Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Mulai kecewa


__ADS_3

Nadia tiba tiba terbangun. Dia merasa perutnya mulai lapar. Ketika dia menggerakkan badan, dia mendapati tangan Johan yang melingkar di perutnya. Ketika dia menoleh kebelakang, nampak Johan yang masih tertidur pulas. Di lihatnya dengan seksama wajah Johan yang begitu tenang dalam tidurnya. Wajah tampan, alis yang berjajar rapi, hidung yang mancung, bibir yang sexy. Nadia menyentuh bibir tipis Johan lalu mengecupnya dengan lembut. Seketika Johan menggeliat lalu membuka pelan matanya.


" Maaf aku membangunkanmu mas ?" ucap Nadia ketika dia menyadari Johan membuka matanya


" Tidak sayang...mengapa kau sudah bangun..?" Johan bangun dan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. Di lihatnya jam menunjukkan pukul 17.30.


" Astaga..kita melewatkan makan siang sayang...apa kau terbangun karena merasa lapar ?" tanya johan sembari mengelus kepala Nadia


" Iya mas " jawab Nadia tersipu malu


" Baiklah kau mandilah dulu lalu kita makan. Aku akan memesan makan malam pada penjaga villa.


" Ok mas..." Nadia mulai beranjak dari tempat tidur dengan melilitkan selimut di tubuhnya


Setelah Nadia selesai membersihkan dirinya, kini giliran Johan. Di dalam kamar mandi, dia masih berdiam diri di bawah guyuran shower.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang...akh tak mungkin menceraikan Sandra..tapi aku juga tak mungkin meninggalkan Nadia...aku sangat mencintainya..." bathin Johan

__ADS_1


" Haaah...sial sial..." gumam Johan lirih


" Mas....apa kamu baik baik saja? Apa masih lama ?" Nadia mengetuk pintu kamar mandi karena Johan sudah lama berada di dalam. Nadia khawatir jika terjadi sesuatu pada Johan


" Aku sudah selesai sayang " Johan menyauti Nadia


" Baiklah kalau begitu..." timpal Nadia


Setelah makanan di antar oleh pemilik villa, Nadia bergegas menata makanan dia atas meja. Setelah Johan keluar kamar dia langsung beranjak ke meja makan.


" Mas..besok kita jadi pulang?" tanya Nadia sembari mengambilkan makanan untuk Johan


Nadia tersenyum kecil " bukan seperti itu mas...aku hanya khawatir bagaimana pekerjaanmu nanti jika kamu masih menghabiskan waktumu denganku..aku tak mau pekerjaanmu terganggu karena aku mas.." ucap Nadia


" Ah...seperti itu ya...kau sangat perhatian sayang...aku jadi semakin mencintaimu..." timpal Johan


Setelah makan malam selesai, Nadia segera membereskan piring piring dan di bawa ke dapur. Setelah beres Nadia menghampiri Johan yang sedang asik dengan laptop di pangkuannya. Dia sedang memeriksa beberapa laporan yang di kirim oleh sekretarisnya lewat email.

__ADS_1


" Mas...mau kubuatkan kopi? " tanya Nadia


" Tidak sayang...sini...duduklah disini.." Johan menepuk sofa kosong di sebelahnya. Lalu dia menutup laptopnya. Kemudian Nadia berpindah ke sisi Johan


" Aku punya sesuatu untukmu..." Johan merogoh saku celannya dan mengeluarkan kotak kecil dan memberikan kepada Nadia


" Apa ini mas...?" tanya Nadia


" Bukalah..semoga kau menyukainya sayang" timpal Johan


" Apa ini cincin ?" Nadia bergumam dalam hati. Lalu dengan senyum yang merekah dia bergegas membuka kotak kecil itu. Seketika senyumnya berubah. Nampak sedikit gurat kekecewaan di wajahnya.


" Apa kau suka ?" tanya Johan


" Sangat indah mas.." timpal Nadia seraya mengambil sebuah kalung cantik bermata batu zamrud warna hijau. Nadia sebenarnya berharap jika Johan memberinya sebuah cincin. Walaupun bukan cincin berlian, setidaknya cincin merupakan simbol keseriusan seseorang dalam menjalin hubungan.


" Kemarilah..aku pasangkan di lehermu "..pinta Johan lalu Nadia memutar tubuhnya membelakangi Johan

__ADS_1


" Cantik sekali..." ucap Johan setelah Nadia membalikkan badannya menghadap Johan.


__ADS_2