Kemelut Cinta Nadia

Kemelut Cinta Nadia
Luka Yang Terbuka Lagi


__ADS_3

Setelah selesai berbelanja dan makan, mereka kembali ke apartemen dan mulai bersiap siap. Jordy mengenakan setelan jas dan celana warna hitam dan kemeja warna putih dengan kancing di buka 1 di bagian atas, dengan tatanan rambut sedikit berjambul seperti tintin itu semakin terlihat sangat tampan. Dan tak lama Nadia keluar dengan make up naturalnya. Lipstik dan eye shadow warna pink, menggunakan sedikit blush on warna pink, dengan riasan seperti itu ia terlihat seperti istri bintang korea Rain " Kim Tae Hee..cantik walau hanya mengenakan riasan minimalis. Dengan rambut yang dibiarkan lurus tergerai dan jepit motif pita di sisi kanannya sangat terlihat anggun sekali.


" Kau cantik sekali..." ucap Jordy ketika Nadia sudah sampai di depannya seraya mengelus pipi Nadia.


" Terimakasih " ucap Nadia tersipu


" Aku punya sesuatu untukmu, tutup matamu dulu " Jordy meraih sesuatu di dalam sakunya lalu berdiri di belakang Nadia. Dia memasangkan kalung dengan bandul J dengan 1 permata di atasnya, inisial nama Jordy


" Aku ingin kau selalu memakainya..jangan pernah lepaskan apapun yang terjadi..saat ini aku hanya memberikanmu kalung..tetapi aku berjanji setelah kau bertemu ayahku aku akan memberikanmu cincin sebagai tanda bahwa kau adalah calon istriku.." ucap Jordy panjang lebar ketika dia melihat Nadia menyentuh kalung itu.


" Ini sangat indah...bahkan indah sekali..terimakasih...terimakasih " ucap Nadia berkaca kaca


" Aaahhh...sudah sudah...ayo kita berangkat.." Jordy mengalihkan perhatian Nadia agar ia tak jadi menangis


" Ayo..." ucap Nadia seraya menggandeng tangan Jordy


Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Pak Santosa.


" Selamat malam Ayah, " ucap Jordy menyapa ayahnya yang berada di ruang tamu.


" Dasar anak bandel...begitu sulitnya aku menghubungimu..." ucap Pak Santosa sembari memeluk tumbuh Jordy. Kemudian pandangannya beralih pada sosok Nadia


" Siapa dia ?" Tanya pak Santosa. Nadia bingung menjawab dan melihat ke arah Jordy yang di sertai angguk.an Jordy


" Perkenalkan saya Nadia " ucap Nadia seraya mengulurkan tangannya kepada ayah Jordy dan mencium punggung tangan pria paruh baya itu.


" Dia calon istriku ayah..bagaimana menurut ayah ?" tanya Jordy.


" Sangat cantik..tumben kau pintar mencari calon istri " tanya Pak Santosa pada Jordy seraya mengelus kepala Nadia


" Jangan begitu ayah..kau ini..paling tidak jangan bicara seperti itu di depan calon istriku ini...aku kan jadi malau ayah " timpal Jordy seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Oh ya...dimana kakak dan kakak ipar...apa kakak ipar sudah baikan ? Bagaimana kesehatannya ?" Jordy menanyakan tentang Sandra dan Johan

__ADS_1


" Kakakmu sedang menidurkan putrinya..sebentar lagi pasti turun.


" Ayo kita menuju meja makan..aku ingin mengenal lebih dekat calon menantuku ini..." ucap ayah Jordy seraya merangkul pundak Nadia.


" Apa putraku masih saja pria yang menyebalkan " tanya Pak San kepada Nadia sambil berjalan menuju ke meja makan meninggalkan Jordy yang masih mematung melihat kedekatan ayahnya dan Nadia


" Tebakan Om sangat benar..dia masih saja menyebalkan.." jawab Nadia dengan senyum manisnya.


" Kau ku ijinkan untuk memukulnya jika dia suka mengganggumu, " ucap Pak San lalu melirik ke arah Jordy. Tak lama kemudian Sandra turun bergabung dengan mereka di meja makan.


" Hai kak..apa kabar " tanya Jordy


" Akhirnya kau ingat rumahmu ini " balas Sandra lalu memeluk adik satu satunya itu. Pandangannya tertuju pada Nadia.


