
Jordy langsung membawa Nadia pergi mencari durian. Setiap melewati pasar buah Jordy berhenti dan menanyakan pada penjual apakah buah durian ada. Tetapi hasilnya nihil. Hampir seluruh pasar buah dan beberapa swalayan mereka masuki hanya untuk mencari buah durian. Tetapi tidak ada satupun nampak buah durian disana.
Nadia sudah tampak sendu karena buah yang ia inginkan sm sekali tidak ada. Karena memang belum musimnya saja makan tak heran jika buah yang di cari itu sangat sulit di temukan.Jordy yang melihat Nadia tampak lesu segera menghibur istrinya itu.
" Sayang jangan sedih, di depan ada satu swalayan lagi..kita kesana yaa...semoga saja ada, hey baby di perut mommy sabar sebentar yaa..jangan buat mommymu sedih, daddy masih mencarinya untukmu oke " ucap Jordy sambil mengelus perut Nadia.
" Sudahlah sayang, kita pulang saja. Mungkin disana juga tidak ada " ucap Nadia putus asa.
" Hei..sebentar lagi kita sampai oke..aku yakin pasti disana ada " ucap Jordy membesarkan hati Nadia.
" Terserah kau saja sayang " jawab Nadia dengan tersenyum.
Setelah beberapa menit akhirnya mobil Jordy sudah sampai di swalayan yang di tuju. Jordy lalu menggandeng tangan Nadia dan mengajaknya memasuki swalayan.
Mereka langsung menuju tempat dimana buah - buahan berada. Nampak wajah Nadia langsung terlihat bahagia ketika buah yang dia inginkan ada di rak paling atas berjajar dengan deretan buah semangka dan melon.
__ADS_1
" Aah...akhirnya..." ucap Nadia lalu mengambil buah durian itu dan menghirup aromanya dalam - dalam.
" Kau senang? " tanya Jordy seraya mengelus kepala Nadia.
" Iya..aku sangat bahagia.. Sayang aku ingin ini saja " Nadia menunjukkan buah durian yang sudah di kupas dan di kemas beberapa potong kecil saja.
" Hanya itu? " tanya Jordy heran.
" Iya ini saja sudah sangat cukup " jawab Nadia masih dengan menghirup aroma buah durian impor kemas itu.
" Makanlah sayang..apa kau hanya akan mencium aromanya saja tanpa memakannya? " tanya Jordy.
" Tidak, aku tak ingin memakannya. Aku hanya ingin mencium aromanya saja sampai aku puas. " jawab Nadia
' Ah..memang seperti ini ya orang ngidam itu? Aneh - aneh saja ' bathin Jordy seraya mengelus kepala Nadia.
__ADS_1
Setelah sampai di kediaman, Nadia langsung membawa durian kupas itu ke kamar. Sesampainya di kamar dia langsung meletakkannya di atas nakas. Dan dia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, dan tak lama kemudian dia sudah terlelap.
" Hmm...tidurlah sayang..aku mencintaimu " ucap Jordy ketika melihat Nadia tertidur pulas.
Jordy lalu ikut merebahkan dirinya di samping Nadia dengan memeluknya dari belakang.
Sementara Johan yang sedari tadi berpikir keras bagaimana cara memisahkan Jordy dan Nadia nampak sangat gelisah. Pikirannya hanya ada pada Nadia.
' Aku sudah mengatakan. Aku akan mendapatkanmu. Bagaimanapun caranya, dan apapun caranya akan aku lakukan. Aku tak akan mendapatkanmu Nadia ' bathin Johan
" Sayang apa yang sedang kau pikirkan? " tanya Sandra seraya duduk di pangkuan Johan.
" Tidak ada sayang, hei..apa kau mencoba merayuku hem.." tanya Johan ketika melihat Sandra yang menggunakan Lingerie warna merah
" Hmm.. Bisa di bilang begitu.. Kau tau aku sangat merindukanmu " ucap Sandra lalu ******* bibir Johan
__ADS_1
* Maaf teman - teman aku ap sedikit. Tunggu up bab berikutnya yaa...aku usahakan nanti malam up lagi. I lup u gaeess