
Selesai bertempur, Jihan belepotan tanah, pakaian metal rusak, namun parasas berhasil dibekuk, dan mereka berfoto bersama Al Hood.
Hari ke 5 ini, Jihan dipertemukan dengan orang paling penting di SosCamp, yaitu dewan Enik.
Bila Olive dibunuh Al Hood, Enik dipenjarakan oleh Ratu Bulan (Luna yang sudah dewasa).
Seperti telah diuraikan Asma, Enik dan Olive semasa hidup berinteraksi dengan generasi sekarang melalui Liner, dua dewan ini telah almarhum.
Dewan Enik punya keistimewaan seperti author. Apa yang diceritakannya, itulah yang sedang terjadi. Dia sosok yang selalu bersandar dan bersilang tangan, tak pernah melepaskan pose tersebut.
Konon katanya black hole di rel Snail akan hilang jika Enik menggaruk, mengucek mata. Bila diserang dia akan hilang, apapun senjata yang digunakan.
Ratu Bulan tahu rahasia Enik, yaitu memborgol korban pada suatu tiang khusus dan tidak diberi makan-minum. Tapi sampai kini mayat Enik belum ditemukan sebagaimana Ratu Bulan.
Inilah wajah sang mentor SosCamp.
Nike Ardilla.
Jihan banyak mendengar cerita dan kisah peperangan antar jins, asal-usul Fanam dari dewan satu ini.
Enik pun bercerita soal Uut atau Utari, sang master protocol. Uut dewan paling misterius, eksistensinya hanya bisa didengar.
Utari adalah orang yang datang terakhir ketika semua dewan berkumpul merencanakan fokus. Kejadian langka, mereka berkumpul untuk mencarinya, namun yang dicari malah datang.
Selesai sudah perjuangan mereka mencari gadis berparas Gita Gutawa.
Jihan lihat kantor Utari hanya ruang penyiar dan kamar tidur, bertempat di ruang gelap tidak seperti kapal karantina.
__ADS_1
Hari ke 6, Jihan dibawa ke Server, tempat paling penting di Fanam, karena server tersebut merupakan 'otak' atau mesin penelusur labirin SosCamp.
Server tercipta setelah Utari membaca kata "jadilah" di sebuah studio yang ditemukan. Jadi dulu Olive pun nyasar, mencari jalan pulang, malah disuruh ke stasiun radio.
Kalimat "kun" itu dibuat oleh Liner, Asma yang menuliskan kata tersebut, dia menuruti protokol demi terjaga dari mimpinya.
Enik mengucapkan apa yang didengarnya.
Olive inisiatif menyimpan kegiatan tersebut atau non protokol.
Di waktu lain, Indri menemukan rekaman "jadilah" itu, menyimak cerita Enik, dan minta Reinit dan Asma mencatatkan semuanya.
Apa yang Asma catat dibacakan oleh Utari. Pendengarnya (Enik) mengulang berita yang disiarkan.
Enik bercerita pada jins dan lusid yang dianggap 'melanggar', juga tak jarang pada dirinya sendiri yang keluyuran bolos kerja.
Kemudian ada laporan mengenai tempat baru mirip bulan, yang tak lain Server.
Sang pelapor adalah jins Reinit dan pemuda bernama Scope, yang sama-sama sedang mencari Utari.
Olive menyerahkan server yang diurusnya pada Reinit, ada fokus yang lama ditunda olehnya, yakni seunit robot.
Dari robot ImVun dunia Reinit tersingkap. Keempat dewan itu ternyata telah ada sangat lama di Fanam, termasuk Scope. Padahal mereka merasa baru beberapa hari tersesat dalam labirin.
Reinit ditemukan Scope sebagai mayat di dalam server.
Reinit mengaku jatuhkan diri dari kereta Server, bunuh diri setelah menutup portal ke dunia manusia demi keselamatan para queen yang diburu parasas. Dan ImVun adalah asistennya yang ikut bertempur melawan Ratu Bulan.
Lalu, siapa yang membawa keempat dewan itu ke alam mimpinya? Apakah dibawa oleh ratu-ratu jins yang sudah aman di alam manusia?
Fanam sebenarnya sudah tiada, Scope-lah yang jadi jawabannya, dia yang membuka kembali dunia jejadian lewat beberapa tokoh yang dijiwai.
Scope punya kembaran bernama Jhid, nama yang paling dekat dengan nama author.
Pemuda Pramuka tersebut bermimpi membuka kotak panel yang menyemburkan sinar, menggagalkan ritual meditasi, astral projection. Dia terbangun dari rebahan karena jidatnya seperti ada yang menendang.
Scope tak ingat sudah berapa lama dalam kabut SosCamp. Tiap matinya, dia langsung terbangun dengan wajah dan ingatan lain. Perintah demi perintah ditunaikannya.
