Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Tentang Joana


__ADS_3

Nadia kaget dengan ucapan Jordy.


" Apa kau ingin bercerita padaku? " tanya Nadia


" Bolehkah? " balas Jordy


" Jika itu bisa meringankan bebanmu..aku tak keberatan.


Lalu Jordy mulai menceritakan semuanya. Nadia mendengarkan dengan seksama. Dia pun berpikir sosok Jordy ternyata memiliki luka hati yang sama seperti dirinya.


" Maaf bukannya aku ingin mengungkit lagi lukamu..aku hanya tak tega melihatmu seperti tadi.." ucap Nadia


" Terimakasih...sudah mau mendengarkan masa laluku.." ucap Jordy. Sambil membetulkan posisi tidurnya dan menarik selimut.


" Tidurlah...aku akan kembali ke kamarku" Nadia beranjak tetapi Jordy menarik tangannya


" Ada apa...?" tanya Nadia


" Ku mohon...tetaplah disini " pinta Jordy dengan tatapan yang sayu dan berembun seolah menahan tangis.


" Tidurlah..aku tetap disini.." Nadia duduk kembali di tepi tempat Tidur dan tangan Jordy masih menggenggam tangannya.


Deg Deg Deg Deg


" Kumohon tenanglah sedikit...kenapa kau sama sekali tak bisa berkompromi denganku!!" Nadia membathin ketika jantungnya berdetak tak karuan ketika Joedy tiba tiba meraih tangannya dan meletakkan telapak tangannya di bawah pipi Jordy


Pagi telah menunjukkan sinarnya yang cerah. Sinarnya masuk melalui celah celah kelambu. Jordy mengerjap ngerjapkan matanya. Rasanya dia menggenggam sesuatu di tangannya dan melingkar tepat di dadanya. Ketika dia membuka matanya dengan sempurna dia kaget ketika yang ada dalam genggamannya adalah sebuah tangan lembut dengan jari yang lentik ketika dia membalikkan badannya betapa kagetnya dia ketika yang ada dalam genggamannya adalah tangan Nadia. Dia mengingat ingat kenapa bisa ia menggenggam tangan Nadia dan dilihatnya Nadia masih terlelap walaupun sinar matahari mengenai wajahnya. Jordy melepaskan genggamannya perlahan lahan agar Nadia tidak terbangun.


Di lihatnya wajah Nadia yang begitu cantik Natural tanpa polesan make up. Ya, Nadia memang tak perlu menggunakan make up tebal atau bahkan tak perlu menggunakannya karena pada dasarnya dia sudah sangat cantik. Tiba tiba tangan Jordy menyentuh pipi Nadia dan mengelusnya


" Terimakasih.." ucap Jordy dengan senyuman kecil yang menampakkan lesung pipi di salah satu pipinya. Dia lalu turun dari ranjang dan berjalan ke dapur dan menyiapkan kopi dan teh untuknya dan Nadia.

__ADS_1


Ketika Nadia terbangun dia kaget melihat Jordy yang tak ada. Nadia yang khawatir pada Jordy bergegas keluar dari kamar dengan berlari. Jordy yang melihat Nadia tergesa gesa lalu memanggilnya


" Hei mau kemana? " teriak Jordy yang langsung mengagetkan Nadia.


" Kau sudah baikan.." tanya Nadia dan langsung berlari menghampiri Jordy dan langsung menyentuh kening dan pipi Jordy.


" Hahh...syukurlah kau sudah tidak demam..aku khawatir melihat keadaanmu semalam.." ucap Nadia dengan mata yang sedikit berembun. Jordy yang melihatnyapun merasa tersentuh akan perhatian Nadia.


" Terimakasih kau sudah menjagaku,, terimakasih" ucap Jordy dengan tangan yang memegang pipi Nadia. Suasana tiba tiba hening, Jordy perlahan menarik lembut wajah Nadia agar mendekat ke wajahnya. Jordy mengecup lembut bibir Nadia.


" Terimakasih " ucap Jordy lagi setelah melepaskan bibirnya


" Sama sama " ucap Nadia dengan wajah yang merona.


" Aahh..ini minumlah..aku sudah membuatkan teh untukmu.." ucap Jordy salah tingkah


" Aku mau mandi dulu " ucap Nadia langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.


Deg Deg Deg Deg..jantung Nadia berdebar seperti genderang yang di tabuh.


Sementara Jordy di dapur masih terpaku melihat pintu kamar Nadia yang sudah tertutup.


" Mengapa aku begitu hangat dan nyaman ketika bersamanya? rasanya aku tak ingin jauh darinya " lirih Jordy


Setelah membersihkan dirinya Nadia segera keluar kamar menemui Jordy.


" Oh iya..bahan makanan di dapur sudah hampir habis..aku akan keluar belanja sebentar." ijin Nadia


" Aku akan mengantarmu " balas Jordy


" Aah tidak usah kau istirahat saja..kau baru saja baikan..aku tak ingin kau sakit lagi.." ucap Nadia khawatir

__ADS_1


" Hei nona..jangan meremehkanku !" ucap Jordy ketus


" A apa ? Dia kembali lagi ke mode pabrik!" bathin Nadia


" Terserah kau saja!!" ucap Nadia tak kalah ketus. Dia beranjak dari sofa untuk mengambil tasnya.


Jordy tersenyum melihat Nadia yang cemberut sambil memonyongkan bibirnya


" Aku jadi suka menggodamu...rasanya hariku seperti tak sempurna jika aku tak membuatmu kesal " bathin Jordy dengan senyuman. Hingga dia tak menyadari jika Nadia sudah ada di depannya


" Hei !! apa kau baik baik saja!! Senyum senyum sendiri seperti krang tak waras !!" ketus Nadia


" Diamlah!! Cerewet kau!!" ucap Jordy lalu melangkah ke arah pintu sambil tertawa kecil


Mereka menuju ke swalayan untuk berbelanja kebutuhan di apartemen. Setelah kurang lebih 2 jam berkeliling dan masing masing membawa 4 paperbag. Tiba tiba Jordy merasa ada sesuatu di matanya.


" Nadia..tolong..ada sesuatu di mataku..bisa kau bantu aku.." ucap Jordy dengan mengerjap ngerjapkan matanya.


" Kemarilah...huuufft..huufft..sudah?" tanya Nadia


" Belum..." jawab Jordy. Ketika Nadia mendekatkan wajahnya seketika Jordy mencium bibirnya bagai kilat. Sangat tiba tiba dan cepat hingga Nadia tak sempat menghindar. Ketika semua mata melihat ke arah Nadia. Pipi Nadia seperti kepiting rebus. Dan langsung berlari mengejar Jordy


" Jordy!! Awas kau yah...kupukul kau nanti !!" Nadia berteriak


" Coba saja jika kau bisa!! " teriak Jordy yang sudah berlari di parkiran


Yaa. Tanpa mereka sadari mereka sudah semakin dekat. Dan kedekatan mereka sangat unik. Tak ada kata kata romantis karena pada dasarnya Jordy selalu berbuat usil pada Nadia.


*


*

__ADS_1


*


Hai readersku....ayo tetap dukung aku yaa....jangan lupa koment kalian juga biar aku lebih semangat up dan bikin cerita yang bagus buat kalian...happy Reading...bye....


__ADS_2