Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Masa Lalu


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Jordy lalu mengarah ke sebuah Restoran. Setelah memarkirkan mobilnya Jordy bergegas turun karena perutnya sangatlah lapar.


" Silahkan menunya Tuan " pelayan menghampiri Jordy yang sudah duduk di tempat yang dia pilih


" Mmmm...aku pesan Nasi Goreng 1, Espresso 1, ah ya..jangan lupa air mineralnya..kau pesen apa " tanya Jordy


" Aku pes__" ucapan Nadia terpotong ketika Jordy tiba tiba menyela


" Apa!! Jau sudah kenyang? ok tak nasalah biar aku sendiri saja yang makan!" ucap Jordy dengan mata melirik Nadia.


" Apa apaan kau ini..aku juga lapar tau..!!" ketus Nadia. Jordy lalu tertawa terbahak bahak ketika melihat ekpresi kesal Nadia dengan bibir yang manyun kedepan


" Aduhh..perutku sampai sakit..iya iya..maaf aku hanya menggodamu saja " ucap Jordy sembari memegang perutnya yang sakit karena tertawa. Nadia seketika mendapat ide untuk mengerjai Jordy


" Waahh kau tampan juga ketika tertawa lepas seperti itu " Nadia berkata manis sekali disertai kedua tangannya menopang dagu. Mendapati sikap Nadia seperti itu tentu Jordy jadi salah tingkah


" A apa...kau bicara apa sih " ucap Jordy terbata dan terlihat salah tingkah dan muka yang bersemu merah. Dan seketika Nadia pun juga tertawa terbahak bahak yang membuat Jordy kaget.


" HAHAHAHHAHAHAHA....Sekarang kita impas...lihatlah betapa merahnya mukamu itu seperti tomat " ucap Nadia sambil memukul mukul kecil meja. Dan tentu Jordy pun tak tinggal diam. Tiba tiba


PLETAK


Jordy menyentil kening Nadia keras sekali hingga dia mengusap kasar keningnya.

__ADS_1


" Awwww....sakit tau...issshhhh..." rintih Nadia masih mengusap keningnya


" Itu hukuman untukmu yang telah mengerjaiku!!" ketus Jordy


" Hei...bukannya kau duluan yang mengerjaiku..mengapa giliran aku membalasmu kau malah marah marah...dasar egois" umpat Nadia. Pelayan yang sedari tadi berdiri menunggu pesanan Nadia hanya tertawa kecil dan tiba tiba kata kata itu keluar dengan polos dari mulut pelayan itu


" Tuan dan Nyonya..kalian pasangan yang cocok..sama sama lucu..dan sama sama tidak mau mengalah..uppssss..maaf tuan nyonya atas kelancangan saya" pelayan yang keceplosan itu meminta maaf. Sedangkan Jordy dan Nadia yang mendengar ucapan pelayan itu tiba tiba terdiam memandang satu sama lain.


" Ehem...aku mau pesan sup jagung saja 1 dan lemon tea panas ya..." ucap Nadia mengalihkan perhatian Jordy yang sedari tadi memandangnya tanpa berkedip


" Baik Nyonya..saya permisi" pelayan itu meninggalkan meja mereka


Tiba tiba hening tak ada pembicaraan di meja mereka. Nadia memainkan ponselnya Jordy pun melakukan yang sama. Bedanya jika Nadia membuka aplikasi belanja online Jordy hanya menggeser geser aplikasi yang ada di ponselnya.


" Jangan mengumpat...langsung bicara saja " ucap Nadia yang langsung membuat Jorsy tersentak kaget.


" A apa...ah kau ini seperti cenayang saja bisa membaca pikiran orang..." ucap Jordy yang kaget karena tiba tiba saja Nadia seolah mengerti akan apa yang ada dalam pikirannya.


" Hehehehe...sudahlah...lupakan saja perkataanku barusan...kau terlihat sangat serius..makanya aku asal saja bicara " ucap Nadia dengan senyuman manisnya.


" Sudah aku katakan...jika kau tersenyum seperti itu maka aku akan memukulmu " Jordy bersiap akan memukul kepala Nadia


" Eh iya iya...aduh kau ini...kenapa pemarah sekali...dasar aneh..senyum pun bisa membuatmu marah marah..sepertinya aku salah menilaimu..ku kira kau baik hati dan lembut hingga aku mau saja kau tolong ternyata...oh Tuhan mengapa aku bertemu pria pemarah seperi dia.." Nadia berucap sembari menengadahkan kepalanya

__ADS_1


" Kau bisa diam atau___" Jordy mulai mengeluarkan tatapan tajamnya


" Iya iya maaf bos..." ucap Nadia dengan tangan yang melipat di depan muka khas orang meminta maaf


Tak lama makanan pun tersaji. Mereka dengan lahap menghabiskan seluruh makanan dan bergegas kembali ke apartemen. Semenjak Nadia menjadi Manager pribadi Jordy, ia lebih sering tinggal di apartemen dengan Nadia. Di apartemen itu ada 2 kamar. Jordy menempatkan Nadia di kamar tamu dan Jordy menempati lagi kamarnya. Setelah sampai mereka langsung menuju kamar masing masing


" Hah...lelah sekali..aku mandi dulu saja lalu istirahat.." ucapnya lalu pergi ke kamar mandi. Setelah nya dia keluar kamar ingin melihat Jordy apakah membutuhkan sesuatu atau tidak.


" Eh..pintunya terbuka " ucap Nadia ketika mendapati pintu kamar Jordy terbuka. Di lihatnya Jordy sudah tertidur dengan posisi tengkurap. Lalu Nadia bergegas kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Nadia masih tak dapat memejamkan matanya. Sayup sayup dia mendengar suara Jordy seperti berteriak. Nadia bergegas keluar dari kamar dan pergi ke kamar Jordy. Ternyata Jordy mengigau. Lalu dia mendekati Jordy berusaha membangunkan Jordy. Nadia panik ketika melihat wajah Jordy yang memerah karena deman dan berkeringat


" Jordy...bangun...ayo bangunlah..." Nadia berusaha membangunkan Jordy. Jordy lalu membuka matanya dan langsung memeluk Nadia dan menangis dalam pelukannya. Nadia berusaha menenangkan Jordy. Setelah Jordy tenang Nadia beranjak ke dapur mengambil air dan obat untuk Jordy


" Terimakasih " ucap Jordy menerima obat dan minum yang di berikan Nadia


" Sama sama.." balas Nadia


" Maaf...apa yang terjadi padamu..apa kau mimpi buruk?" tanya Nadia


" Ya..mimpi yang selalu saja mengusik tidurku" jawab Jordy dengan tatapan sendu


" Aku sudah berusaha melupakannya...tetapi selalu saja dia hadir dalam mimpiku seolah akulah penyebab kematiannya.

__ADS_1


__ADS_2