
Waktu menunjukkan pukul 20.00.Jordy memutuskan untuk mengajak Nadia menginap di kediaman ayahnya. Jordy ingin agar Nadia merasakan bahwa dia sudah jadi seorang istri dan menantu yang sesungguhnya.
Sesampainya di kediaman Pak Santosa Jordy langsung mengajak Nadia memasuki kamar pribadinya yang mana kamar itu juga menjadi kamar Nadia. Melihat Nadia yang sudah duduk di tepi ranjang, Jordy segera mendudukkan dirinya di samping Nadia. Kepalanya ia sandarkan pada bahu kanan sang istri. Nadia yang merasa Jordy tiba tiba manja agak kaget.
" Sayang...ada apa hmm? " tanya Nadia dengan memiringkan kepalanya pada kepala Jordy dengan tangan mengelus pipi kiri Jordy.
" Tidak ada...biarkan seperti ini dulu.." ucap Jordy dengan matanya yang terpejam.
Suasana menjadi hening beberapa saat. Sampai akhirnya Jordy mengangkat kepalanya dan melihat wajah istrinya itu. Perlahan dia dekatkan wajahnya pada wajah Nadia. Lalu dia mengecup bibir istrinya itu dengan lembut. Lalu ciuman itu berubah menjadi ciuman yang menuntut. Nadia tiba tiba melepaskan bibirnya.
" Sayang... Mandilah dulu..lalu kita lanjutkan lagi...oke? " pinta Nadia dengan mengerlingkan matanya.
" Aaahh...kau mulai berani menggodaku sayang !" jawab Jordy seraya menoel dagu Nadia. Lalu dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tak lama kemudian Nadia yang beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tak lama Nadia keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya melilit tubuh atasnya sampai batas paha dan rambut yang masih setengah basah. Dan itu sukses membuat Jordy mematung dengan mulut yang menganga. Kemudian Nadia berjalan menghampiri Jordy yang duduk di ranjang dengan badan yang menyandar pada kepala ranjang dan mengecup sekilas bibir Jordy. Tak ingin membuang kesempatan yang ada, Jordy langsung gercep alias gerak cepat dan terjadilah " Pertarungan " ranjang itu.
Pukul 01.00 dini hari Jordy dan Nadia melakukan pillow talk sebelum mereka tidur. Nadia yang di peluk Jordy dari belakang tiba tiba memberikan pertanyaan yang sedikit mengusik Jordy.
" Sayang...aku ingin bertanya sesuatu..bolehkah? " tanya Nadia.
" Hmm..tanyalah " jawab Jordy dengan mata yang terpejam.
" Apakah yang akan kau lakukan jika suatu saat Nanti kakak iparmu mengusik rumah tangga kita? " tanya Nadia seraya membalikkan tubuhnya menghadap Jordy. Seketika Jordy membuka matanya.
" Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu, atau mengusik runah tangga kita. Siapapun itu aku akan membuat perhitungan dengannya. Siapapun.." jawab Jordy dengan melakukan penekanan di akhir kata kata nya seraya mengusap rambut Nadia.
" Aku hanya takut hubunganmu dengan keluargamu menjadi terganggu karena kehadiranku.." kata Nadia dengan mata yang sudah berembun.
" Sayang..dengarkan aku..aku mencintaimu sepenuh hatiku..yang aku inginkan adalah kebahagiaanmu..kebahagiaan kita..dan aku akan melakukan apapun itu bahkan aku akan mengorbankan semuanya demi kebahagiaan kita.." jawab Jordy dan mebawa Nadia dalam dekapannya. Terdengar isak lirih dari Nadia.
" Terimakasih Jordy..terimakasih...aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Aku janji aku tak akan menjadi lemah lagi. " ucap Nadia dengan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Jordy. Mereka pun akhirnya terlelap.
Sementara Johan yang tengah menjalani pengobatan mendapat seolah mendapat banyak berita baik. Mulai dari kelahiran putranya, Nadia yang mendatangi kediaman keluarga Pak Santosa, sampai pendonor sumsum tulang belakang untuknya.
__ADS_1
" Aku akan segera sembuh. Aku akan segera pulang. Nadia aku akan datang. Aku akan menebus semua kesalahanku. " ucap Johan
Pagi telah datang. Pasangan yang telah melakukan " Pertempuran " yang melelahkan seolah mengabaikan sinar matahari yang sudah mengintip dari balik jendela. Nadia yang menggeliat semakin menutup erat wajahnya dengan selimut. Sementara Jordy yang merasakan pergerakan Nadia lalu membuka matanya.
