Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Hari Pertama di Bogor


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 12.10. Nadia nampak gelisah menunggu Johan datang.


" Kenapa lama sekali yaa ?" gumam Nadia saat memunggu kehadiran Johan


Tak lama kemudian suara klakson terdengar. Bergegas Nadia membukakan pintu untuk Johan.


" Hai sayangku...maaf aku terlambat...sebagai permintaan maafku..ada hadiah kecil untuk wanita yang aku cintai..." kata Johan dengan menyerahkan buket bunga mawar warna merah pada Nadia.


" Waaahh...mas...ini cantik sekali...trimakasih mas " Nadia menciun pipi Johan dengan wajah yang bersemu merah lalu menggandeng tangan Johan menuju meja makan.


Setelah 30 menit mereka menyantap makan siang. Johan mengajak Nadia untuk duduk bersama di ayunan di taman belakang rumah Nadia.


" Sayang..hari ini aku telah resmi menjadi CEO di perusahaanku..dan besok merupaka tugas pertamaku sebagai CEO..aku sangat beruntung bertemu denganmu...seakan akan kehadiranmu telah membawa keberuntungan untukku..."


" Aku turut bahagia mas...selamat yah..apa yang kau impikan selama ini telah tercapai.." ucap Nadia seraya mengelus lengan Johan.


" Itu semua karena kehadiranmu disisiku.." kata Johan dengan tatapan sendu ke arah Nadia..


" Oh ya..besok kita akan ke BOGOR..aku akan menjemput besok..kita disana selama 3 hari..selesai meeting kita akan jalan jalan disana..oke"

__ADS_1


" Baik mas...aku akan berkemas nanti.." jawab Nadia.


" Baiklah kalau begitu...aku harus kembali ke kantor...ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan sebelum meninggalkan kantor besok.." Johan lalu berdiri dan di ikuti Nadia yang mengantar kepergian Johan.


Ya..Nadia sama sekali tidak mengetahui jika Johan telah mempunyai istri. Daln pikiran nadia johan selalu meluangkan waktu untuk dirinya. Ketika dirumah pun Johan selalu memyempatkan untuk melakukan panggilan video padanya. Johan bisa melakukan itu karena Sandra selalu menghabiskan waktunya untuk berbelanja maupun nongkrong dengan teman teman sosialitanya. Jadi Johan pun tak merasa khawatir akan ketahuan oleh Sandra.


Sementar Jordy..sejak Joana meninggal..dia hanya menghabiskan waktunya untuk minum - minun. Dia ingin menghilangkan rasa sakitnya karena Joana. Jika tidak minum minum, dia selalu mimpi buruk seakan akan Joana telah mati di tangannya sendiri. Dan mimpi itu selalu membuatnya tersiksa.


Keesokan paginya pukul 08.00.


" Hai sayang..apa semua sudah siap..?" tanya Johan seraya mengambil tas dari tangan Nadia dan memasukkannya ke bagasi mobil.


Sepanjang perjalanan Johan tak melepaskan genggaman tangannya pada Nadia. Sesekali dia mencium punggung tangan Nadia. Setelah sampai di Bogor mereka langsung menuju kamar masing masing. Johan menyewa 2 kamar. Dia tidak ingin Nadia salah paham dengannya.


" Istirahatlah dulu..aku akan mulai meeting nanti jam makan siang..sementar kau pesanlah makanan hotel saja..nanti malam kita makan di luar...oke..?" Johan mengelus kepala Nadia lembut.


" Baiklah mas.." Nadia tersenyum manis lalu menutup pintu kamarnya.


Duduk di tepi ranjang Nadia berguman " semoga aku tak salah memilihmu mas..".

__ADS_1


Sambil menunggu jam makan siang tiba, Johan memeriksa dokumen yang di perlukan untuk rapat nanti di kamarnya.


Triing triing


Triing triing


" Ya...ada apa..?." Johan mengangkat panggilan video dari istrinya Sandra.


" Kenapa lama sekali..!!" Sandra dengan ketusnya.


" Aku sedang memeriksa dokumen untuk rapat nanti..ada apa...?" tanya Johan lagi.


" Tak ada...aku hanya ingin menelponmu saja..apa tak boleh!" masih dengan nada ketusnya.


" Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan..aku akan menutup telponnya..aku harus segera melanjutkan pekerjaanku..." sambung Johan.


" Ya sudah..lanjutkan pekerjaanmu say_" tiba tiba panggilan di putus sepihak oleh Johan.


" Dasar !! Kapan dia bisa bersikap romantis padaku??" omel sandra lalu melempar ponselnya di atas kasur.

__ADS_1


__ADS_2