Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Diantara Dua Pilihan


__ADS_3

Keesokan harinya Johan dan Nadia bersiap - siap untuk kembali ke Jakarta. Sepanjang perjalanan pulang, Nadia tak banyak bicara. Sesekali saja dia menjawab pertanyaan dari Johan.


" Sayang...apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Johan yang melihat Nadia melamun


" Hmm...tidak ada mas...aku hanya sedikit lelah saja..." jawab Nadia sembari tersenyum manis demi menutupi perasaannya yang sedikit kecewa dengan Johan


" Benarkah?..kalau begitu sesampainya nanti segeralah beristirahat...jaga kesehatanmu agar tak jatuh sakit,," ucap Johan sembari tetap menggenggam tangan Nadia


Trriiing trriiing


Trriiing trriiing


Ponsel Johan berdering. Johan buru - buru menepikan mobilnya lalu melihat bahwa panggilan video yang terhubung. Johan kaget ketika melihat bahwa Sandra istrinya yang menelpon.


" Siapa mas...mengapa tak segera di angkat?" tanya Nadia


" Oh..itu..adikku yang menghubungi.." Jawab Johan gugup


" Angkat saja...mungkin ada sesuatu yang penting" ucap Nadia

__ADS_1


" Tak perlu...mungkin dia ingin meminta uang saja" Johan menjawab lalu melajukan mobilnya sedikit cepat


Di rumah Sandra...dia mengomel ketika Johan tak mengangkat panggilannya.


" Kemana dia!!...selalu saja mengabaikanku..dasar!! Awas saja jika berani bermain main di belakangku..akan aku pastikan dia akan menyesal!!!" umpat Sandra


Sementar Jordy...setelah kehilangan Joana yang membuat hidupnya berantakan, pelan pelan Jordy bisa sedikit melupakan Joana. Walaupun sesekali kejadian yang menimpa Joana muncul dan menjadi mimpi buruk di setiap tidurnya, tapi Jordy memutuskan untuk berusaha melupakan Joana. Dia mulai kembali lagi menandatangani kontrak kontrak baru. Entah itu menyanyi atau hanya sekedar menjadi penyanyi panggilan di acara pernikahan maupun cafe cafe.


Mobil Johan berhenti di depan rumah Nadia. Johan kemudian turun dan membukakan pintu untuk Nadia dan menurunkan koper Nadia.


" Mas...masuk dulu ya...aku buatkan teh untukmu...sepertinya kau sangat lelah..." pinta Nadia


" Baiklah kalau begitu...kau hati hati di jalan ya..." timpal Nadia seraya mengecup pipi Johan


" Aku pergi dulu..." pamit johan lalu memasuki mobilnya. Setelah menstarter mobil, Johan melambaikan tangannya dan meninggalkan rumah Nadia.


Setelah 30 menit perjalanan Johan tiba di kantor. Dia bergegas memasuki ruangannya


" Kau..!! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Johan yang kaget melihat istrinya duduk di kursi kebesarannya sebagai CEO.

__ADS_1


" Apa - apaan kau ini...bukankah aku istrimu...aku juga punya saham di perusahaan ini..apa kau lupa? Jadi aku berhak juga untuk melihat keadaan kantor kan..?" ucap Sandra ketus.


" Kau sendiri darimana!! Mengapa baru datang..??" lanjut Sandra lagi dengan nada sedikit curiga.


" Aku...aku...aku ada pekerjaan di luar kota..sudahlah aku tak ingin berdebat denganmu.." ucap Johan mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah...baiklah..." sandra kemudian berdiri lalu menghampiri suaminya itu sambil mengelus dada bidang sang suami.


" Aku hanya merindukanmu saja sayang.." Sandra mencium bibir Johan. Sejenak Johan membayangkan wajah Nadia. Ketika dia sadar bahwa Sandra yang menciumnya, Johan buru buru melepaskan bibirnya.


" Ada apa ?" tanya Sandra


" Ini di kantor..aku harap kau menjaga sikapmu " ucap johan tak ingin istrinya curiga


" Hmmm baiklah...kalau begitu aku mau pergi dengan teman temanku dulu..." Sandra lalu meninggalkan Johan di ruangannya.


Johan lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.


" Aaahh brengsek...mengapa aku jadi sebrengsek ini !!!" teriak Johan sambil mengusap kasar kepalanya

__ADS_1


Johan tak bisa berbuat apa apa lagi. Dia tak mungkin melepaskan Sandra. Jika dia sampai berpisah dengan Sandra maka seketika itu pula dia harus keluar dari perusahaan. Itu artinya posisi CEO pun harus dia lepaskan. Sementara dia juga tak bisa menjnggalkan Nadia. Dia sangat mencintai Nadia


__ADS_2