
" Apa kabar ?" tanya Jordy basa basi.
" Baik...terima kasih sudah mau ikut menjaga istriku " ucap Johan basa basi juga.
" Tentu...karena aku ingin jadi suami yang siaga, dan selalu ada untuk istriku kapan saja, benarkan sayang ?" Jordy tiba tiba meraih tangan Nadia dan mengecupnya sambil memegang ponsel Sandra. Dan hal itu membuat Sandra bereaksi.
" Aaahh...kalian so sweet sekali sih...aku doakan semoga kalian segera menyusulku.." ucap Sandra tulus. Namun berbeda dengan Johan.
" Baiklah..aku titip istriku...aku akan segera pulang jika kondisiku sudah memungkinkan..terima kasih..salam buat istrimu. " Johan menutup panggilan video sepihak.
Johan nampak mengepalkan tangannya dia merasa cemburu melihat bagaimana Jordy memperlakukan Nadia di hadapannya.
Tak lama dokter menginformasikan jika operasinya di majukan karena dokter yang menanganinya akan ada seminar lusa. Johan bergegas ke rumah sakit untuk menyiapkan dirinya.
Di rumah sakit tempat Sandra di rawat.
" Kau akan beri nama siapa bayi kecil ini kak ?" tanya Jordy pada Sandra
" Aku biasa memanggilnya Baby J..mungkin nama Joshua cocok untuknya.
" Nama yang bagus..hai Joshua kenalkan ini uncle Jordy..dan yang menggendongmu saat ini adalah aunty Nadia.." kata Jordy seraya mengelus pipi bayi yang ada di gendongan Nadia. Dan bayi kecil itu sepertinya begitu nyaman berada pada gendongan Nadia. Dia hanya menggeliat lalu terlelap lagi.
Nadia lalu berdiri dan menyerahkan bayi Joshua pada Sandra.
" Kak...aku dan Jordy pamit dulu ya..nanti aku dan Jordy akan kembali lagi.." ucap Nadia seraya menoleh ke arah Jordy seperti meminta persetujuan darinya.
" Iya kami ada urusan sedikit.." ucap Jordy lalu bangkit dari duduknya.
" Pergilah..aku tak apa...nanti juga ada teman temanku yang akan datang berkunjung " ucap Sandra
" Baiklah...kami pergi dulu kak " ucap Nadia lalu berjalan keluar kamar di iringi Jordy
4 bulan telah berlalu. Putra Sandra tumbuh menjadi bayi yang menggemaskan. Sementara Jordy dan Nadia semakin mesra setiap harinya. Meskipun terkada mereka saling menjahili satu sama lain. Bahkan terkadang seperti Tom and Jerry.
Dokter yang merawat Johan pun telah memberikan hasil selama menjalani pengobatan dan hasilnya Johan sudah sembuh dan di ijinkan kembali ke Indonesia. Tampak Johan sedang berbicara dengan seorang gadis cantik berperawakan tinggi, kulit putih, dan sangat cantik.
" Aku pulang Nadia..." gumam Johan dalam hati.
" Apa kau sudah siap dengan tugasmu nanti sesampainya di Indonesia? " Tanya Johan.
__ADS_1
" Tentu...aku akan kerjakan tugasku dengan sangat sempurna " jawab gadis itu
" Bagus..soal uang, kau tak usah khawatir..setiap kali kau menyelesaikan tugasmu dengan baik, aku akan langsung mengirim uang sebagai bonus untuk tugasmu yang sempurna" ucap Johan
" Kau tenang saja..serahkan semua padaku!" seru gadis itu seraya mengikuti langkah Johan menuju bandara.
Jordy dan Nadia telah kembali di sibukkan dengan kerjaan mereka. Selain sebagai manager Jordy, Nadia kini mulai menerima tawaran pekerjaan sebagai bintang iklan atas seizin Jordy. Karena wajahnya yang cantik natural meskipun tanpa polesan make up, Nadia juga mendapat tawaran sebagai brand ambassador salah satu produk kecantikan. Sementara Jordy semakin bersinar dengan telah mengeluarkan sebuah lagu terbaru.
" Sayang..apa kau sudah selesai syuting ?" tanya Jordy pada Nadia ketika menghampiri lokasi syuting iklan Nadia.
" Sudah...kita pulang sekarang ? " jawab Nadia
" Ayo.." Jordy lalu menggandeng tangan Nadia untuk menuju mobilnya di parkiran
Selama mereka ada syuting, mereka tinggal di apartemen Jordy. Ketika tidak ada jadwal syuting mereka pulang ke rumah pribadi mereka yang mereka beli.
