
Sementara di dalam kamar Nadia hanya bisa menangis ketika mengetahui jika Johan adalah kakak ipar Jordy. Seseorang yang sudah menghancurkan hidupnya, seseorang yang sudah ia lupakan dalam hidupnya kini bertemu lagi dalam situasi yang sangat menyulitkan baginya. Nadia terduduk di samping kasur dengan memeluk lututnya.
" Bagaimana ini...apa yang harus kulakukan..."
Nadia teringat kembali ketika Johan sudah membuatnya sangat kecewa. Membuatnya hancur sehancur hancurnya. Dan sekarang dia menjadi dilema. Bagaimana bisa dia melanjutkan hubungannya dengan Jordy ketika Nadia mengetahui jika Johan adalah kakak iparnya.
" Bagaimana ini...bagaimana jika Jordy tau masa lalu itu...." lirih Nadia dengan terisak.
" Aku harus mengakhiri semua ini sebelum terlambat " gumam Nadia
Jordy yang merasakan aneh pada sikap Nadia menjadi khawatir. Tak biasanya Nadia bersikap seperti ini. Seolah olah dia menghindari Jordy
" Sayang...boleh aku masuk ?" tanya Jordy sambil mengetuk pintu kamar
Nadia hanya diam tak menyahuti sembari melihat ke arah pintu. Hatinya begitu terluka mengetahui kenyataan yang seolah mempermainkannya lagi. Di saat dia mencintai Jordy sepenuh hatinya dia kembali di hadapkan dengan masa lalu yang seolah menjadi bom yang siap meledak kapan saja. Yaa..dia khawatir jika Jordy mengetahui semua tentang masa lalunya.
" Sayang...apa kau baik baik saja ?" tanya Jordy lagi..
" Nadia! Buka pintunya !" teriak Jordy. Nadia segera bangkit dari duduknya dan merebahkan dirinya di ranjang dan menarik selimut hingga sebatas dadanya. Dia takut apabila Jordy mendobrak pintu kamarnya. Dan benar saja tak lama setelah mengetuk pintu Jordy terpaksa mendobrak karena khawatir pada Nadia.
" Kau sudah tidur rupanya " ucap Jordy sambil berjalan mendekati ranjang Nadia
" Jangan menghindariku seperti ini..aku bisa gila jika tak melihatmu sebentar saja " ucap Jordy seraya mengelus pipi Nadia
Hati Nadia bagai di iris iris. Dia tak ingin pria yang begitu di cintainya itu terluka olehnya. Walaupun belum tentu juga jika jordy akan marah apabila mengetahui semuanya. Kemudian Jordy duduk di bawah sembari meletakkan dagunya di atas kasur Nadia dan tangan yang mengelus pipi Nadia. Kemudian dia terlelap dengan posisi duduknya itu.
" Mengapa jadi seperti ini " bathin Nadia sakit. Dia melihat Jordy yang terlelap dengan posisi duduk di lantai.
__ADS_1
" Maaf...maafkan aku...aku harus pergi..ini semua demi kebaikan kita...aku mencintaimu...sungguh mencintaimu..oh Tuhan...aku sungguh tak sanggup jika harus bertemu dengannya lagi " bathin Nadia. Dia tidak bisa jika harus bertemu dengan Johan lagi.
Waktu menunjukkan pukul 3 pagi.
Nadia melepaskan genggaman tangan Jordy dan segera beranjak dari ranjang. Dia mengambil tas dan ponselnya. Dia keluar kamar dengan mengendap endap dia tak ingin Jordy terbangun.
" Maafkan aku Jordy...aku sungguh minta maaf..aku tidak bisa lagi meneruskan hubungan kita..aku sangat mencintaimu " ucap Nadia menoleh ke arah Jordy yang masih tidur terduduk di lantai. Dia menutup mulutnya dengan tangannya agar tangisnya tak terdengar oleh Jordy. Lalu menutup pintu kamar. Dia bergegas keluar apartemen meninggalkan Jordy
Sementara Johan sejak bertemu dengan Nadia dia sama sekali tidak tenang. Sepanjang malam dia masih saja terjaga. Dia sangat ingin meminta maaf pada Nadia.
