
Johan menatap Sandra tanpa mengedipkan matanya. Dia tak munafik sebagai seorang pria dia juga akan berhasrat ketika melihat kemolekan tubuh istrinya itu.
" Bersihkan dirimu dulu..aku akan menunggumu " ucap sandra sembari mengecup singkat bibir suaminya.
Johan mengangguk lalu bergegas pergi ke kamar mandi. Setelah 15 menit Jihan keluar kamar mandi hanya dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Sandra berdiri dan turun dari ranjang setelah melihat suaminya berjalan ke arahnya.
" Sayang kau sangat tampan dan.....sexy.." ucap Sandra dengan mengelus dada bidang suaminya itu
" Benarkah..apa kau menyukainya ?" tanya Johan
" Sangat...aku saaanggat suka.." jawab Sandra. Johan lalu mendorong pelan istrinya dan merebahkan tubuh istrinya itu di ranjang lalu dia naik ke atas ranjang. Dan pergumulan panas itu pun terjadi.
Setelah pergumulan panas itu mereka terlelap tidur bersama. Jika orang lain akan tidur dengan berpelukan maka tidak dengan mereka. Johan dan Sandra tidur dengan posisi yang saling membelakangi.
Yaa. Johan melakukan ini agar Sandra tak menaruh curiga padanya.
__ADS_1
Keesokan harinya..di rumah Nadia, Nadia bangun tidur dengan kepala yang begitu berat. Setelahnya dia duduk sebentar di tepi ranjang berharap pusingnya mereda. Tapi tiba tiba perutnya mual dan dia segera berlari ke arah kamar mandi. tapi tidak ada yang di muntahkannya. Setelah mualnya hilang dia duduk di tepi ranjang.
" Jangan jangan aku...HAMIL!..oh tidak apa yang harus aku lakukan.." Nadia tampak panik
Nadia kemudian segera pergi ke apotik untuk membeli alat uji kehamilan. Setelah sampai rumah dengan ragu ragu dia menggunakannya setelah membaca aturan pemakaiannya. Dalam pikirannya kapan pun alat itu digunakan hasilnya akan sama saja. Dengan tangan bergetar dan perasaan yang tak karuan dia melihat hasil test itu
" Oh Tuhan...bagaimana ini...aku harus bagaimana" Nadia panik setelah hasil test menunjukkan bahwa dia tengah hamil.
" Aku harus memberi tau mas Johan.." ucap Nadia seraya mengambil ponselnya. Dengan tangan bergetar dia menekan nomor Johan.
" Kenapa ponselnya tidak aktif " Nadia tambah panik ketika mendapati ponsel Johan tidak aktif. Tak terasa bulir bening jatuh begitu saja di pipi Nadia.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang!!" Nadia tiba tiba menangis kencang. Dia mencoba menghubungi Johan lagi tapi masih sama tidak terhubung.
Nadia masih terus menangis sesenggukan. Bagaimana tidak, dalam posisinya yang tengah mengandung anak Johan tanpa adanya ikatan pernikahan Johan tiba tiba tak bisa di hubungi. Setelah beberapa saat menangis Johan tiba tiba menghubunginya.
__ADS_1
" Maaf sayang tadi ponselku lowbat..ada P sayang apa yang terjadi..mengapa kau menangis..?" tanya johan tanpa henti ketika panggilan video terhubung
" Mas...bisakah kita bertemu saat ini juga..ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu ..ini penting" ucap Nadia sembari menahan kepanikannya.
" Baiklah..tunggu aku..sebentar lagi aku datang." jawab Johan.
Setelah memutus panggilan video itu Johan beranjak dari ruangannya. Pikirannya kalut. Apa yang terjadi dengan Nadia. Apakah dia hamil. Hanya itu yang terlintas dalam benaknya.
" Ini tak bisa terjadi " guman Johan yang memasuki mobilnya. Tanpa ia sadari Sandra baru saja datang ke kantor. Melihat suaminya terburu buru keluar kantor dengan menaiki mobilnya, Sandra memutuskan untuk membuntuti kemana suaminya itu pergi.
" Mau kemana dia?,, mengapa terburu buru sekali.." gumam Sandra di dalam mobilnya.
Sandra terkejut ketika melihat mobil yang di kendarai suaminya itu memasuki kawasan perumahan.
" Siapa yang dia temui disini.." gumam Sandra ketika melihat mobil suaminya berhenti. Dia memutuskan memarkir mobilnya sedikit jauh agar tak kelihatan oleh Johan.
__ADS_1