" Sayang.." panggil Jordy pada Nadia.
" Hmm..." jawab Nadia seraya menoleh pada Jordy.
" Ayah mengundang kita makan malam akhir pekan ini...bagaimana menurutmu? " Jordy memberi tahu istrinya perihal ajakan ayahnya itu.
" Tapi.." Jordy menggantung ucapannya.
" Ada apa...?" tanya Nadia penasaran.
" Ayah mengundang kita karena kakak ipar telah sembuh dari pengobatannya dan sekarang dia sudah pulang.." Jordy dengan hati hati menjelaskan pada Nadia. Nadia terdiam.
" Jika kau keberatan kita tidak usah datang saja...aku juga ingin menghabiskan waktu denganmu setelah kesibukan kita syuting beberapa waktu ini " Jordy berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Aku tidak keberatan sayang. Karena ada kamu disisiku.." ucap Nadia seraya menggenggam tangan Jordy.
" Berarti lusa kita berangkat..besok kita masih ada waktu untuk berdua " ucap Jordy sambil menaik turunkan alisnya
" Hmmm...oke...siapa takut " jawab Nadia yang mengerti arah pembicaraan Jordy.
Setelah sampai di rumah mereka langsung membersihkan diri mereka masing masing dan langsung beristirahat karena merasa lelah.
Keesokan paginya Jordy terbangun dengan posisi tidur masih dengan memeluk Nadia yang menghadap dadanya. Karena masih pagi, apalagi nafas nadia yang terasa di dada telanjangnya membuat sesuatu ikut " terbangun " juga.
__ADS_1
" Aah...sabarlah sebentar.." rutuk Jordy pada juniornya.
" Kau sudah bangun ?" tanya Nadia sambil merenggangkan otot ototnya. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal tiba tiba saja mereka saling bertatap mata.
" Hehehe..dia ikut bangun juga sayang " jawab Jordy sambil tersenyum kecil.
" Aah..begitu ya...ya sudah..biarkan saja dia bangun...ini juga sudah siang kan " goda Nadia.
" Sayaang.." Jordy merengek.
" Ada apa..." jawab Nadia singkat.
" Kasihanilah dia..dia sangat tersiksa sekarang " Jordy masih dengan merengek.
" Hmmm..apa yang harus aku lakukan " jawab Nadia dengan mencium dada bidang Jordy.
" Hmmm..oke aku beri tahu sekarang " jawab Jordy dan dia langsung " menyerang " Nadia.
Setelah peperangan pagi yang sangat panas itu, Nadia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah sampai kamar mandi dia sedikit terkejut melihat tanda cinta yang Jordy ciptakan di lehernya. Bukan hanya satu, tetapi ada beberapa di setiap sisi lehernya, dan di beberapa bagian tubuhnya. Namun Nadia hanya tersenyum melihatnya. Setelah Nadia selesai, dia keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutup dari batas dada hingga paha. Dia juga menggunakan handuk kecil di kepalanya. Jordy dengan susah payah menelan salivanya sendiri.
" Jangan menatapku seperti itu.. Bisa bisa aku kelaparan karena ulahmu " ucap Nadia ketus tetapi dia hanya menggoda Jordy.
" Kenapa kau marah2 sayang ?" tanya Jordy bingung karena perubahan sikap Nadia.
" Kau tidak lihat! Aku seperti orang yang habis di mangsa oleh vampir! " ucap Nadia ketus tetapi masih menggoda jordy. Dalam hati dia sungguh ingin tertawa melihat Jordy yang kebingungan.
" Maaf...aku tidak sengaja sayang...aku_ aku..terlalu bersemangat tadi " ucap Jordy bingung.
" Kau harus di hukum...!" kata Nadia yang sukses membuat Jordy ternganga.
" Hukuman..hukuman apa maksutmu ?" tanya jordy kebingungan. Nadia tiba tiba mendekat dan melakukan hal sama seperti yang Jordy lakukan padanya.
Jordy reflek menutup matanya. Dan tiba tiba Nadia menjauhkan wajahnya dari leher Jordy.
" Sudah...waah...indah sekali..sekarang mandilah..aku akan membuat sarapan untuk kita.." ucap Nadia dengan senyum manisnya. Seketika Jordy seperti kerbau yang di cocok hidungnya alias tampak seperti orang bodoh.
*
*
__ADS_1
Maaf teman teman telat update..lagi gk fit badannya. Tapi hari ini aku usahakan up 2 bab ya...tungguin yaa. Jangan lupa like setiap babnya agar aku semangat terus bikin ceritanya..thank you...