
Setelah dengan drama ngidam Nadia yang hanya ingin mencium aroma dari buah durian saja, sekarang Jordy di hadapkan dengan tubuhnya yang tiba - tiba saja mengalami mood swing ( perubahan mood yang secara tiba - tiba ). Sedangkan Nadia sama sekali tidak merasakan perubahan apapun padanya.
Jordy sekarang lebih sensitif terhadap bau apapun yang hinggap di hidungnya. Pertama kali dia merasakan tidak enak pada dirinya, dokter yang memeriksa hanya tersenyum sembari menjelaskan bahwa Jordy mengalami gejala kehamilan simpatik atau syndrome couvade.
" Sayang apa sudah mendingan " tanya Nadia sambil memijat tengkuk Jordy.
" Aah...aku merasa lemas sekarang " jawab Jordy yang wajahnya pucat karena memuntahkan semua isi perutnya.
" Aku akan membuatkanmu teh hangat agar tubuhmu merasa baikan, tunggu sebentar ya " ucap Nadia sambil beranjak tetapi tangannya di pegang oleh Jordy.
" Jangan tinggalkan aku " ucap Jordy yang tiba - tiba hampir menangis
" Aah suamiku ini manja sekali " ucap Nadia gemas karena Jordy yang memeluknya seperti anak kecil.
" Aku hanya ingin dekat denganmu saja " jawab Jordy sambil mengusel - ngusel wajahnya di pundak Nadia.
Tanpa mereka sadari sepasang mata telah memperhatikan mereka sedari tadi karena pintu kamar yang tidak tertutup rapat itu. Dia adalah Johan.
Sampai saat ini pun dia masih tidak mau mundur sama sekali untuk merebut Nadia dari Jordy. Dia yang sudah terobsesi pada Nadia sudah membuatnya hilang akal.
__ADS_1
' Aku akan melakukan sesuatu pada waktunya nanti. Lihat saja apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkanmu kembali. Kau hanya milikku Nadia. ' ucap Johan dalam hati.
Di tempat lain Jessica sedang kencan dengan Ricky. Ricky mengajak Jessica makan malam romantis di sebuah cafe yang bertema outdoor. Ricky malam ini nampak sangat tampan dia mengenakan kemeja motif kotak - kotak warna putih dan hitam dan mengenakan celana panjang jeans warna hitam. Sementara Jessica memakai dress motif bunga - bunga warna hitam dan putih.
" Apa kau suka? " tanya Ricky.
" Romantis sekali " ucap Jessica dengan mata yang berkaca - kaca.
" Aku ada kejutan kecil untukmu " ucap Ricky lalu mengambil buket bunga mawar merah yang telah ia siapkan sebelumnya.
" Terima kasih " ucap Jessica seraya mencium buket bunga mawar pemberian Ricky.
" Bagaimana pekerjaanmu " tanya Ricky
" Dia sudah tidak pernah menyuruh apapun padaku. Aku sedikit lega setidaknya aku tidak akan terlibat untuk memisahkan dua orang yang saling mencintai itu. Terlebih lagi Nadia sedang hamil dan aku tidak mau menanggung dosa lebih banyak " ucap Jessica sambil memotong steak yang ada di piringnya.
" Keputusan yang bagus, ngomong - ngomong kau terlihat sangat cantik sekali malam ini " puji Ricky. Jessica hanya bisa tersipu mendengar pujian dari Ricky.
" Jess...aku sangat mencintaimu.." ucap Ricky lagi.
__ADS_1
" Aku tau itu, dan maafkan aku yang terlambat menyadarinya " jawab Jessica seraya menggengam tangan Ricky.
" Mulai sekarang akupun akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu " jawab Jessica lagi.
" Terima kasih sayang " ucap Ricky.
Mereka kemudian melanjutkan makan malam mereka dengan di iringi live music yang sedang berlangsung di cafe itu. Setelah makan malam mereka selesai Ricky mengantarkan Jessica pulang.
" Sudah sampai...aku turun yaa " ucap Jessica setelah mobil yang di kendarai Ricky berhenti di depan rumah Jessica.
" Jess.. Tunggu! " ucap Ricky menahan pergelangan tangan Jessica.
" Ada apa " tanya Jessica heran.
Entah siapa yang memulainya lebih dulu, tetapi kini mereka saling memagut mesra dan lama.
" Selamat malam sayang " ucap Ricky melepas bibirnya dari bibir Jessica dan menempelkan keningnya pada Jessica.
" Selamat malam juga....I love you Ky..." ucap Jessica dengan wajah memerah karena malu. Dan dia langsung bergegas turun.
__ADS_1
" Aku pulang dulu sayang. I love you too " ucap Ricky sambil melambaikan tangannya.