, namun dua kaki terjerembab ke dalam pasir, mengingat penyerang mendarat membawa massa yang cukup tinggi.


Giga lepaskan pedang, kemudian..


Grepph!!


Dukkh!! Membenturkan kepala pada kening Kucip.


"Aduhai.."


Sekeliling Zihan memburam kabur. Dia cepat-cepat keluar. Dia tak peduli lagi dengan rongga batu tempatnya sembunyi. Terus berlari mendekati pantai.


Gedubrak! Zihan malah jatuh tersandung. Pandangan violetnya aktif namun gelap, Zihan tak melihat apa-apa dan kebingungan, padahal sudah sampai tapi tak mampu berdiri lagi.


Desigh!


Desigh!!


"Kami tau.."


Desigh!!


"Lo gak bisa mati.."


Desigh!

__ADS_1


".. di tangan.."


Desigh!!


".. manu.. siaaa!!"


Giga akhiri punggung lawan dengan hantaman lebih bertenaga, dia hantam layak orang memacul tanah.


GEJREEEDH!!!


Craaat!!!


Demi keselamatan, Giga sedikit mundur untuk jarak siaganya.


Klepekh..


Gerak terakhir itu membuat Giga tetap mundur, dan terus memandangi.


Diperhatikan belasan detik, Kucip akhirnya tak bergerak lagi, Giga pun berhenti namun masih mengepal. Dia menatap dengan mata terpicing. Tak lama lututnya sedikit ditekuk pasang kuda-kuda.


Objek yang diawas tampak sedang memperbarui lapisan tubuh, bulu-bulu halus di anggota badan seperti dihisap daging. Inilah alasannya Giga bersiap-siap lagi.


"Hikh.. Hikh.."


"..?!"


Hankucip kembali bernyawa, satu kakinya bergerak walau dia sedang tersenguk-senguk. Ditunggu-tunggu, akhirnya Kucip tak mampu bergerak lebih selain diam di pose merangkak. "Hikh.. hikh.. Qo.. Qoriin.. Hiks..."


Kulit dan tubuh Kucip tampak normal, tidak lagi menyeramkan. Tapi..


"Bar.. Barbar!" panggil Giga pada gadis yang pergi berlari sambil nangis memanggil..


"Huu.. huhu.. Qoriiin!"


Syuut! Giga dapati sebujur tubuh di kejauhan, dan langsung mengenali. Giga diam, segera tersadar dari sesuatu.


"Arrhhh.. Hahaa.." tawa parasas di wujud aslinya. Rambut-panjangnya kusut sangat jabrik, dua payuda**nya besar menggantung, mata dan gigi hitam, dua kupingnya lancip, kaki mirip ikan duyung, dan tangannya..


Set!


Grepph!!


"Ughh!!"


Dapat mengangkat tubuh Giga dengan cepat dan memanjang.


"Parasit! Kau selalu ikut campur. Arrgh..!!"


Zwiiitt!! Bluuph!


Whuung!! Sebayang hologram terhempas keluar dari tubuh Giga dan langsung diselubung kabut.


Brugh!


"Njir! Gue kena Brad. Ugh!" Bradmin terikat dan bergerak-gerak di tanah. "Egh! Ughh.."


Grrgh.. bumi bergoyang.


Set! Parasas mendongak ke belakangnya. Ada kabut besar jauh di atas sana balik menyusut jadi titik.


DUUBH!!


Grrgh.. darat kembali terayun.


DUUBH!!


"Fuuh! Nona keparat!"


Set!


Wyuung... Bruggh!!


"Aakhh!"


Wuutts! Parasas melesat sehabis melempar Giga.


DUUBH!!


"Operator, driver memanggil. Operator, driver calling you. Mayday! Mayday! Ambil bratlenya Bos! Cepat! Ambil gelangnya! Sinyal masih kehalang! Ope, driver calling you! Mayday! Mayday!"


Bradmin terus memanggil tim Snail dan Giga sudah berdiri, langsung meninggalkannya.


DUUBH!!


Grrgh...


Gubragh..! Giga terjatuh karena olengnya tanah terpijak.


DUUBH!!


Grrgh...


"Hhh, Hhh, eghh.." Giga bangkit dan kembali lari.


"Huu huhu.. Banguuun! Whuuaa.. aa-a.. Ya Allah.. Qoriiin. Banguuun!" derai Jihan memangku sepotong badan tak bernyawa, menangisi cairan kental nan hitam yang masih segar.


Wreleett!!


Kwreeetth!


"Huu..ugh!"


Tiba-tiba kedua bahu Jihan terbelit tentakel, mengikat dadanya hingga sesak. Si gadis segera bergerak-gerak membuka dua ketiak. Namun..


Kwreetth!


Srreeddh!!


Belalai asing menyeret tubuh Jihan.


"Qoriiin! Help mee...!! Help me! Huu huu.. Help me!" korban makin jauh diseret masuk ke dalam di antara pepohonan. "Jihaaan!"


Giga terengah dan baru sampai, dihentikan nafasnya perlahan-lahan, ada dua onggok potongan yang habis tergencet benda besar.


Giga tak berani mendekat, hanya meremas rambut. "Astaghfirullah haladzim!! Arrggghh...!!! Astaghfirullah! haladzim!!!"


Giga berbalik "Hikk.. Astaghfirullah.. Ya Allah apa yang gue buat.. Hikk.. Ya Allah ya Rabbi.. waving.. Astaghfirullah.. haladzim.. ya Allah.."


Giga pegang kepala persis gagal penalti. "Uhuh! Huuu...Hikk.. Ya Allah ampuuun.. Hikk.. Ampuni aku ya Allah.. Astaghfirullah haladzim.. Hikk.."

__ADS_1


Giga berbalik, mayat Zihan masih di sana membisu.


"Hiks! Ahha whaa...aaa.. aa!" pecah Giga menatap iba dan bingung atas apa yang telah dilakukannya. "Ahha.. hha..hhha.. hikk!"


__ADS_2