Sampai di wajah terakhirnya ini, barulah dia dapat keluar dari awan SosCamp, dibawa oleh ingatan.
Scope sedikit tahu apa yang menimpa Reinit sampai sang jins bunuh diri.
__ADS_1
Indri tidak mengenal Scope semasa hidup. Begitu pun Reinit. Sementara mereka menyebut Scope sebagai author, tak ada istimewanya di Fanam.
Larasati atau Indri menelusuri gumpalan SosCamp sepanjang waktu. Dia bisa hadir pada tubuh siapapun dengan tiga sinar dekat alis. Dia jins tercepat sebagaimana Al Hood yang hanya punya separuh kecepatan sang operator Server.
Indri melihat semua kejadian sepanjang perjalanannya, sementara Reinit (wajah persis Canteen) adalah sang asisten.
Jauh berabad-abad Indri sudah pernah melihat Jihan menghancurkan Bumi. Tapi baru sekarang kerusakan itu divalidasi, lalu tersimpan di Server.
Indri sudah jarang terlibat dalam problematika kehidupan di masa sekarang. Dulu dia pernah menyerahkan diri pada parasas, musuh malah langsung mengeroyoknya.
Reinit (ratunya Zihan) semakin terpukul atas kekejian yang menimpa si teman. Sub-dewan pun bunuh diri.
Ini dia wajah sang Explorer.
Hari ke 7, Jihan masih ada di Server. Planet jejadian. Ternyata ukurannya jauh lebih kecil dari sebutan bulan karena ujung planet dapat dilihat. Di permukaannya ada rel kereta dengan terowongan berupa lawang, menembus tembok besar yang juga melintang sepanjang daratan.
Banyak awan tebal di sekitar Server, tidak ada Matahari. Tapi setengah planet terang, separuhnya lagi malam atau area hutan. Dan Jihan lihat dari pagar pembatas justru sedang senja dan fajar. Tanpa rotasi, Planet ini memiliki empat-waktu bersamaan.
Di Server pun terparkir aneka kendaraan perang yang aneh, mulai dari kapal darat, laut, dan udara. Semua kapal beroperasi terkhir kalinya di Server, sebab pemiliknya sedang diburu dan kabur ke dunia manusia melalui kereta dan terowongan. Mereka adalah saksi peperangan antar jins, Sekutu vs Bulan.
Pintu masuk dan keluar masih di area lapang. Saat Jihan operasikan lagi, lantai segienam tersebut turun bagai lift dongkrak.
Lempeng heksa yang Jihan pijak, lurus melenggang di ruang gelap hingga ke bawah, atau ke inti di mana Reinit masih bekerja.
Sub-dewan sibuk menelusuri ruang-ruang heksa putih, di bantu paman dan bibi alias rakyat sang ratu.
Dari inti, Jihan harus turun lagi hingga ketemu Scope.
Kantor Scope hanya berupa lahan dengan kolam dan kelereng-abu mengambang di atasnya. Scope membuatnya jadi lift sebab Indri yang dia tunggu, bukan Jihan.
Dari kantor Scope barulah Jihan turun hingga ke lantai SosCamp dengan awan-labirin masih di atasnya.
Dinding markas banyak pintu hitam. Jihan bergegas menyentuhnya. Dia berada di ruang rapot. Pintu kamar masih berupa lapisan kaca hitam. Jihan atur alamat pintu ke markas LibCom, dinding membening menampakkan lorong SR. Dia atur lagi alias path-jump ke gerbong Snail sebab ada pada daftar, dia pun segera keluar.
Di gerbong, Jihan punya Spear yang sudah terpancang dekat sudut. Tidak bisa dilepas selain digeser ke tengah gerbong. Perabotan yang ada adalah fasilitas penghuni dan Jihan bisa tata ulang letak barang-barang aneh miliknya itu.
Via tongkat Jihan dibawa ke timeline-nya. Di ruang mind, dia harus masuk kabut atau real-portal untuk bangun dari tidurnya.
Touring pun selesai, Jihan pijat kepala yang terasa agak berat. Dia baru paham, rule yang Qorin paparkan memang untuk kesehatan memorinya.
__ADS_1
Selesai sholat subuh, Jihan tiduran sambil terus melamun, terbayangi antah berantah. Di angkot, di kelas sampai siang ini di taman kampus, dufan terngiang-ngiang.
"Bola kabut di markas mungkin emang serpihan realita, potongan-potongan dari ruang dan waktu. Nah.. Inti kabut ada di kantor Scope, jadi timeline pertama tuh dipasang di sana, lahannya ke enam vockal. Diibaratkan sisi segienam, tiap lempeng atau segienam berikutnya adalah ruang rapot milik orang baru."