" Selamat pagi istriku yang cantik " ucap Jordy lalu membuka selimut yang menutupi wajah dan tubuh polos istrinya itu.
" Selamat pagi suamiku yang tampan " balas Nadia lalu mendekatkan wajahnya pada leher Jordy.
" Ayo kita harus segera ke rumah sakit.." kata Jordy.
" Tunggu sebentar lagi..aku masih malas untuk bangun " ucap Nadia lalu mengeratkan pelukannya pada pinggang Jordy. Jordy hanya tersenyum melihat istrinya yang sedang bermanja kepadanya.
" Kau mau aku gendong ke kamar mandi, hmm? " kata Jordy menggoda Nadia.
" Eh..tidak tidak..aku bisa sendiri " jawab Nadia cepat seraya melilitkan selimut pada tubuh polosnya dan segera berlari ke kamar mandi. Jordy tertawa terbahak bahak melihat istrinya yang berlari ke kamar mandi
" Sepertinya kau paham apa yang aku maksud sayang !" teriak Jordy.
" Tentu...aku tau pikiran kotormu itu...whleee " jawab Nadia sambil menjulurkan lidahnya dan menutup pintu kamar mandi.
" Terima kasih istriku " Jordy berlari karena Nadia akan memukulnya dengan sisir yang dia pegang.
Setelah bersiap, mereka segera turun ke lantai bawah untuk sarapan yang telah disiapkan oleh pelayan kediaman Pak Santosa.
Setelah sarapan mereka segera menuju rumah sakit tempat Sandra melahirkan.
" Sayang..aku ingin membeli sesuatu untuk bayi Kak Sandra, kita mampir ke baby shop sebentar yaa? " pinta Nadia
" Tentu sayang..kau ingin membeli apa?" tanya Jordy
" Mmm...apa ya? Aku belum ada ide..Menurutmu apa yang harus kita beli?" tanya Nadia
__ADS_1
" Mmm.. Bagaimana kalau ayunan bayi?" jawab Jordy memberi saran
" Sepertinya ide bagus.." jawab Nadia
Setelah 30 menit perjalanan mereka sampai di baby shop. Mereka berjalan melihat lihat sambil mencari apa yang akan mereka beli nantinya. Nadia tiba tiba berhenti di bagian sepatu bayi. Dan mengambil salah satu sepatu dan tersenyum seraya memegangnya.
" Ini lucu sekali " kata Nadia saat memegang sepatu bayi warna pink dengan pita di atasnya. Jordy melihat Nadia dan tersenyum lalu menghampiri Nadia.
" Itu cantik sekali..ambillah jika kau mau.." ucap Jordy seraya mengelus kepala Nadia.
" Ah tidak...aku hanya ge.as melihatnya " jawab Nadia lalu menaruh kembali sepatu itu di tempatnya.
" Ambillah...siapa tau nanti disini akan ada malaikat kecil yang cantik " ucap Jordy sambil mengelus perut rata Nadia.
" Sayang..apa kau ingin anak perempuan jika aku hamil nanti?" tanya Nadia.
" Laki laki atau perempuan sebenarnya sama saja." jawab Jordy yang di balas senyuman Nadia.
" Ayo kita harus segera ke rumah sakit " jawab Nadia dan langsung meminta pelayan toko untuk mengambilkan ayunan bayi berwarna abu abu dan langsung membayarnya. Tak lupa dia meminta pelayan toko untuk membungkusnya dengan cantik.
Setelah itu mereka langsung menuju rumah sakit dan sesampainya di ruang rawat Sandra mereka langsung masuk.
" Selamat pagi kak.." ucap Jordy
" Kau sudah datang..sebentar ya...Sayang..aku tutup telponnya dulu..sudah ada Jordy yang datang." jawab sandra yang sedang melakukan panggilan video pada Johan
" Bisakah aku bicara pada Jordy " tanya Johan pada Sandra. Jordy yang mendengar perkataan Johan langsung menerima ponsel yang di berikan Sandra
*
*
__ADS_1
*
Hai pembaca semuanya..jangan lupa dukungannya pada thor ya...supaya bisa up dengan cerita yang menarik. Jangan lupa like dan komentnya yaa...i luv u all readers...