" Aku harus menemuinya..mungkin dia ada di apartemen Jordy..aku akan menemuinya jika Jordy tidak ada " bathin Johan
" Nomor ponselnya apakah masih sama ? " bathin Johan lagi
Nadia sudah sampai di halte bis yang berjarak sekitar cukup jauh dari apartemen Jordy. Dia masih termenung sembari terus menangis. Shubuh yang dingin sama sekali tak membuatnya kedinginan. Sementara Jordy tiba tiba menggeliat menyadari tangannya terlepas dari tangan Nadia. Ketika dia membuka matanya dia tak melihat Nadia.
" Nadia...sayang! Kau di dalam ?" tanya Jordy sembari mengetuk pintu kamar mandi. Ketika tak ada jawaban, dia membuka pelan pelan pintu kamar mandi itu. Tiba tiba dia merasa khawatir ketika di lihatnya kosong. Jordy berlari keluar kamar dan memeriksa seluruh apartemen. Tak di dapati sosok Nadia di manapun. Jordy mulai panik
" Ayo Nadia angkatlah " lirih Jordy ketika melihat layar ponsel menunjukkan berdering tapi tak ada jawaban.
Jordy bertambah panik. Dia menyambar kunci mobilnya dan bergegas keluar. Dia melajukan mobilnya dengan pelan agar dia bisa mengedarkan pandangannya mencari Nadia. Jalanan yang masih sepi itu memudahkan nya untuk mencari Nadia.
Ketika mendekati halte bis, matanya menangkap sesosok yang tengah duduk dengan memeluk tasnya. Semakin dekat Jordy mengenali sosok itu. Dia menepikan mobilnya dan segera menghampiri sosok itu.
" Sayang...apa yang terjadi...ayo kita pulang...apa yang kau lakukan disini hem ?" tanya Jordy dengan menangkup wajah Nadia
" Biarkan aku pergi Jordy...aku mohon..." pinta Nadia dengan tangisnya yang semakin menjadi
__ADS_1
" Hei...apa aku ada salah? Maafkan aku sayang..." jawab Jordy semakin bingung
" Tidak...kau tidak salah...hanya saja aku tidak pantas untukmu " jawab Nadia masih dengan tangisnya yang semakin menjadi
" Hei hei...dengarkan aku..kita pulang dulu..kita bicara di rumah..jika kita bicara disini orang akan menganggap aku telah melakukan hal yang tidak tidak padamu.." bujuk Jordy
" Hiks...hiks...aku tidak mau pulang..." Nadia masih tak ingin pulang dengan Jordy.
Jordy yang sudah sangat bingung dengan keadaan Nadia langsung menggendongnya dan mendudukkan Nadia di dalam mobil
Sesampainya di apartemen Jordy langsung membuatkan minuman hangat untuk Nadia agar dia lebih tenang. Setelah Nadia tenang Jordy mulai menanyakan apa yang terjadi padanya.
" Sayang...katakan padaku..ada apa denganmu...aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi padamu..tak biasanya kau seperti ini..tolong jangan membuatku khawatir seperti ini " tanya Jordy.
" Aku...aku...bisakah aku istirahat sekarang ?" pinta Nadia
" Baiklah..akan ku antar..ayo.." ajak Jordy memgulurkan tangannya
Sesampainya di kamar Jordy duduk di tepi ranjang memperhatikan Nadia sampai dia tertidur pulas. Setelah itu Jordy pergi keluar untuk membeli makanan.
Setelah Jordy sampai di restorant cepat saji ponselnya berdering. Dia lihat siapa yang menelponnya pagi pagi begini.
" Hallo kakak ipar..ada apa..tumben sekali kau menelpon pagi pagi begini ?" tanya Jordy ketika panggilan telpon telah terhubung
" Tidak..aku hanya ingin tau kau dimana..ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu " jawab Johan
" Aku sedang membeli makanan di restoran cepat saji, aku akan menemuimu nanti di rumah " jawab Jordy lalu memutuskan panggilan telponnya sepihak.
__ADS_1
Johan yang sudah sampai di depan apartemen Jordy langsung mencoba membuka handle pintu siapa tau Jordy tak menguncinya. Dan benar tebakannya. Pintu tak terkunci. Dia langsung masuk kedalam dan mencari Nadia. Ketika sampai di depan kamar Nadia, Johan membuka dengan paksa hingga Nadia terbangun karena kerasnya suara pintu terbuka
" A-apa yang kau lakukan disini " tanya Nadia