" Siapa dia..sampai kapan kau akan main main terus " tanya Sandra sembari menjewer telinga Jordy. Ya Sandra lupa jika ia pernah bertemu Nadia


" Aiisshh...kau ini kak..seperti menjewer anakmu saja " ringis Jordy dengan memegang telinganya


" Dia calon istriku kak..namanya Nadia " Jordy memeluk pundak Nadia


" Selamat datang di keluarga kami..." ucap sandra seraya memeluk Nadia. Nadia pun tidak ingat jika pernah bertemu dengan Sandra dan Sandra adalah istri Johan


" Ayah..kita makan saja dulu..suamiku sebentar lagi turun..masih ada yang harus ia selesaikan dulu setelahnya baru ia ikut makan malam " ucap Sandra


" Kenapa suamimu itu masih susah di ingatkan soal kesehatannya yang lebih penting daripada pekerjaannya itu..panggil dia suruh turun agar lekas makan dan minum obatnya " perintah pak San pada Sandra yang bergegas berdiri memanggil Johan suaminya.


" Maaf..sakit apa Om suami kak Sandra " tanya Nadia


" Ah aku sampai lupa tak bercerita tentang menantuku itu...dia menderita Kanker Darah..kau tau kan bagaimana penyakit itu.." jawab Pak San dengan wajah sendu. Tak lama berselang Sandra Johan turun bersama sandra. Nadia yang duduk membelakangi anak tangga tidak menyadari kedatangan mereka.


" Selamat malam ayah " ucap Johan yang seketika membuat Nadia terdiam menyadari suara yang sangat tidak asing baginya. Ketika Jordy berdiri menyambut kakak iparnya itu Nadia masih terdiam mencoba menenangkan hatinya barangkali dia salah dengar.


" Hai kakak ipar..bagaimana keadaanmu sekarang ?" tanya Jordy sembari memeluk basa basi kakak iparnya itu

__ADS_1


" Seperti yang kau lihat saat ini.." ucap Johan sembari membalas pelukan Jordy. Dan Nadia dia terlihat semakin gelisah ketika menyadari bahwa suara yang ia dengar ialah suara Johan. Dia yakin jika suara itu adalah suara Johan


" Apa kau tak memperkenalkan dia padaku ?" tanya Johan melihat ke punggung Nadia


" Ah iya aku lupa...sayang ini kakak iparku " ucap Johan dengan menyentuk pundak Nadia agar ia berdiri menyalami Johan


" Ah iya..." Nadia berdiri dan berbalik dengan ragu ragu.


JEDEEEERRRRR


Bagai petir di siang bolong ketika Nadia berbalik dan benar saja dia melihat sosok Johan yang berdiri di hadapannya. Seketika tubuh Nadia bergetat hebat dan nampak berkaca kaca. Wajahnya pucat pasi. Dia sedikit terhuyung kesisi Jordy ketika melihat Johan. Begitulun dengan Johan dia terkejut. Bahlan sangat sangat terkejut ketika melihat Nadia di perkenalkan sebagai calon istri Jordy.


" Sayang..apa yang terjadi..?" tanya Jordy pada Nadia.


" Aku tiba tiba merasa tidak enak badan...bisakah kita pulang sekarang !? " ucap Nadia dengan suara yang bergetar dan wajah yang tertunduk.


" Kau istirahat di kamarku saja ya ?" ucap Jordy


" Tidak ! Aku pulang saja ke apartemen!" tolak Nadia sembari memegang erat lengan Jordy dengan wajah yabg sudah memerah dan mata yang berembun.


" Baiklah...ayo kita pulang..Ayah..sepertinya aku harus pulang dulu..Nadia sepertinya kurang sehat..lain kali kami akan mampir lagi kesini.." ucap Jordy seraya membopong tubuh Nadia.


" Om...maaf..Nadia pamit pulang dulu..maafkan Nadia " pamit Nadia


" Kak aku pulang dulu..kakak ipar aku permisi aku harus pulang dulu " pamit Jordy pada Johan. Johan tak menjawab perkataan Jordy dia hanya mengangguk


Jordy membopong tubuh Nadia yang masih bergetar melewati Johan. Jordy segera melajukan mobilnya pulang ke apartemen. Sesampainya di apartemen Jordy menggandeng Nadia yang masih bergetar seluruh tubuhnya dan mendudukkannya di sofa.


" Sayang...apa yang terjadi...mana yang sakit " tanya Jordy


Nadia hanya menatap Jordy dengan sendu dan mata yang berembun


" Aku tak apa...aku masuk kamar dulu yaa!?" ucap Nadia segera berdiri dan berlalu ke kamar.

__ADS_1


Jordy yang bingung mengiyakan pinta Nadia


" Jika kau butuh sesuatu panggil aku saja..oke ?" ucap Jordy


__ADS_2