
Jordy kembali ke kamarnya. Dia masih menimbang nimbang apakah dia akan menuruti ayahnya untuk pergi ke kantor atau meneruskan hobby sekaligus profesinya sebagai penyanyi.
" Hahhhh...apakah aku harus kembali ke kantor? Tapi aku tak mempunyai bakat disana..sudahlah lebih baik aku tidur saja" guman Jordy lalu menengkurapkan badannya.
Sandra yang sudah masuk ke kamarnya dengan Johan, dia segera meraih ponselnya yang dia tinggal di atas nakas.
" Apa ini ?" gumam Sandra lirih seraya membuka pesan yang masuk. Tiba tiba tangannya bergetar hingga tanpa disadari ponselnya terjatuh. Johan yang menyadari segera menghampiri istrinya
" Ada apa sayang?" Johan nampak panik melihat istrinya yang hanya langsung meluruh di lantai. Johan bergegas memungut ponsel istrinya.
Dan dia langsung panik ketika melihat fotonya dengan seorang wanita. Hanya saja ada hal yang sekitika bisa melegakannya. Foto itu nampak wajah johan saja yang terlihat sementara wajah Nadia hanya nampak bagian punggungnya saja.
" Sayang aku bisa menjelaskan semuanya..ini tidak seperti yang kau pikirkan..." Johan berusaha meyakinkan istrinya
" Aku sudah mengatakan padamu...jika kau berani bermain di belakangku..maka aku pastikan kalian berdua akan hancur?" ucap Sandra dengan bibir bergetar sembari menahan tangisnya agar tidak pecah. Johan yang mendengarnya seketika ingat tentang Nadia yang tengah hamil.
" Jadi inikah alasanmu kau tiba tiba berubah menjadi sosok suami yang aku inginkan haaahh..!" Sandra mulai berteriak. Johan yang kaget mencari seribu
__ADS_1
" Dengarkan aku....aku memang bukan pria yang sempurna...tapi apakah aku salah jika aku berusaha menjadi suami yang baik demi istriku. Aku belajar untuk bersikap romantis padamu karena aku menyadari bahwa aku bukan pria yang romantis. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku seperti orang lain. Tapi aku berusaha melakukan itu semua demi kau, demi istriku..tak ada maksut lain "..ucap Johan sembari menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya.
LULUH?? Sudah pasti Sandra akan luluh dengan semua perkataan johan.
" Maafkan aku...maafkan aku yang dengan mudah terpancing dengan hal hal seperti ini..maafkan aku sayang " ucap Sandra yang seketika pecah tangisnya.
" Sudahlah sayang...tak apa...sudah sudah..mulai sekarang aku akan berusaha lebih keras lagi agar bisa menjadi sosok suami yang kamu inginkan...tolong beri aku kesempatan...ok ?" pinta Johan lalu mengangkat istrinya dan ia baringkan di ranjang.
Bagi pasangan suami istri obat paling ampuh untuk mencairkan suasana setelah pertengkaran adalah " PENYATUAN ". Ya mereka lalu melakukan pergumulan panas. Terlebih Johan harus melakukannya agar istrinya benar benar yakin pada dirinya.
Setelah pergumulan panas itu Sandra terlelap dalam pelukan suaminya itu. Sementara Johan masih terjaga, dia masih berpikir apa yang harus dilakukannya sekarang. Dia yang harus mengurai benang kusut ini sendiri.
" Baiklah..aku sudah memutuskannya !" bathin Johan. Dia lalu mengecup pucuk kepala istrinya itu.
3 bulan kemudian. Nadia sudah tampak terbiasa tanpa kehadiran Johan yang tiba tiba menghilang. Ponsel Johan tak bisa di hubungi sementar kantornya pun Nadia tak tau dimana. Setiap kali dia ingin mengantar makan siang untuk Johan ke kantornya Johan selalu melarangnya. Yang ada dipikirannya sekarang dia harus bahagia agar bayi yang ada di kandungannya itu tak terganggu perkembangannya. Hari ini Nadia ingin berbelanja kebutuhan dapur di swalayan. Setelah memesan taksi online dia lalu berangakta menuju swalayan yang di tuju
Sesampainya di swalayan dia segera mengambil troli dan mulai berjalan memilih dan mengambil apa yang ia butuhkan. Langkah nya terhenti ketika ia nelihat sosok yang sepertinya ia tau itu siapa. Nadia bergegas mendorong trolinya.
__ADS_1
" Mas Johan ! " panggil Nadia dengan memegang pundak Johan.
Johan yang menyadari siapa yang menyapanya seketika dia berbalik dan betapa kagetnya dia ketika dia melihat sosok Nadia.
" Nadia..apa yang kau lakukan disini ?" tanya Johan gugup
" Aku yang harusnya bertanya..kemana saja kau mas!!...apa kau tak mengkhawatirkanku? Apa kau tak memikirkan anak yang ada di kandunganku ini!! Bisa bisanya kau menghilang ketika aku sangat membutuhkanmu saat ini!! " Nadia mulau menumpahkan semua kekesalannya
Sandra yang baru saja keluar dari toilet melihat suaminya yang nampak dengan seorang wanita itu bergegas menghampirinya.
Johan yang menyadari kedatangan istrinya itu mulai berkeringat dingin. Dia mulai khawatir apa yang akan terjadi.
" Sayang...siapa ?" tanya Sandra sambil memeluk lengan suaminya itu. Mata Sandra tiba tiba turun pada perut wanita yang membuncit karena kehamilannya.
" Ah..dia...dia ini..kenalkan sayang dia temanku saat kuliah dulu..Nadia kenalkan ini istriku Sandra " ucap Johan kepada Nadia
Bak tersambar petir di siang bolong. Nadia sangat terkejut dengan perkatan Johan. Sedangkan Sandra mengulurkan tangan pada Nadia.
__ADS_1
" Hai..aku Nadia" ucap Nadia seraya menyambut uluran tangan Sandra.
" Oh iya aku masih ada urusan...kalau begitu aku permisi dulu " pamit Nadia. Nadia bergegas pergi dari sana. Dia melangkah dengan hati yang hancir berkeping keping. Dia meninggalkan belanjaannya di atas troli dan segera keluar. Dengan tangan yang masih bergetar dia memesan taksi online. Setelah dia masuk ke dalam taksi tiba tiba tangisnya pecah. Dia meraung raung meratapai nasipnya. Sopir taksi yang melihatnya nampak iba..tapi dia tidak enak jika harus bertanya kepada penumpangnya itu.